Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Berburu


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, keadaan Putri Xiang'er telah pulih seperti sedia kala.


Hari itu putri Xiang'er meminta kepada kepala desa, agar membuka sedikit celah baginya untuk dapat keluar dari dalam artefak yang mengelilingi desa.


Namun keinginan Sang Putri itu ditolak mentah-mentah oleh Kepala Desa.


"Putri..., di Desa ini belum pernah terjadi ada yang mengunjungi, dan bahkan ada yang mengetahui keberadaannya selain dirimu, aku tak bisa membiarkanmu pergi dari Desa ini semua itu demi untuk keamanan desa dari sepengetahuan orang-orang di luar sana, jadi aku meminta agar kau selamanya berada Desa ini," ucap kepala desa.


"Paman.., suamiku akan mengkhawatirkanku Jika aku tak menemuinya, ditakutkan amarahnya meledak sehingga akan membuat kehancuran di alam Cahaya bulan," jawab putri Xiang'er.


"Kau tak usah membual seperti itu Putri, tak baik bagimu sebagai seorang wanita cantik dan terhormat, mengatakan kebohongan seperti itu," timpal sang bibi.


"Aku tak sekedar membual ataupun berbohong bibi, suamiku memiliki kekuatan hebat yang belum tentu pemimpin menara bulan mampu untuk mengalahkannya".


"Jika paman dan seluruh warga desa ingin mengetahui kemampuan hebat yang dimiliki suamiku, maka ijinkan Aku untuk membuat celah guna memanggil suamiku datang ketempat ini," pinta sang putri.


"Aku tetap tak bisa memberikan apa yang kau inginkan itu, karena apa yang ingin kau lakukan sama halnya dengan memberitahukan kepada dunia luar mengenai keberadaan desa awan berkabut," jawab kepala desa.


Putri Xiang'er kemudian berpikir keras agar dia dapat membuat celah dan mengabari suaminya tentang keberadaannya saat ini, melalui tetesan darah di tubuhnya.


"Aku tak mungkin bisa berada di desa ini seumur hidupku, pasti semua orang akan mengkhawatirkanku termasuk ayah, leluhur, dan suamiku. Aku terpaksa harus memperdaya Han Huang yang terlihat menyukaiku," batin putri Xiang'er.


Seminggu telah berlalu, putri Xiang'er terus mencari celah dari segel pelindung artefak langit yang mengelilingi desa, akan tetapi sang putri tak juga menemukan secercah harapan untuk keluar dari dalam desa, yang membuatnya semakin berusaha dekat dengan Han Huang.


Hubungan pura-pura Sang Putri kepada Han Huang, membuat kepala desa dan istrinya serta penduduk desa merasa senang, karena mereka berharap besar jika Han Huang kelak bisa bersanding dengan Putri Han Huang.


Suatu hari, di saat kebutuhan makanan seperti hewan buruan mulai habis, Han Huang ingin kembali berburu masuk ke dalam hutan yang berada di dalam artefak pelindung langit, di saat itu putri Xiang'er ingin ikut bersamanya berburu ke dalam hutan.


Permintaan Sang Putri tentu saja dikabulkan oleh Han Huang, mengingat mereka akan dapat berdua tanpa ada yang mengganggu, maka berangkatlah mereka berdua hari itu untuk berburu binatang buruan di dalam hutan desa.


Dalam pencarian hewan buruan, tanpa sepengetahuan Han Huang putri Xiang'er melepaskan Aura Raja ular naga secara halus, sehingga hewan buruan yang merasakannya langsung menjauh dari keberadaan putri Xiang'er.

__ADS_1


"Aku sangat heran, biasanya dalam perburuan ku hanya sekejap saja aku sudah mendapatkan hewan buruan, tapi entah mengapa tak ada satupun hewan buruan yang bisa kita temukan," ucap Han Huang.


"Mungkin keberadaan hewan buruan di dalam hutan ini telah habis, Karena tiap hari pasti akan ada warga desa yang mencari binatang buruan di dalam hutan, sehingga keberadaan semua binatang buruan yang ada di dalam hutan makin lama semakin menipis, apalagi jika sampai induk binatang itu ikut mati diburu oleh warga desa, hal itu semakin memperburuk keadaan dengan hilangnya semua binatang di dalam hutan ini, tanpa adanya generasi yang baru," jawab putri Xiang'er.


"Mungkin ada baiknya kita kembali pulang ke desa, karena hari mulai sore," ucap Han Huang.


"Aku tak ingin pulang ke desa sebelum mendapatkan binatang buruan, karena aku malu saat berburu bersamaku kau tak mendapatkan satupun binatang buruan untuk dibawa ke Desa, pastinya ayah, ibu dan juga warga desa yang mengetahui akan berpikir yang tidak tidak pada kita berdua," jawab putri Xiang'er.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Han Huang.


"Aku ingin kita berdua tetap berburu, dan setelah menemukan binatang buruan kita baru pulang ke desa," ucap putri Xiang'er dengan senyuman manis di wajahnya.


Tentu saja senyuman manis Sang Putri membuat hati Han Huang luluh, sehingga mengiyakan permintaan wanita cantik yang bersamanya.


Hampir senja mereka berdua tetap tak menemukan binatang buruan, hingga Han Huang memutuskan untuk mencari binatang buruan di luar artefak pelindung yang mengelilingi desa.


"Kurasa sangat mudah mencari binatang buruan di luar Artefak pelindung, karena aku biasa melakukannya jika tak menemukan binatang buruan yang berkeliaran di dalam hutan desa, tapi bagaimana dengan putri Xiang'er? batin Han Huang.


Putri Xiang'er pura-pura tak mengetahui apa yang ada di dalam pikiran Han Huang saat ini, dia hanya berpikiran untuk semakin membuat Han Huang segera mencari solusi untuk mendapatkan binatang buruan sebelum malam tiba.


Dan pada akhirnya Han Huang memutuskan untuk mencari binatang buruan di luar artefak pelindung, tapi dia tak ingin membawa putri Xiang'er ke sana.


"Aku ingin mencari binatang buruan di luar artefak pelindung, dan kau harus tetap berada di dalam artefak pelindung ini," ucap Han Huang.


"Bagaimana mungkin kau meninggalkanku seorang diri di sini, bagaimana jika ada binatang buas yang menyerangku disaat kau tak ada disini?" tanya putri Xiang'er.


"Itu soal mudah, aku akan melindungimu selama aku di luar mencari binatang buruan, dengan menggunakan segel pelindung sehingga binatang buas tak ada yang akan mengetahui keberadaanmu," jawab Han Huang.


Putri Xiang'er berpikir sejenak untuk mencari solusi bagaimana cara terbaik untuk dapat memberikan sebuah tanda pada Nien Chu, Jika dia di dalam sebuah desa yang dilindungi artefak pelindung langit.


"Han Huang aku bosan menghirup udara di dalam artefak pelindung ini, dapatkah aku menghirup walaupun sedetik saja udara di luar artefak pelindung langit," pinta putri Xiang'er dengan sedikit bermanja kepada Han Huang.

__ADS_1


Apa yang dilakukan Sang Putri membuat hati Han Huang melambung tinggi, sehingga dia pun memperbolehkan sang putri untuk keluar bersamanya dari artefak pelindung yang melindungi Desa, walaupun hanya sejenak saja.


Celah pun di buka, Han Huang segera keluar bersama Sang Putri dari dalam artefak pelindung.


Tentu saja hal itu tak disia-siakan oleh sang putri, dia pun memanfaatkan kesempatan yang sedikit itu dengan melukai jarinya dan meneteskan darahnya di sekitar tempat itu.


"Kurasa sudah cukup kau berada di luar artefak pelindung ini, ayo kita masuk ke dalam ke kembali," ucap Han Huang kemudian menutup kembali celah yang terbuka tadi.


Di saat Han Huang ingin memasang segel pelindung bagi putri Xiang'er, tiba-tiba saja Sang Putri berkata.


"Aku tak ingin sendiri di dalam hutan ini sementara kau keluar sana berburu binatang buruan yang tentunya akan lama, lebih baik kau mengantarkan aku ke desa kemudian kau mencari lagi binatang buruan itu," ucap putri Xiang'er.


Han Huang kini merasa heran, mengapa tiba-tiba Sang Putri berubah pikiran, yang membuat Han Huang menjadi bertanya-tanya.


Putri Xiang'er tahu mengapa Han Huang terdiam, karena dia yakin jika Han Huang telah merasa curiga kepadanya setelah keluar dari artefak pelindung.


Untuk menghilangkan rasa kecurigaan pemuda tampan yang ada di hadapannya itu, putri Xiang'er segera menarik kembali aura Raja ular naga yang dikeluarkannya, sehingga tak lama berselang beberapa binatang buruan telah menampakkan diri.


Putri Xiang'er segera berteriak untuk mengalihkan pikiran Han Huang.


"Itu ada kelinci..!!, Ayo cepat tangkap dia!!".


Han Huang langsung melupakan pemikirannya tentang Sang Putri, dia pun segera fokus untuk pengajaran kepada binatang buas yang saat ini telah dilihatnya.


Dalam waktu sekejap dua ekor kelinci telah berhasil ditangkapnya, yang membuat sang putri merasa senang.


"Kau hebat Han Huang, kau berhasil menangkap kedua kelinci itu dalam waktu sekejap, sepertinya malam ini kita akan makan enak karena aku sendiri yang akan memasak, ayo kita segera pulang sebelum malam tiba," ucap putri Xiang'er .


Han Huang menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua kembali menuju desa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2