
Nien Chu tiba di guild serikat dagang, dan betapa terkejutnya saat dirinya melihat sang ayah yang sudah tak berdaya di lantai ruangan.
"Apa yang terjadi denganmu ayah, dan siapa yang telah melakukan ini semua padamu?" tanya Nien Chu dengan mata berkaca kaca sambil memegang tangan sang ayah yang tengah sekarat.
Tak ada jawaban dari Menejer Nien bao, dia hanya menatap sayu kepada putranya Nien Chu.
"Putra mahkota yang telah melakukan ini pada Menejer Nien bao," timpal seorang kultivator yang berada di tempat itu.
"Putra mahkota aku akan membuat perhitungan denganmu," pekik Nien Chu yang langsung bangkit berdiri, akan tetapi genggaman kuat dari sang ayah telah menahannya.
"Putraku sebelum kepergianku aku ingin meminta satu hal padamu, aku tak ingin kau membalaskan kematian ku dengan kekuatan mu yang masih selemah ini, karena yang akan kau hadapi adalah seorang penguasa, jadilah lebih kuat sebelum kau bertindak lebih jauh," ucap Menejer Nien bao.
Tak lama setelah berkata seperti itu, Menejer Nien bao pun menghembuskan napas terakhir nya.
"Ayah aku pasti akan menjadi kuat, nyawa di balas dengan nyawa, dan keadilan bagimu suatu hari nanti pasti akan ku buktikan dengan nyawa putra mhkota," ucap Nien Chu dengan memeluk tubuh sang ayah yang sudah tiada.
Nien Chu memberikan lencana emas serikat dagang yang dimilikinya kepada putri Yuan Hua, untuk di serahkan kembali kepada pangeran ke 3.
"Aku titipkan lencana emas ini kepada pangeran ke 3, dan katakan padanya jika suatu hari nanti aku akan kembali untuk meminta keadilan kepada putra mahkota, atas nyawa ayahku yang telah dibunuh secara sadis olehnya," ucap Nien Chu.
Putri Yuan Hua menerima lencana emas pemberian dari Nien Chu, dan menyimpannya ke dalam cincin ruang miliknya.
"Kau mau kemana?" tanya putri Yuan Hua.
"Aku akan pergi mencari jati diriku dan setelah aku menjadi kuat maka di saat itu adalah hari terakhir putra mahkota untuk hidup. Putri trimakasih kau telah menjadi temanku, aku pamit," ucap Nien Chu dengan membalikkan badan dan tak lama kemudian Nien Chu pun menghilang dari pandangan mata putri Yuan Hua.
Putri Yuan Hua menatap ke arah pintu keluar Guild serikat dagang, dia begitu kehilangan sosok pemuda yang belakangan ini telah mengisi hatinya.
__ADS_1
"Semoga kau dapat menjadi kuat Nien Chu," ucap putri Yuan Hua lirih.
*****
Pangeran ke 3 keluar dari dalam ruangan latihan pribadinya, setelah melakukan kultivasi penerobosan tingkat ke ranah jiwa.
Setelah membersihkan diri pangeran ke 3 menemui putri Yuan Hua yang sudah menunggunya.
"Apa yang ingin kau sampaikan kepadaku adik, dan bagaimana kabar sahabatku Nien Chu dan juga perkembangan serikat dagang kita?" tanya pangeran ketiga kemudian duduk di hadapan Putri Yuan Hua.
Putri Yuan Hua mengeluarkan lencana emas serikat dagang titipan dari Nien Chu, dan menaruhnya diatas meja.
Pangeran ke 3 begitu sangat terkejut melihat lencana emas yang ada pada Nien Chu, kini berada di tangan putri Yuan Hua.
"Apa maksud ini semua, dan mengapa lencana emas ini bisa berada padamu?" tanya pangeran ke 3.
Tak lama kemudian putri Yuan Hua menceritakan semua yang telah terjadi di Guild serikat dagang, dan bagaimana keberutalan putra mahkota selama pangeran ke 3 melakukan kultivasi.
Amarah pangeran ke 3 segera memuncak mendengar cerita dari putri Yuan Hua, mengenai sepak terjang putra mahkota kepada guild serikat dagang selama dirinya melakukan kultivasi.
"Aku tak akan membiarkan ini terus terjadi, agar kedepannya putra mahkota tak terus semena-mena terhadap Guild serikat dagang.
Aku akan menemui putra mahkota sekarang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan untuk lencana emas ini akan tetap menjadi milik Nien Chu dan akan berada di tanganku selama kepergiannya.
Yuan Hua, lebih baik kau kembali ke Guild serikat dagang, dan aku tugaskan kau untuk meneruskan apa yang dilakukan Nien Chu, yaitu mengenai kerjasama dengan sekte Jingnan dalam membeli semua hasil budidaya jamur langit 7 bintang yang ada pada mereka," ucap pangeran ke 3.
"Baik kak, aku akan mengurusnya," jawab putri Yuan Hua kemudian pergi meninggalkan pangeran ke 3.
__ADS_1
"Aku tak menyangka jika kau masih menginginkan kedudukan sebagai petinggi Guild serikat dagang, kau benar-benar serakah putra mahkota, kau memanfaatkan kedudukan ibumu sebagai permaisuri untuk memuluskan semua keinginanmu, tapi kau salah aku takkan pernah mendukungmu karena Guild serikat dagang tak pernah menginginkan orang licik seperti mu," batin pangeran ke 3.
*****
Kaisar cahaya naga mempunyai 3 istri, yaitu 1 permaisuri dan dua selir. Putra mahkota dan pangeran ke 2 merupakan anak dari permaisuri istana cahaya naga, sementara pangeran Zeng Wu merupakan putra selir pertama, dan putri Zeng Yi merupakan putri selir ke 2.
Hubungan Bangsawan Yuan dan ibu pangeran Zeng Wu adalah saudara, maka dengan sendirinya hubungan antara pangeran Zeng Wu dengan putri Yuan Hua adalah sepupu 1 kali.
Tanpa pikir panjang pangeran ke 3 langsung menuju ke tempat di mana putra mahkota berada, para kultivator kuat milik putra mahkota mencoba menghalang-halanginya, akan tetap Pangeran ketiga tetap saja terus berjalan tak perduli dengan para kultivator kuat yang menghalangi jalannya.
"Berhenti pangeran, putra mahkota saat ini tengah beristirahat dan tak ingin diganggu," ucap salah seorang kultivator yang berada di kediaman putra mahkota.
" Aku tak perduli jika putra mahkota sekarang ini tengah beristirahat, karena aku ingin menyelesaikan masalah dengannya. Jika kalian ingin menghalangiku maka aku akan melukai diriku sendiri, dan jika ayahku mengetahui aku terluka maka kalian semua tak akan selamat walaupun putra mahkota ada di belakang kalian semua," ucap pangeran ke 3 dengan menempelkan belati di lehernya sendiri.
Semua kultivator kuat yang berada di kediaman putra mahkota kebingungan dengan ancaman pangeran ke 3, karena jika mereka melakukan tindakan dan sampai pangeran ke 3 melukai dirinya sendiri, tentu saja hal itu akan membahayakan keberadaan mereka di wilayah kekaisaran, dan untuk mengamankan diri para kultivator itu membiarkan pangeran ke 3 masuk kedalam kediaman putra mahkota, sambil terus memantaunya dari kejauhan.
"Apa yang membuatmu datang ketempat ku ini adik, tak seperti biasanya kau melakukan hal ini," ucap putra mahkota.
"Kau tak usah berpura pura dengan semua perbuatan mu itu putra mahkota, kau membunuh seenaknya di dalam Guild serikat dagang sama halnya kau tak menghargaiku sebagai saudaramu, dan untuk itu kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu dengan menerima ganjaran dariku atas semua perbuatanmu itu," ucap pangeran ke 3.
Dari tubuh pangeran ke 3 seketika itu mengeluarkan aura yang sangat menindas, hingga membuat putra mahkota kesulitan untuk bernapas.
Melihat putra mahkota dalam bahaya maka ketiga pengawal pribadinya segera datang, dan mengalirkan energi murni ke tubuh putra mahkota hingga efek aura ranah jiwa yang di lepaskan pangeran ketiga, dapat dinetralkan oleh ketiga kultivator ranah roh yang menjadi pengawal pribadi putra mahkota.
Pangeran ke 3 begitu murka melihat hal itu, diapun lantas mengeluarkan cambuk petir artefak langit pemberian dari sang ibu, untuk menghadapi ke tiga kultivator ranah roh yang saat ini tingkat kekuatannya berada di atas pangeran ke 3.
Bersambung.
__ADS_1