
Thien Yu dan Shao Yan dibebaskan dari segala hukuman akademi Nirwana, Thien Yu pun kini telah menjadi murid di dalam Akademi tersebut.
Semua murid yang telah dihasut oleh Dayu haitang begitu tak senang dengan ke bebasan Thien Yu dari segala hukuman, apalagi melihat Thien Yu telah menjadi murid utama di dalam akademi Nirwana seperti halnya Shao Yan, Dayu haitang dan Dewi Yun Shi.
Dengan ketidak kesukaan Dayu haitang itu, dia pun pergi mencari pangeran Yun dai dan pangeran Yun Shan untuk menghasut mereka berdua, dengan mengatakan jika Thien Yu yang merupakan murid baru telah melecehkan Dewi Yun Shi dan dia juga dapat meyakinkan kepala akademi dengan menjadikannya murid dalam.
Alhasil Dayu haitang berhasil dalam menghasut kedua pangeran, dan hari itu juga kedua pangeran meminta ijin kepada Dewa suci dan Dewa agung untuk meninggalkan kuil suci untuk kembali ke istana langit.
Kedua dewa besar tersebut yang tak mengetahui masalah yang terjadi, mengiyakan keinginan kedua pangeran untuk kembali ke istana.
Setelah kepergian kedua pangeran, Dewa suci dan Dewa agung pergi ke ruang kehampaan untuk melakukan meditasi di alam semesta.
Sementara itu, Thien Yu telah berhasil menemui ke 3 wanita yang di carinya, akan tetapi perkataan Thien Yu tak digubris olehnya karena mereka mengetahui jika ketiganya tak mempunyai saudara laki laki kecuali Shao Yan, apa lagi mereka juga mengetahui jika Thien Yu telah melecehkan putri Yun Shi, hal itu membuat ketiganya merasa malu jika mempunyai seorang kakak bejad seperti Thien Yu.
Berkali kali Thien Yu meyakinkan adik adiknya, akan tetapi usaha yang dia lakukan olehnya tetap saja tak berhasil, hal itu membuat Thien Yu begitu sangat kesal.
"Mengapa Shao Yan pergi berlatih ke hutan binatang buas sebelum aku menyelesaikan syarat yang di berikan ibu Dewi Bilqis, jika saja dia berada di sini mungkin ketiga adik perempuanku akan percaya jika aku adalah kakak satu ayah dengannya.
Flashback
"Kak Thien Yu, 4 raja binatang Dewa telah menungguku untuk berlatih dengannya, aku tak punya alasan lagi untuk tak memenuhi panggilannya," ucap Shao Yan di suatu kesempatan.
"Adik pergilah, aku pasti berhasil untuk meyakinkan adik perempuanku jika aku adalah saudara laki lakinya," jawab Thien Yu.
"Aku tau kak Thien Yu pasti bisa meyakinkan mereka bertiga," ucap Shao Yan saat itu.
__ADS_1
*****
Di suatu tempat yang sepi jauh dari akademi, Thien Yu tengah menyendiri di sebuah anak sungai yang sangat jernih airnya, sambil memikirkan cara untuk dapat meyakinkan saudara perempuannya.
Tiba tiba Thien Yu di kejutkan dengan suara samar samar seorang wanita di sekitar air terjun, dengan rasa penasaran Thien Yu pergi untuk melihatnya.
Di sana Thien Yu melihat Dewi Yun Shi sedang mandi dan bermain air, hingga membuat jantung Thien Yu berdegup kencang menyaksikan pemandangan tak biasa yang terpampang di hadapannya.
"Ah.., sial mengapa aku sampai mengintip wanita mandi," gumam Thien Yu sambil berjalan meninggalkan tempat itu.
Dewi Yun Shi yang mempunyai Indra pendengar super tajam, dapat merasakan kehadiran seseorang di balik batu tak jauh dari nya, diapun dengan cepat melesat kearah pakaiannya dan mengenakannya.
Sementara itu Thien Yu yang terus berjalan di kejutkan dengan adanya seorang wanita yang kini tengah menghadang jalannya, sambil mengarahkan pedang terhunus kepadanya.
"Kau telah berlaku kurang ajar padaku di perpustakaan dan kali ini kau malah berani mengintip ku mandi, kau memang harus di beri pelajaran..!!" hardik putri Yun Shi.
"Hentikan Dewi, ini hanya kesalah pahaman saja, aku tak bermaksud mengintip mu mandi," ucap Thien Yu yang melakukan pembelaan diri.
Perkataan Thien Yu tak di gubris oleh Dewi Yun Shi, amarah telah merasuk kedalam jiwanya hingga membuat sang Dewi tak berhenti menyerang Thien Yu.
"Aku tak bisa terus berkelit seperti ini, jika aku tak melakukan perlawanan maka dia akan terus menyerangku," batin Thien Yu.
Dengan menggunakan belati merah darah, Thien Yu melakukan serangan jarak dekat pada Dewi Yun Shi hingga membuat sang Dewi kelabakan.
Serangan serangan pedang Dewi Yun Shi kini tak efektif lagi, hingga membuat Thien Yu berhasil menotok jalan darah Dewi Yun Shi hingga sang Dewi menghentikan serangannya.
__ADS_1
"Lepaskan aku, jika sampai kedua kakak ku tau jika kau telah melakukan hal buruk padaku, maka kau akan dalam bahaya besar," ancam putri Yun Shi.
"Aku tak perduli dengan kedua kakak mu itu, dan aku tak perduli jika kau merupakan putri kaisar langit. Saat ini semua orang di akademi telah menganggapku sebagai seorang laki laki yang telah melecehkan mu, dan kurasa tak ada salahnya jika aku melakukan lebih dari apa yang telah kulakukan padamu di perpustakaan, kebetulan hanya kita berdua yang berada di tempat sunyi ini," jawab Thien Yu.
"Kau jangan macam macam padaku, aku tak akan membiarkanmu tetap hidup jika kau bertindak jauh padaku," ancam sang Dewi kembali.
Thien Yu memperhatikan Dewi Yun Shi lekat lekat dan bergumam. "Sepertinya Dewi Yun Shi umurnya sekitar 17 atau 18 tahun, ini adalah kesempatan bagus untuk mempermainkannya," batin Thien Yu.
"Dewi Yun Shi wajahmu begitu sangat cantik dan tubuhmu begitu sangat menggairahkan ku, aku begitu ingin untuk mendapatkan mu lebih jauh lagi," ucap Thien Yu sambil menjilati bibirnya sendiri.
Terlihat Dewi Yun Shi begitu sangat ketakutan, hingga membuat tubuhnya bergetar.
"Thien Yu aku akan membunuhmu!!" pekik sang putri tiba tiba.
"Ha..ha..ha.., bagaimana kau akan membunuhku jika kau nanti akan mengandung anakku? dan bagaimana kau akan menjelaskan pada semua dewa dan Dewi yang ada di nirwana dengan perutmu yang terus membuncit?, jika aku mati di tanganmu maka apa kata mereka semua jika mengetahui kau telah membunuh laki laki yang menaruh benih di rahim mu?" tanya Thien Yu bertubi tubi.
"Aku akan tetap akan membunuhmu!!, setelah itu aku akan bunuh diri!!," pekik sang Dewi.
"Wow..!!, sebuah tindakan yang menakutkan bagiku, Dewi bagai mana jika perkataanmu barusan ku kembalikan padamu?, aku akan memuaskan hasrat ku kemudian aku akan membunuhmu karena takkan ada yang tau jika aku melakukan hal itu," bisik Thien Yu ketelinga Dewi Yun Shi.
Mendengar perkataan Thien Yu membuat Dewi Yun melemah.
"Aku mohon kau jangan melakukan hal itu padaku, jika kau berbaik hati untuk melepaskan ku, maka kejadian hari ini ku anggap tak pernah terjadi dan aku tak akan pernah mengungkitnya lagi," ucap Dewi Yun Shi yang mulai meneteskan air mata.
"Baik aku akan pegang perkataanmu itu, aku akan membebaskan mu dari totokan ku, namun sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu karena telah membuatmu menjadi seperti ini," jawab Thien Yu.
__ADS_1
Dengan cepat Thien Yu melepaskan totokannya, dan melangkah pergi meninggalkan Dewi Yun Shi dengan mengeluarkan siulan di mulutnya.
Bersambung.