Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertemuan dengan putri Zeng Yi


__ADS_3

Setelah mencabut ketiga anak panah yang tertancap di tubuhnya, Nien Chu berjalan tertatih-tatih menuju ke penginapan, banyaknya darah yang keluar dari luka bekas tertancap anak panah di tubuhnya, membuat pandangan mata Nien Chu berkunang kunang hingga diapun ambruk ke tanah tak sadarkan diri.


Saat putri Zeng Yi melintas dengan kereta kudanya, kepala pengawal sang putri mengatakan jika ada seorang pemuda tengah terluka dan tergeletak di jalan.


"Apakah dia masih hidup?" tanya putri Zeng Yi.


"Masih hidup putri" jawab kepala pengawal.


"Jika begitu bawa dia ke guild serikat dagang untuk diobati, dan setelah dia sembuh berikan dia pakaian yang layak dan pekerjakan dia di dalam guild serikat dagang, untuk mengurus kuda-kuda yang berada di sana," ucap putri Zeng Yi.


Setelah mendengar perintah Sang Putri, kepala pengawal menyeluruh prajurit yang ikut bersamanya untuk membawa pemuda itu menuju guild sarikat dagang.


Di istana kekaisaran Caya naga, penyerangan terhadap putra mahkota menyebar ke seluruh kota, sehingga membuat kehebohan yang tak biasanya terjadi di kota kekaisaran cahaya naga.


Wajah topeng perak seketika itu tersebar dan terpampang di dinding-dinding bangunan kota sebagai buronan kelas 1, dan sangat dicari oleh kekaisaran sehingga siapapun yang dapat menangkapnya, akan mendapatkan hadiah yang sangat besar dari kekaisaran cahaya naga.


Kaisar Zeng Gong begitu murka kepada putra mahkota, setelah mengetahui jika putra mahkota memerintahkan para prajurit pemanah untuk memanah penyusup bertopeng perak, di saat Pangeran ketiga tengah bertarung dengannya, sehingga dua buah anak panah telah mengenai tubuh Pangeran ketiga dan hampir membuat pangeran ketiga mati.


Dengan adanya kejadian yang menimpa Pangeran ketiga, membuat Kaisar Zeng Gong memutuskan untuk menangguhkan pengangkatan putra mahkota menjadi Kaisar di wilayah kekaisaran cahaya naga.


Putra mahkota yang tengah terbaring di balai pengobatan istana, tak terima dengan keputusan sang Kaisar sehingga dia mencari cara agar ayahnya dapat segera mati, dan membuat dirinya dapat menggantikan posisi sang ayah untuk menjadi Kaisar di wilayah kekaisaran cahaya naga.


"Tunggulah saat aku pulih seperti sediakala, maka aku akan menghabisi semua orang-orang yang menghalang-halangi ku menjadi Kaisar di negeri ini," batin putra mahkota.


*****


Di guild serikat dagang, Nien Chu begitu sangat terkejut mendapati dirinya telah berada di suatu ruangan, dan kondisi luka yang di alaminya pun telah membaik.


Seorang tabib datang menghampiri Nien Chu dan memberikan semangkuk sup gingseng kepadanya.


"Syukurlah kau sudah tersadar anak muda, makanlah sub gingseng ini agar dapat memulihkan kembali staminamu yang lemah," ucap tabib wanita itu.

__ADS_1


"Trimakasih atas pertolongan Anda kepadaku," ucap Nien Chu kemudian menerima semangkok sup gingseng dari tabib wanita itu dan mulai memakannya.


"Kau tak perlu berterimakasih kepadaku, berterima kasihlah kepada Putri Zeng Yi karena dia lah yang telah membawamu ke tempat ini," ucap sang tabib wanita.


"Putri Zeng Yi, siapakah wanita itu?, tapi mendengar namanya pasti dia merupakan salah satu anggota keluarga Kaisar Zeng Gong," batin Nien Chu.


"Aku akan berterima kasih padanya saat bertemu dengannya nanti," jawab Nien Chu.


*****


Seminggu telah berlalu, kondisi Nien Chu semakin membaik, dia pun mulai beraktivitas dengan memberi makan kuda-kuda yang ada di Guild serikat dagang.


Di malam yang cerah, Nien Chu mengendap-endap keluar dari dalam guild cahaya untuk menuju ke suatu tempat.


Putri Zeng Yi yang kebetulan melihat pergerakan Nien Chu yang mencurigakan, segera mengikutinya dari belakang, hingga dia menghentikan langkahnya saat melihat pemuda yang di ikuti nya itu, kini berhenti di sebuah makam.


Bukankah dia pemuda yang telah aku selamatkan seminggu yang lalu? untuk apa dia berada di sebuah makam seperti ini," batin putri Zeng Yi.


Putri Zeng Yi yang sebelumnya mencurigai Nien Chu sebagai penyusup di dalam serikat dagang, kini berubah pikiran, dia kini menjadi sangat penasaran dengan pemuda yang telah dia tolong seminggu yang lalu.


"Ayah aku menemui mu...., dan maafkan aku karena tak bisa memenuhi janjiku untuk membalaskan dendam membunuh putra mahkota yang telah membunuhmu, ada banyak hal yang menjadi pertimbanganku sehingga aku tak melakukan hal itu walaupun aku mampu untuk melakukannya.


Ayah..., walaupun aku tak bisa membunuh putra mahkota, akan tetapi aku telah menghancurkan Dantian yang dimilikinya, hingga dia tak bisa melakukan kultivasi layaknya seorang kultivator.


Ayah..., bukankah kehilangan kultivasi sama halnya dengan kematian, dan ku anggap dendam yang selama ini membara di hatiku telah sirna," ucap Nien Chu dengan menahan rasa kesedihannya.


Nien Chu tiba tiba tersadar saat sebuah pedang telah menempel di lehernya, dan suara seorang wanita terdengar dari belakangnya.


"Aku tak menyangka telah menyelamatkan orang yang akan membunuh kakakku, dan untuk itu kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu di istana kekaisaran," ucap putri Zeng Yi yang masih mengalungkan pedangnya di leher Nien Chu.


"Putri aku takkan pernah memulai permasalahan dengan keluarga putra mahkota, jika dia tidak membunuh ayah ku.

__ADS_1


Saat ini aku tak berkeinginan untuk memperpanjang masalah ini, hancurnya Dantian kakakmu sudah cukup menghilang rasa dendam yang kurasakan," jawab Nien Chu.


"Aku tetap ingin kau ke istana guna mempertanggung jawabkan apa yang telah kau lakukan pada putra mahkota," ucap putri Zeng Yi mempertegas perkataannya.


"Maaf putri, aku tak akan mengikuti ke inginanmu itu," jawab Nien Chu, kemudian menjejakkan kakinya ke tanah, sehingga membuat tanah bergetar dengan hebat dan putri Zeng Yi pun kehilangan keseimbangannya.


Melihat putri Zeng Yi kehilangan ke seimbangan, membuat Nien Chu memanfaatkan kesempatan itu guna menepis pedang yang berada di lehernya, dan melakukan gerakan cepat menotok jalan darah sang putri, sehingga membuat sang putri tak bisa bergerak.


"Lepaskan aku...!!, setelah ini aku pasti akan mencari untuk memberi perhitungan padamu!" teriak sang putri.


"Oh..., kau masih dendam padaku setelah aku melukai putra mahkota, baik lah jika itu maumu, kurasa tempat ini cukup sepi bagi kita berdua untuk menghabiskan malam bersama, dan kurasa kau tau maksudku bukan?" ucap Nien Chu sambil mengedipkan matanya.


Seketika itu wajah putri Zeng Yi memerah mendengar perkataan Nien Chu, diapun lantas berkata. "Jangan macam macam kau, atau ayahku pasti akan mencarimu," ancam sang putri.


"Tenang lah aku pasti bertanggung jawab, setelah ini aku pasti akan menemui ayahmu dan mengatakan apa yang telah kita lakukan," ucap Nien Chu dengan senyum kemenangan.


"Kau...!!"


Hanya itu kata yang keluar dari mulut putri Zeng Yi, tak lama kemudian putri Zeng Yi pun menangis dan dalam isaknya sang putri pun memohon agar pemuda yang ada di hadapannya tak menodainya.


Nien Chu tersenyum karena berhasil membuat putri Zeng Yi menangis.


Nien Chu berjalan mendekat ke arah sang putri, yang membuat putri Zeng Yi semakin ketakutan.


Dan tiba tiba saja putri Zeng Yi berteriak sekeras mungkin sambil memejamkan matanya, saat merasakan tangan pemuda yang ada di hadapannya telah menyentuh tubuhnya.


Akan tetapi sang putri merasa heran karena merasakan jika totokan di tubuhnya telah menghilang, dan dari jauh suara pemuda itu menggema.


Putri Zeng Yi seketika membuka matanya kemudian menatap kearah sumber suara.


"Putri, aku bukanlah laki laki bejad seperti apa yang ada di dalam pikiranmu, trimakasih kau sudah menolongku waktu itu, dan bila suatu hari nanti kita bertemu kembali panggil aku dengan nama Nien Chu,"ucap suara pemuda itu dari kejauhan.

__ADS_1


"Nien Chu, sepertinya nama itu tak asing bagiku," batin putri Zeng Yi.


Bersambung.


__ADS_2