Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Penyamaran


__ADS_3

Pagi hari, Nien Chu, pangeran Zeng Wu, Yihan dan An Yue dengan melakukan penyamaran menuju ke kaisaran kota, tujuan utamanya adalah pusat serikat dagang.


Dengan menggunakan penyamaran, mereka pun dapat masuk dengan mudah ke dalam serikat dagang yang penuh dengan mata-mata dari putra mahkota.


Selain di luar serikat dagang, anggota serikat dagang saat ini pun telah disusupi oleh orang-orang dari putra mahkota, sehingga pangeran Zeng Wu dan Nien Chu yang merupakan pemegang saham terbesar di dalam serikat dagang, tak leluasa untuk bergerak.


Nien Chu dan pangeran ke 3 membagi tugas, Nien Chu bertugas untuk menemui putri Yuan Hua, dan pangeran ke 3 bertugas untuk membentuk kekuatan di dalam serikat dagang melalui Arran, yang saat ini menjabat sebagai pemimpin keamanan tertinggi di dalam serikat dagang.


Putri Yuan Hua saat ini menjabat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di dalam serikat dagang, setelah sakitnya Pangeran ketiga, dan Nien Chu tak diketahui rimbanya.


Nien Chu, An Yue dan Tency yang menyamar sebagai pengunjung serikat dagang, menemui salah satu Menejer serikat dagang yang bertugas untuk membeli barang barang berkualitas tinggi dari para penjual.


Dan Nien Chu menawarkan sebuah pedang yang berkualitas tinggi pada manajer itu, agar dia dapat menemui direktur Yuan Hua.


"Benda apa yang ingin kalian tawarkan, jika aku belum melihat benda itu maka kalian bertiga tak akan bisa menemui direktur Yuan Hua," ucap laki laki paruh baya yang merupakan salah seorang mata mata putra mahkota yang bekerja di dalam serikat dagang.


Nien Chu segera mengeluarkan pedang penguasa malam dan memperlihatkannya kepada pelayan tersebut.


Aura dingin pedang penguasa malam mampu membuat seisi ruang menjadi sedingin es.


"Apakah pedang ini sudah layak untuk menjadi salah satu koleksi berharga serikat dagang?, jika serikat dagang ingin mendapatkan pedang ini, maka aku minta direktur Yuan Hua langsung yang melakukan penawaran harga dari pedang ini," ucap Nien Chu.


Sang menejer terbelalak kaget melihat pedang yang sangat berkualitas di hadapannya, dia ingin sekali memiliki pedang tersebut sehingga memutuskan untuk menemui direktur Yuan Hua.


"Tunggulah di sini, aku akan memanggil direktur Yuan Hua," ucap Menejer yang merupakan kultivator kuat suruhan mahkota.


Di dalam ruangan direktur Yuan Hua, perbincangan pun terjadi di sana.


"Direktur ada seorang pemuda dan dua orang wanita yang ingin menawarkan sebuah benda berkualitas tinggi, dan aku ingin kau membeli pedang itu karena aku sangat menyukainya," ucap Menejer tersebut.

__ADS_1


"Tetua Zen, mengapa bukan kau sendiri yang menawar pedang itu? saat ini perekonomian serikat dagang semakin terpuruk sehingga tak dapat membeli barang-barang berkualitas, setidaknya jika kau menginginkannya maka kau bisa membelinya sendiri dengan tidak membebani serikat dagang.


"Pemuda itu hanya ingin kau yang menawar pedangnya, sehingga aku tak berpeluang untuk menawar pedang itu," ucap sang menejer.


Setelah mendengar penjelasan dari menjer Zen, tak lama kemudian direktur Yuan Hua datang untuk menemui Nien Chu.


"Apa yang ingin kau tawarkan bagi serikat dagang sehingga kau memintaku untuk menawarnya," ucap direktur Yuan Hua.


"Aku menawarkan pedang ini untuk menjadi salah satu koleksi serikat dagang," jawab Nien Chu sambil menunjukkan pedang penguasa malam kepada direktur Yuan Hua.


"Bukankah ini pedang penguasa malam..., jangan jangan pemuda ini Nien Chu!" batin direktur Yuan Hua.


Karena adanya Menejer Zen di dekat nya, dengan cepat direktur Yuan Hua langsung menghilangkan rasa keterkejutannya terhadap pedang penguasa malam.


"Pedang ini memang sangat berkualitas tinggi, tapi masih banyak pedang yang lebih baik dan berkualitas tinggi melebihi pedang yang kau bawa ini di serikat dagang."


"10 peti koin emas," jawab Nien Chu singkat.


Menejer Zen yang memang menyukai pedang berwarna hitam itu, hanya terdiam saat mendengar sang pemilik pedang meminta penawaran 10 peti koin emas kepada direktur Yuan Hua, untuk memiliki pedang tersebut.


Direktur Yuan Hua kemudian berjalan ke arah Menejer Zen, kemudian membisikkan sesuatu di telinganya.


"Kau tunggulah di sini, aku akan membawa pemilik pedang ini ke dalam ruanganku, agar aku dapat menawar pedang berkualitas tinggi ini dengan mudah," ucap direktur Yuan Hua.


"Direktur..., Kau boleh membawa pemuda pemilik pedang itu ke dalam ruangan pribadi mu, asalkan kedua wanita itu tetap berada disini untuk menunggunya, Jawab Menejer Zen.


Direktur Yuan Hua menganggukan kepalanya kemudian kembali melangkah ke arah Nien Chu.


"Ada baiknya kita bicarakan di dalam ruanganku tentang harga jual pedang ini, dan biarkan kedua wanita yang bersamamu tetap tinggal di sini menunggumu," ucap direktur Yuan Hua.

__ADS_1


Sementara itu pangeran ke 3 dan Yihan berhasil menemui Arran sebagai pemimpin ke amanan di serikat dagang, mereka pergi ke tempat rahasia di serikat dagang yang hanya Pangeran ketiga dan Nien Chu yang memiliki kunci untuk membuka ruangan tersebut.


Kunci itu merupakan lencana emas seikat dagang, yang hanya dimiliki oleh dua orang pemegang saham terbesar di pusat pemerintahan serikat dagang saat ini.


Setelah pintu rahasia itu terbuka maka mata Arran dan Yihan terbelalak kaget melihat isi di dalam ruang besar itu.


Disana terdapat banyak sekali koin emas dan koin perak yang membentuk gunungan gunungan kecil.


Terdapat juga berbagai macam benda berharga meliputi batu permata, inti binatang roh tingkat tinggi, batu giok kuno, gulungan tehnik beladiri yang mempunyai harga jual tinggi, dan lain sebaginya.


"Ternyata serikat dagang begitu sangat kaya, dan kekayaannya ini belum tentu istana cahaya naga dapat menandingi nya," batin Arran.


"Arran semua ini merupakan kekayaan yang di miliki oleh serikat dagang, dan aku ingin secepatnya memindahkan pusat serikat dagang yang saat ini berada di kota ini," ucap pangeran ke 3.


"Kemanakah yang mulia pangeran akan memindahkan pusat serikat dagang ini?" tanya Arran.


"Ke kaisaran mutiara hidup, aku akan memindahkan pusat serikat dagang ke sana, karena di sini dengan adanya kekuasaan dari putra mahkota keamanan dan kenyamanan pusat serikat dagang benar-benar sangat terancam."


"Arran, aku ingin kau tetap berada di serikat dagang sebagai kepala keamanan setelah berada di kekaisaran mutiara hidup," ucap pangeran ke 3.


"Aku pasti akan melaksanakan tugas itu pangeran," jawab Arran.


Pangeran ke 3 segera mengibaskan tangannya, maka seluruh barang-barang yang ada di dalam tempat itu, seketika masuk ke dalam cincin ruang sang pangeran tanpa menyisakan satu benda berharga pun di tempat itu.


"Arran, kumpulkan orang orangmu yang masih setia kepada serikat dagang, karena malam ini kita akan mengadakan pembantaian kepada seluruh penghianat yang telah menjadi pesuruh putra mahkota," ucap pangeran ke 3.


"Baik yang mulia" ucap Arran kemudian pergi dari tempat itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2