Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Cinsyin


__ADS_3

Dengan perkataan nenek tua yang ingin menyerangnya, Thien Yu segera mengambil sikap waspada dengan serangan serangan dari sang nenek yang akan terjadi.


Benar saja, nenek tua yang berada di hadapannya seketika itu menghilang, dan tiba-tiba saja telah menghantamkan tinjunya ke arah Thien Yu, hal itu membuat Thien Yu harus berjumpalitan kebelakang untuk menghindari serangan cepat itu.


Tak sampai di situ, melihat serangannya luput sang nenek semakin meningkatkan serangannya, dengan memberikan tendangan jarak jauh yang mengandung kekuatan yang sangat dahsyat.


Sepakkan kaki sang nenek membentuk sebuah cahaya berbentuk bulan sabit yang langsung mengarah ke arah Thien Yu berada.


Thien Yu yang mulai kesal, segera mengeluarkan teknik tinju Naga Giok yang dimilikinya untuk menangkis serangan sang nenek, hingga benturan kedua energi pun terjadi.


Tak hayal lagi, karena kalah ranah tingkat kekuatan Thien Yu akhirnya terpental jauh kebelakang dengan tubuh menghantam beberapa pohon besar yang ada di belakangnya.


"Dua inti api bergabung menjadi satu dan membentuk sebuah tinju yang sangat hebat, menarik aku ingin melihat potensi apalagi yang ada di dirimu anak muda!" ucap sang Nenek.


Kali ini kesabaran Thien Yu telah habis, diapun mengeluarkan pedang penguasa malam dari alam batinnya. Pedang penguasa malam di genggaman tangannya berkelebat cepat memburu sang nenek, tapi tak sedikitpun sang nenek terlihat kwalahan menghadapi serangan pedang yang dilakukan Thien Yu, hingga membuat Thien Yu semakin penasaran dengan wanita tua yang menjadi lawan tarungnya.


Tak lama kemudian sang nenek membalas serangan Thien Yu dengan sebuah telapak tangan yang mengarah telak kedada Thien Yu, serangan cepat itu berhasil membuat Thien Yu terpental jauh kebelakang, hingga Thien Yu pun tergeletak di tanah dengan tubuh yang tak sadarkan diri.


"Lumayan, dasar bela dirimu sudah cukup baik, tinggal mengasah kemampuan mu agar lebih baik lagi," ucap sang Nenek sambil menyambar tubuh Thien Yu dan membawanya pergi dari tempat itu.


Di tempat lain putri Meyling terus melesat cepat menuju sebuah menara yang sangat megah. Para penjaga yang bertubuh kekar dan berotot besar tak ada satupun yang berani menahan langkahnya, mereka malah menggenggam tinju sambil sedikit membungkukkan badan memberi hormat pada putri meyling.


Putri meyling terus berjalan masuk ke sebuah ruangan megah dengan seorang wanita cantik yang duduk di atas kursi singgasananya.


"Meyling memberi hormat guru!" ucapnya.

__ADS_1


Terlihat wanita cantik itu tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju ke arah Putri milling.


"Mengapa kau sesungkan itu padaku Mey'er, kemarilah aku sudah sangat rindu padamu," ucap sang wanita.


Putri Meyling pun bangkit dan memeluk wanita cantik yang hampir sebaya dengannya, karena memang rata rata wanita menara keabadian memiliki suatu ramuan yang bisa membuat awet muda, seperti halnya wanita yang di panggil guru oleh putri Meyling.


"Mengapa kau terus saja memanggilku guru, bukannya kita di ruangan ini hanya berdua saja, aku rindu kau memanggilku ibu," ucap tetua Cinsyin.


"Maafkan aku ibu, aku takut jika para petinggi Menara keabadian mengetahui jika hubungan kita adalah ibu dan anak," jawab putri Meyling.


"Kau tak perlu takut lagi, petinggi Huokang yang selalu mencari cari masalah denganku sekarang ini telah pergi dari menara keabadian. Dia telah diusir dari sini karena sifatnya yang buruk yang selalu membuat para petinggi menara keabadian lainnya saling berselisih, hal itu membuat Sang Cahya atau ketua Jiuqio mengusirnya. (Sang cahya merupakan sosok penguasa di seluruh menara keabadian). Kau tinggallah beberapa saat di tempat ini putriku aku masih merindukanmu," ucap tetua Cinsyin.


"Baik ibu," jawab Meyling singkat.


Tetua Cinsyin adalah seorang wanita muda nan cantik rupawan dari menara keabadian, dia jatuh hati pada seorang pemuda tampan dari Menara hijau yang meliputi pegunungan dan hutan.


Cinta mereka tak di setujui oleh para petinggi menara keabadian termasuk sang cahya, hingga membuat hubungan antara menara hijau dan menara keabadian pun merenggang.


Namun cinta antara Yunma dan Cinsyin semakin di tentang malah semakin kuat dan terus tumbuh bersemi, hingga mereka berdua memutuskan untuk pergi bersama keluar dari alam cahaya rembulan.


Kepergian Cinsyin dan Yunma membuat sang cahya murka, sehingga memutuskan untuk menghancurkan menara hijau hingga menara hijau pun musnah dari alam cahaya rembulan.


Huokang yang merupakan petinggi menara ke abadian dengan kemampuan yang sangat luar biasa, berhasil melakukan pengejaran di luar alam cahaya rembulan hingga berhasil membunuh Yunma.


Cinsyin yang tengah mengandung berhasil di selamatkan dan disembunyikan oleh raja Meyciu, hingga Cinsyin melahirkan seorang putri yang di kenal dengan nama Meyling.

__ADS_1


Karena takut keberadaan nya di klan ular akan membuat klan ular danau hijau di musnahkan oleh menara keabadian, akhirnya Cinsyin menitipkan Meyling kecil dan memutuskan untuk kembali ke menara keabadian untuk menjadi seorang petinggi disana.


Putri Meyling sering memasuki alam cahaya rembulan untuk berlatih dengan ibunya, tanpa harus kesusahan dalam menembus tabir penghubung menuju alam cahaya rembulan, semua itu karena ibu nya telah menitipkan sebuah segel di tubuh Meyling, yang dapat membuka tabir alam cahaya rembulan kapan pun dan di manapun dia mau.


Sampai sekarang putri Meyling tak pernah memanggil Cinsyin ibu di menara keabadian, melainkan guru, semua itu agar nama baik ibunya di menara keabadian tetap terjaga, walaupun putri Meyling dan Cinsyin telah sama sama mengetahui jika mereka adalah ibu dan anak.


*****


Malam hari di kamar sang ibu, putri Meyling menceritakan keluh kesahnya kepada sang ibu, menyangkut keadaan klan ular danau hijau yang telah di hancur oleh klan ular danau hitam.


Diapun bercerita tentang seorang pemuda tampan yang telah membuatnya jatuh cinta.


"Ibu, pemuda itu sekarang berada di sini, aku sengaja membawanya agar dia dapat mencari jati dirinya untuk menjadi kultivator kuat di alam ini, dan aku yakin dengan kemampuan dan kecerdasannya dia akan memperoleh takdirnya disini," ucap putri Meyling.


Putriku, keadaan di tempat ini tak seperti dahulu sewaktu kau masih kecil, para kultivator dan binatang roh abadi telah banyak berubah, keberadaan seorang diri di dalam alam yang sama sekali tak pernah dia ketahui Thien Yu sebelumnya akan membuatnya dalam bahaya, apa lagi keadaan 6 menara yang tengah bergejolak yang menginginkan status sebagai menara nomor satu di alam cahaya rembulan, akan membuatnya tak dapat mencari sumber yang kuat untuk kultivasi nya, malahan akan cenderung membuatnya menjadi bulan-bulanan para penguasa di sini yang menganggapnya sebagai orang asing yang tak memiliki kemampuan.


"Deg..!!" jantung putri Meyling seakan terhenti mendengar penjelasan sang ibu, dia tak menyangka jika para kultivator kuat ( Abadi) telah bergabung dengan beberapa menara, yang membuat kesempatan thien Yu untuk mencari seorang guru yang kuat akan menjadi sia sia.


"Ibu aku akan mencari Thien Yu bagaimanapun caranya dan aku harus menemukannya hari ini juga," rintih putri Meyling yang begitu sangat khwatir akan keselamatan Thien Yu.


"Jika kau ingin mencarinya maka aku akan menemanimu putriku," jawab tetua Cinsyin yang melihat kegelisahan besar di wajah putrinya.


Bersambung


Trimakasih atas Do'a dari sahabat semua, semoga sahabat selalu dalam perlindunganNya dan di berikan Rezki serta kesehatan jasmani dan rohani, Amin.

__ADS_1


__ADS_2