
Hari beranjak malam, rombongan itupun tiba dataran langit. Pangeran Langtian menyambut mereka dengan perasaan bangga dan senang karena rombongan itu mampu mendapatkan mata air Dewi Zhao Quin.
"Kau memang saudaraku yang sangat bisa diandalkan, kita ke dalam dulu aku telah mempersiapkan perjamuan kecil untukmu," ucap pangeran Langtian.
Terlihat Thien Yu hanya tersenyum dan mengikuti pangeran Langtian menuju keruang perjamuan.
Banyak makanan dan minuman tersaji di atas meja, tiba tiba saja putri Langyun berjalan menghampiri Thien Yu dan menuangkan anggur di gelas yang berada di hadapan Thien Yu.
Apa yang di lakukan putri Langyun membuat seisi ruangan yang tengah duduk di di meja perjamuan menjadi heran, karena tak biasanya Sang Putri melakukan hal itu pada seseorang apalagi orang itu adalah pemuda yang bernama Thien Yu.
Pangeran Langtian juga begitu merasa heran akan apa yang dilakukan adik perempuannya, karena di dalam daratan langit khususnya para bangsa elf, Jika seorang wanita menuangkan anggur kepada seorang pemuda di sebuah perjamuan makan, maka wanita itu menyatakan dirinya sebagai wanita terdekat dari sang pemuda, maka pemuda lain tak akan berani mengganggu hubungan mereka.
"Apa yang terjadi dengan mereka berdua, apakah dengan perjalanan mencari mata air Dewi Zhao Quin Thien Yu dan adikku telah menjalin suatu ikatan asmara?, jika itu benar adanya maka aku akan merestui hubungan mereka," batin pangeran Langtian.
Thien Yu yang di tatap semua orang di dalam perjuangan itu menjadi risih, untuk mengalihkan semua yang terjadi Thien Yu mengeluarkan mata air Dewi Zhao Quin dari dalam cincin ruangnya.
"Pangeran ini lah mata air Dewi Zhao Quin yang telah kami dapatkan, silakan jika Pangeran ingin melihatnya," ucap Thien Yu sambil memberikan mata air Dewi Zhao Quin kepada pangeran Langtian.
Benar saja setelah pangeran Langtian melihat mata air itu, maka seluruh orang yang berada di dalam perjamuan makan menjadi penasaran dan ingin tahu bentuk dan rupa Mata air Dewi Zhao Quin, sehingga semua orang yang tadinya memperbincangkan Thien Yu dan putri Langyun, kini perhatian mereka semua teralihkan dengan mata air Dewi Zhao Quin yang berada di tangan pangeran Langtian.
Putri Langyun yang menyadari jika Thien Yu sengaja mengalihkan perhatian semua orang di dalam perjamuan makan itu, membuatnya menjadi tau jika Thien Yu selama ini tidak mempunyai rasa apa apa kepadanya.
"Aku memang tak pernah ada di hatimu dan percuma saja aku mengharapkan cintamu jika cintaku padamu hanya bertepuk sebelah tangan, mungkin aku harus lebih dewasa lagi untuk menyikapi ini semua, dan tak berharap banyak jika kau akan membalas cintaku," batin putri Langyun.
Putri Langyun segera pergi meninggalkan perjuangan makan itu dengan hati yang hancur. Thien Yu yang diam-diam melihat kepergian Sang Putri hanya bisa memejamkan mata dan merasa bersalah akan semua keadaan yang ada.
"Maafkan aku Yin'er, aku tahu kau telah berusaha untuk merubah diri dan sifatmu, semua itu demi untuk mendapatkan cinta ku, tapi aku tak bisa membalas cintamu karena ada dua hati yang ku jaga, aku tak mungkin menyakiti kedua wanita yang selama ini dekat dengan ku," batin Thien Yu.
Didalam kamarnya Putri Langyun sangat bersedih, dia pun menangis sejadi-jadinya karena apa yang di impikan impikan untuk menjadikan Thien Yu pasangan di masa depannya, akhirnya harus kandas karena sifat Thien Yu yang tak pernah menganggapnya sebagai seorang wanita yang dekat di hatinya.
__ADS_1
Putri Langyun terus menangis hingga dia pun terlelap karena kelelahan.
Keesokan harinya, putri Langyun terbangun dengan mata sembab akibat terlalu lama menangis, dia pun pergi membersihkan diri kemudian mengurung diri di dalam kamar.
Sebuah ketukan pintu mengagetkan sang Putri, dengan bermalas-malasan dia pun membuka pintu, karena dia tahu biasanya yang mengetuk pintu adalah pelayan yang mengantarkan pakaian ataupun makanan untuknya.
Dan betapa terkejutnya sang Putri saat melihat yang berada di depan pintu adalah Thien Yu, buru-buru dia berusaha mengembangkan senyum untuk menyambut pemuda yang dicintai itu.
"Guru, silahkan masuk," ucap Putri Langyun yang berusaha tenang.
"Aku ingin melatihmu hari ini karena waktuku berada di daratan langit sangat terbatas," ucap Thien Yu.
"Aku akan mempersiapkan diri guru," ucap putri Langyun dengan mengambil beberapa peralatan latihan yang berada di dalam kamarnya.
Thien Yu membawa putri langyun menuju ke sebuah ruangan yang terlebih dahulu dimintanya kepada pangeran Langtian.
Thien Yu menyadari jika putri Langyun terlihat tak bersemangat dalam melakukan latihan, apalagi dia melihat mata sang putri yang masih sembab hal itu membuat Thien Yu mengajak sang putri untuk berbincang bincang di dalam ruangan tersebut.
"Aku tak papa, lebih baik guru mengajarkanku kekuatan baru agar aku lebih kuat lagi," ucap putri Langyun dengan wajah penuh keceriaan.
Thien Yu tetap tak ingin melatih putri Langyun hari Ini karena dia melihat jika wajah ceria Sang Putri semua itu karena keterpaksaan belaka.
"Aku ingin melatih mu besok, karena hari ini aku sepertinya lagi malas untuk melatih mu," ucap Thien Yu.
"Jika memang aku tak berlatih hari ini maka aku ingin kembali ke kamarku," ucap putri Langyun sambil pergi meninggalkan Thien Yu di tempat itu.
Thien Yu merasa heran, selama menghadapi seorang wanita dia tak pernah berhasil untuk menebak hatinya begitupun yang terjadi hari ini, niat awalnya ingin menghibur putri langyun, kini berubah setelah sang putri pergi meninggalkannya.
"Mungkin lebih baik aku membiarkannya untuk menenangkan diri terlebih dahulu, karena besok aku akan mencoba membuka segel pada tubuhnya setelah putri Langyun dapat menerobos ketingkat ranah pembentukan tubuh surgawi," batin Thien Yu.
__ADS_1
Hari itu juga pangeran Langtian mengajak seluruh penghuni dataran langit untuk menuju ketempat pohon Orgy berada, dengan tujuan menghidupkan kembali pohon Orgy dengan menggunakan mata air Dewi Zhao Quin.
Semua penghuni dataran langit berkumpul untuk menyaksikan penyiraman pohon Orgy dengan menggunakan setetes air dari mata air Dewi Zhao Quin.
Belum sempat pangeran Langtian meneteskan mata air Dewi Zhao Quin ke batang pohon Orgy, tiba tiba saja terjadi serangan udara lewat kelelawar iblis yang di tunggangi para Org dari dataran awan.
Seluruh penghuni dataran langit berhamburan untuk menyelamatkan diri dari serangan bola api yang menghujani mereka dari udara.
Melihat keadaan itu pangeran Langtian segera pergi untuk membangkitkan pasukan pheonix yang di milikinya, akan tetapi Thien Yu segera menahannya.
"Pangeran biar aku yang meneteskan mata air Dewi Zhao Quin ke batang pohon Orgy," ucap Thien Yu.
"Thien Yu itu sangat berbahaya karena para pasukan terbang dataran awan tengah menguasai area sekitar pohon Orgy berada, jika kau pergi kesana sama saja kau akan mengantarkan nyawamu," jawab pangeran Langtian.
"Percayalah padaku, aku akan menghidupkan pohon Orgy kembali," ucap Thien Yu.
Pangeran Langtian percaya dengan perkataan Thien Yu, diapun menyerahkan mata air Dewi Zhao Quin ke padanya.
"Aku percayakan mata air ini padamu untuk menghidupkan pohon Orgy kembali, dan aku akan membangkitkan pasukan phoenix dalam menghadapi pasukan udara dataran awan," ucap pangeran Langtian.
Setelah berkata seperti itu, pangeran langtian melesat pergi meninggalkan Thien Yu menuju ketempat dimana pasukan tempur pheonix yang di miliki ayahnya semasa hidup terkubur.
Setelah berada di tempat yang dituju, pangeran membuka pintu yang menghubungkan dimensi tempat keberadaan para pasukan pheonix terkubur, dengan memakai sayap pheonix yang merupakan kunci dan pusaka turun temurun dari keluarganya, pangeran Langtian berteriak lantang.
"Bangkitlah pasukan pheonix emas, aku perintahkan untuk menghancurkan pasukan dataran awan yang menyerang ketempat ini," teriaknya.
Tak lama berselang, ribuan pasukan pheonix bersayap terbang mengudara, dan menyerang pasukan dataran awan hingga terjadi pertempuran sengit di langit.
Pangeran Langtian terbang mengudara, dengan gagah berani memimpin pasukan pheonix terbang untuk menghancurkan para Org yang menyerang area kekuasaannya.
__ADS_1
Bersambung.