Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Perburuan harta Karun 6


__ADS_3

Nien Chu berhasil memecahkan kode segel di mana di dalamnya terdapat begitu banyak senjata berkualitas, dan beberapa artefak langit termasuk busur panah surgawi.


Mata Nien Chu langsung tertuju ke arah busur panah surgawi yang berada persis di sisi sebuah tombak, yang memancarkan cahaya merah menyala.


"Kalian semua, cepat ambil senjata-senjata yang kalian inginkan sebelum senjata itu meninggalkan tempat ini," ucap Nien Chu.


"Baik Nien Chu," jawab mereka.


Maka melesatlah mereka semua ke arah senjata-senjata itu, akan tetapi baru saja mereka semua melakukan pergerakan, tiba-tiba saja senjata-senjata tersebut telah melesat pergi.


"Apa yang kalian tunggu, cepat kejar senjata-senjata itu!!" teriak Nien Chu kembali.


Maka terjadilah kerjaan-kejaran di antara senjata-senjata berkualitas dengan para kultivator muda itu, hingga satu persatu orang berhasil mendapatkan senjata yang menjadi buruan nya.


Nien Chu sendiri berhasil mendapatkan busur panah surgawi, serta sepasang pisau terbang artefak langit yang memancarkan cahaya hitam dan putih terang.


Setelah mendapatkan senjata senjata itu, dengan cepat Nien Chu menyimpannya ke dalam cincin ruang yang dimilikinya, dan kembali melakukan perburuan senjata lainnya yang masih beterbangan di udara.


Tak di sangka sangka kelompok Yilda tiba-tiba saja datang dan melakukan perburuan, yang membuat kejar-kejaran di udara semakin ramai.


Kelompok Yilda tak hanya melakukan pengejaran kepada senjata-senjata tersebut, mereka juga berbuat curang dengan menyerang anggota di dalam kelompok Nien Chu, hingga Nang nan dan Guqin harus terhempas ke tanah dengan keras akibatnya serangan yang mereka lakukan.


Apa yang di lakukan kelompok Yilda membuat Nien Chu merasa geram, akan tetapi mengingat jika ranah tingkatan dari kelompoknya masih jauh di bawah kelompok Yilda, membuat Nien Chu memutuskan untuk membawa mereka semua pergi dari tempat itu, karena apa yang telah mereka cari sudah di dapatkan.


"Kita tinggalkan tempat ini," teriak Nien chu.


Mendengar perintah ketuanya, kelompok Nien Chu segera pergi meninggalkan tempat itu, agar tak terjadi bentrokan yang akan membuat kelompok Nien Chu terluka.


"Kakak jangan biarkan Nien Chu lolos, karena ini merupakan kesempatan bagi kita untuk membunuhnya di tempat ini!!" teriak Wang ze.

__ADS_1


"Kau benar adik, ini adalah kesempatan bagi kita untuk dapat membunuhnya di tempat ini," jawab Wang tianyang kemudian melesat pergi mengejar Nien Chu.


Hyun Micha tak tinggal diam saat melihat Nien Chu dan putri Zeng Yi pergi meninggalkan tempat itu, dia pun melakukan pengejaran untuk dapat menghabisi mereka berdua.


Nien Chu yang terus berlari, di kejutkan dengan suara sang guru dari dalam Dantiannya.


"Nien Chu kau harus bisa mengalihkan pengejaran orang orang yang mengejar mu, jika tidak kelompok mu akan ikut binasa di tangan mereka," ucapnya.


"Tapi guru, aku tak bisa meninggalkan kelompok ini karena saat ini aku merupakan ketua dari mereka semua, jika aku meninggalkan mereka hal itu sama saja aku menghianati mereka semua," jawab Nien Chu.


Semua keputusan ada pada mu, aku hanya memberikan pandanganku saja," jawab sang guru kemudian tak terdengar lagi suara sang guru dari dalam Dantian Nien Chu.


Nien Chu mencerna keadaan yang ada, diapun merasakan jika pandangan yang diberikan oleh Sang guru kepada kelompoknya, merupakan benar adanya.


"Aku tak akan membiarkan kelompok ini terluka, ada baiknya mereka semua kembali ke istana akademi bulan suci, daripada mereka semua mati sia-sia di tempat ini," batin Nien Chu.


"Aku tak ingin kalian semua dalam bahaya, dan untuk itu aku ingin kalian semua kembali ke istana akademi bulan suci," ucap Nien Chu.


"Tidak kak, aku ingin tetap bersamamu untuk berburu harta karun di sini," jawab putri Zeng Yi menolak keinginan Nien Chu.


"Putri aku tak pernah meminta padamu sesuatu hal, saat ini aku hanya ingin kau menuruti perkataanku untuk memecahkan batu kristal yang ada pada mu, agar kau bisa kembali ke istana akademi bulan suci dengan selamat," ucap Nien Chu kembali.


Kali ini putri Zeng Yi terdiam, karena dia melihat keseriusan di wajah pemuda tampan yang ada di hadapannya itu.


Tak berapa lama kemudian, Wang ze, Wang tianyang dan Hyun Micha datang ke tempat itu, dengan pedang terhunus di dalam genggaman tangan mereka bertiga.


Nien Chu segera menaruh telunjuknya di mulut, yang menandakan Jika kelompok itu harus diam dan tak boleh mengeluarkan suara sedikitpun.


Setelah ketiga kultivator itu pergi, Nien Chu kembali berkata.

__ADS_1


"Aku serahkan keputusan kepada kalian semua, dan jika terjadi apa-apa pada kalian maka aku tak akan bertanggung jawab untuk keselamatan kalian, karena aku telah memperingati jika sangat berbahaya kepada kalian semua jika terus tetap berada di sini," ucap Nien Chu.


"Aku akan kembali ke istana bulan suci," jawab putri Zeng Yi.


Putri Zeng Yi memutuskan untuk kembali ke istana Akademi bulan suci, karena sang putri tak ingin jika Nien Chu membencinya karena kekerasan hati nya yang tak ingin mendengarkan perkataannya.


"Aku rasa kak Nien Chu melakukan hal ini demi kebaikan ku," batin putri Zeng Yi.


"Trimakasih putri," ucap Nien Chu.


"Kak Nien Chu berhati-hatilah, aku akan menunggumu di istana akademi bulan suci," ucap putri Zeng Yi.


Setelah berkata seperti itu putri Zeng Yi memecahkan batu kristal biru yang ada padanya, hingga dia pun menghilang dari tempat itu.


Ketiga pemuda yang berada di dalam kelompok Nien Chu pun akhirnya mengikuti perkataan Nien Chu, untuk pergi meninggalkan paviliun langit, karena mereka telah mendapatkan beberapa harta karun berupa berbagai macam senjata berkualitas, walaupun mereka tak mendapatkan senjata artefak langit.


Demi untuk menjaga keselamatan diri, akhirnya mereka pun berpamitan dan pergi kembali ke istana Akademi bulan suci.


Kini tinggal Nien Chu yang satu-satunya orang yang ada dalam kelompok itu, dan diapun mulai bermeditasi guna menemui sang guru di dalam Dantiannya.


"Guru, Aku ingin kau membantuku untuk menemukan harta karun berupa energi dari kaisar terdahulu, Aku ingin menjadi kuat dengan energi itu agar dapat melindungi orang-orang yang ku sayangi," ucap Nien Chu.


"Nien Chu Untuk menuju ke tempat di mana harta karun Kaisar terdulu, kau akan menemui berbagai macam rintangan termasuk ilusi yang tentunya dapat membahayakan nyawamu, sedari itu kau harus bisa mengalahkan rasa takut di hatimu agar kau dapat melewati rintangan ilusi tersebut," jawab inti api surgawi.


"Baik guru, dan terima kasih atas semua saran yang telah kau berikan kepadaku," ucap Nien Chu.


Setelah itu Nien Chu keluar dari dalam Dantiannya, dan segera melesat pergi menuju arah yang ditunjukkan inti api surgawi kepadanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2