
Malam hari di istana Orgy, kaisar terdahulu istana Orgy begitu sangat gelisah, karena sampai malam hari permaisuri belum juga menunjukkan batang hidungnya, sehingga kaisar terdahulu mencoba untuk mencarinya.
Entah mengapa kaisar terdahulu merasa jika sang permaisuri berada di ruang khusus pribadinya, hingga membuat sang kaisar langsung menuju ke ruang pribadi sang permaisuri.
Kaisar terdahulu begitu sangat terkejut melihat altar di dalam ruangan, seperti telah di pakai dalam melakukan ritual pemanggilan sang bayangan, sehingga membuat kepanikan di hati kaisar terdahulu.
"Jangan jangan permaisuri telah mengorbankan nyawanya sendiri untuk membangkitkan sang bayangan, demi untuk menjaga Annchi yang telah pergi pagi tadi," batin kaisar terdahulu.
Kaisar terdahulu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dan pada akhirnya pandangan matanya jatuh pada sebuah batu kristal yang berada di atas kursi.
Dengan tubuh bergetar kaisar terdahulu melangkah ke arah kursi dan meraih batu kristal yang berada di sana.
"Mengapa kau melakukan pengorbanan untuk membangkitkan sang bayangan, aku tahu kau menyayangi Putri kita tapi tidak dengan mengorbankan dirimu sendiri untuk membangkitkan sang bayangan dalam menjaganya," batin Kaisar terdahulu sambil mendekap erat batu kristal yang saat ini ada di pelukannya.
Setelah kepergian sang permaisuri untuk selamanya, Kaisar terdahulu pada akhirnya memutuskan untuk melakukan pertapaan sampai tak terbatas waktu, demi menenangkan diri dan meningkatkan kekuatannya menjadi abadi.
Sementara itu di pegunungan Wongku, Nien Chu yang di desak oleh An Yue untuk mengatakan tujuannya berada di gunung Wongku, pada akhirnya mengatakan pada An Yue apa sebenarnya yang menjadi tujuannya berada di gunung Wongku.
Mendengar penjelasan dari Nien Chu, An Yue pun merasa iba dengan keadaan Pangeran ketiga saat ini, dan dia pun memutuskan untuk menemui pangeran ke 3 bersama dengan Nien Chu.
Tency telah merubah dirinya menjadi rubah raksasa ekor 3, untuk membawa mereka berdua menuju ke puncak gunung Wongku, tempat di mana pangeran ketiga berada.
"An Yue pakailah cincin pemberian dari pangeran istana sihir, agar kau tak menjadi pusat perhatian kelak jika bertemu dengan manusia karena tubuh elf mu itu" ucap Nien Chu.
"Terimakasih..." jawab An Yue kemudian memakai cincin pemberian dari Nien Chu hu, maka tampaklah di hadapan Nien Chu seorang gadis muda nan cantik jelita dengan wujud seorang manusia.
Tak lama kemudian Nien Chu kembali berkata. "Naiklah keatas punggung Tency agar kita segera dapat bertemu pangeran ke 3 diatas puncak pegunungan ini," ucap Nien Chu.
An Yue menganggukkan kepalanya, kemudian diapun melompat naik keatas punggung Tency.
Melihat An Yue telah berada di atas punggung Tency, Nien Chu pun segera melompat naik ke atas punggung tency dan duduk persis di belakang An Yue.
__ADS_1
Tercium aroma wangi semerbak dari tubuh An Yue yang membuat sensasi tersendiri di pikiran Nien Chu, dan Nien Chu begitu sangat menikmati kebersamaannya dengan wanita muda yang duduk di hadapannya.
An Yue yang baru pertama kali sedekat ini dengan seorang pemuda, sepanjang perjalanan hanya diam karena dia merasa begitu sangat grogi berada di dekat Nien Chu, yang diam diam telah membuat An Yue jatuh hati.
Tency yang mengetahui jika adanya kecanggungan di antara Nien Chu dan An Yue, dengan segera dia pun melakukan inisiatif dengan berlari sangat cepat, dan pada saat yang tepat Tency seketika itu menghentikan larinya secara mendadak, sehingga membuat Nien Chu terdorong ke depan dan memeluk An Yue dari belakang.
An Yue yang begitu sangat terkejut karena Tency yang menghentikan larinya dengan sangat tiba-tiba, bertambah terkejut lagi saat merasakan adanya pelukan Nien Chu dari belakang nya, yang membuat An Yue hanya bisa diam merasakan pelukan hangat Nien Chu.
"Maafkan aku An Yue, bukan maksudku melakukan hal ini kepadamu," ucap Nien Chu.
"I...i...iya Nien Chu..." jawab An Yue gelagapan.
An Yue memejamkan matanya, dia tak menyangka jika dirinya akan terlihat begitu bodoh di mata Nien Chu.
"Ah .., mengapa aku begitu sangat grogi, hingga untuk menjawab perkataan Nien Chu harus dengan terbata-bata," batin An Yue dengan wajah yang memerah.
Nien Chu tau jika wanita yang ada di hadapannya begitu sangat grogi dengan apa yang dilakukannya, buru-buru Nien Chu pun berkata untuk mencairkan suasana.
An Yue yang berusaha untuk meyakinkan dirinya akhirnya bisa menguasai keadaan dan menjawab perkataan Nien Chu.
"Aku rasa kita memang harus beristirahat terlebih dahulu, Karena perjalanan ini begitu sangat melelahkan," jawab An Yue.
An Yue sengaja melakukan hal itu agar dia dapat berduaan dengan Nien Chu, karena dekat dengan Nien Chu telah memberikan kenyamanan baginya.
Setelah memutuskan untuk melanjutkan perjalanan esok hari, Nien Chu segera turun dari punggung Tency, kemudian mengumpulkan kayu bakar dan membuat api unggun.
Benar saja setelah berada di dekat api unggun An Yue begitu merasa jika dirinya benar-benar jatuh hati kepada pemuda yang duduk di dekatnya, akan tetapi An Yue harus menyimpan perasaan itu rapat-rapat karena rasa malu yang telah membuatnya untuk tak mengungkapkan perasaannya itu kepada Nien Chu.
"Biar waktu yang akan berbicara tentang perasaan ku ini kepadanya, karena tak mungkin bagiku yang seorang wanita harus mengungkapkan perasaan ku terlebih dahulu," batin An Yue.
Karena kelelahan, An Yue yang berada di dekat Nien Chu akhirnya tertidur lelap dengan menyandarkan kepalanya di bahu Nien Chu.
__ADS_1
Nien Chu yang juga kelelahan pada akhirnya ikut tertidur, hingga pagi pun tiba.
An Yue yang terbangun lebih dahulu begitu sangat terkejut mengetahui jika dia telah tertidur di bahu Nien Chu, dengan cepat diapun langsung berdiri dan berlari pergi meninggalkan tempat itu.
Nien Chu yang terbangun seketika itu mencari keberadaan An Yue yang tak dapat di lihatnya di tempat itu, dan dia pun langsung bertanya kepada Tency yang beristirahat di bawah pohon besar.
"Di mana An Yue?" tanya Nien Chu.
Bukannya menjawab pertanyaan Nien Chu, Tency malah tertawa renyah.
"Mengapa kau tertawa?" tanya Nien Chu kembali.
"Tuan muda..., An Yue merupakan wanita yang baik, dia juga cantik dan menawan, dan menurut pendapatku kecantikan An Yue mampu menyanyi Putri Annchi".
"Maksudmu...!?" potong Nien Chu.
"Tuan muda harusnya peka dengan perasaan hati seorang wanita, An Yue mencintai tuan muda dan seharusnya tuan muda tak menyianyiakan perasaannya itu dengan menjalin hubungan kasih dengannya," jawab Tency.
"Tuan muda..., aku hanya memberi saran dan jika tuan muda ingin mengetahui keberadaannya sekarang, dia tadi menuju kearah sana," ucap Tency.
Mendengar perkataan Tency, Nien Chu segera pergi mencari Aan Yue.
Dan di sebuah sungai kecil Nien Chu begitu sangat terkejut dengan pemandangan yang dilihat nya, di sungai itu An Yue tanpa busana tengah membersihkan diri.
Pekikan keras terdengar dari mulut An Yue mengetahui jika Nien Chu tengah berada di tempat itu, dan melihatnya tanpa busana.
Dengan cepat An Yue berteriak kembali..."Apa yang kau lakukan di sini Nien Chu..!!".
Nien Chu buru-buru membalikkan tubuhnya, dan berkata.
"Maafkan aku An Yue, aku tak tak tau jika kau berada di sini," jawab Nien Chu dengan menahan rasa malu di hatinya.
__ADS_1
Bersambung.