
Setelah berpamitan dengan jendral Gong Lang, jendral Jatayu serta putri violin, Nien Chu akhirnya menuju ke wilayah kekaisaran mutiara hidup.
Ada keceriaan di wajah Putri violin setelah kepergian Nien Chu, sang putri tak menyangka jika hari ini Nien Chu berpamitan saat kepergiannya, yang selama ini tak pernah di lakukan padanya saat pergi meninggalkan kekaisaran pheonix .
"Aku akan menunggu mu kembali yang mulia, dan aku akan merubah semua perilaku ku selama ini sesuai dengan ke inginanmu," gumam sang putri dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Nien Chu kini berada di depan gerbang kota mutiara hidup, dan dengan identitas murid inti akademi bulan suci, Nien Chu dengan mudah dapat masuk kedalam kota.
Nien Chu memilih berbaur seperti masyarakat biasa untuk mencari tau keberadaan iblis di dalam kota.
Malam hari pun tiba, Nien Chu tetap berada di tengah kota dengan menyamar sebagai seorang gelandangan, dan setelah malam semakin larut Nien Chu melihat adanya kelebatan bayangan yang melesat cepat diatas atap bangunan bangunan kota, yang membuat Nien Chu langsung menggunakan kekuatan mata langit untuk memperjelas penglihatannya.
"Iblis...!!, ini yang kucari," batin Nien Chu.
Dengan menggunakan kekuatan langkah bayangan, Nien Chu mengimbangi kecepatan ke 3 sosok iblis yang dengan cepat berlompatan dari satu rumah kerumah yang lainnya.
"Ternyata mereka menuju ke istana mutiara hidup, ini tak bisa di biarkan aku harus mencari tau apa yang para iblis ingin lakukan di istana," batin Nien Chu.
Nien Chu sangat takjub melihat cara ketiga iblis melewati gerbang istana, yaitu dengan merubah diri menjadi asap hitam tipis yang membuat para penjaga tak mengetahui keberadaan ketiganya yang telah melewati gerbang istana.
Dengan melakukan sedikit gerakan Nien Chu menciptakan segel di luar gerbang, agar para iblis yang akan masuk dan keluar istana akan terkurung oleh segel kegelapan yang tercipta.
Setelah memasang segel, Nien Chu lantas menggunakan kekuatan menembus dimensi, dan kini dia telah berada di dalam istana, dan dengan adanya mata langit, Nien Chu dapat melihat jejak ke tiga iblis yang berada di tanah.
Nien Chu kemudian mengendap endap mengikuti jejak yang di tinggalkan para iblis, dan dia tak menyangka jika ketiga iblis itu menuju ke ruangan utama kediaman sang kaisar.
Nien Chu tak bisa leluasa terlalu dalam masuk ke kediaman sang kaisar, karena banyak para prajurit penjaga yang berada di jalan masuk menuju ketempat itu.
Nien Chu kemudian memilih untuk berada di atas bangunan kediaman sang kaisar, dengan menggunakan kekuatan dimensi Nien Chu menghilang dari tempat itu dan kini telah berada di atap rumah bangunan sang kaisar.
Nien Chu kemudian menggunakan kekuatan nya untuk menyamarkan dirinya agar prajurit tak mengetahui keberadaannya, setelah itu Nien Chu menggunakan mata langitnya untuk melihat apa yang sebenarnya telah terjadi di dalam kediaman sang kaisar.
Nien Chu melihat jika yang berada di hadapan ketiga iblis itu adalah pangeran ke dua, dan bukanlah sang kaisar yang membuat Nien Chu semakin penasaran.
Nien Chu lantas menggunakan kekuatan semesta untuk mendengarkan percakapan di bawah sana.
"Pangeran.., kami telah menyiapkan pasukan khusus untuk menguasai istana, kaisar dan putra mahkota telah kami amankan di suatu tempat agar dapat mempermudah rencana kita," ucap salah seorang perwira iblis.
__ADS_1
"Ha...ha...ha.., akhirnya rencana ku untuk menjadi Kaisar di istana ini sebentar lagi dapat terwujud, siasat untuk mengadu domba kaisar dan putra mahkota dapat berjalan dengan baik".
"Saat ini aku akan membuat seakan akan hilangnya kaisar adalah perbuatan putra mahkota, sehingga seluruh penduduk di kekaisaran akan menganggap putra mahkota merupakan penghianat kekaisaran, dan setelah itu aku akan berpura pura menangkap putra mahkota untuk kuserahkan kepada penduduk kota, agar para penduduk yang akan menghabisi putra mahkota, dan tentunya aku akan membayar beberapa orang untuk memancing emosi penduduk kota agar mereka tak segan segan menghabisi putra mahkota.
"Pangeran..., ada baiknya kau menyamar sekali lagi menjadi putra mahkota, buatlah penduduk kota membencimu sehingga ke inginanmu untuk menjadi kaisar di negeri ini dapat berjalan dengan mulus," ucap perwira tinggi iblis.
"Itu ide yang bagus, aku akan menjalankannya esok hari," jawab pangeran ke 2.
Nien Chu yang berada diatas atap bangunan begitu geram, dia tak menyangka jika semua permasalahan yang terjadi di kekaisaran mutiara hidup merupakan ulah pangeran ke 2.
"Pangeran ke 2 sengaja menyamar sebagai putra mahkota, dan melakukan hal-hal buruk buruk yang tak disukai Kaisar hingga mereka berdua berselisih".
"Sungguh licik.., aku tak akan membiarkan orang orang seperti pangeran ke 2 untuk hidup lebih lama di alam dunia," batin Nien Chu.
Nien Chu saat ini berpikir untuk membebaskan putra mahkota dan Kaisar istana mutiara hidup, dengan mengabaikan sesaat Pangeran kedua.
Dengan menggunakan kekuatan menembus dimensi, Nien Chu menunggu para iblis di depan gerbang istana.
Tak berselang lama ke 3 iblis yang merupakan perwira tinggi iblis, telah terlihat oleh Nien Chu dengan adanya asap hitam tipis yang keluar dari dalam gerbang istana.
Pada saat asap tipis itu melewati segel yang diciptakan sebelumnya oleh Nien Chu, maka terbentuklah sebuah tabung yang mengurung ketiga perwira iblis.
Salah satu perwira tinggi iblis yang sebelumnya pernah bertemu dengan Nien Chu saat pertempuran di barak perbatasan, begitu sangat terkejut saat mengetahui jika Nien Chu yang telah mengurung mereka bertiga di dalam segel.
"Aku hanya ingin meminta pada kalian bertiga tempat keberadaan putra mahkota dan kaisar istana mutiara hidup, jika tidak maka aku tak sungkan untuk membinasakan kalian bertiga," ucap Nien Chu.
"Kami tak akan pernah mau mengatakan di mana keberadaan mereka berdua, lebih baik kami mati daripada harus mengatakan hal itu kepadamu," ucap seorang perwira tinggi yang terkurung di dalam segel tabung.
"Nien Chu tersenyum sesaat dan tak lama kemudian diapun mengibaskan tangannya maka api berwarna putih langsung membakar tubuh pada iblis yang berada di dalamnya, sehingga jerit kematian pun terdengar di dalam hutan hingga jeritan itu menghilang setelah perwira iblis yang berada di dalam tabung segel menjadi debu.
Kedua perwira tinggi yang masih berada dalam tabung menjadi gelisah, dengan langkah yang akan dia lakukan.
"Sekarang aku tanyakan lagi kepadamu di mana keberadaan putra mahkota dan Kaisar negeri ini?" tanya Nien Chu.
Perwira iblis hanya terdiam dan tak bisa berkata apa-apa, dan hal itu langsung membuat Nien Chu kembali mengibaskan tangannya, hingga perwira iblis yang berada dalam segel tabung mati dengan tubuh terbakar menjadi debu.
"Sekarang hanya tinggal kau, Aku tak akan menunggu lama untuk mendengar jawaban dari ini mu, sekarang di mana mereka berdua?" tanya Nien Chu sambil menatap tajam ke arah perwira tinggi iblis yang berada di dalam tabung segel.
__ADS_1
"Dia di sekap sisi Utara hutan ini," ucap perwira tinggi dengan rasa ketakutan di wajahnya.
Mendengar jawaban dari perwira tinggi Ibis, maka dengan cepat Nien Chu menghancurkan segel dan melesatkan 12 jeruk emas hingga masuk ke dalam tubuh perwira tinggi iblis.
"Di tubuhmu telah ku tanam jarum emas, Jika kau berani berkata bohong maka jarum itu tak akan membiarkanmu untuk hidup," ucap Nien Chu.
Perwira tinggi itu kemudian menganggukkan kepalanya, dan berjalan membawa Nien Chu ke tempat keberadaan Kaisar dan putra mahkota.
Nien Chu merasakan jika dirinya akan dibawa ke suatu tempat tapi bukan tempat keberadaan sang Kaisar, membuat Nien Chu langsung memasang kewaspadaannya, Walaupun demikian Nien Chu berharap jika perwira tinggi itu akan membawanya menuju ke markas para iblis.
Hingga pada akhirnya Nien Chu sampai pada di sebuah menara yang jauh dari pusat kota kekaisaran.
"Di menara itu kaisar dan putranya berada, kau bisa masuk untuk memeriksanya sendiri," ucap perwira tinggi iblis.
Nien chu segera mengaktifkan mata langit yang dimilikinya, dan memang di dalam sana terdapat kaisar dan putra mahkota berada.
Tiba Tiba Nien Chu segera melakukan pergerakan untuk menghindari sebuah serangan jarak jauh yang menuju ke arahnya, kini di hadapan Nien Chu telah berdiri seorang jenderal iblis dengan memakai pakaian perang lengkap, dia adalah jendral iblis Yikzi.
"Aku sangat berharap kita dapat bertemu kembali, kecuranganmu waktu itu telah membuat seluruh pasukanku mati, dan hari ini kita dipertemukan kembali untuk melakukan pertarungan hidup dan mati," ucap jendral iblis Yikzi.
"Jika begitu aku tak akan sungkan lagi...!!''
Nien Chu pada akhirnya menyerang Jenderal iblis Yikzi dengan pedang penguasa malam yang ada di genggaman tangannya, begitupun juga dengan Jenderal iblis Yikzi yang langsung bergerak cepat menyambut serangan Nien Chu.
Pedang merah di tangannya berkelebat cepat menangkis dan menyerang ke arah Nien Chu, sehingga tercipta jual beli Serangan yang sangat sengit.
Setiap kedua senjata saling berbenturan, maka gelombang kejut pun tercipta yang menimbulkan percikan bunga api di tempat itu.
Jendral iblis Yikzi mampu mengimbangi kecepatan langkah bayangan milik Nien Chu, sehingga pertarungan sampai saat ini masih belum memperlihatkan siapa yang lebih unggul di antara mereka berdua.
Nien Chu yang ingin segera menyudahi pertarungan itu, langsung menggunakan teknik 6 rasi bintang yang memilikinya.
6 bayangan Nien Chu langsung mengurung jendral iblis Yikzi yang telah terjebak di dalam segel 6 rasi bintang, yang membuatnya tak mampu bergerak hingga Nien Chu melakukan pembantaian di sana.
Tubuh jendral iblis Yikzi terpotong-potong menjadi beberapa bagian di tanah, darahnya pun telah membanjiri area tempat itu.
Tapi keanehan terjadi, tiba-tiba saja potongan potongan tubuh jendral iblis Yikzi kembali menyatu, yang membuat Nien Chu begitu sangat heran melihatnya.
__ADS_1
"Ha...ha ..ha..., kau memang tangguh Nien Chu..., tapi kau tak akan mampu untuk membunuhku jika kau hanya mengandalkan kekuatan yang ada padamu sekarang," ucap jendral iblis Yikzi dengan tatapan meremehkan terhadap Nien Chu.
Bersambung.