Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kembali ke istana Orgy


__ADS_3

Ke 7 kultivator langsung menyerang Nien Chu dengan pedang terhunus, sehingga seluruh rumah makan porak poranda di buatnya.


"Nien Chu..., apakah kau ingin bantuanku?" tanya Zaiya.


"Kau minum sajalah, aku masih sanggup menghadapi mereka semua," jawab Nien Chu kemudian mengeluarkan pedang penguasa malam.


Dengan pedang hitam di dalam genggaman tangannya, Nien Chu dapat dengan leluasa menangkis setiap serangan para kultivator kuat yang menyerangnya.


Dan alhasil dengan tehnik pedang naga giok, Nien Chu dapat satu persatu melumpuhkan para penyerangnya.


"Ternyata pemuda itu telah menembus ranah dewa, tak seperti yang tuan muda wucian katakan jika pemuda itu masih berada di ranah suci seperti kekuatan yang ada pada kita saat ini," ucap salah seorang kultivator kuat yang menyerang Nien Chu.


"Kau benar.., ke 4 kawan kita telah tewas dibunuhnya, ada baiknya kita segera pergi dari sini sebelum kita juga ikut tewas di tangan anak muda itu," timpal yang lainnya.


Melihat ada kesempatan untuk melarikan diri, maka ketiga kultivator kuat itu segera melesat pergi rumah makan itu, akan tetapi Nien Chu tak memberikan kesempatan bagi mereka bertiga untuk melarikan diri karena bertiga terang terangan berani menyerang nya.


Nien Chu melemparkan pedang penguasa malam ke arah para kultivator kuat yang tengah melarikan diri, maka pedang itu segera memburu mereka bertiga, hingga pekik kematian terdengar saat ketiganya ambruk ke tanah dengan kepala yang terlepas dari tubuhnya.


Nien Chu segera menuju kearah mayat para kultivator kuat yang telah di bunuhnya, kemudian mengambil ke 7 cincin penyimpanan yang ada pada mayat mereka, setelah itu Nien Chu mengeluarkan semua isi di dalam cincin penyimpanan ketujuh kultivator yang telah di bunuhnya, dan menyerahkan koin emas serta batu permata yang ada di dalam cincin tersebut kepada pemilik rumah makan yang menggigil ketakutan.


"Apakah semua benda berharga ini cukup untuk membayar kerusakan rumah makan mu?" tanya Nien Chu.


"Cu...cu...cukup tuan muda..," jawab pemilik rumah makan dengan mulut bergetar.


"Jika begitu ambilah semua benda berharga ini untuk memperbaiki semua kerusakan di rumah makan mu ini," ucap Nien Chu.


"Te...Te..trimakasih tuan muda," jawab pemilik rumah makan kemudian mengambil semua benda berharga yang diberikan oleh Nien Chu.


Tak berapa lama kemudian, para prajurit istana datang dan langsung mengurung Nien Chu serta Zaiya yang masih berada di dalam rumah makan.


"Cepat serahkan dirimu, jika tidak jangan salahkan aku jika harus berlaku kasar padamu," ucap kepala prajurit istana.

__ADS_1


Seluruh prajurit yang ada segera menarik busur panahnya, tinggal mereka menunggu perintah dari kepala prajurit untuk melepaskan anak panah kearah Nien Chu dan Zaiya.


Nien Chu segera mengeluarkan plakat atau lencana emas pemberian dari raja Annshor padanya, dan menunjukkan lencana emas itu kepada kepala prajurit.


Kepala prajurit sangat terkejut melihat lencana emas di tangan Nien Chu, yang merupakan tanda jika Nien Chu merupakan anggota dari keluarga besar kekaisaran.


Tak menunggu lama, kepala prajurit langsung membungkuk memberi hormat yang di ikuti oleh seluruh pasukannya.


"Maafkan kami tuan muda, kami tak mengetahui keberadaan anda," ucap kepala prajurit.


"Aku tau kau dan pasukanmu tak bersalah, sedari itu aku ingin kalian membereskan semua mayat mayat ini," perintah Nien Chu.


"Baik tuan muda," jawab kepala prajurit, kemudian menyuruh seluruh prajuritnya untuk membereskan semua mayat mayat yang tergeletak di tanah.


Nien Chu datang menghampiri Zaiya yang masih menikmati anggurnya, dengan menyandarkan tubuhnya di dinding ruangan rumah makan.


"Apakah kau ingin pergi denganku ke istana Orgy?" tanya Nien Chu.


"Tentu saja, kau adalah keluarga kaisar dan tentunya aku akan makan enak disana tanpa membayar," jawab Zaiya.


Zhurui dan Anchen menyambut hangat kedatangan Nien Chu, lantas Nien Chu memperkenalkan Anchen pada kedua sahabatnya itu.


Di sebuah ruangan mereka berempat duduk sambil berbincang bincang.


"Nien Chu..., selepas kepergianmu menuju ke desa lembah salju, permaisuri selalu datang mencarimu untuk membicarakan hubungan mu dengan putri Annchi," ucap Anchen.


"Benar kawan, apakah kau telah merelakan putri Annchi menikah dengan Wucian esok hari?" tanya Zhurui.


Nien Chu terdiam, ada rasa yang sulit di jelaskan antara hubungannya dengan putri Annchi, apalagi saat ini dirinya dan kaisar Annshor telah terikat sumpah sebagai saudara, hal itu yang memberatkan Nien Chu untuk menghancurkan acara pernikahan sang putri esok hari.


"Apa yang harus ku lakukan saat ini jika ternyata putri Annchi tak mencintaiku, aku harus tau dulu dengan perasaan putri Annchi ke padaku sebelum aku menghancurkan hari pernikahannya, karena aku tak ingin malu dan juga merusak tali persaudaraan yang telah terbina antara aku dan kaisar Annshor, jika nyatanya putri Annchi telah melupakan ku dari hatinya."

__ADS_1


"Aku tentunya tak akan merelakan jika putri Annchi menikah dengan Wucian karena aku mencintainya, tapi aku tak punya daya jika ternyata putri Annchi tak mencintaiku." batin Nien Chu.


Nien Chu kemudian menatap kedua sahabatnya itu sambil berkata.


"Sekarang aku tanya kepada kalian berdua, apakah setelah kepergianku ke Desa lembah salju putri Annchi pernah datang mencariku walaupun itu hanya sekali?" tanya Nien Chu.


Keduanya menggelengkan kepalanya, yang menyatakan jika putri Annchi tak pernah datang untuk mencari Nien Chu.


"Sudahlah..., kita tak usah membahasnya lagi karena semua itu tak ada gunanya, jika memang putri Annchi masih ingin bersamaku maka pernikahan itu pasti akan batal."


"Hari sudah larut malam, ada baiknya kita segera beristirahat," ucap Nien Chu kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan itu.


Zaiya menatap sang adik dengan penuh rasa iba, dia tau jika perasaan Nien Chu saat ini tengah bergejolak hebat, hal itu membuat pangeran Zaiya memutuskan untuk mencari solusi terbaik dalam menyikapi permasalahan yang tengah di hadapi oleh Nien Chu.


*****


Di istana, rombongan dari 4 ketua desa telah datang satu persatu, termasuk tokoh tokoh penduduk kekaisaran kota yang akan memberikan ucapan selamat atas pernikahan Wucian dan putri Annchi.


Putri Annchi begitu sangat cantik dan anggun berbalut busana berwarna serba merah yang dihiasi warna emas di tubuhnya.


Nien Chu merasakan dadanya sesak saat menyaksikan pujaan hatinya kini bersama orang lain diatas pelaminan, perasaan kesalnya pada putri Annchi 3 tahun yang lalu kini sirna, berganti perasaan yang tak ingin kehilangan wanita yang di cintainya itu.


Sebentar lagi kedua mempelai akan melakukan acara sakral untuk mengikat mereka berdua menjadi suami istri, yaitu melakukan penghormatan bagi langit dan bumi, melakukan penghormatan bagi para leluhur dan terakhir melakukan penghormatan kepada orang tua kedua belah pihak.


Anchen yang merasa jika pernikahan ini sangat tak adil bagi Nien Chu, diapun segera berjalan menuju kearah Nien Chu agar Nien Chu secepatnya mencegah pernikahan yang akan terjadi.


Akan tetapi niatnya itu segera di cegah oleh Zhurui, dengan berkata. "Masalah ini adalah masalah pribadi Nien Chu dan kita tak berhak ikut campur di dalamnya, aku telah lama mengenal Nien Chu dan aku tau dia pasti telah merencanakan yang terbaik bagi hidupnya," ucap Zhurui.


"Tapi saudara Zhurui, .."


"Kau tak usah menjelaskannya padaku, karena aku tau apa yang ada di dalam pikiranmu saat ini, lebih baik kita lihat perkembangan yang terjadi nanti," potong Zhurui.

__ADS_1


Pada akhirnya Anchen memutuskan untuk tak melakukan tindakan apa apa, diapun mengikuti keinginan Zhurui untuk tetap diam.


Bersambung


__ADS_2