Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Saudagar


__ADS_3

Perjalanan di alam dunia bagi Thien Yu dimulai, setelah melatih diri di alam cahaya rembulan. Dengan langkah pasti Thien Yu menuju ke gerbang kota kerajaan buluh surgawi.


Karena banyaknya penjagaan di gerbang kota, membuat Thien Yu harus menunggu pedagang kaya yang datang dari luar kota, agar dia bisa ikut masuk ke dalam area kerajaan buluh surgawi dengan ikut serta di dalam rombongan para pedagang itu, karena Thien Yu tak memiliki lencana tanda pengenal penduduk kota buluh surgawi.


Terlihat dari jauh rombongan pedagang yang ingin masuk ke dalam kota. "Akhirnya datang juga pedagang yang ingin masuk kedalam kota, dengan cepat Thien Yu menahan rombongan pedagang itu.


Kereta kuda yang membawa banyak barang dagangan berhenti, puluhan kultivator pengawal kereta kuda langsung mengepung Thien Yu.


Mereka merupakan para kultivator dari sekte besar di pinggiran ibu kota buluh surgawi, yang sengaja disewa untuk mengawal barang dagangan dari seorang saudagar kaya yang meminta jasa pengawalan.


"Apa maksudmu menahan rombongan kami anak muda!!" teriak kepala pengawal penjaga yang mempunyai kekuatan kultivasi diranah tingkat saint puncak.


"Paman, aku tak punya lencana pengenal untuk masuk kedalam kota, dapatkah aku ikut rombongan ini agar aku bisa masuk kedalam kota?" jawab Thien Yu balik bertanya.


"Tidak bisa!! enak saja kau ingin ikut kedalam rombonganku," timpal seorang laki laki gemuk dan pendek, yang merupakan saudagar kaya pemilik seluruh barang dagangan yang ada di dalam kereta.


"Aku tak akan merugikan anda dan aku akan membayar atas tumpangan yang anda berikan," ucap Thien Yu.


Sang saudagar melirik kearah Thien Yu, dan mencoba untuk melihat tingkat kultivasinya, akan tetapi tak juga sang saudagar dapat melihat tingkat kultivasi Thien Yu, yang membuatnya semakin meremehkan pemuda yang menghadang jalan kereta kudanya.


"Aku tetap tak akan mengikut sertakan kau dalam rombonganku, karena aku tak tertarik pada uang mu. Melihat tampilan mu saja aku sudah merasa yakin jika kau tak mempunyai uang, dan pastinya kau mempunyai niat licik dengan ikut seta di dalam rombonganku, dan bila ada kesempatan kau pasti akan mencuri barang barang dagangan ku ini bukan?" tanya sang saudagar dengan senyum meremehkan.


Thien Yu mencoba bersabar agar tak terpancing emosi dengan tingkah sang saudagar, karena jika terjadi pertarungan maka akan banyak nyawa yang akan melayang dari pihak para pengawal sang saudagar.


"Tuan saudagar, tak mungkin aku bisa mengalahkan para pengawalmu, aku hanya meminta tumpangan untuk melewati para penjaga gerbang, itu saja, tapi mengapa anda begitu mempersulit ku?" tanya Thien Yu.


"Aku sudah bosan dengan tingkah mu anak muda, jika aku tak mengijinkanmu ikut serta dalam rombonganku maka kau mau apa!! bentak sang saudagar dengan menendang Thien Yu dengan sangat keras.

__ADS_1


Melihat serangan saudagar kearahnya, Thien Yu pun berkelit kesamping untuk menghindari serangan dari sang saudagar, yang mempunyai kekuatan diranah tingkat saint puncak.


Kali ini kesabaran Thien Yu telah habis, saudagar itu telah memprovokasi Thien Yu agar bertindak keras padanya.


Saudagar pelit, sombong dan tak bisa menghargai orang yang membutuhkan pertolongan, untuk apa kau hidup jika hanya untuk menindas yang lemah. Aku sudah bersabar padamu tapi kau malah melonjak, aku ingin lihat apakah seluruh pengawalmu dapat melindungi dirimu dari kematian?" ucap Thien Yu yang tiba tiba saja menghilang, dan Crass..!!


Sang saudagar ambruk ketanah dengan luka sayatan di lehernya, sang saudagar tewas seketika.


Para pengawal sang saudagar terdiam di tempat, mereka tak berani melakukan apa apa, karena mereka tau jika pemuda yang ada di hadapannya merupakan seorang kultivator kuat, yang miliki ranah tingkatan jauh diatas mereka semua.


Thien Yu memasukan kembali belati merah darah yang di milikinya kedalam cincin ruangnya, dan melangkah kearah kepala pengawal yang menjaga dagangan bawaan sang saudagar.


"Aku tak mempunyai permusuhan dengan kalian semua, dan kuharap kalian mau mengikutsertakan aku hingga melewati gerbang kota," ucap Thien Yu.


"Ba..Ba..baik tuan muda, anda boleh menaiki kereta kuda saudagar itu," ucap kepala pengawal dengan lutut yang bergetar hebat.


Thien Yu kembali berkata "Masalah kematian saudagar ini akan menjadi masalah besar, aku ingin kau mengembalikan mayat saudagar itu pada keluarganya, dan membawa seluruh dagangan serta mengembalikan ongkos penjagaan yang kalian dapatkan.


Thien Yu mengibaskan tangannya dan tampaklah 3 peti besar berisi koin emas yang kini tergeletak di tanah.


"Ambillah peti berisi koin emas itu, anggap saja sebagai pengganti ongkos kalian semua," ucap Thien Yu.


Melihat banyaknya koin emas membuat para pengawal sang saudagar merasa senang, mereka langsung mengangkut semua peti itu kedalam kereta kuda sang saudagar, setelah itu rombongan sang saudagar kembali berjalan menuju ke gerbang kota dengan mengikut sertakan Thien Yu di dalamnya.


Setelah melewati gerbang kota, Thien Yu mengucapkan terimakasih kepada kepala pengawal, dan secepatnya pergi dari tempat itu.


Thien Yu memilih rumah makan besar yang ada di dalam kota, untuk mencari informasi keberadaan sekte pasir es, dan juga untuk mengisi perutnya yang sudah mulai keroncongan.

__ADS_1


Thien Yu duduk di sudut ruangan rumah makan, terlihat banyak saudagar maupun kultivator kuat yang makan di dalam rumah makan itu, termasuk para utusan dari sekte sekte besar yang akan pergi ke istana buluh surgawi.


"Ada apa sebenarnya, mengapa banyak orang orang hebat yang singgah makan disini, hanya untuk pergi ke kerajaan buluh surgawi," batin Thien Yu.


Thien Yu mempertajam pendengarannya, hanya untuk mencuri dengar percakapan orang orang yang tengah makan di rumah makan itu.


"Ternyata malam nanti putra mahkota akan bertunangan, ini menarik aku bisa mencari keberadaan tetua Yun Leng di sana karena aku yakin dia pasti menghadiri pertunangan sang pangeran," batin Thien Yu.


Tak lama kemudian seorang pelayan membawakan makanan dan minuman yang di pesannya. "Silahkan tuan muda," ucap seorang pelayan wanita.


"Trimakasih," ucap Thien Yu.


Dengan lahap Thien Yu menikmati hidangan yang tersaji diatas mejanya, hingga habis tak tersisa.


Setelah itu Thien Yu memanggil pelayan itu kembali, dan menanyakan arah ke istana buluh surgawi.


"Pelayan, kemanakah jalan menuju istana buluh surgawi?" tanya Thien Yu.


"Tuan muda, nanti anda berjalan kearah timur, mengikuti jalan yang di setiap pinggir jalan terdapat bendera yang melambangkan kerajaan buluh surgawi, nanti tuan muda akan sampai ke istana," jawab pelayan rumah makan.


Thien Yu mengeluarkan sekantong koin emas, dan menyerahkan koin emas itu pada sang pelayan.


"Bayarkan apa yang sudah kumakan, dan sisanya ku berikan padamu," ucap Thien Yu sambil berjalan meninggalkan rumah makan itu.


Sang pelayan tak bisa berkata apa apa, koin emas pemberian Thien Yu, begitu banyak yang dapat menghidupi keluarganya selama tiga tahun kedepan tanpa kekurangan.


Dengan tangan bergetar sang pelayan meraih sekantong koin emas yang berada diatas meja, kemudian dia berkata.

__ADS_1


"Trimakasih tuan muda," ucapnya sambil melihat kepergian Thien Yu.


Bersambung.


__ADS_2