
Di dalam kamarnya, putri Meyling tak bisa menahan tangisnya, dia sangat bersedih karena mengetahui di dalam acara pertunangannya, Thien Yu juga berada di sana.
"Mengapa kau hadir kembali di saat aku mencoba untuk melupakanmu. Kau selalu membuatku tak mempunyai arah tujuan hidup karena rasa cinta yang mendalam padamu, aku membencimu Thien Yu!!" pekik putri Meyling diantara Isak tangisnya, sambil menatap kearah belati merah darah milik Thien Yu, kemudian membanting belati itu di atas pembaringannya.
Putri Meyling meremas rambutnya, kemudian dia meraih belati merah darah dan mendekapnya erat erat. "Aku harus menyelesaikan masalah ini denganmu, aku ingin mengetahui status hubungan kita yang tak ada kejelasannya ini," ucap putri Meyling.
Putri Meyling segera mengganti pakaiannya, kemudian mengerahkan kekuatan alam emperor kedalam belati merah darah milik Thien Yu, setelah itu diapun pergi meninggalkan kamarnya.
Pangeran Liushen melihat sekelebatan bayangan wanita yang sangat di kenalnya, diam diam sang pangeran bersama 3 orang kultivator dengan ranah tingkat alam puncak meninggalkan tempat acara untuk mengejar putri Meyling.
Pangeran Liushen menghadang jalan sang putri, hingga terjadi percakapan di sana.
"Mau kemana kau!!" tanya pangeran Liushen.
"Itu bukan urusanmu pangeran, aku akan pergi dari kehidupanmu dan pertunangan ini anggap saja tak pernah terjadi," jawab putri Meyling.
"Tidak bisa!!, kau jangan seenaknya memutuskan pertunangan kita secara sepihak, para tamu yang ada merupakan orang orang penting dan terhormat di kerajaanku, ayahku pasti tak akan terima jika kau memutuskan pertunangan ini, karena sikap yang kau lakukan akan mencoreng muka serta memberikan aib baginya," ucap pangeran Liushen dengan menahan amarah.
"Aku tak peduli lagi," ucap putri Meyling singkat.
"Aku ingin kau kembali ke istana, dan jangan membuatku berlaku kasar padamu, ingat kau merupakan tunangan ku, dan selamanya akan menjadi istriku," teriak pangeran Liushen sambil meraih tangan putri Meyling dengan kasar.
Putri Meyling segera menghempaskan tangan pangeran Liushen, hingga genggaman tangan sang pangeran terlepas.
"Meyling apa yang kau lakukan!!, aku adalah tunangan mu sekarang!!" teriak pangeran Liushen.
"Sejak kapan kita resmi bertunangan, ingat pangeran kita belum memberi hormat kepada leluhur dan ayahmu, sebagai tanda resminya pertunangan kita," jawab putri meyling tak kalah sengitnya.
"Aku tak perduli, kau tetap calon istriku!!" bentak sang pangeran dan kali mencoba meraih tangan putri Meyling kembali.
__ADS_1
Dengan sigap putri Meyling menepis tangan pangeran Liushen sambil berkata.
"Pangeran, belum apa apa kau sudah berlaku kasar padaku apalagi nanti jika aku telah menjadi istrimu, pangeran Liushen aku tau jika kau telah mempunyai 3 istri, selama ini aku diam karena aku memerlukan bantuan kerajaanmu untuk berperang melawan klan ular danau hitam, tapi hari ini aku sadar jika apa yang kulakukan itu salah, kau mengorbankan ke tiga istriku demi untuk mendapatkan ku, dan kau pun tak jujur padaku jika kau telah mempunyai 3 istri," ucap putri Meyling.
"Lantas kau mau apa Meyling, kau terlalu cantik, dan itu membuatku tergila gila padamu, persetan dengan ketiga istriku, malam ini aku akan mendapatkan dirimu seutuhnya agar kau tak akan bisa pergi lagi dariku, kalian semua, tangkap wanita ini dan bawa ke kamarku!!, perintah sang pangeran.
"Ha..ha..ha..!!, hari ini aku telah melihat watak aslimu pangeran, hal ini membuatku semakin membulatkan tekat untuk memutuskan hubungan kita, dan kuingat kan padamu pangeran Liushen, agar kau tak menganggu diriku lagi," ucap putri Meyling dan segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa yang kalian tunggu, cepat kejar dia!!" teriak pangeran Liushen dengan amarahnya.
Ke 3 pengawal sang pangeran segera melesat cepat mengejar putri Meyling, akan tetapi tak juga mereka mampu untuk menyamai kecepatan lari sang putri, hingga mereka bertiga kehilangan jejaknya.
Karena tak menemui hasil, ke 3 pengawal itu kembali ketempat pangeran Liushen berada.
"Maaf pangeran, kami tak mampu untuk mengejarnya," ucap salah seorang pengawal tersebut.
"Apa!??, hanya mengejar Meyling kalian tak mampu, lantas apa yang kalian bisa lakukan!?? teriak pangeran Liushen dengan amarah yang memuncak.
"Cepat cari dia sampai ketemu, atau pedang ini akan menjadi saksi kematian kalian bertiga!!" ancam pangeran Liushen.
"Baik pangeran, kami akan membawa putri Meyling kembali," jawab ketiga pengawal itu serempak, mereka kemudian melesat pergi meninggalkan sang pangeran sendiri di tempat itu.
Pangeran Liushen berjalan gontai tak tentu arah. "Mengapa kau lakukan ini padaku, apakah kau tak melihat jika aku sangat mencintaimu.
"Meyling..!! aku akan menjadikanmu istriku!!" ucap pangeran Liushen meluapkan amarahnya.
*****
Sementara itu, putri Meyling terus berlari di dalam pekatnya malam, menembus hutan belantara. Dengan panduan dari belati merah darah yang ada padanya, akhirnya putri Meyling berhenti di aliran sungai yang terdapat banyak bebatuan besar di sana.
__ADS_1
Terlihat olehnya seorang pemuda yang sangat di kenalnya, tengah duduk diatas salah satu batu besar yang berada di pinggiran sungai tersebut.
"Thien Yu akhirnya aku menemukanmu," batin putri Meyling.
Dengan perlahan sang putri berjalan menghampirinya.
"Thien Yu," sapa sang putri.
Thien Yu tersadar dari lamunannya, dan memalingkan kepalanya kebelakang. Betapa terkejut Thien Yu saat melihat wanita yang ada di belakangnya adalah putri Meyling.
Diapun bangkit berdiri untuk menemui putri Meyling.
"Bagai mana acara pertunangan mu?" tanya Thien Yu.
"Kau tak usah tanyakan itu, karena pertunangan ku sudah berakhir. Thien Yu aku sadar aku telah banyak melakukan kesalahan padamu, dan aku akan merubah semua itu. Thien Yu aku melakukan pertunangan ini karena tak ada pilihan lagi bagiku, orang tuaku telah di bunuh oleh penguasa klan ular dan aku memerlukan bantuan dari kerajaan buluh surgawi untuk menghancurkan mereka yang telah membunuh kedua orang tuaku, aku tau aku memang tak pantas untukmu Thien Yu, aku telah mencoba pergi menjauh dari bayang bayang mu tapi aku tak mampu, bayang mu selau ada dan terus membayangiku, aku tak sanggup untuk jauh darimu," ucap putri Meyling yang mulai menitikkan air mata.
Thien Yu menatap iba pada wanita yang di cintainya itu, begitu banyak tekanan yang di alaminya selama ini, hingga membuatnya harus melakukan semua ini. Apa lagi sekarang ini dia belum mengetahui jika ibu kandungnya telah tiada, akan bertambah lagi beban mental yang akan di alaminya.
Thien Yu sangat paham dan mengerti, mengapa Meyling melakukan itu semua.
Thien Yu berjalan kearah putri Meyling, hingga berhenti beberapa meter darinya. Diapun membuka kedua tangannya dan berkata.
"Apakah kau masih saja ingin di situ dengan tangis mu, apakah kau tak ingin memelukku?" tanya Thien Yu.
Sontak perkataan Thien Yu membuat putri meyling seakan tak percaya, dia merasa perkataan yang keluar dari mulut pemuda yang sangat di cintainya itu tak nyata, hanyalah sebuah ilusi karena rasa cinta yang besar padanya.
Namun putri Meyling tak bisa berkata apa apa, saat senyuman Thien Yu meyakinkan hatinya jika itu memang nyata.
Tanpa pikir panjang putri meyling berlari, menghamburkan dirinya kepelukan Thien Yu.
__ADS_1
Bersambung.