
Setelah kematian raja Hi Bing, Thien Yu melesat kearah 10 orang petinggi klan ular, untuk menghentikan pertarungannya dengan Lu ying.
"Berhenti...!!, Apakah kalian semua masih ingin bertarung setelah aku membunuh raja kalian?" tanya Thien Yu.
Mendengar perkataan Thien Yu, ke 10 petinggi klan seketika itu menghentikan formasi serangannya kepada Lu ying, dan bersama sama menatap kearah tempat pertarungan rajanya.
Kesepuluh petinggi klan ular seakan tak percaya dengan apa yang di lihatnya, pemimpin sekaligus rajanya telah tergeletak di tanah dengan kondisi tubuh terpotong potong di beberapa sisi, dan bahkan kepalanya telah terpisah dari tubuhnya.
Melihat hal itu, amarah yang mendalam seketika menjelma menjadi keberanian yang tak terbendung, mereka semua menyerang kearah Thien Yu dan Lu ying.
Di dalam pertarungannya kembali Thien Yu berkata. "Untuk apa kalian bertarung lagi, bukankah pimpinan kalian telah binasa di tanganku, jika kemampuan kalian lebih hebat dari raja kalian maka aku akan dengan senang hati menghadapi kalian semua," ucapnya.
Mendengar perkataan Thien Yu, kembali para petinggi klan ular menghentikan serangannya, mereka semua saling berpandangan satu dengan yang lainnya.
"Saudaraku apa yang dikatakannya benar adanya, percuma kita bertarung jika kita semua akan binasa.
Anak muda itu telah membunuh raja kita, berarti tingkat kekuatannya sudah melampoi pemimpin kita, bagai mana bisa kita menghadapinya jika kita semua belum tentu sanggup menghadapi raja Hi Bing, demi menyelamatkan ras kita lebih baik kita menyerah saja," ucap salah seorang petinggi klan ular yang di setujui oleh semua petinggi klan kecuali 3 orang petinggi yang menolaknya.
"Pengecut!!, apa kalian semua ingin jika ras kita di jajah olehnya?" ucap salah seorang petinggi klan yang menolak usulan tersebut.
"Jika kau sanggup untuk menghadapinya maka lakukanlah," jawab petinggi klan yang memberikan usulan, sambil berjalan kearah Thien Yu dengan menjatuhkan pedangnya.
"Tuan muda, ijinkan aku dan anggota klan ku agar tetap hidup," ucap petinggi klan ular sambil berlutut sebagai tanda penghormatan.
Tak lama kemudian ke 6 petinggi lainnya melakukan hal yang sama, dengan berlutut di hadapan Thien Yu.
3 petinggi yang menolak sebelumnya, mau tidak mau ikut berlutut di sadapan Thien Yu sambil membisikkan sesuatu. "Saudaraku jika anak muda itu lengah, kita bertiga harus membunuhnya, dan mengambil alih puncak pimpinan klan," bisiknya.
__ADS_1
"Tentu saja saudaraku, aku sangat muak melihat wajahnya, jika ada kesempatan aku sendiri yang akan membunuhnya," ucap petinggi klan yang lainnya.
Thien Yu melangkah ke arah para petinggi klan dengan di ikuti Lu ying di belakangnya, dan dia pun menyuruh kesepuluh petinggi klan untuk berdiri.
"Aku akan menjadi penguasa di klan ular ini, dan aku tak akan segan segan untuk menghabisi orang orang yang akan berhianat padaku," ucap Thien Yu.
"Kami semua akan setia pada anda tuan muda, dan kami semua akan membantu anda di dalam segala hal, karena hidup dan mati kami semua telah berada di tangan anda," jawab salah seorang petinggi klan yang mewakili semua petinggi klan ular yang ada.
"Bagus, agar lebih meyakinkanku maka aku akan menanamkan segel kesetiaan pada kalian semua," ucap Thien Yu dengan menggeluarkan tehnik jari matahari kearah kesepuluh petinggi klan ular.
Di tubuh petinggi klan ular kini tertanam jarum perak yang merupakan tehnik segel dari jari matahari, guna menjaga pemberontakan para petinggi klan ular di suatu hari nanti.
"Di tubuh kalian sekarang telah terpasang segel dariku, jika suatu hari nanti kalian mencoba ingin membunuhku atau tak mendengarkan perkataanku, maka kematian yang akan kalian semua alami," ucap Thien Yu.
"Kami semua akan mengikutimu tuan muda," ucap salah seorang petinggi klan ular.
"Hidup tuan muda..!! hidup tuan muda...!! hidup tuan muda!!, teriak salah seorang petinggi klan yang lainnya yang membuat seluruh anggota klan ular ikut berteriak mengagungkan pemimpin barunya.
Keramaian yang ada membuat Thien Yu lengah, hingga memberikan kesempatan ke pada ketiga petinggi klan yang menolaknya, untuk melakukan penyerangan kearahnya.
Diam diam ketiganya mengeluarkan pedang, dengan sedikit aba aba mereka bertiga melesat cepat dan menebaskan pedangnya kearah Thien Yu.
Ke 7 petinggi klan ular yang lainnya sangat terkejut dengan aksi ketiga rekan sesama petinggi klan, yang menyerang pemimpin baru mereka.
Namun keterkejutan mereka berubah saat melihat ketiga penyerang yang tiba tiba saja tersungkur ketanah, dan tak lama kemudian para penyerang itu pun tewas seketika akibat aktifnya segel yang berada di dalam tubuh mereka bertiga.
"Siapa lagi yang ingin berhianat," teriak Thien Yu lantang, yang membuat ketujuh petinggi klan ular langsung berlutut.
__ADS_1
"Maafkan kami tuan muda, kami tak akan berhianat seperti mereka," jawab salah seorang petinggi klan ular lainnya.
Thien Yu tak menanggapi ucapan petinggi klan itu, dia membalikkan badan dan memilih masuk kedalam klan ular menuju ke kediaman raja Hi Bing lewat perantaraan Lu ying yang menunjukkan arah kesana.
"Lu ying kamar ini cukup luas dan megah, aku ingin kau mencari benda berharga yang sekiranya dapat kita pergunakan," ucap Thien Yu.
Lu ying segera mendeteksi keadaan kamar, dan dia merasakan jika ada sebuah ruangan yang berada jauh di bawah lantai kamar, tepatnya ruangan bawah tanah. Diapun melaporkan penemuannya itu kepada Thien Yu.
"Tuan muda, kamar ini mempunyai ruangan bawah tanah, tapi aku belum mengetahui pintu menuju kesana," ucap Lu ying.
Kalau begitu kita cari bersama pintu itu, karena aku yakin jika ruangan bawah tanah itu mempunyai sesuatu yang sangat berguna bagi kita," jawab Thien Yu.
Mereka berdua mulai mencari, namun tak juga menemukan pintu yang menuju kesana. Karena merasa lelah, Thien Yu membaringkan tubuhnya di atas pembaringan yang berada di kamar itu.
Saat menatap langit langit kamar, Thien Yu melihat patung ular yang berada di sudut tersembunyi ruangan kamar, yang hanya bisa dilihat jika seseorang berbaring di atas pembaringan.
"Aku rasa kunci menuju ruangan bawah tanah adalah patung itu," batin Thien Yu.
Thien Yu segera melesat kearah patung ular untuk meraihnya. Saat memegang patung ular tersebut, tiba tiba saja patung ular itu bergeser yang membuat lantai ruangan terbuka seukuran satu meter persegi.
Lu ying terkejut saat tiba tiba lantai ruangan yang di pijaknya bergeser, dan dengan cepat diapun melompat kesamping agar tak terperosok masuk kedalam lantai ruangan yang memperlihatkan lobang yang menganga.
"Lu ying bagai mana cara kita masuk kedalam sana?" tanya Thien Yu.
"Tenang saja tuan muda, jalan menuju kesana walaupun memakai pelindung langit dan bumi, yang dapat menghancurkan apapun yang mencoba masuk kedalam sana, tapi tidak bagiku, huruf aksara yang mengelilingi lobang ini dapat aku pecahkan," ucap Lu ying.
Dengan cekatan Lu ying memecahkan formasi huruf aksara langit dan bumi. Tak perlu waktu lama formasi huruf aksara itupun berhasil di pecahkan nya.
__ADS_1
Bersambung
Saya beserta keluarga mengucapkan selamat berpuasa bagi sahabat semua yang menjalankannya, semoga kita semua di berikan kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa di bulan romadhon ini, hingga sampai di hari kemenangan idul Fitri, Amin.