
Burung surgawi jelmaan jendral Jatayu terus melesat cepat menembus malam. Thien Yu sesaat melihat kearah Syin Yin yang tengah kedinginan diterpa angin malam. Hatinya sebagai seorang laki laki begitu sangat iba melihat penderitaan batin yang menerpa Syin Yin.
"Aku tau kau sangat menderita dengan perlakuan Shang mu padamu di hutan itu, walau pun kau tak ternoda tapi apa yang telah di lakukannya akan membekas di hatimu selamanya, aku akan melindungimu sebagai salah satu wanita yang ku sayangi dan akan menghapus semua kenangan pahit yang kau alami di hutan bersama Shang mu.
Tak lama kemudian Thien Yu berkata. "Nona gemuk mendekatlah padaku," ucap Thien Yu tiba tiba.
Syin Yin yang tadinya menatap jauh kedepan kini menatap kearah Thien Yu, terlihat Thien Yu menyunggingkan senyum manisnya.
"Mengapa kau selau memanggilku nona gemuk, apakah aku masih terlihat gemuk di matamu Thien Yu?" tanya Syin Yin.
Sambil tersenyum Thien Yu berkata "Aku senang memanggilmu seperti itu, karena itu merupakan nama kesayangan yang ku peruntukkan padamu," jawab Thien Yu.
Terlihat Syin Yin terdiam, dia teringat kembali akan kejadian di dalam hutan yang membuat dirinya tak ingin mempunyai harapan dapat bersama Thien Yu, dalam suatu ikatan hubungan sepasang kekasih. Semua itu karena Syin Yin mengakui jika dirinya sudah sangat kotor bagi Thien Yu.
Thien Yu tau betul apa yang di pikirkan Syin Yin, diamnya merupakan pertanda jika wanita cantik ini tengah bergelut dengan hatinya.
Thien Yu berdiri dan melangkahkan kakinya kearah Syin Yin kemudian dia duduk di sampingnya.
"Kau lihat bintang itu, begitu sangat terang dengan cahaya yang berkelap kelip di langit. Dia sepertimu, sangat anggun dan cantik dan aku sangat mengagumi mu. Aku tak ingin kau mengingat lagi masa lalu di hutan itu karena aku tak ingin bintang yang bersinar terang itu redup karenanya.
Syin Yin aku ingin mulai detik ini kau menjadi kekasihku dan aku tak ingin ada perkataan jika aku mengasihani dirimu, karena perkataanku saat ini merupakan ungkapan isi hatiku yang terdalam padamu," ucap Thien Yu dan kembali memberikan senyuman manis pada Syin Yin.
Perkataan Thien Yu begitu mengejutkan bagi Syin Yin, tubuhnya bergetar, lidahnya Kelu dan tak tau harus berbuat apa. Dia hanya bisa menatap sendu kearah pemuda tampan yang kini berada di sampingnya.
"Nona gemuk apakah kau bersedia menjadi kekasihku?" tanya Thien Yu tiba tiba.
__ADS_1
Mendengar perkataan Thien Yu membuat Syin Yin hanya dapat menitikkan air mata, bukan kesedihan yang dirasakannya melainkan rasa bahagia karena pemuda yang di cintainya telah menyambut cintanya.
Syin Yin pun menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Thien Yu. Melihat anggukan Syin Yin, Thien Yu pun meraih tubuh wanita cantik itu kedalam pelukannya. Tangis bahagia Syin Yin pun tumpah di dada bidang Thien Yu, apa yang mengganjal hatinya selama ini telah sirna dengan sebuah kata kebahagiaan.
Burung surgawi yang menguping percakapan kedua muda mudi diatas punggungnya, ikut merasa senang karena dengan sendirinya Syin Yin akan menjadi ratu baru di kekaisaran pheonix di masa depan.
Pagi hari mereka telah sampai di benua permata hijau, tepatnya di gerbang klan Wutang. Melihat tiga orang berada di depan gerbang klan, membuat para penjaga gerbang segera menahannya namun keadaan berubah saat melihat Syin diantara mereka.
"Nona muda maafkan kami karena tak mengetahui kehadiran anda," ucap anggota klan senior penjaga gerbang klan Wutang.
"Tak masalah paman, aku sekarang ini ingin bertemu dengan ayahku," jawab Syin Yin.
"Silahkan nona muda, kebetulan ketua klan tengah bermain kecapi di taman," ucap sang penjaga gerbang.
Mendekati taman klan, tampak terdengar alunan kecapi yang sangat merdu mendayu dayu. "Ternyata ayahmu begitu sangat lihai bermain kecapi," ucap Thien Yu.
"Benar kak Thien Yu, ayahku memang sangat lihai bermain kecapi karena itu merupakan hobinya," jawab Syin Yin.
Tak lama kemudian sampailah mereka bertiga ketempat ketua klan Wutang berada. Ketiganya memberi hormat kepada ketua klan termasuk jatayu, karena Jatayu merasa dirinya tamu di tempat itu dan harus menghormati tuan rumah.
"Yin'er bukankah kau berada di kerajaan cahaya Nirwana untuk mengikuti pertandingan murid terpilih 6 kerajaan besar? dan mengapa sekarang kau bisa berada disini?, dan siapa kedua laki laki yang bersamamu?" tanya ketua Syin Yang beruntun.
"Kami berdua dari kekaisaran pheonix, nama ku jatayu dan anak muda di sampingku bernama Thien Yu," ucap Jatayu. Sengaja Jatayu memotong perkataan Syin Yin agar jati dirinya dan Thien Yu tak di katakan oleh Syin Yin.
Sesaat ketua Syin Yang terdiam, dia mengingat ingat kembali nama Thien Yu yang tak asing di telinganya.
__ADS_1
"Bukankan kah Thien Yu merupakan pemuda yang selama ini memberikan tehnik kuat dan pembelajaran tehnik melakukan kultivasi yang benar kepada putriku, jika memang dia orangnya maka aku tak akan mengijinkan jika sampai putriku bersamanya," batin ketua Syin yang.
"Thien Yu, ada hubungan apa kau dengan putriku?" tanya ketua Syin Yang tiba tiba.
Syin Yin yang tadinya diam begitu sangat terkejut dengan perkataan sang ayah, jantungnya pun bergemuruh dengan kencang mendengar pertanyaan ketua Syin Yang pada Thien Yu.
"Aku mencintai putri anda dan kami berdua telah resmi sebagai sepasang kekasih," jawab Thien Yu.
Ketua Syin Yang bangkit dari duduknya kemudian membelakangi mereka bertiga dengan tangan yang saling berkait di belakangnya.
"Anak muda aku ingin kau tak melanjutkan hubunganmu dengan putriku, karena putriku telah ku jodohkan dengan pangeran Huang Qin dari kekaisaran Glory, kau harus tau jika seorang ayah akan mencarikan jodoh yang tepat dan terbaik bagi putrinya.
Pangeran Huang Qin telah memiliki kriteria yang selama ini kucari dari sosok pemuda yang akan menjadi pendamping putriku, dia memiliki kualitas, bebet, bibit dan bobot, jadi tak ada alasan bagimu untuk bersama putriku lagi," ucap ketua Syin Yang.
Deg ..
Seperti petir yang menyambar di siang bolong, Syin Yin seakan tak percaya dengan perkataan sang ayah yang selama ini dikenal nya bijak dalam mengambil keputusan.
"Ayah aku tak mencintai pangeran Huang Qin dan aku hanya mencintai kak Thien Yu, mengapa ayah berubah seperti ini? apakah karena Huang Qin adalah seorang pangeran di kekaisaran Glory?" tanya Shin Yin.
"Benar putriku, jika kau bersamanya maka masadepanmu akan cerah yang belum tentu akan kau dapatkan dari Thien Yu , saat ini aku tak ingin berdebat denganmu, lebih baik kau menyuruh mereka berdua pergi dari klan ku," ucap ketua Syin Yang.
Jendral jatayu yang tadinya diam, kini tak bisa menahan amarahnya dengan perlakuan ketua Syin Yang yang telah menganggap remeh Thien Yu. Gaya berbicara sambil membelakangi mereka berdua, di tambah lagi dengan perkataan yang terang terangan secara halus mengusir Thien Yu dan dirinya membuat jendral Jatayu murka.
"Lancang!! berani sekali kau berkata seperti itu kepada kami!!, jika tak mengingat Syin Yin adalah putrimu maka aku sediri yang akan menghancurkan klan mu ini!!" bentak jendral Jatayu dengan amarah yang meluap.
__ADS_1