Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Tawar menawar harga


__ADS_3

Nien Chu telah berhasil meningkatkan kekuatannya di ranah tingkat nafas inti, yang berarti dia telah mampu menjadi seorang kultivator muda berbakat di dalam keluarga Nien.


Dari hubungannya dengan inti api surgawi yang telah membaik, Nien Chu telah dapat mempelajari cara menggunakan kekuatan inti api surgawi, namun belum dapat menggunakannya dengan sempurna karena tingkat kekuatannya yang masih terbilang rendah.


Hal itu membuat Nien Chu ingin mengasah kemampuannya lebih dalam lagi, agar dapat menguasai inti api Surgawi sepenuhnya.


Sudah waktu aku pulang ke wilayah Wutang mengingat aku telah berjanji pada ayahku untuk kembali pulang setelah 1 bulan lamanya aku pergi berkelana.


Maka hari itu Nien Chu memutuskan untuk pulang ke keluarga Nien.


Kehadiran pemuda di depan gerbang seperti pengemis, membuat para penjaga gerbang keluarga Nien mengusir Nien Chu.


Setelah Nien Chu memperlihatkan lencana keluarga Nien, maka penjaga langsung mempersilahkan Nien Chu masuk kedalam.


Setelah masuk kedalam rumah, Nien Chu segera mandi dan Menganti pakaiannya. Tampak ketampanan Nien Chu telah terlihat nyata, setelah memakai pakaian yang bersih dan wangi.


"Aku akan ke pasar untuk mencari bahan makanan, aku akan memasak untuk ayah hari ini," ucap Nien Chu kemudian pergi keluar rumah untuk pergi kepasar.


Seperti biasa pasar terlihat rame oleh penduduk wilayah Wutang. Tampak toko toko besar berdiri Kokoh yang merupakan toko dari 3 keluarga besar yang menempati wilayah Wutang.


"Sebelumnya aku akan menjual daging dan kulit binatang buas yang ada di dalam cincang ruangku ini," batin Nien Chu. ( Cincin ruang dapat mengawetkan binatang yang telah mati, hingga saat di keluarkan dari dalam cincin ruang, masih akan terlihat segar seperti baru pertama kali dibunuh).


Nien Chu mendatangi penjual daging yang terdapat di dalam pasar.


"Paman, apakah kau membeli daging dan kulit binatang buas?" tanya Nien Chu.


"Tentu saja aku membelinya," jawab penjual daging.


"Aku punya binatang buas, jika benar benar paman ingin membelinya, maka berapakah harga harimau ini?" tanya Nien Chu sambil mengeluarkan salah seekor harimau dari dalam cincin ruangnya.


Kondisinya cukup bagus, tapi sayang ada beberapa tempat di bagian kulit yang rusak, sehingga harga dari kulit harimau ini akan jatuh," ucap penjual daging.


"Berapakah yang akan paman tawarkan untuk seekor harimau ini, jika memang harganya cocok maka paman bisa memiliki harimau ini," ucap Nien Chu.

__ADS_1


"1000 koin emas, sepertinya cocok untuk menawar seekor harimau ini," jawab penjual daging.


"Paman aku tahu pasaran harimau yaitu berkisar di angka 2000 sampai 3000 koin emas, jika Paman ingin membelinya maka aku akan menjualnya seharga 1.500 koin emas, dan jika paman setuju dengan harga itu maka Paman boleh membawanya pergi," ucap Nien Chu.


"Baiklah, paman akan membelinya, dan jika kau masih punya harimau seperti ini maka bawa lah kepaman, maka paman akan membeli semua," ucap penjual daging itu.


"Aku masih punya banyak," jawab Nien Chu.


"Keluarkanlah semua harimau itu biar paman membelinya," ucap penjual daging.


Nien Chu lantas mengeluarkan 16 ekor harimau dari dalam cincin ruangnya, hal itu membuat paman penjual daging merasa terkejut.


Pada akhirnya paman penjual daging membeli semua harimau itu, dan tentunya membuat Nien Chu mempunyai banyak koin emas.


Nien Chu membeli segala kebutuhan rumah, kemudian dia pun melangkah ke toko tempat menjual maupun membeli batu inti binatang roh.


"Anak muda, apakah kau mencari batu inti binatang roh?" tanya pemilik toko yang merupakan anggota dari keluarga si.


"Batu inti binatang roh tingkat 3 ini cukup mahal berkisar antara 3000 koin emas, karena batu inti binatang roh ini berasal dari tubuh serigala roh penghuni hutan binatang buas, dan saat ini batu inti binatang roh berjenis serigala roh sangat langka dan sangat diburu para kultivator yang ingin meningkatkan kekuatannya.


"Paman jika aku menjual kepada Paman batu inti binatang roh yang sama berapakah Paman akan menghargainya?" tanya Nien Chu.


"Aku akan menghargainya 1000 koin emas," ucap pemilik toko.


"Kok begitu murah paman membelinya?" tanya Nien Chu.


"Ini adalah bisnis, jika tak menguntungkan bagi Paman tak mungkin Paman berdagang seperti ini," ucap penjual toko.


Tiba tiba dua orang datang ketempat itu dan menanyakan harga batu inti serigala roh.


"Harga batu inti binatang roh ini cukup mahal karena saat ini batu inti binatang roh berjenis serigala roh termasuk yang dicari para kultivator kuat di kekaisaran ini, sedari itu aku menghargai batu inti binatang roh ini dengan harga 4000 koin emas.


Nien Chu begitu sangat terkejut dengan harga yang ditawarkan oleh paman penjual toko, baru berapa menit saja harga batu inti binatang roh yang dijualnya berubah dan naik seharga 1000 koin emas.

__ADS_1


Kedua kultivator itu terdiam sesaat, karena sangat membutuhkan batu inti binatang roh tersebut maka mereka pun membelinya sebuah.


Setelah kedua kultivator itu pergi, Nien Chu seketika itu mengejarnya dan mengatakan Jika dia mempunyai batu inti binatang roh serigala yang juga akan dijualnya.


"Berapakah kau akan menjualnya anak muda?" tanya salah seorang kultivator itu.


"2000 koin emas" ucap Nien Chu singkat.


"Berapa buah yang kau punya?" tanya kultivator tersebut.


"5 buah" ucap Nien Chu dengan mengeluarkan 5 buah inti binatang serigala roh ke tangannya.


Sesaat salah seorang cultivator itu memeriksa batu inti binatang roh yang berada di tangan Nien Chu, setelah mengetahui keasliannya mereka pun lalu membelinya.


"Ini 10.000 koin emas untuk harga batu inti binatang roh ini," ucap salah seorang cultivator.


"Trimakasih paman," jawab Nien Chu kemudian memasukkan berkantong-kantong koin emas itu ke dalam cincin ruangnya.


Dari kejauhan tampak tatapan sinis dari penjual di toko batu inti roh, menatap Nien Chu dengan tatapan tak bersahabat.


Diapun menyuruh salah seorang anak buahnya untuk mengikuti Nien Chu dari belakang, dan harus segera melaporkan jika telah mengetahui tempat tinggal dari anak muda itu.


Nien Chu terus berjalan di tengah-tengah pasar, dan menemukan bangunan megah yang bertuliskan rumah makan.


"Aku belum pernah makan di rumah makan besar itu, ada baiknya hari ini aku akan makan ke sana kebetulan aku mempunyai banyak koin emas," gumam Nien Chu.


Nien Chu masuk ke rumah makan besar itu, di sana dia menemukan ketua keluarga Nien dan kedua putranya tengah makan di dalam rumah makan itu.


"Ayah bukankah itu Nien Chu yang sebulan ini tak pernah terlihat setelah ayahnya turun dari jabatan ketua keluarga Nien, apa maksud dan tujuannya datang ke rumah makan ini, apakah dia ingin memata-matai kita yang selalu makan di rumah makan ini?" tanya Nien Fu.


"Kita haus mewaspadainya, bisa saja dia sengaja mata-matai kita di sini dan akan melaporkannya ke para sesepuh keluarga Nien," jawab ketua Nien Ma.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2