Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Menaklukan kadal bulan


__ADS_3

Nien Chu menatap wanita itu dalam dalam dan mulai mencerna perkataannya. "Aku rasa mereka berdua merupakan korban para iblis, setelah mereka berdua sudah tak berguna lagi maka para iblis meninggalkannya".


"Aku akan membantu mereka berdua untuk mendapatkan kekuatannya lagi, agar di masa depan mereka berdua bisa membantuku untuk menghadapi para iblis, karena dengan kejadian yang telah mereka berdua alami, pasti akan menimbulkan dendam di hati mereka terhadap para iblis," batin Nien Chu.


Dengan pemikirannya itu Nien Chu mulai mengajak wanita muda di hadapannya untuk bernegosiasi.


"Aku akan membantu kalian berdua untuk menyembuhkan sakit dari luka dalam yang kalian derita, dan aku pun akan mencoba untuk membangkitkan kembali kekuatan yang kalian miliki seperti semula, asalkan jika suatu hari nanti aku menginginkan kehadiran kalian berdua untuk membantuku menghadapi para iblis, maka kalian berdua harus datang untuk membantuku," ucap Nien Chu.


Wanita muda itu terdiam, dia tak berani mengambil keputusan sendiri walau hati kecilnya berkata iya.


"Segala keputusan harus kami bicarakan terlebih dahulu, karena aku hanyalah sebagai seorang istri sementara pemegang semua keputusan adalah suamiku," jawab wanita muda itu.


"Baiklah jika begitu, aku akan terlebih dahulu membuat suamimu tersadar kembali dengan mencabut 12 jarum emas yang ada di tubuhnya," ucap Nien Chu.


Setelah berkata seperti itu Nien menarik kembali teratai Giok yang masih mengambang di udara, kemudian mencabut semua jarum emas yang bersarang di tubuh sang pemuda, sehingga perlahan perlahan pemuda itu membuka matanya.


Saat melihat Nien Chu, pemuda itu langsung menyerangnya dengan cakar beracun yang ada di jari-jari tangannya, sehingga pertarungan diantara keduanya pun terjadi.


"Suamiku, di orang baik, dia akan membantu kita untuk memperbaiki kehidupan kita kembali," ucap sang wanita sehingga membuat pemuda itu terdiam dan menatap dingin ke arah Nien Chu.


Nien Chu tahu arti tatapan sang pemuda dan dia pun berkata.


"Aku akan menyembuhkan dan memberikan tempat bagi kalian agar dapat pulih seperti sedia kala, di mana kalian akan mendapatkan kembali kekuatan dewa bintang surgawi yang telah hilang akibat dirampas paksa oleh para iblis dalam membuat pil kebangkitan," ucap Nien Chu.


"Selama ini aku mempercayai raja iblis yang telah menjadikanku sebagai saudaranya, tak disangka dia mempunyai maksud lain yaitu menjadikan kami sebagai bahan eksperimen para alkemisnya, untuk membuat pil kebangkitan dengan darah dan kekuatan kami".


"Aku tak akan mudah mempercayai seseorang apalagi itu merupakan ras manusia sepertimu, lebih baik kau pergi dari sini atau aku akan bertarung mati matian dengan mu," ucap pemuda itu.


"Jika kau tak ingin bantuan dariku maka aku tak akan mempermasalahkan nya, tapi aku ingin meminta satu hal dari mu, yaitu berikan aku penawar dari racun yang berada di tubuh wanita yang telah kau lukai, karena aku tak ingin terjadi hal buruk kepadanya akibat racun yang saat ini bersarang di tubuhnya," ucap Nien Chu.


"Ha ..ha..ha.., racunku itu tak akan ada yang bisa menetralkan nya selain diri ku sendiri, tapi sayang aku tak akan memberikan penawar itu kepadamu," jawab sang pemuda.


"Kau tak menginginkan bantuan dariku malah kau sengaja ingin menjadi musuhku, aku telah perbaiki hati dengan mau berbicara seperti ini kepada mu, tapi jika kau berkeras hati tak memberikan penawar itu maka aku pun tak akan membiarkan kalian hidup lebih lama lagi, aku akan memberikan tubuh kalian berdua kepada binatang yang juga membutuhkan tubuh kalian untuk menambah kekuatannya, dan Aku pastikan kau akan menyesali karena telah menyinggungku," ucap Nien Chu.


Setelah berkata seperti itu Nien Chu menapakkan tangannya ketanah, maka tiba tiba saja sebuah portal terbentuk di tempat itu.


Dari dalam portal keluar Kurama dengan pasukan serigala iblis kuno, sehingga tempat itu penuh sesak dengan para serigala yang mengeluarkan aroma busuk di tubuhnya.


"Kurama..., aku akan memberikan kedua binatang Dewa surgawi itu untuk menjadi santapan mu, karena aku sudah tak berminat lagi kepadanya" ucap Nien Chu.


"Hentikan....!!, aku akan memberikan penawar itu bagimu tapi jangan bunuh kami...!!" teriak sang wanita menghiba kepada Nien Chu, tapi Nien Chu tetap melangkah pergi tanpa menggubrisnya.


Pemuda yang tadinya angkuh dan sombong kepada Nien Chu, kini berubah sangat ketakutan saat melihat Kurama dan kawanannya, dia tau jika serigala itu merupakan Binatang roh di masa lalu, yang merupakan binatang mematikan dengan racun ditubuhnya yang memiliki tingkat mematikan sama dengan racun yang dimilikinya.


Dengan cepat laki-laki muda itu melesat ke arah Nien Chu dan langsung memberikan hormat kepadanya.


"Maafkan aku karena telah menyinggung mu, aku akan menyembuhkan wanita yang kau maksud itu," ucap sang pemuda.


"Aku tak mempercayaimu lagi kecuali kau mau melakukan ikatan kontrak darah denganku, jika kau tak melakukan hal itu maka aku tak akan mempercayai mu," ucap Nien Chu.


Sesaat pemuda itu sangat gelisah, karena dari turun temurun kehidupannya tak ada satupun leluhurnya yang pernah melakukan ikatan kontrak darah dengan mahluk apapun apalagi seorang manusia, karena baginya ikatan kontrak darah merupakan penyerahan diri bagi mahluk yang melakukan kontrak darah dengannya.


Setelah berpikir panjang, akhirnya pemuda itu berkata. "Aku akan melakukan kontrak darah denganmu," ucap nya.


Nien Chu kemudian tersenyum dan melakukan kontrak darah dengan pemuda itu. Darah emas Nien Chu kemudian mengalir di tubuh sang pemuda, yang membuat keadaannya seketika itu membaik, sakit di tubuhnya pun menghilang walaupun kekuatannya belum bisa di dapatkannya kembali.


"Tuan muda trimakasih, ku harap tuan muda melakukan kontrak darah dengan istriku, agar penderitaan dari rasa sakit di tubuhnya segera hilang seperti yang kurasakan saat ini," ucap pemuda itu.

__ADS_1


"Akupun akan melakukan kontrak darah dengan istrimu, karena aku menginginkan kalian berdua untuk menjadi pengikutku," jawab Nien Chu.


Nien Chu kemudian melangkah kearah wanita muda itu dan melakukan kontrak darah dengannya. Sesaat kemudian wanita muda itu merasakan kondisi tubuhnya telah pulih seperti sedia kala.


"Terimakasih tuan muda atas semua yang telah kau berikan kepada kami berdua," ucap sang wanita.


"Namaku Zen Zo, dan istriku bernama En Zi, kami berdua siap menjadi pengikut tuan muda, dan membantu tuan muda di masa depan," ucap Zen Zo.


Tiba tiba saja Kurama angkat bicara. "Karena kau telah menjadi pengikut tuan mudaku, maka kau telah menjadi saudaraku dalam ikatan kontrak darah, dan akupun sudah tak menginginkanmu lagi untuk menjadi santapanku," ucap Kurama yang menimbulkan senyuman di bibir Nien Chu.


Setelah berkata seperti itu Kurama berpamitan dengan Nien Chu, dan pada akhirnya Kurama kembali pergi ke alam reruntuhan hutan binatang iblis.


Kini di dalam ruangan itu tersisa Nien Chu, Zen Zo dan En Zi, yang kembali terlibat perbincangan.


"Aku ingin mengajak kalian melihat tempat baru kalian di alam batinku, di sana kalian bisa memulihkan diri dengan keberadaan teratai nirwana," ucap Nien Chu.


"Kami akan mengikuti semua perintahmu tuan muda," jawab Zen Zo.


Setelah itu Nien Chu duduk bersila dan masuk kedalam alam batinnya sendiri, bersama Zen Zo dan En Zi.


Zen Zo dan En Zi begitu sangat terkejut melihat banyaknya energi murni yang berada di dalam alam yang ditempatinya saat ini.


Inti api surgawi, inti api hidup dan inti api neraka yang tengah melakukan meditasi di dekat teratai nirwana, membuka matanya kemudian memberi hormat kepada Nien Chu.


"Aku membawa saudara baru bagi kalian, dia merupakan binatang Dewa surgawi."


"Mereka akan memulihkan kembali kekuatan mereka yang telah hilang disini, dan kuharap kalian bisa membimbing mereka berdua," ucap Nien Chu.


"Kau jangan khawatirkan hal itu, dalam waktu singkat mereka berdua pasti akan mendapatkan kekuatannya kembali, karena adanya teratai nirwana di sini," ucap inti api surgawi.


"Terimakasih guru atas bantuan mu," jawab Nien Chu yang di iringi anggukan kepala inti api surgawi.


"Baik tuan muda," jawab Zen Zo.


Nien Chu kemudian menganggukkan kepalanya ke arah inti api Surgawi, dan lelaki paruh baya itu tahu apa yang diinginkan tuan mudanya, sehingga membuatnya langsung melangkah ke arah En Zi dan membawanya ke dekat bunga teratai nirwana.


"Kau bermeditasilah disini, setelah kau mendapatkan kekuatanmu kembali dengan menyerap energi teratai nirwana, kau dapat melatihnya lebih kuat lagi dengan kembali menyerap energi teratai nirwana," ucap inti api surgawi.


En Zi menganggukan kepalanya, kemudian duduk bersila dan memejamkan matanya untuk melakukan meditasi pemulihan kekuatan yang dimilikinya.


Inti api surgawi berjalan ke arah Zen Zo, kemudian berkata. "Setelah kau selesai melaksanakan tugas dari tuan muda Nien Chu, lakukanlah seperti yang dilakukan istri dengan bermeditasi di dekatnya berada," ucap inti api surgawi.


"Baik..., dan terima kasih karena kalian semua telah menerima kami di sini," jawab Zen Zo.


"Kau tak usah sungkan seperti itu, yang terikat dengan kontrak darah dengan tuan muda Nien Chu, siapapun orangnya dia merupakan saudara kami semua," ucap inti api surgawi.


"Guru kami akan segera pergi ke istana pheonix, untuk menyembuhkan Dewi Giok, ucap Nien Chu.


Inti api surgawi menggangguk kan kepalanya dan tak lama kemudian Nien Chu beserta Zen Zo menghilang dari pandangan matanya.


Nien Chu dan Zen Zo akhirnya tiba di kediaman Nien Chu, di dalam sebuah kamar tampak wanita cantik tengah terbaring tak sadar diri di atas pembaringan.


Kedua jendral yang menjaga Dewi Giok begitu sangat terkejut saat melihat Nien Chu membawa binatang Dewa surgawi bersamanya, sehingga membuat kedua Jenderal itu saling berpandangan mata satu dengan yang lain.


"Aku tak menyangka tuan muda berhasil menaklukkan binatang kadal bulan untuk menjadi pengikutnya," ucap jendral Gong Lang kepada jenderal Jatayu.


"Kau benar, binatang kadal bulan yang selama ini tak mau menjadi pengikut siapapun juga walaupun dia merupakan seorang Dewa, kini mau mengikuti tuan muda Nien Chu yang hanyalah seorang manusia, sungguh karisma tuan muda Nien Chu tak bisa dipandang sebelah mata," jawab jendral Jatayu.

__ADS_1


Di sisi lain Zen Zo pun sangat terkejut melihat sosok jenderal perang yang ada di depannya, dia tak menyangka jika binatang Dewa surgawi kuno juga merupakan pengikut tuan mudanya.


"Zen Zo.., Aku ingin kau segera menyembuhkan Dewi Giok," ucap Nien Chu.


"Baik tuan muda," jawab Zen Zo kemudian melangkah ke arah Dewi giok yang tengah terbaring di atas pembaringan.


Zen Zo kemudian menempelkan jari telunjuk kanannya ke arah kening Dewi Giok, kemudian mulai memejamkan matanya.


Tak lama kemudian wajah Dewi giok yang membiru, perlahan lahan mulai cerah kembali.


Zen Zo pada akhirnya membuka mata dan menarik tangannya dari kening Dewi giok, kemudian melangkah ke arah Nien Chu sambil berkata.


"Racun di tubuhnya telah hilang, dan saat ini biarkan dia beristirahat untuk memulihkan dirinya," ucapnya.


"Trimakasih kau telah menyembuhkan Dewi Giok," jawab Nien Chu.


Zen Zo kemudian memberikan sebuah cincin kepada Nien Chu, dan berkata.


"Karena tuan muda telah baik padaku dan istriku, maka alam surgawi yang merupakan alam generasi turun temurun kadal bulan akan ku berikan padamu," ucap Zen Zo.


"Aku tak bisa menerima pemberian dari mu ini, karena pemberianmu ini begitu sangat berharga dan juga masih sangat berguna bagimu," jawab Nien Chu.


"Aku dan En Zin merupakan generasi terakhir binatang surgawi kadal bulan, dan aku tak ingin lagi berada di sana karena telah menemukan tempat tinggal yang baru yaitu alam batin tuan muda."


"Jika alam itu berada di tangan tuan muda maka dengan sendirinya para leluhurku terdahulu, telah mengakuimu sebagai bagian dari keluarga binatang surgawi kadal bulan, dan aku akan merasa tenang karena telah melakukan kontrak darah dengan tuan muda yang tak pernah dilakukan oleh para leluhurku terdahulu," ucap Zen Zo.


Nien Chu terdiam, dia merasakan jika pemberian dari Zen Zo merupakan bukti jika dia telah menjadi bagian dari dirinya, hingga harta berharga yang dimiliki para leluhurnya diberikan kepada nya.


"Aku tak mungkin menolaknya lagi, aku akan menerima pemberian dari Zen Zo," batin Nien Chu.


"Baiklah Zen Zo, aku akan menerima pemberian dari mu ini, trimakasih," ucap Nien Chu kemudian mengambil cincin dari tangan Zen Zo dan memakainya.


Zen Zo kemudian berpamitan kepada Nien Chu, dan memberi hormat kepada kedua jenderal, tak lama kemudian Zen Zo masuk kedalam alam batin Nien Chu.


Selepas kepergian Zen Zo, jendral Jatayu dan jendral Gong Lang, datang menghampiri Nien Chu.


"Tuan muda sangat beruntung mendapatkan alam surgawi dari binatang kadal bulan, setahuku alam itu sangat indah yang dapat menyamai alam nirwana," ucap jendral Jatayu.


"Akupun tak menyangka jika Zen Zo akan memberikan alam itu kepadaku," jawab Nien Chu.


"Paman..., Aku ingin mengetahui perkembangan turnamen yang diadakan di kekaisaran pheonix ini," ucap Nien Chu.


"Saat ini turnamen telah memasuki 4 besar, dimana Erlang Wang akan berhadapan dengan putri Annchi, dan Virgion akan menghadapi Tency yang akan di laksanakan 2 hari dari sekarang," jawab jendral Jatayu.


"Tency dan Virgion merupakan dua orang yang telah melakukan kontrak darah dengan ku, kurasa biarkan saja mereka bertarung sebagai pembuktian dalam mengasah kemampuan mereka berdua diatas arena pertarungan, aku akan memberikan pesan kepada mereka berdua agar tak saling menyukai satu dengan yang lainnya".


Saat ini yang menjadi ke khawatiran ku adalah Putri Annchi, walaupun sang putri memiliki tingkat kekuatan yang mumpuni, tapi saat ini dia menghadapi seorang Erlang Wang yang memiliki kekuatan Dewa api kuno, yang akan sulit baginya untuk dapat memenangkan pertarungan itu," ucap Nien Chu dengan kegelisahan hatinya yang terlihat jelas di mata kedua Jenderal yang ada di hadapannya.


"Tuan muda tak usah mengkhawatirkan hal itu, kami berdua akan sigap diarena jika melihat putri Annchi sudah tak dapat melakukan pertarungan," ucap jendral Gong Lang yang sedikit menghilangkan kegelisahan di hati Nien Chu.


Tiba tiba saja Dewi Giok mulai tersadar, yang membuat kedua jendral itu mohon diri meninggalkan ruangan.


Setelah kedua jendral pergi, Dewi Giok pun tersadar dan membuka matanya.


Saat melihat Nien Chu, Dewi Giok langsung memeluknya dengan manja.


"Racun di tubuhmu telah hilang, ada baiknya kau pergi membersihkan diri terlebih dahulu, setelah itu aku akan mengajakmu untuk pergi kesuatu tempat," ucap Nien Chu.

__ADS_1


Dewi Giok pada akhirnya melepaskan pelukannya dari Nien Chu, dan bergegas untuk membersihkan diri.


Bersambung


__ADS_2