Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Tegang


__ADS_3

Dalam dua hari menjelang pertandingan mendapatkan kuota murid terpilih, Thien melakukan pelatihan di atas batu pemberian dari ketua Yun Leng.


Batu itu di beri nama Bara giok, semua itu karena batu yang di miliki Thien Yu sangat mengkilap bak pualam, dan memiliki banyak Qi alam yang berada di dalamnya.


Thien Yu berlatih mengunakan Tehnik pedang pedang penguasa malam, tehnik itu Thien Yu ciptakan sendiri dari pengembangan kekuatan hukum illahi yang ada padanya.


Dan tanpa disadari oleh Thien Yu, sekarang ini dia mampu mengembangkan tehnik pedang yang maha dasyat yang di bernama Tehnik pedang jiwa.


"Aku telah siap untuk melakukan pertandingan esok pagi," batin Thien Yu.


*****


Hari pertandingan pun tiba, ada 5 orang murid utama, dan 15 orang murid inti yang ikut dalam memperebutkan 2 kuota murid terpilih yang tersisa.


Para petinggi sekte sangat antusias dengan pertandingan yang sebentar lagi dapat mereka saksikan. Mereka semua sangat penasaran dengan kemampuan Thien Yu yang merupakan putra seorang jendral langit, dan juga merupakan putra angkat dari tetua Yun Leng.


Bagi para peserta pertandingan, mereka saling berebut untuk bertarung melawan Thien Yu, karena mereka yakin jika Thien Yu sebenarnya tak punya kemampuan apa apa, dia hanya bernaung di bawah nama besar Yan Lan yang merupakan jendral tertinggi langit sekaligus ayahnya, dan tetua Yun Leng yang merupakan tetua sekte sekaligus kultivator terkuat di sekte pasir es, yang juga berstatus sebagai ayah angkat Thien Yu.


Nomor peserta pun di undi, dan Thien Yu mendapatkan lawan tarung seorang jenius sekte, dan juga merupakan murid tunggal dari ketua agung Lang An yang bernama AXA Xin.

__ADS_1


Sebenarnya AXA Xin telah masuk dalam murid yang akan berangkat berkompetisi di kerajaan cahaya nirwana, akan tetapi dia tak bersedia, dia memilih untuk terus berlatih meningkatkan kemampuannya daripada membela sekte di dalam sebuah kompetisi antara dua benua.


Setelah penolakan AXA Xin, membuat nama baru muncul sebagai calon murid terpilih sekte yang akan berangkat ke kerajaan cahaya nirwana, tanpa melakukan sebuah pertandingan. Dia adalah Cen Li dan Qing Chu.


Walaupun tingkat kekuatan keduanya masih jauh di bawah AXA Xin, tapi ketua agung dan semua petinggi sekte yakin jika mereka berdua dapat bersaing di kompetisi antar dua benua, yang membuat mereka berdua langsung mendapatkan kuota murid terpilih sekte.


Sementara itu AXA Xin yang merupakan murid jenius sekte sangat tertantang untuk menghadapi Thien Yu, semua itu karena propokasi yang di lakukan tetua Lang Ma yang mengatakan jika AXA Xin pantas menjadi ketua sekte pasir es di masa depan, jika dia mampu mengalahkan Thien Yu di dalam sebuah pertandingan besar yang diadakan sekte pasir es.


Dan pada akhirnya AXA Xin bersedia bertarung melawan Thien Yu di dalam sebuah pertarungan. Melihat AXA Xin mau bertarung melawan Thien Yu, maka tetua Lang Ma segera menyusun rencana agar dalam pengundian nama peserta yang akan bertarung, nama AXA Xin akan bertemu dengan Thien Yu.


Sementara itu di dalam arena pertarungan, para murid yang bertarung langsung memperlihatkan kemampuannya masing-masing, dan mayoritas murid utama mampu untuk mengalahkan murid inti sekte di dalam sebuah pertarungan.


AXA Xin telah berdiri di atas arena pertarungan menunggu kedatangan Thien Yu yang akan menjadi lawan tarungnya, dia sudah tak sabar ingin mengalahkan Thien Yu dalam pertarungan itu.


Di atas podium, terlihat ketegangan di antara para petinggi sekte termasuk ketua agung yang akan melihat murid tunggalnya bertarung menghadapi Thien Yu.


Tapi ketua agung yakin jika murid jenius yang di latihnya selama ini, akan mengalahkan Thien Yu dalam waktu sekejap, semua itu karena potensi besar yang di miliki AXA Xin dalam latihan dan kultivasinya yang mumpuni.


Tak jauh beda dengan apa yang di alami ketua agung, tetua Yun Leng juga ingin melihat kualitas yang di miliki oleh Thien Yu, karena selama kebersamaan nya dengan Thien Yu, tetua Yun Leng sama sekali tak dapat menembus kekuatan ranah tingkatan yang di miliki oleh anak angkatnya itu.

__ADS_1


Tak berapa saat lamanya, tetua Qing ruo terlihat memasuki arena pertarungan, diapun menjelaskan aturan pertandingan yang berlaku, yang mana tak di perkenankan bagi kultivator yang akan bertarung membunuh lawan tarungnya, apalagi menyerang lawan yang sudah tak berdaya. Jika seorang kultivator melanggar aturan yang ada, maka kultivator itu di nyatakan kalah dan siap menghadapi hukuman berat dari sekte pasir es.


Tetua Qing ruo juga menjelaskan jika pertarungan ini merupakan pertarungan antara anggota sekte, yang nota bene merupakan saudara sealiran. Tetua Qing ruo menjelaskan itu semua agar AXA Xin tak terlalu ringan tangan terhadap Thien Yu, karena tetua Qing ruo tau jika AXA Xin kini telah mempunyai tingkat kekuatan yang telah menembus ranah tingkat alam emperor awal, dan itu berati keselamatan Thien Yu di pertaruhkan dalam pertarungan yang sebentar lagi akan terlaksana.


Setelah menjelaskan semua perturan yang ada, ketua Qing ruo segera membuat segel pelindung arena, agar efek yang di timbulkan dari pertarungan yang terjadi tak berdampak di luar arena.


Di tempat lain, Qing Chu begitu sangat senang dengan bertemunya pemuda terkuat sekte pasir es dengan Thien Yu.


"Kau bisa mengalahkanku waktu itu Thien Yu, tapi kali ini kau akan habis oleh saudara AXA Xin, kebesaran nama baik orang orang yang telah mendukungmu pasti akan hancur, aku akan melihat bagai mana kecewanya mereka melihatmu tak berdaya dalam pertarunganmu kali ini," batin Qing Chu dengan senyum kemenangan di sudut bibirnya.


Diatas arena, kedua pemuda itu saling berhadapan, tak lama kemudian mereka berdua saling melakukan penghormatan, setelah itu Thien Yu maupun AXA Xin segera mengeluarkan pedang mereka masing masing.


Tampak di tangan AXA Xin sebuah pedang artefak langit berkualitas tinggi, memancarkan cahaya merah menyala siap untuk menyerang Thien Yu.


Di sisi lain tampak Thien Yu tak merasa takut maupun gentar sedikit pun menghadapi lawan tarungnya, ketenangan yang di milikinya membuatnya dapat berfikir jernih dalam pertarungannya kali ini. Pedang penguasa malam mengeluarkan aura dingin menusuk tulang yang juga telah siap di pakainya dalam melakukan pertarungan.


Dan pada akhirnya AXA Xin melakukan serangan kerah Thien Yu. Pedangnya bagai anak panah menusuk tajam kearah Thien Yu dengan kecepatan yang sulit di tangkap oleh mata biasa.


Thien Yu merasakan jika angin dari pedang lawan tarungnya juga sangat berbahaya, dengan cepat diapun mengerahkan tehnik pedang yang baru saja di ciptakan nya untuk mengimbangi kecepatan pedang yang dilakukan AXA Xin.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2