Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Perompak


__ADS_3

Di atas kapal tiba tiba para penumpang yang tadinya tenang, kini bergejolak seperti merasa takut dengan sesuatu hal di lautan.


"Tetua sepertinya ada perompak yang ingin menjarah kapal ini," ucap Nien Chu.


"Biarkan saja mereka merampok barang-barang dari serikat dagang yang ada di dua kapal itu, jika mereka berani mengusik kapal ini berarti mereka semua mencari masalah dengan ku," jawab tetua Lobai.


Nien Chu mencerna keadaan yang ada, diapun tak ingin memperlihatkan jika dirinya merupakan kultivator diranah tingkat alam, kepada laki laki tua yang ada di hadapannya itu sehingga dia pun hanya diam.


"Lebih baik aku diam dulu, jika keadaan para pedagang dari serikat dagang telah terpuruk, maka terpaksa aku akan turun langsung untuk membantu mereka," batin Nien Chu.


Kapal perompak yang berjumlah belasan banyaknya, kini mengepung tiga kapal yang membawa para penumpang dengan barang dagangan.


Serahkan barang barang di dalam kapal kalian, dan juga para wanita berada di atas kapal, jika tidak maka kami tak akan segan-segan untuk memusnahkan kalian semua di lautan lepas ini," ucap seorang perompak.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian terjadi pertarungan di antara para kultivator dari serikat dagang, dengan para perompak yang mencoba naik keatas kapal para pedagang dari serikat dagang.


Sementara itu kapal tempat keberadaan Nien Chu, juga tengah dinaiki oleh beberapa orang perompak.


"Serahkan harta benda yang kalian miliki, dan wow ternyata ada seorang wanita di sini," ucap seorang perompak yang menatap tajam kearah lotus.


"Kau ..!!, cepat lepaskan tudung dan cadar yang kau pakai itu!!" bentak perompak yang lainnya.


Mendengar perkataan kasar dari para perompak, membuat kesabaran Lotus hilang dan langsung melesat cepat kearah para perompak.


Kepala perompak segera melesat keatas kapal, dan setibanya diatas kapal diapun langsung mengeluarkan aura ranah tingkat emperor yang sangat menindas, sehingga sebagian besar para penumpang menjadi tak berdaya di buatnya.


Melihat hal itu tetua Lobai langsung menjejakkan kakinya ke lantai kapal, hingga gelombang kejut yang tercipta mampu menghilangkan efek dari aura menindas yang di lepaskan kepala perompak.

__ADS_1


Kepala perampok melihat kearah lelaki tua yang berada dihadapannya dengan tatapan menyelidik. "Lelaki tua itu tak mempunyai sedikitpun ranah tingkatan, tapi mengapa dia dengan mudah dapat mematahkan aura menindas yang kulepaskan?, jangan jangan dia telah menyembunyikan ranah tingkat kekuatannya, aku akan mencoba menyerangnya untuk memastikan Jika dia memang mempunyai ranah tingkat kekuatan," batin kepala perompak.


Tak lama kemudian kepala perompak itu langsung menyerang kearah tetua Lobai dengan tombak di tangannya, akan tetapi serangannya itu dapat di patahkan dengan mudah oleh lotus yang tiba-tiba saja menangkis serangan yang di lancarkan oleh kepala perampok, sehingga pertarungan antara lotus dan kepala perompak terjadi sengit diatas kapal.


Tetua Lobai tanpa berkedip menyaksikan pertarungan antara kepala perompak dengan cucunya, untuk memastikan jika cucunya itu dalam keadaan baik-baik saja mengingat perbedaan ranah tingkatan diantara mereka sangat jelas terlihat.


Sementara itu, Nien Chu yang merasa khwatir dengan anggota serikat dagang, secara diam-diam melesat ke arah kapal para pedagang, dan di sana telah banyak berjatuhan korban di antara para kultivator penjaga dengan para perompak yang ada.


Tanpa ragu Nien Chu segera masuk ke dalam pertarungan, dan melakukan pembantaian kepada para perompak yang ada, hingga banjir darah terjadi diatas kapal.


Pedang penguasa malam menjadi momok menakutkan yang tak bisa dibendung oleh para perompak, hingga membuat para perompak mati tak tersisa.


Pemimpin para pedagang begidik ngeri melihat keganasan petinggi guild serikat dagang, dan dia sangat beruntung karena pemuda yang memegang lencana emas tak mengambil tindakan saat mereka semua menyinggungnya sewaktu di dermaga.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2