
Malam hari perlahan-lahan angin dingin mulai berhembus, dan tak lama kemudian rintik hujan pun mulai turun membasahi kawasan di sekitar istana kerajaan.
Tampak seorang pemuda terus berjalan melewati beberapa penjagaan yang sangat ketat di istana, dan tak ada satupun para penjaga istana yang berani menahan langkah pemuda itu.
Dengan monyet berbulu emas yang selalu berada di dekatnya nya pemuda itu terus melangkahkan kakinya, para penjaga yang melihat hal itu hanya bisa diam karena mereka tahu jika pemuda itu adalah Thien Yu, pemuda yang merupakan tamu kehormatan dari raja Zheng Bil Ang, yang sedari tadi telah menunggunya di ruangan pribadi sang raja.
Seorang perwira prajurit istana datang menghampiri Thien Yu, dia sengaja datang untuk membawa Thien Yu menuju ke ruang pribadi raja Zheng Bil Ang.
"Thien Yu, yang mulia raja sudah sedari tadi menunggumu di ruangannya, maka ikutlah denganku aku akan membawamu menemuimu yang mulia raja Zheng Bil Ang," ucap perwira prajurit itu.
Terlihat Thien Yu hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ajakan perwira tersebut,
maka Thien Yu berjalan mengikuti perwira prajurit itu dari belakang hingga tiba di sebuah pintu, dan tak lama kemudian sang perwira mengetuk pintu ruangan yang tak sembarang orang boleh memasukinya, ruangan itu merupakan ruangan pribadi sang raja.
Tak beberapa saat lamanya terdengar suara yang menyuruh mereka berdua masuk ke dalam sana.
"Masuklah," ucap suara itu.
Perwira prajurit membuka pintu maka terlihatlah ruangan besar dan megah terpampang di sana. Ruangan itu dipenuhi dengan berbagai guci yang mahal, kristal dan berbagai macam ornamen mahal lainnya yang menghiasi ruangan pribadi sang raja.
Di tengah ruangan telah berdiri 2 orang laki-laki yang sangat dikenal Thien Yu, dia adalah raja seng Bil Ang dan raja terdahulu Zheng long, mereka berdua merupakan orang nomor 1 di kerajaan cahaya Nirwana.
Melihat kedatangan Thien Yu, kedua orang pun tersenyum dan menyambutnya dengan ramah.
"Tinggalkan kami bertiga di tempat ini," ucap raja Zheng Bil Ang, kepada perwiranya.
__ADS_1
"Baik yang mulia," jawab perwira prajurit sambil memberi hormat kepada ke dua orang petinggi kerajaan, setelah itu dia pun pergi meninggalkan ruang pribadi raja zheng Bil Ang.
Setelah kepergian perwira prajurit yang membawa Thien Yu keruangan pribadinya, raja Zheng Bil Ang melangkahkan kakinya kearah Thien Yu.
"Silahkan Thien Yu," ucapnya sambil mempersilahkan Thien Yu untuk duduk di kursi yang berada di dalam ruangan itu.
Gonggo yang ikut masuk kedalam ruangan pribadi raja Zheng Bil Ang, terus mengawasi keadaan di sekitar ruangan, karena dia khwatir jika ada jebakan yang nantinya mempersulit Thien Yu.
Raja Zheng Bil Ang menuangkan anggur kedalam gelas kosong yang berada di atas meja, kemudian mempersilahkan Thien Yu untuk mencicipi anggur terbaik dari kerajaannya itu.
Sesaat Thien Yu menatap gelas yang telah berisikan anggur kemudian diapun bergumam di dalam hati. "Selepas pertarungan ku dengan raja Zheng Bil Ang siang tadi, aku meragukan jika anggur itu tak di taburi racun yang mematikan, tapi tak masalah bagiku selama racun api hitam masih berada di tubuhku, aku yakin racun sekuat apapun akan terbakar habis olehnya.
Tanpa pikir panjang, Thien Yu langsung meneguk anggur tersebut sampai ludes tak tersisa, kemudian dia menaruh gelas kosong itu di atas meja.
"Apakah yang mulia inginkan dariku, sehingga aku di undang secara pribadi ke istana?" tanya Thien Yu memulai percakapan.
"Yang mulia, apakah mata langit yang ada padaku itu sangat berharga bagi kalian berdua, sehingga kalian begitu ingin melihat dan mengetahuinya secara pasti.
Berikan aku alasan yang tepat agar aku dapat menunjukkan mata langit itu, jika alasan nya tak tepat maka dengan terpaksa aku tak akan menunjukkannya, dan lebih baik aku pergi dari sini," jawab Thien Yu.
"Thien Yu, aku akan sedikit bercerita tentang Yan Lan ayahmu, yang nantinya ceritaku ini akan ada sangkut pautnya denganmu," ucap raja Zheng long.
Raja Zheng long pun memulai ceritanya.
"Ada seorang kultivator muda yang sangat kuat, yang berada di benua semesta biru, dia adalah Yan Lan ayahmu.
__ADS_1
Dia memiliki kekuatan yang sangat luar biasa dan tak terbatas, aku pun tak bisa menandingi kekuatannya saat itu.
Ayahmu bisa menghabisi satu kerajaan besar dalam satu malam, kerajaan besar yang hancur itu kini berganti nama menjadi kerajaan tanah surgawi dengan raja yang berbeda.
Yan Lan ayahmu telah menikahi putriku yang bernama Zheng Bilqis, dan menjadi guru bagi putraku Zheng Bil Ang. Jika kau mampu menunjukkan mata langit kepada kami berdua, maka kami akan mengakuimu sebagai putra Yan Lan dan di masa depan kau akan menjadi bagian keluarga kerajaan cahaya nirwana, karena sebelum kepergiannya ayahmu dia sempat berpesan pada putraku untuk menjaga putranya jika suatu saat berada di benua semesta biru, " ucap raja terdahulu Zheng long.
Thien Yu akhirnya mengerti duduk masalahnya, mengapa keduanya ingin mengetahui mata langit yang ada padanya.
Thien Yu pun berkata "Aku memang adalah putra Yan Lan," ucapnya, dan tanpa ragu lagi, Thien Yu mengeluarkan mata langitnya untuk diperlihatkan kepada kedua orang nomor di kerajaan cahaya nirwana.
Keduanya merasa senang karena dapat mengetahui dengan pasti jika anak muda yang ada di hadapannya memanglah putra Yan Lan.
"Thien Yu sekarang ini aku akan menjagamu selama di benua semesta biru, semua itu sesuai janjiku kepada guruku, dan mulai sekarang kau di bawah pengawasanku," ucap raja Zheng Bil Ang.
"Tapi ingat Thien Yu, walaupun kau di lindungi oleh putraku, tapi kau harus tetap berhati hati dan waspada dengan raja kerajaan tanah surgawi, karena dimasa lampau ayahmu telah membunuh gurunya yang merupakan kultivator terkuat yang pernah ada di benua semesta biru, hingga dendamnya tentu akan di lampiaskan kepadamu," timpal raja Zheng long.
Aku pasti akan menjaga diriku dengan baik yang mulia, dan aku tak akan semudah itu takluk padanya karena aku juga mempunyai kekuatan besar yang tak dimiliki oleh orang lain," jawab Thien Yu.
Setelah semua percakapan selesai, Thien Yu memohon diri untuk kembali beristirahat, akan tetapi keinginannya itu di tahan oleh raja Zeng Bil Ang.
"Thien Yu berkemaslah dan bawa semua murid terpilih dari kerajaan buluh surgawi ke istana, agar kalian semua bisa tinggal di dalam istana, karena kau adalah putra dari guruku tak mungkin aku membiarkanmu tinggal di dalam barak" ucap raja Zheng Bil Ang.
"Baik yang mulia, aku akan pergi untuk membawa semua murid terpilih kedalam istana kerajaan.
Setelah berkata seperti itu, Thien Yu akhirnya pergi meninggalkan ruang pribadi raja Zheng Bil Ang, menuju ke barak peristirahatan.
__ADS_1
Bersambung