
Terlihat raut wajah ceria di wajah ketua You You, mendengar jika ada sebuah mukjizat yang dapat menghilangkan belenggu es yang ada di tubuh An Yue, yang mukjizat itu kini berada di pulau ujung tak bertepi.
Akan tetapi, kembali lagi wajah ketua You You murung, karena waktu untuk sampai ke pulau ujung tak bertepi sekitar 10 hari, dan itu pun dengan melakukan perjalanan tanpa henti, sehingga jika untuk kembali ke desa lembah salju akan memakan waktu sekitar 20 hari, sementara kebanyakan yang telah terkena mantra sihir akan bertahan paling lama sehari saja.
"Nie Chu percuma saja kau ingin pergi ke pulau ujung tak bertepi, Karena untuk berada di sana kau memerlukan waktu selama 10 hari, dan An Yue tak mungkin bertahan selama itu," ucap ketua You You.
"Ketua kau tak usah khawatir dengan waktu yang tersisa, aku akan sekuat tenaga untuk berangkat dan pulang kembali ke desa lembah salju sebelum tubuh An Yue mencair, karena di tubuh An Yue mempunyai simbol Dewa maka waktu untuk nya masih tersisa 15 hari sebelum tubuhnya mencair." jawab Nien Chu.
"Jika memang waktu yang tersisa masih selama itu, maka masih ada harapan bagi An Yue untuk dapat kembali hidup."
"Nien Chu..., aku minta padaMu untuk segera pergi ke pulau ujung tak bertepi dalam mencari obat penyembuh bagi An Yue," ucap ketua You You dengan keceriaan yang kembali terpancar di wajahnya.
"Baik ketua..., aku pasti akan memberi yang terbaik bagi An Yue."
"Ketua.., aku serahkan An ji Ang pada mu agar dapat diadili seberat-beratnya, karena dia telah membuat seluruh orang yang menyayangi An Yue merasa khawatir," ucap Nien Chu.
"Soal itu kau tak usah mengkhawatirkan nya, karena aku tahu apa yang harus ku lakukan pada pemuda yang telah berkhianat, dan ingin menghancurkan desa lembah salju," ucap ketua You You.
Setelah kepergian Nien Chu, ketua You You mendatangkan An ji Ang yang telah tersadar kehadapannya, dan saat An ji Ang telah berada di hadapan ketua You You, maka dia pun langsung bersujud mencium kaki sang ketua desa.
"Ampuni aku guru..., aku telah melakukan hal bodoh dengan berkhianat kepadamu dan desa ini," ucap An ji Ang.
"An ji Ang.., aku senang karena kau telah mengakui penghianatan mu kepada Desa ini, akan tetapi menurut aturan desa yang selama ini telah menjadi pedoman kita bersama, Kau layak diberi hukuman mati, karena kau telah membuat desa ini terancam dalam bahaya, dan membuat calon ketua desa yang akan menggantikan ku kelak di masa depan, terkena mantra sihir yang merupakan kutukan terbesar bagi terpidana yang tak termaafkan."
__ADS_1
"An ji Ang.., mulai sekarang kau bukan lagi muridku, dan mulai sekarang kau bukan lagi anggota Desa lembah salju, dan sekarang kau harus menerima hukuman yang sepantasnya kau terima," ucap ketua You You.
Ketua You You lantas merapalkan mantra sihir, sehingga membuat An ji Ang berubah menjadi patung es layaknya An Yue.
*****
Sementara itu Nien Chu yang telah keluar dari gerbang Desa lembah salju, baru teringat akan pernikahan putri Annchi yang akan diselenggarakan dua hari lagi.
Saat ini pikiran Nien Chu terbebani dua hal, antara pergi ke pulau ujung tak bertepi dalam mendapatkan teratai Nirwana untuk menyembuhkan An Yue, atau pergi ke istana Orgy demi untuk menggagalkan pernikahan yang terjadi antara Wucian dan putri Annchi.
"Apa yang harus kulakukan sekarang, jika aku pergi ke pulau ujung tak bertepi dengan waktu yang tersisa, maka pernikahan akan terjadi dan Putri Annchi akan menjadi istri Wucian, tentunya aku tak menginginkan hal itu terjadi karena aku mencintai putri Annchi, sementara jika aku pergi ke pernikahan itu, maka An Yue akan mati karena kehabisan waktu, dan aku pun tak menginginkan An Yue mati," batin Nien Chu.
Di saat kebingungannya itu, Nien Chu pergi ke alam batinnya untuk menemui Sang guru, dalam mencari pemecahan masalah yang kini dihadapinya.
Tapi sayang sang guru tak memberikan solusi terbaik untuk memecahkan masalah itu, karena inti api surgawi tak mengerti dengan percintaan segitiga yang telah terjadi antara Nien Chu, putri Annchi dan An Yue.
"Ibu Dewi..., Ibu Dewi...., ibu Dewi.., Aku ingin kau menjawab panggilanku," ucap Nien Chu.
Akan tetapi tak terdengar adanya jawaban di dalam batinnya, hingga pagi pun menjelang dan Nien Chu menghentikan meditasinya.
Dengan perasaan yang sukar untuk dijelaskan, Nien Chu pada akhirnya memutuskan untuk pergi ke istana Orgy.
Sementara itu di nirwana, Dewi Yun Shi dapat mendengar dengan jelas panggilan dari putranya yang berada di alam dunia, akan tetapi batasannya sebagai seorang dewi yang tak diperbolehkan oleh aturan langit untuk berhubungan langsung dengan manusia di alam dunia, membuatnya tak mampu untuk menjawab panggilan dari putranya itu.
__ADS_1
Dengan melakukan sedikit meditasi, maka Dewi Yun Shi dapat mengetahui masalah yang dialami putra saat ini.
"Karena aku mempunyai batasan dalam hubungan ku dengan alam dunia, maka aku tahu apa yang harus kulakukan demi untuk membantu putraku Nien Chu," batin Dewi Yun Shi.
Dewi Yun Shi pada akhirnya pergi ke sebuah lembah hijau yang berada di nirwana, untuk mencari putranya yang merupakan jelmaan dari burung merak langit pancawarna yang bernama pangeran Zaiya.
Pangeran Zaiya begitu sangat senang melihat kehadiran sang ibu, setelah memberi hormat kepadanya pangeran Zaiya langsung memeluk Dewi Yun Shi.
"Ibu..., tak seperti biasanya kau mengunjungiku seperti ini, dan terlihat dari raut wajahmu kau begitu merasakan kekhawatiran besar, ada apa Ibu..., sekiranya kau dapat menceritakannya kepadaku agar aku dapat membantumu," ucap pangeran Zaiya.
"Putra ku pangeran Zaiya, Aku mempunyai masalah yang begitu rumit, dan setelah kau mendengarkan ceritaku aku tak ingin kau memberitahukannya kepada ayah mu, dan jika kau memberitahukan apa yang aku ceritakan kepadamu hari ini, maka aku melanggar sumpahku kepada Dewa cahaya suci, agar tak memberitahukan kepada ayahmu dan seluruh penghuni Nirwana jika aku telah mempunyai putra yang kini berada di alam dunia," jawab Dewi Yun Shi.
"Putra....?, bagaimana bisa aku mempunyai adik di alam dunia?, coba jelaskan kepadaku Ibu agar aku dapat mengerti akan semua ini," tanya pangeran Zaiya.
Dewi Yun Shi lantas menceritakan semua yang terjadi, tentang semua kejadian yang berada di nirwana 10.000 tahun yang lalu, termasuk pertolongan Dewa cahaya suci yang merupakan Dewa tertinggi dan terkuat di alam semesta, yang membuat anak di dalam kandungannya dilemparkan ke bumi agar mendapat tetap hidup.
"Putraku pangeran Zaiya, aku minta pada mu agar kau turun ke bumi untuk membantu adikmu Nien Chu, dan ingatlah satu hal Aku tak ingin Nien Chu tau jika kau merupakan kakaknya, dan sembunyikanlah jati dirimu dan semua hal tentang apapun juga, agar keseimbangan alam akan tetap terjaga dari murka Dewa cahaya suci kepadaku, karena telah mengingkari janjiku padanya untuk kamu memberitahukan kepada siapa pun memulai putraku yang kini berada dalam dunia," ucap Dewi Yun Shi.
"Aku tau apa yang harus kulakukan ibu, Aku akan membantu adikku di alam dunia, dan setelah dia mendapatkan bunga teratai Nirwana maka aku akan secepatnya kembali ke Nirwana," jawab pangeran Zaiya.
"Putraku Zaiya, Aku ingin kau memberikan inti api neraka ini kepada adik mu Nien Chu, agar membuatnya mempunyai bekal di dalam perjalanannya memberantas titisan raja iblis di dunia yang telah bangkit," ucap Dewi Yun Shi kemudian memberikan bara api hitam yang kini berada di tangannya ke arah pangeran Zaiya.
Pangeran Zaiya lantas menerima inti atau surgawi pemberian sang ibu. "Aku akan memberikan inti api neraka ini kepada adik ku Nien Chu, dan lebih baik sekarang ibu beristirahat biar aku yang menangani masalah ini," jawab pangeran Zaiya.
__ADS_1
Dewi Yun Shi bisa bernapas lega karena apa yang telah mengganjal di hatinya mengenai putranya Nien Chu, kini dapat penyelesaian walaupun harus dengan keberangkatan pangeran Zaiya ke alam dunia.
Bersambung