Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Turnamen beladiri 1


__ADS_3

Setelah pertarungannya, Nien Chu mengambil posisi jauh dari kerumunan penonton yang menyaksikan pertarungan.


Wanita yang sangat cantik kini berada di atas arena pertarungan, yang akan bertarung menghadapi kultivator Sekte Kabut hitam dari kekaisaran binatang buas.


Wanita itu berjalan anggun di iringi teriakan para penonton yang mengeluk elukan namanya.


Erlang Wang begitu kagum dengan paras dan rupa Dewi Giok, yang baginya wanita itu begitu sangat memesona di matanya.


"Aku akan mendekatinya, agar dia mau jadi kekasihku," batin Erlang Wang dengan senyum di bibirnya.


Pertarungan sengit mulai terjadi di atas arena, tampak Dewi Giok tak banyak kesulitan dalam menghadapi lawan tarungnya.


Tak lama kemudian kultivator dari sekte kabut hitam mengeluarkan kekuatan terkuatnya, sehingga kabut hitam kini menyelimuti arena pertarungan.


Dewi Giok yang merasakan kekuatan yang penuh dengan ilusi itu hanya tersenyum, sehingga pertarungan di alam lainpun terjadi diantara mereka berdua.


Nien Chu yang mengkhwatirkan Dewi Giok, berusaha untuk menembus dimensi ilusi, akan tetapi keinginannya itu berubah saat dia merasakan aroma wangi semerbak di tempatnya berada.


Dalam diamnya Nien Chu mengaktifkan dua simbol di tubuhnya, untuk membentuk perisai diri agar dapat mengantisipasi serangan mendadak dari sosok yang kini berada di dekatnya.


Angin berhembus menciptakan satu sosok wanita cantik yang kini berada di sisi Nien Chu.


"Apakah kau mengkhwatirkan ku Nien Chu?" ucap wanita itu yang tak lain adalah Dewi Giok.


Mengetahui jika Dewi giok yang berada di dekatnya, Nien Chu segera menghilangkan perisai di tubuhnya.


"Aku memang mengkhwatirkan mu, tapi dengan kemampuan mu saat ini aku berubah pikiran," jawab Nien Chu.


"Maksudmu?" tanya Dewi Giok.


"Aku sekarang mengkhawatirkan lawan tarung mu, sementara dia berusaha memenangkan pertarungan melawan mu, kau malah berada di sini bersamaku," jawab Nien Chu.


"Ha..ha..ha.."


Terdengar tawa kecil Dewi Giok kemudian diapun berkata.


"Cukup replika tubuhku yang melawannya, tehnik ilusinya bagiku bukanlah sesuatu yang harus ku takutkan."


Dewi Giok kemudian menampakkan tangannya ke depan, tak lama kemudian ledakan keras terdengar dari dalam arena yang berselimutkan kabut hitam.


Setelah kabut hitam itu menghilang tampak kultivator dari kekaisaran binatang buas, yang tergabung dalam sekte kabut hitam telah tergeletak di tanah tak sadarkan diri.

__ADS_1


Replika tubuh Dewi Giok berjalan dengan anggun di tengah-tengah arena, tak lama kemudian tubuhnya menghilang dari atas Arena.


"Nien Chu aku ingin bertarung dengan mu, karena di turnamen besar ini hanya kau yang bisa menandingi ku," ucap Dewi Giok.


"Mengapa aku harus bertarung denganmu?" tanya Nien Chu.


Putri Giok mendengus kesal kemudian diapun berkata. "Kejadian di paviliun langit telah membuatku tak bisa melupakanmu, walaupun aku telah berusaha untuk melupakan mu."


"Mungkin setelah membunuhmu dengan tanganku sendiri di atas arena pertarungan itu, aku baru bisa melupakanmu," ucap Dewi Giok.


"Apakah kau ingin benar-benar membunuhku?, Aku ingin kau melakukannya sekarang juga!!,"


Setelah berkata seperti itu Nien Chu meraih tangan Dewi giok dan mendekatkan ke dadanya.


"Lepaskan tanganku Nien Chu..!!," ucap Dewi Giok sambil menghentak hentakkan tangannya dari genggaman tangan Nien Chu.


"Bagaimana kau bisa membunuhku, sementara kau mencintaiku..., kau takkan bisa membohongi hati kecil mu sendiri," ucap Nien Chu.


Dewi Giok tersentak, karena Nien Chu dapat merasakan apa yang tengah dirasakannya.


"Nien Chu..., Aku akan membuktikan jika aku akan menghabisimu diatas arena itu, sekarang lepaskan tanganku," ucap Dewi Giok.


Nien Chu segera melepaskan tangan Dewi giok, dan tanpa bicara sedikitpun Dewi Giok membalikan tubuhnya dan melangkah pergi.


Dewi Giok sesaat menghentikan langkahnya, dan tak lama kemudian dia pun melanjutkan langkahnya pergi meninggalkan Nien Chu.


Nien Chu tersenyum penuh arti saat melihat wanita cantik itu meninggalkannya.


Dari kejauhan Erlang Wang yang melihat keakraban antara Nien Chu dan Dewi Giok membuat hatinya bergejolak, dia tak rela jika wanita yang telah membuatnya terpesona akan menjadi milik Nien Chu.


"Aku tak akan mungkin membiarkanmu bersamanya, aku akan berusa untuk mendapatkan hati Dewi Giok," batin Erlang Wang.


*****


Pertarungan terus terjadi hingga sore hari. Tency dan Virgion dapat memenangkan pertarungannya dengan sempurna, An Yue dan putri Annchi tak mengalami kendala besar dalam pertarungan itu.


Sewaktu Nien Chu ingin kembali kedalam kediamannya, Nien Chu merasakan aura simbol Dewa sehingga membuat diagram yang ada padanya bergetar.


"Pemuda itu...!" batin Nien Chu.


Dengan perlahan Nien Chu mengikuti pemuda yang pernah bertemu dengannya di rumah makan, hingga pemuda itu masuk kedalam hutan yang penuh dengan pepohonan lebat.

__ADS_1


Nien chu mengernyitkan dahinya ketika melihat pemuda itu telah menghilang dari pandangan mata nya.


"Tempat ini terpasang segel pelindung yang sangat kuat sehingga dapat menutupi pandangan mataku, sepertinya pemuda itu telah tau jika aku mengikutinya," batin Nien Chu.


Nien Chu kini secara terang terangan berjalan menyusuri hutan, berharap jika pemuda itu muncul dan menyerangnya.


Apa yang dipikirkan oleh Nien Chu benar-benar terjadi, Nien Chu kini terperangkap di dalam sebuah segel hingga membuatnya tak bisa bergerak.


Ratusan anak muda seketika itu mengelilingi Nien Chu dengan pedang terhunus di tangan mereka.


Tampak pemuda yang diikutinya tengah berdiri di hadapan Nien Chu.


"Bukankah kau merupakan kultivator dari kekaisaran pheonix yang memenangkan pertarungan?, mengapa kau mengikutiku? tanya pemuda itu.


"Ada hal penting yang ingin ku bicarakan padamu, aku minta padamu untuk meluangkan waktu dan tak menahanku seperti ini," jawab Nien Chu.


"Tuan muda Yo.., jangan dengarkan dia!!, Aku yakin dia merupakan mata-mata dari raja iblis!!" ucapkan laki-laki paruh baya yang berada di kerumunan para pemuda.


Nien Chu segera mencerna keadaan yang ada, kemudian dia pun berkata.


"Aku tak berada di pihak raja iblis, kalian mau percaya atau tidak itulah kenyataannya," ucap Nien Chu.


"Tuan muda..., cepat berikan perintahmu agar kami menghabisi anak muda itu," ucap laki laki paruh baya itu kembali.


Tuan muda Yo liang mengangkat tangan kanannya, sehingga laki-laki paruh baya itu berdiam.


"Lepaskan dia...!!" ucapnya yang membuat seluruh anak muda yang berada di tempat itu terdiam.


Tak lama kemudian mereka pun membuka formasi segel hingga Nien Chu terbebas.


"Apa yang ingin kau bicarakan," ucap Tuan muda Yo liang.


"Ada baiknya kita bicara empat mata," jawab Nien Chu.


Tuan muda Yo liang segera mengibaskan tangannya, maka tirai penutup hutan itu terbuka sehingga hutan yang tadinya lebat dengan pepohonan kini berubah menjadi perkampungan dengan banyaknya anak muda yang berlatih seni beladiri di sana.


Nien Chu cukup terkejut dengan apa yang dilihatnya, namun dia tetap tenang dan mengikuti tuan muda Yo liang dari belakang.


Bersambung.


Author sudah menulis novel baru berjudul Penguasa elemen es dan Angin.

__ADS_1


Silahkan mampir untuk membacanya, dan memberikan dukungan, trimakasih.


__ADS_2