
Thien Yu saat ini berada di antara sadar dan tak sadar, samar samar dia melihat sesosok laki laki tampan dengan pakaian perang lengkap yang tengah memandanginya, wajah laki laki itu sama persis dengan wajahnya sendiri.
"Ayah...!!" hanya itu yang terucap dari mulut Thien Yu.
"Akhirnya kau mengenaliku putraku," ucap pemuda berpakaian perang lengkap itu.
Setelah berkata seperti itu, pemuda berpakaian perang lengkap itu melanjutkan perkataannya.
"Putraku, rasa sakit yang ada di kepalamu semua itu merupakan efek dari penyatuan energi di tubuhmu dengan mata langit yang telah kuberikan padamu. Aku juga telah menyertakan api inti surgawi, tehnik meracik dan membuat pil, serta sebuah pedang yang memang telah di persiapkan gurumu Naga Giok yang di ambil dari tulang inti raja naga Giok yang berada di dalam tubuhnya, semua itu di lakukannya karena rasa sayang yang tulus padamu yang telah di anggap sebagai putranya sendiri.
Saat ini pedang Giok hitam itu tengah berada di dalam alam batinmu. Aku ingin kau memberi nama pedang itu Sang Penguasa malam sama halnya dengan julukan gurumu Naga Giok sewaktu dia berada di alam nirwana, semua itu untuk mengenang keberadaan Gurumu yang telah banyak berjasa padamu.
Putraku, pelajarilah semua tehnik yang telah ku berikan padamu di saat kau masih di dalam kandungan ibumu. Jadilah kau pemuda yang tangguh, dan mempunyai prinsip hidup.
Ayah tak akan pernah bisa menemuimu lagi, karena ayah hanyalah sebuah roh yang telah sirna," ucap sosok pemuda berkarisma yang tak lain adalah jendral perang tertinggi langit, Yan Lan.
Setelah berkata seperti itu, sosok pemuda yang berada di hadapan Thien Yu pun hilang.
"Ayah...!!" teriak Thien Yu yang merasakan kerinduannya terhadap sang ayah belumlah tuntas. Tak terasa air matanya pun perlahan lahan menetes di pipi karena Thien Yu begitu sangat kehilangan sosok sang ayah, yang sedari kecil tak pernah di jumpai nya.
"Ayah..!!, aku akan mengingat selau pesan darimu, dan aku akan memberikan sangksi berat pada orang orang yang telah bersekongkol untuk menggulingkan kekaisaran Giok, sehingga aku harus kehilangan kasih sayang seorang ibu yang telah melahirkan ku," ucap Thien Yu.
Dengan semangat berapi api, thien Yu segera duduk bersila dan mulai melakukan meditasi untuk menyatukan dirinya dengan Mata langit, yaitu sebuah tehnik kuat yang sangat melegenda pemberian dari sang ayah.
__ADS_1
*****
Sementara itu ditempat nun jauh di sana, setelah mengantarkan putri Yan Chi ke istana Giok, Feng Yu kembali ke klan Zhi.
Dari pertemuan mereka berdua, baik Feng Yu maupun putri Yan Chi sama sama telah menaruh hati, dan berjanji akan bertemu kembali di kekaisaran pheonix untuk menyaksikan pertarungan yang akan terjadi antara putra mahkota ke kaisaran Glory dengan Thien Yu.
Setibanya di klan Zhi, Feng Yu telah disambut oleh tetua Wo Chu yang merupakan guru sekaligus ayah angkatnya.
Di sebuah ruang yang hanya ada mereka berdua, tetua wo Chu meminta Feng Yu agar pergi bersamanya menuju ke Akademi Jiang Nan untuk memperdalam kultivasinya.
"Feng,er, aku ingin kau ikut denganku ke Akademi Jiang Nan untuk berlatih, di sana terdapat danau uap yang sangat bagus dalam meningkatkan kultivasimu keranah tingkat selanjutnya, disana juga terdapat menara 8 tingkat yang dapat membantumu dalam memperkuat tehnik tipe air yang kau dalami," ucap tetua Wo Chu.
"Guru, aku pasti akan ikut dengan mu, karena kemampuanku dalam meningkatkan kultivasi keranah selanjutnya masih kurang dan masih memerlukan bimbingan darimu," jawab Feng Yu.
"Feng'er, karena kau telah lelah akibat perjalanan jauh dari ke kaisaran pheonix, maka aku ingin kau beristirahat terlebih dahulu, karena besok pagi kita akan berangkat menuju ke Akademi Jiang Nan," ucapnya.
"Baik guru, aku akan memulihkan kondisi tubuhku malam ini, dan besok pagi aku akan ikut denganmu menuju ke Akademi Jiang Nan.
Pagi hari di klan Zhi, tampak tetua Wo Chu telah memasuki kereta kuda bersama dengan muridnya Feng Yu.
Tak berselang lama, kereta kuda itupun pergi dari klan Zhi menuju ke Akademi Jiang Nan.
Sesampainya di sana, Thien Yu melihat betapa megahnya Akademi yang di dirikan oleh kaisar Huang Xu, para murid yang berada disana juga sangatlah banyak, wajar saja jika Akademi Jiang Nan merupakan akademi terbaik dari beberapa akademi yang ada, selain didukung oleh para guru guru yang telah mempunyai nama di benua permata hijau, para murid juga di dukung dengan banyaknya sumberdaya yang di pasok oleh ke kaisaran guna meningkatkan kemampuan para murid.
__ADS_1
Saat memasuki ruangan yang merupakan tempat penerimaan murid jenius dan berbakat, Feng Yu secara tak sengaja bertemu dengan gadis bercadar yang tak asing baginya.
"Sepertinya aku pernah melihat wanita itu sebelumnya, tapi di mana?, batin Feng Yu.
Feng Yu kemudian mengingat ingat kembali dimana dia bertemu dengan wanita bercadar, yang saat ini tengah menatap kearahnya dengan tajam.
"Aku ingat sekarang, bukankah dia merupakan wanita yang bertarung dengan Thien Yu sebelumnya, wanita yang selalu di panggil Nona gemuk oleh adikku, ternyata di juga ikut mendaftar sebagai murid di Akademi Jiang Nan," batin Feng Yu sambil tertawa kecil.
Tak ada bedanya dengan Syin Yin, dia sangat terkejut melihat pemuda yang dahulu pernah di lihatnya, yang begitu sangat akrab dengan Thien Yu.
"Pemuda itu, aku yakin pasti dia, pemuda yang pernah bersama Thien Yu, kalau aku tak salah dengar pemuda itu memanggil Thien Yu dengan sebutan adik, dan sebaliknya Thien Yu memanggilnya dengan sebutan kakak.
Aku tak menyangka akan bertemu dengannya di akademi ini tapi mengapa dia tertawa saat melihat kearah ku?, jangan-jangan dia juga akan meledek ku dengan panggilan Nona gemuk, dan jika itu sampai terjadi maka aku tak akan segan segan untuk mematahkan tulang tulang yang berada di tubuhmu," batin Syin Yin.
Dari hasil pemilihan murid jenius yang mendaftar di Akademi Jiang Nan, terdapat 50 murid jenius yang telah masuk kedalam kategori murid yang akan di pilih oleh Akademi.
Dan dari 50 murid jenius yang ada, akan di pilih 10 murid yang bakal di latih khusus oleh para petinggi Akademi Jiang Nan, yang nantinya akan di persiapkan untuk mengikuti kompetisi antar benua.
Hal itu terjadi karena adanya undangan dari raja Zheng Bil Ang kepada kaisar Huang Xu, yang berbunyi.
"Dalam rangka meningkatkan hubungan persahabatan dan kerjasama antar Akademi di suatu negri, maka saya raja Zheng Bil Ang dari kerajaan cahaya nirwana akan mengadakan kompetisi beladiri antar Akademi di seluruh benua yang nantinya akan di selenggarakan di kerajaan cahaya nirwana, semua itu bertujuan untuk melihat kemampuan para kultivator muda suatu negri yang di wakili oleh suatu Akademi, yang nantinya akan menjadi perbandingan para kultivator muda agar mereka semua akan semakin giat berlatih dalam menghadapi kompetisi beladiri antar benua berikutnya".
Bersambung.
__ADS_1