
Raja zheng Bil Ang terdiam, sesaat dia mengenang kembali saat perpisahannya dengan Yan Lan, seorang guru yang telah banyak mengajarkan ilmu beladiri padanya.
Sebelum pergi Yan Lan sempat berpesan padanya. "Suatu hari putraku akan datang ke benua semesta biru, aku ingin kau menjaganya. Tanda dia sebagai putraku adalah, ada mata ketiga diantara kedua matanya, mata itu adalah mata langit warisan turun temurun dari keluarga ku," ucap Yan Lan saat itu.
Raja Zheng Bil Ang bergumam "Aku ingin melihat apakah Thien Yu memiliki tanda itu, memiliki mata langit seperti yang di katakan guruku, jika dia memilikinya berarti Thien Yu adalah putra Yan Lan guruku, dan aku harus menjaganya selama dia berada di benua semesta biru ini.
Raja Zheng Bil Ang menatap tajam kearah Thien Yu, dan kemudian melangkah menuju kearahnya.
Feng Yu yang sedari tadi melihat jika adiknya telah di persulit diatas arena, dengan cepat menghadang raja Zheng long yang membuat seluruh orang yang melihat hal itu sangat terkejut termasuk Thien Yu.
"Kakak..., hanya itu yang terucap dari mulut Thien Yu saat melihat Feng Yu berada di hadapannya dengan posisi tubuh menghadang jalan raja Zheng Bil Ang.
"Yang mulia raja Zheng Bil Ang, tak mengurangi rasa hormat saya terhadap anda, saya minta yang mulia melepaskan Thien Yu," ucap Feng Yu.
"Siapa kau?" tanya raja Zheng Bil Ang.
"Aku dan Thien Yu sedari kecil hingga remaja tumbuh besar bersama, jika anda ingin menghukum Thien Yu, ada baiknya aku sebagai kakak akan menggantikannya," jawab Feng Yu.
"Aku ingin kau pergi dari hadapanku karena ada hal yang aku ingin ku tanyakan kepadanya," ucap raja Zheng Bil Ang.
"Aku akan pergi jika anda berjanji tidak akan melukai Thien Yu," jawab Feng Yu.
Perkataan Feng Yu barusan membuat raja Zheng Bil Ang merasa kesal, karena perkataannya sama saja telah menantangnya.
__ADS_1
Raja Zheng Bil Ang seketika itu mengibaskan tangannya, maka sebuah angin kencang dengan gelombang kejut tinggi langsung menghantam tubuh Feng Yu yang membuatnya terhempas jauh kebelakang.
Thien Yu yang tadinya diam kini bertindak, diapun mengangkat tangan kanannya kearah Feng Yu, maka tubuh Feng Yu dapat mengambang di udara karena kekuatan ilahi hukum angin yang di lepaskan Thien Yu.
Raja Zheng Bil Ang yang melihat hal itu semakin penasaran pada putra Yan Lan, dan dia berkeinginan untuk menguji kekuatan Thien Yu karena raja Zheng Bil Ang yakin dalam pertandingan tadi Thien Yu tak mengerahkan seluruh kemampuannya, malah cenderung menyembunyikannya.
Raja Zheng Bil Ang tiba tiba menyerang Thien Yu dengan telapak tangan yang mengarah padanya, hal itu membuat Thien Yu langsung membalas serangan raja Zeng Bil Ang dengan kekuatan ilahi di telapak tangan kanannya.
Kedua energi saling bertemu hingga menciptakan ledakan yang sangat dasyat, ledakan energi itu menciptakan gelombang kejut yang besar. Ketua Zeng long dan tetua Xiohuan turun dari podium dan menciptakan tabir pelindung agar efek benturan energi tak sampai kepada para penonton yang berada di sekitar tempat itu.
Gonggo yang melihat Thien Yu di serang, sangat gusar, akan tetapi dia tak berani bertindak karena Thien Yu belum mengisyaratkan padanya agar melakukan pergerakan.
Gonggo tak tinggal diam, dia menuju kearah ketua Zeng long dan berdiri di hadapannya. Ketua Zeng long menatap monyet berbulu emas yang sangat lucu itu, namun tiba tiba dia mendengar suara di telinganya.
"Raja terdahulu kerajaan cahaya nirwana, aku ingin kau menghentikan putramu dalam menindas tuan mudaku, aku Gonggo raja gorila emas tak akan berfikir dua kali untuk menghancurkan kerajaanmu jika raja Zeng Bil Ang masih bertindak arogan pada tuan mudaku Thien Yu.
Ketua Zheng long sangat terkejut mendengar suara yang sangat jelas di telinganya, suara serak dari raja Gorila raksasa yang kini berwujud seekor monyet cantik berbulu emas.
Ketua Zheng long mencerna keadaan yang ada, dia tau betul kekuatan binatang roh yang telah menembus tingkat legenda surgawi, bisa saja dia seorang diri dapat menghancurkan kerajaan cahaya nirwana, setelah mempertimbangkan semua hal itu, tak lama diapun berkata melalui batinnya. "Raja gorila emas, aku juga tak menginginkan hal ini terjadi, aku akan menghentikan pertarungan antara Thien Yu dan putraku," jawab ketua Zheng long sambil melangkah menuju ketempat pertarungan.
Di tempat pertarungan, raja Zheng Bil Ang tak habis pikir mengapa Thien Yu bisa tetap berdiri tegak setelah beradu kekuatan dengan dirinya, dan Thien Yu tak sedikitpun merasakan kesakitan seperti apa yang di rasakan nya, tangan kanannya sangat sakit seperti tertindih beban berat.
"Dia pantas di sebut sebagai putra Yan Lan, kemampuannya di umur yang masih muda, telah memiliki kekuatan besar yang mampu mengimbangi ku di tingkat alam emperor cahaya," batin raja Zheng Bil Ang.
__ADS_1
Tiba tiba saja ketua Zheng long datang ke tengah tengah pertarungan, dan dia menyuruh putranya untuk menghentikan pertarungan itu.
Raja Zheng Zeng Bil Ang yang dari awal hanya ingin menguji Thien Yu sangat heran melihat ayahnya yang begitu cemas, diapun mengiyakan perkataan ayahnya untuk meninggalkan arena pertarungan.
Sebelum pergi ketua Zheng long berkata "Aku ingin kau menemuiku malam nanti sebagai tamu kehormatan kerajaan, maafkan atas sikap dan kelakuan putraku yang telah membuatmu terusik," ucap ketua Zheng long.
Thien Yu pun menganggukkan kepalanya mengiyakan, dan tak lama kemudian ketua Zheng long dan raja Zheng Bil Ang pergi meninggalkan tempat itu.
Kini giliran Thien Yu yang merasa heran, mengapa ketua Zheng long yang merupakan kultivator dengan ranah tingkat emperor puncak begitu terlihat gelisah dalam menghentikan pertarungannya.
Thien Yu pun langsung melirik kearah Gonggo yang ada tak jauh darinya. Melihat Thien Yu menatapnya tajam, membuat Gonggo langsung membalikkan badan dan berpura pura mengerjakan sesuatu.
Thien Yu tak bodoh, diapun pergi kearah Gonggo dan langsung mengangkat nya dengan memegang leher belakangnya. Gonggo yang merasa bersalah tetap diam dan tak melakukan perlawanan saat Thien Yu memperlakukannya seperti itu.
Cepat katakan padaku, apa yang telah kau perbuat terhadap raja terdahulu Zheng long?" tanya Thien Yu.
Gonggo benar benar takut saat melihat amarah di wajah Thien Yu, akan tetapi terdengar suara tiba tiba yang membuatnya dapat bernapas dengan lega.
"Adik, apakah kau hanya ingin bermain dengan monyet peliharaan mu itu, dan tak ingin menemuiku?" tanya Feng Yu.
Thien Yu seketika tersadar jika Feng Yu kakaknya berada di tempat itu, dia pun buru buru mendekatkan wajahnya dengan wajah Gonggo, kemudian dia berkata. "Urusan kita belum selesai, aku masih ingin menanyakan hal ini padamu," ucap Thien Yu.
Setelah berkata seperti itu, Thien Yu melepaskan Gonggo dan menuju kearah Feng Yu berada.
__ADS_1
Bersambung.
Malam ini saya nulis satu episode, insya Alloh besok malam akan nulis lebih🙏