Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Keputusan putri Annchi.


__ADS_3

Nien Chu berjalan kearah putri Annchi, kemudian dia pun berkata "Bagaimana kabarmu putri?" tanya Nien Chu.


"Kau lihat sendiri, aku hanya bisa terbaring di kamarku karena aku tak lagi mempunyai kemampuan apa-apa di bidang bela diri, kau telah puas bukan? kau sengaja membuat aku jatuh cinta padamu dan setelah aku benar benar jatuh cinta padamu, kau baru menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya, aku tak menyangka jika kau selicik itu Nien Chu, kau dengan sengaja mempermainkan perasaanku."


"Nien Chu, aku tau kau sengaja datang ke dataran langit hanya untuk balas dendam, karena aku tak menepati janjiku 3 tahun yang lalu," ucap putri Annchi dengan punuh penyesalan, karena dia bisa sampai jatuh cinta kepada pemuda yang hanya ingin membalaskan dendam pada dirinya.


"3 tahun yang lalu aku pernah jatuh cinta pada seorang wanita, cinta yang tumbuh bersemi selama 3 tahun di dalam hati ku, dan saat itu aku berharap banyak jika wanita itu akan menepati janjinya untuk menemuiku."


"Saat itu aku sangat kecewa karena wanita yang kunanti-nantikan selama ini tak datang menemuiku, dan aku bertambah sangat kecewa melihat ketulusan cintaku hanya dibandingkan dengan satu kereta kuda koin emas, dan bagiku itu merupakan suatu penghinaan yang tak bisa termaafkan."


"Tapi melihat wanita itu telah mengorbankan dirinya demi untuk menyelamatkanku, dendam dan sakit hati yang kurasakan kini terbayar lunas dan aku takkan mempermasalahkan lagi perjanjian 3 tahun yang lalu dengannya, karena aku masih memiliki kehidupan yang harus kujalani di masa depan, sehingga membuatku berfikir untuk tak membuang waktu sia-sia demi cinta yang tak pernah akan ku gapai, lebih baik aku melupakan wanita itu untuk selama-lamanya," jawab Nien Chu.


Hati putri Annchi begitu sakit mendengar perkataan dari Nien Chu, biar bagaimanapun dia telah terlanjur mencintai Nien Chu yang telah memberi warna di hatinya, yang selama ini tak pernah dirasakannya dari seorang pemuda mana pun.


Tak terasa air mata putri Annchi jatuh membasahi pipinya, ketegarannya pun sirna di hadapan Nien Chu, dia tak menyangka jika perjanjian 3 tahun yang selama ini telah disepakati, ternyata perjanjian itu begitu sangat berarti bagi pemuda yang kini berdiri di hadapannya.


"Maafkan aku Nien Chu, dalam hal ini akulah yang bersalah karena aku tak menepati janjiku, dan jika memang kau ingin melupakan aku maka aku pun akan melupakan mu," ucap putri Annchi dengan deraian air mata.


Melihat putri Annchi menangis di hadapannya, ingin rasanya Nien Chu menghapus Air mata di pipi Sang Putri, tapi apa daya situasinya saat ini benar-benar tak menguntungkannya, hingga


Nien Chu memutuskan untuk keluar dari kamar putri Annchi dengan hati yang sangat kacau, tujuannya untuk menyembuhkan sang putri kini sirna, semua itu karena Nien Chu terpancing dengan perkataan sang putri yang menyatakan jika dirinya datang ke dataran langit hanya untuk membalaskan dendam padanya.


Nien Chu terus berjalan hingga pada akhirnya dia berpapasan dengan pangeran Annsher yang akan menuju ke kamar sang putri, tampak terlihat tatapan penuh kebencian pangeran Annsher terhadap Nien Chu, akan tetapi Nien Chu tak menggubris sang pangeran dia lebih memilih untuk terus berjalan meninggalkan tempat itu.


"Jika saja kau bukan lah saudara angkat ayahku, mungkin hari ini pertarungan kita untuk kedua kalinya pasti akan terjadi," gumam pangeran Annsher.


Setelah Nien Chu menghilang dari pandangan matanya, pangeran Annsher melanjutkan perjalanannya kembali menuju ke kamar Putri Annchi.

__ADS_1


Sang pangeran yang melihat adiknya tengah menangis di dalam kamar, membuatnya semakin memendam amarah terhadap Nien Chu.


"Adik..., untuk apa kau memikirkan pemuda ras manusia itu, ingat kau telah dijodohkan dengan Wucian dan aku takkan pernah menginginkan jika kau membatalkan pertunanganmu itu, demi seorang ras manusia rendahan seperti Nien Chu."


"Aku akan meminta kepada ayah agar pernikahan mu dengan Wucian segera terlaksana, karena aku tak ingin melihatmu terus-terusan bersedih memikirkan manusia sampai itu," ucap pangeran Annsher.


Putri Annchi tak menggubris perkataan sang kakak, dia tetap larut di dalam kesedihannya, hingga pangeran Annsher akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar sangat putri.


Apa yang di katakan pangeran Annsher benar-benar dilakukannya, sang Pangeran bersama dengan Wucian datang menghadap kaisar dan permaisurinya, untuk membicarakan perihal pertunangan putri Annchi dan Wucian..


Di pertemuan itu Wucian berkeinginan untuk segera menikahi Putri Annchi, karena tak ada lagi yang harus dilakukan Wucian selain menikahi Sang Putri untuk memenuhi keinginan terakhir ayahnya yang telah tiada.


Kaisar dan permaisuri tak bisa berbuat apa-apa karena mereka berdua memang telah dijodohkan. Permaisuri yang mengetahui jika putrinya mencintai Nien Chu, membuat sang permaisuri segera memanggil Putri Annchi untuk memutuskan masalah pernikahan itu.


Putri Annchi datang menghadiri panggilan ibunya, diapun duduk di sisi sang ibu.


"Putri ku, Wucian ingin menikahi mu secepatnya, apakah kau telah siap untuk menikah dengannya?" tanya sang kaisar.


Putri Annchi yang telah putus asa dengan perginya Nien Chu dari hatinya, tanpa pikir panjang dia pun menganggukkan kepalanya.


Wucian begitu sangat senang, pada akhirnya wanita tercantik di dataran langit akan menjadi istrinya, setelah Putri Annchi mengiyakan lamarannya.


"Jika begitu, pernikahan akan kita selenggarakan seminggu lagi, dan pernikahan itu akan kubuat sebesar-besarnya yang akan dihadiri oleh seluruh ras elf yang ada di dataran langit," ucap kaisar Annshor mengakhiri pertemuan itu.


Berita pernikahan putri Annchi dan Wucian, akhirnya sampai ke telinga Nien Chu yang membuat pemuda tampan itu merasa sangat kehilangan, biar bagaimanapun putri Annchi merupakan wanita pertama yang telah memberi warna di hatinya hingga saat ini.


"Aku tak mungkin mencegah pernikahan itu, putri Annchi telah memilih pasangan hidupnya, dan aku hanya bisa berharap jika mereka berdua akan bahagia selamanya," batin Nien Chu.

__ADS_1


Hari itu juga Nien Chu pamit pada kaisar Annzhor untuk segera pergi mencari teratai nirwana, akan tetapi keinginan Nien Chu itu tak mendapatkan izin dari sang Kaisar, karena sang kaisar berkeinginan agar Nien Chu pergi mencari bunga teratai Nirwana, setelah pernikahan putrinya yang satu minggu lagi akan diadakan.


Walaupun berat hati Nien Chu pun mengiyakan keinginan sang Kaisar, sehingga dia pun menunda untuk mencari bunga teratai nirwana sampai selesainya pernikahan sang putri.


Di malam hari An Yue yang ingin menemui Nien Chu, pada akhirnya menghentikan langkahnya saat melihat permaisuri datang ke kamar Nien Chu.


Tak lama kemudian permaisuri dan Nien Chu keluar dari dalam kamar dan pergi ke suatu tempat.


Karena penasaran, An Yue segera mengikuti mereka berdua dari belakang, dan sampailah An Yue pada hutan di belakang istana.


An Yue mencari tempat bersembunyi agar dapat menguping pembicaraan dari mereka berdua.


Dan pada akhirnya An Yue mendapatkan tempat tersembunyi, untuk mendengarkan percakapan permaisuri istana Orgy dan Nien Chu dengan sangat jelas.


"Nien Chu sebenarnya aku tak menginginkan jika Wucian yang menikahi putriku, karena Wucian memiliki sifat yang keras dan kasar. Selama ini aku sangat berharap jika kaulah yang akan mempersunting putriku, walaupun aku sangat kecewa dengan kebohongan mu itu yang menyamar sebagai seorang elf dari pesisir pantai.


"Nien Chu aku telah mengetahui perjanjian 3 tahun antara kau dan putriku, saat itu secara tak sengaja yang mulia Kaisar Annshor mendapati putriku tengah berkemas dengan membawa perbekalan, karena sang kaisar merasa curiga akhirnya putri Annchi di sidang di ruangan khusus keluarga kekaisaran."


Setelah di desak oleh keluarga besar kekaisaran, pada akhirnya putriku mengakui jika dia ingin pergi ke istana akademi bulan suci untuk menemuimu, orang yang telah menyelamatkannya sewaktu berada di reruntuhan hutan binatang iblis."


Mendengar pengakuan putri Annchi, pada akhirnya yang mulia Kaisar tak memperbolehkan putrinya untuk menuju ke istana akademi bulan suci, sehingga putriku disegel di penjara bawah tanah sampai keinginannya untuk pergi menemuimu di urungkannya.


Putri Annchi bertahan melawan dinginnya penjara bawah tanah hingga 2 Minggu lamanya, dan pada akhirnya dia pun jatuh sakit.


Untuk membalas budi akibat kebaikan mu, kaisar Annshor segera mengirimkan surat kepada kaisar istana mutiara hidup, yang menyatakan jika ada dua utusannya yang akan berkunjung ke istana akademi bulan suci, dan setelah mendapatkan surat balasan yang mengizinkan kedua utusan, pada akhirnya Wucian dan pangeran Annfeng ditugaskan untuk memberikan 1 kereta kuda koin emas padamu, untuk ucapan terimakasih karena kau telah menyelamatkan putriku waktu itu," ucap sang permaisuri.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2