
Di dalam kekaisaran Glory, pangeran Huang Qin begitu sangat murka dengan meninggalnya dua jendral utama kekaisarannya, yang dia ketahui dari seorang pasukan terbang ke kaisaran pheonix yang tak ikut mati saat pembantaian itu terjadi, karena pasukan itu bersembunyi di dalam awan.
"Kekaisaran pheonix kalian memang ingin mencari peperangan dengan kekaisaran Glory, tunggu saja saat ayahku telah selesai melakukan kultivasi nya, maka saat itu kalian semua akan menerima kehancuran," ucap pangeran Huang Qin dengan menggenggam tinju nya.
Pangeran Huang Qin berjalan menuju kearah meja yang terdapat 2 guci anggur di sana, dan tak lama kemudian diapun meneguk anggur yang ada di dalam gelas, sambil menatap tajam ke arah dua guci anggur yang berada di hadapannya.
"Thien Yu tak kusangka kau merupakan seorang putra mahkota kekaisaran pheonix. Saat pertarungan 3 tahun yang akan terjadi nanti aku tak ingin di lakukan di ke kaisaran pheonix, karena sudah di pastikan seluruh jajaran petinggi ke kaisaran pheonix tak akan menerima jika aku nantinya akan membunuhmu di atas arena pertarungan itu.
Aku akan menyuruh utusan dari kekaisaran Glory agar merubah tempat pertarungan kita nanti, tapi jika kau tak mau melakukan pertarungan diantara perbatasan dua negara, mau tidak mau aku akan melakukan pertarungan itu di kekaisaran," ucap pangeran Huang Qin sambil meminum kembali anggur yang telah dituangkan ke dalam gelas.
*****
Pagi hari di perbatasan ke kaisaran pheonix, Thien Yu telah menyembuhkan biyao dan biyao begitu sangat heran dengan keadaannya yang masih hidup.
Dia menatap kearah pemuda yang tengah berdiri memandanginya.
"Yang mulia!!" pekik Biyao sambil menggenggam tinju memberi hormat. Dia menyangka jika orang yang berdiri di hadapannya adalah Yan Lan sang kaisar pheonix.
Paman bangkitlah, aku bukanlah Yan Lan sang kaisar pheonix, aku adalah Thien Yu putra Yan Lan dan putri Xing Xia Lin dari kekaisaran giok.
"Apa??, biyao segera bangkit berdiri dan menatap tajam ke arah Thien Yu.
"Dahulu saat aku menyelamatkanmu dari orang-orang yang ingin membunuhmu, kau masih lah seorang bayi merah yang hanya bisa menangis dan terus menangis, tapi kau menjelma menjadi anak muda yang tampan dan sangat persis dengan ayahmu.
Pangeran Thien Yu ijinkan lah aku untuk memelukmu, agar aku bisa melepaskan rindu pada ayahmu," pinta biyao.
Thien Yu tersenyum dan tanpa berkata apa apa dia langsung memeluk biyao.
Biyao menyambut hangat pelukan Thien Yu, baginya Thien Yu merupakan sosok Yan Lan muda yang begitu sangat di hormati nya, dan dia berjanji dalam hati selama dia masih hidup akan selalu melindungi Thien Yu di masa depan.
*****
Rombongan Thien kembali pulang menuju istana pheonix, hanya ketua Wowu yang kembali pulang ke kelompok api phoenix.
__ADS_1
Kemenangan besar terhadap pasukan tempur kekaisaran Glory dan terbunuhnya jendral utama kekaisaran Glory telah duluan sampai ke istana pheonix.
Jendral Gong Lang sengaja menyuruh salah satu prajuritnya untuk mengabarkan hal itu kepada sang ratu, agar istana pheonix dapat menyambut kemenangan pangeran dengan sedikit perayaan.
Benar saja, di istana pheonix pangeran Thien Yu langsung di sambut suka cita oleh seluruh penghuni istana dan penduduk kekaisaran.
Para penduduk terus terusan berteriak mengagungkan namanya, saat Thien Yu dan rombongan pasukan kekaisaran melintas di hadapan mereka.
Dan pada akhirnya Thien Yu sampai ke istana pheonix dengan selamat. Tampak Ratu Yan Ling tengah menunggu kehadirannya di disana.
Melihat sang ratu, Thien Yu segera turun dari kudanya dan memberi hormat dengan menggenggam tinjunya.
"Bangkitlah putraku, aku terima penghormatan mu," ucap sang ratu sambil memeluk putranya itu.
"Maaf ibu, aku telah membuatmu khwatir," ucap Thien Yu.
"Ibu memang sangat mengkhwatirkan keadaanmu, tapi ibu yakin dan percaya jika kau mampu untuk menjaga dirimu," ucap ratu Yan Ling.
"Trimakasih atas kepercayaan yang kau berikan pada ku ibu," jawab Thien Yu.
Tubuh ratu Yan Ling bergetar saat melihat sosok laki laki paruh baya yang ada di hadapannya saat ini.
"Biyao...? apakah kau benar benar biyao?" tanya sang ratu.
"Benar ratu, ini aku biyao, pangeran muda telah menyelamatkanku dari tangan jendral Shang Yang hingga aku bisa kembali ke istana pheonix," jawab biyao.
Terlihat ratu Yan Ling begitu sangat senang dengan kehadiran biyao kembali, dengan kehadiran salah satu tokoh kuat di istana pheonix membuat kekuatan kekaisaran pheonix semakin kokoh dan kuat.
Setelah itu sang ratu menyambut mereka semua dengan perjamuan makan, setelah itu sang ratu mempersilahkan mereka semua untuk beristirahat kecuali pangeran Thien Yu.
Sang ratu mengajak Thien Yu untuk pergi keruangan khusus yang merupakan ruangan pribadi sang ratu.
"Putraku saat memeluk mu tadi ibu merasakan jika kau mempunyai dua Dantian, dan salah satu Dantian mu telah rusak, apakah karena pertarunganmu melawan dua jendral dari kekaisaran Glory?" tanya sang ratu.
__ADS_1
"Benar ibu aku mempunyai dua Dantian yang merupakan anugrah dari sang dewa, akan tetapi salah satu dantianku saat telah rusak akibat bertarung melawan jendral Shang Yang.
Ibu tak usah khwatir, aku pasti bisa memperbaiki dantianku yang rusak itu," jawab Thien Yu.
"Putraku aku akan membantumu untuk memperbaiki Dantianmu yang rusak itu," ucap sang ratu.
"Ibu aku bisa memperbaiki Dantianku yang rusak itu asalkan aku mendapatkan tempat untuk melakukan kultivasi," jawab Thien Yu.
"Aku percaya kau dapat menyembuhkan dirimu sendiri, dan kau bisa melakukan kultivasimu di tempat biasa ayahmu melakukan latihannya," ucap ratu Yan Ling.
"Ibu, aku ingin mengajak Syin Yin latihan disana agar dia bisa menembus ranah tingkat alam emperor awal, sebelum kami berangkat kembali ke kerajaan cahaya nirwana," ucap Thien Yu.
"Aku memperbolehkan Syin Yin ikut berlatih denganmu disana, asal kau tak macam macam dengannya, aku ingin kau berjanji pada ibu," ucap ratu Yan Ling.
"Aku berjanji padamu ibu," ucap Thien Yu.
Setelah berkata seperti itu, ratu Yan Ling mengajak Thien Yu ke tempat dimana biasa raja pheonix melakukan latihannya, tak lupa ratu Yan Ling mengajak putri Syin Yin agar bisa meningkatkan kekuatannya di sana.
Mereka bertiga akhirnya memasuki tempat di mana kaisar pheonix berlatih, tampak Qi alam begitu berlimpah di sana yang membuat Thien Yu yakin jika dia dapat membantu Syin Yin menembus tingkat alam emperor awal dan menyembuhkan dirinya sendiri.
Setelah ratu Yan Ling pergi, putri Syin Yin segera mencecar Thien Yu dengan bermacam macam pertanyaan, yang membuat Thien Yu harus berfikir extra agar bisa menjawab pertanyaan dari sang putri.
"Mengapa kau meninggalkanku untuk berperang melawan pasukan kekaisaran Glory, sementara kau tau jika kekaisaran Glory tengah memburu klan ku?" tanya Syin Yin.
"Sayang, aku sengaja tak membawamu karena aku tak ingin kau dalam bahaya, rasa cinta yang besar padamu yang telah mendorongku agar tak mengikutsertakan kau ke wilayah perbatasan kekaisaran pheonix," jawab Thien Yu.
"Apakah kau tau kak Thien, aku tak enak makan dan tidur semua karena mengkhwtirkan mu, jika terjadi sesuatu hal yang tak di inginkan padamu di sana apa yang harus kulakukan di kekaisaran ini, dan bagai mana nasibku di masa depan jika harus kehilangan dirimu orang yang sangat kucintai!!?" tanya putri Syin Yin dengan mata yang mulai berkaca kaca.
Sesaat Thien Yu terdiam dan meresapi perkataan putri syin Yin. "Untung saja ibu ratu tak mengatakan kepada Syin Yin jika aku sekarang ini tengah terluka dalam, jika ibu ratu sampai mengatakannya maka aku tak sanggup menjawab pertanyaan yang dia berikan," batin Thien Yu.
"Sayang maafkan aku, di lain hari aku tak akan melakukannya lagi," jawab Thien Yu sambil mendekap tubuh putri Syin Yin.
Putri Syin Yin membalas dekapan Thien Yu dengan sebuah pelukan hangat. "Kak Thien aku ingin kau yang pertama dan terakhir dalam hidupku, maafkan aku juga kak karena telah berkata keras padamu," ucap putri Syin Yin sambil menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Thien Yu.
__ADS_1
Thien Yu meraih wajah sang putri, kemudian memberikan ciuman hangat di keningnya dan kembali memeluk nya dengan hangat.
Bersambung