
Di kapal para pedagang Nien Chu berhasil menghabisi para perompak, yang ingin menjarah barang dagangan anggota serikat dagang dengan tujuan wilayah ke kaisaran cahaya hidup.
Setelah mengganti pakaiannya yang terkena banyak percikan darah, Nien Chu segera kembali ke kapal sebelumnya.
Di atas kapal, pertarungan terus terjadi antara lotus dan kepala perompak, kekuatan es yang di miliki lotus membuat kepala perompak sedikit merasa kesulitan menghadapinya, hingga pada satu kesempatan kepala perompak mendapat satu celah untuk mengakhiri pertarungan itu, yaitu dengan menapakkan telapak tangan kanannya yang mengandung kekuatan emperor ke arah tubuh lotus yang saat ini begitu tak terjaga olehnya.
Sebelum telapak tangan perompak itu mengenai tubuh lotus, tiba tiba saja tetua Lobai bergerak dan memapas serangan kepala perompak, hingga kedua telapak tangan saling bertemu dan menghasilkan ledakan yang membuat kepala perompak itu terpental jauh ke belakang.
Darah segar seketika itu mengalir dari sela-sela bibirnya. Setelah menyeka darah seger yang berada di sudut bibirnya, diapun bangkit berdiri lalu melarikan diri dari kapal itu.
"Tak kusangka laki laki tua itu telah menembus ranah suci, pantas saja aku bisa terluka seperti ini. Suatu hari kelak aku pasti akan membalaskan kekalahan ku hari ini kepadamu ataupun kepada wanita bertudung itu," batin kepala perompak.
Kepala perompak pergi meninggalkan ke 3 kapal yang akan dijarahnya, dengan membawa sisa-sisa anggotanya yang ada. Dan setelah para perompak pergi, maka perjalanan ke 3 kapal itu berlanjut menuju ke Utara.
"Kita berpisah di sini Nien Chu" ucap tetua Lobai setelah berada di dermaga kekaisaran mutiara hidup.
"Semoga perjalanan anda bisa sampai ke tujuan tanpa ada halangan berarti tetua Lobai, nona lotus," jawab Nien Chu.
Kedua orang itupun mengganggu kan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Nien Chu.
Dengan menggunakan surat dari kekaisaran cahaya naga, Nien Chu berhasil melewati penjagaan gerbang dengan status pengunjung.
Nien Chu mencari rumah makan yang ada penginapannya, kemudian menyewa penginapan itu selama 1 Minggu ke depan.
Kekaisaan ini merupakan kekaisaran yang dipenuhi dengan para Alkemis, ada baiknya aku mencari beberapa pil berkualitas di kota ini," batin Nien Chu.
__ADS_1
Setelah makan dan membayar makanan, Nien Chu memutuskan untuk berjalan jalan di keramaian kota, sabil melihat lihat keberadaan toko toko obat yang banyak tersaji di sepanjang jalan.
Nien Chu melihat sebuah bangunan besar yang banyak di kunjungi oleh para pengunjung, hingga membuat Nien Chu menjadi penasaran akan bangunan tersebut.
Nien Chu berjalan masuk ke dalam bangunan tersebut seperti halnya para pengunjung lainnya, dan seorang pelayan bangunan tersebut datang menghampiri Nien Chu.
"Selamat datang di paviliun jiwa, di sini menyediakan berbagai macam sumber daya baik berupa pil, tumbuhan roh, dan lain sebagainya.
Jika tuan ingin berkultivasi atau meracik sendiri bahan-bahan untuk tuan muda pakai dalam pembuatan pil obat, kami menyediakan kamar-kamar khusus untuk melakukan hal tersebut, dan jika ingin sekedar melihat-lihat maka silahkan tuan muda menuju ke tempat-tempat yang tuan muda inginkan di dalam paviliun jiwa ini, jika tuan ada kesulitan atupun pertanyaan maka silahkan tuan datang ke loker itu, tempat itu dapat membantu tuan muda selama berada di paviliun jiwa ini," ucap pelayan tersebut sambil menunjuk ke arah loker.
Sepeninggalan sang pelayan, Nien Chu menjadi penasaran dan ingin mencoba ruang kultivasi, maka diapun berjalan kerah antrian panjang yang terdiri dari para kultivator yang ingin menyewa kamar.
Dengan sabar Nien Chu menunggu antrian tersebut hingga beberapa waktu berlalu hingga sampailah kepada gilirannya, akan tetapi ada seorang pemuda yang datang dari belakang dan merebut antriannya.
"Sepertinya pemuda yang merebut antrianku ini merupakan orang yang terpandang, pantas saja dia berlaku arogan seperti ini," batin Nien Chu.
Pemuda yang membelakangi Nien Chu segera membalikkan tubuhnya.
"Apakah kau baru di kota ini sehingga tak mengenaliku? sekarang kau keluar dari paviliun ini atau aku akan menghajar mu," jawab pemuda itu.
Tiba tiba manager di dalam paviliun jiwa menengahi permasalahan mereka berdua.
"Tuan muda Wang ze, lupakan masalah yang terjadi ini, lebih baik anda memilih kamar untuk melakukan kultivasi ataupun meracik pil, biar pemuda ini aku yang urus," ucap Menejer itu.
"Tidak Menejer Jing yu, dia telah menyinggung ku sedari itu dia harus menerima sangsi yang akan aku berikan kepadanya, yaitu tak akan diperbolehkan seumur hidupnya memasukkan wilayah paviliun jiwa ini," jawab Wang ze.
__ADS_1
Menejer Jing yu yang tak ingin mencari masalah dengan putra ketua Mision ilahi, yang merupakan organisasi terkuat setelah Sekte teratai misterius, dengan segera mengusir Nien Chu dengan kasar. "Keluar kau dari sini..!!" bentaknya.
"Menejer Jing yu, aku tak menyangka jika jabatanmu sebagai seorang manajer di paviliun yang sebesar ini, dapat dengan mudahnya di perintah oleh seorang anak muda, di mana harga dirimu sebagai seorang manajer? lebih baik kau taruh jabatanmu itu biar dia yang akan menjadi manajer di sini," ucap Nien Chu sambil menunjuk kearah Wang ze.
Perkataan Nien Chu langsung membuat amarah Menejer Jing yu meluap, hingga diapun langsung menyuruh orang-orangnya untuk menyerang Nien Chu.
Akan tetapi seorang wanita yang baru datang seketika itu menghentikan penyerangan terhadap Nien Chu.
"Aku tak ingin adanya keributan di sini, karena aku ingin ketenangan dalam melakukan latihan di tempat ini," ucap wanita itu.
"Menejer Jing yu biarkan saja apa yang diinginkan pemuda itu, karena aku tak ingin keberadaan Putri Giok disini terganggu," ucap Wang ze sambil mempersilahkan putri Giok untuk memilih kamar yang diinginkannya.
Putri Giok tak menggubris perkataan Wang ze, dia terus berjalan di temani oleh seorang pelayan wanita, hingga sampai di sebuah altar berbentuk lingkaran.
Tak lama kemudian Putri dan pelayan itu pun menghilang dari pandangan mata setelah cahaya emas keluar dari dalam altar.
Setelah kepergian Putri giok, Wang ze kembali menghampiri Nien Chu.
"Katakan siapa namamu!" ucap Wang ze.
"Nien Chu," jawabnya singkat.
"Kita belum selesai Nien Chu, aku pasti akan memberikan perhitungan padamu," ucap Wang ze kemudian pergi dari tempat itu.
Bersambung
__ADS_1
Menejer Jing yu hanya dapat menahan amarahnya namun tak bisa berbuat apa-apa dengan perkataan Nien Chu yang menyinggungnya, semua itu karena adanya Putri giok yang ingin melakukan latihan tanpa adanya keributan di paviliun jiwa. ( Dewi Giok merupakan wanita cantik yang berasal dari sekte teratai misterius, yang merupakan wanita muda paling jenius yang pernah ada, karena di usia muda nya itu dia telah menembus ranah suci, dan digadang-gadang sebagai calon ketua sekte teratai misterius yang akan mengganti posisi ketua Xuan Ning di kemudian hari.