
Hari itu utusan dari kekaisaran dataran langit menerima ajakan ketua Tao Bao untuk beristirahat terlebih dahulu, sambil menunggu persetujuan dari kepala akademi dalam pertarungannya dengan Nien Chu.
Sementara itu di sebuah taman di dalam Akademi bulan suci, tampak Nien Chu dan putri Zeng Yi tengah duduk berdua dan berbincang-bincang.
"Mengapa kak Nien Chu tak menemuiku setelah datang kembali ke akademi ini?" tanya putri Zeng Yi.
"Aku tak ingin mengganggu latihanmu, karena aku dengar jika kau kini telah menjadi murid terpilih untuk mengikuti ajang alkemis di 5 negara," jawab Nien Chu.
"Apakah kak Nien Chu mencintai putri Annchi?" tanya putri Zeng Yi tiba tiba, yang membuat Nien Chu terpojokan dengan pertanyaan itu.
Nien Chu terdiam, biar bagaimana pun dia tak mungkin mengatakan jika dia mencintai putri Annchi di hadapan Putri Zeng Yi.
"Aku tau jawaban dengan diam mu itu kak Nien Chu, aku hanya bisa berharap kalian berdua bisa bersama untuk membina rumah tangga yang bahagia, karena biar bagaimanapun aku mengejar dan mengharapkan cinta kak Nien Chu, jika tak ada sedikitpun perasaan cinta kak Nien Chu kepadaku, maka akan percuma saja aku terus memaksakan diri demi mendapatkan cintamu.
Mungkin aku memang terlalu memaksakan kehendakku hingga membuat Kak Nien Chu terbebani, mulai hari ini aku takkan menjadi beban di hatimu lagi kak Nien Chu karena aku sadar dengan keberadaanku yang selalu membuatmu merasa terganggu.
kau bebas mencari siapapun pasangan yang akan menjadi pendamping hidupmu di masa depan, karena melihatmu bahagia aku pun merasa bahagia," ucap putri Zeng Yi.
"Hari sudah malam aku akan beristirahat dulu," ucap putri Zeng Yi kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah pergi dari tempat itu.
Putri Zeng Yi meneteskan air matanya tanpa suara sedikitpun, saat pergi meninggalkan Nien Chu seorang diri di taman. Diapun melangkah pergi dengan rasa perih di hatinya.
Keputusan yang diambilnya itu memang sudah dipikirkannya matang matang sebelum menemui Nien Chu, dia tak mau dihantui terus dengan perasaan cintanya yang hanya membuat Nien Chu terbebani.
"Keputusan ini sudah ku ambil tapi mengapa aku bisa menangis dan bersedih seperti ini?, mungkin aku tak bisa mencintaimu sebagai seorang kekasih, tapi aku akan mencintaimu sebagai seorang saudara," ucap putri Zeng Yi dengan berjalan terus menuju ke tempat peristirahatannya.
Nien Chu terus memandang kepergian Putri Zeng Yi hingga hilang di gelapnya malam.
"Maafkan aku Yi'er karena telah mengecewakanmu, mungkin ini yang terbaik untuk kita," batin Nien Chu kemudian bangkit berdiri dan melangkah pergi meninggalkan taman itu.
__ADS_1
*****
Akademi bulan suci di hebohkan dengan adanya utusan dari kekaisaran dataran langit, yang saat ini telah berada di ranah Dewa dan menantang murid baru yang bernama Nien Chu.
Para murid senior begitu bergejolak mendengar hal itu, mereka sangat menyayangkan mengapa utusan dari dataran langit lebih memilih murid baru ketimbang para murid senior, yang kemampuannya setara dengan para utusan dari dataran langit.
Akan tetapi mereka tak bisa berbuat apa-apa karena kepala akademi telah memutuskan, jika Wucian akan menghadapi Nien Chu yang mewakili Akademi bulan suci di atas arena pertarungan 3 hari lagi.
Wang tianyang dan Hyun Micha yang telah mengetahui jika Nien Chu kini telah berada di Akademi bulan suci, sangat berharap jika dalam pertarungan itu Nien Chu akan terluka parah, paling tidak Dantian yang dimilikinya akan hancur, membuatnya diam-diam mendatangi kedua utusan dari dataran langit di kediamannya.
"Saudara Wucian, saudara Annfeng, kami berdua merupakan murid senior di sini, perkenalkan namaku Wang tianyang dan wanita cantik ini adalah Hyun Micha.
Sengaja kami datang menemui saudara berdua karena ada hal penting yang ingin kami bicarakan," ucap Wang tianyang.
"Apa yang ingin anda berdua bicarakan," tanya Wucian dengan tatapan menyelidik ke arah kedua murid senior yang ada di hadapannya.
"Aku ingin kau membunuh Nien Chu dalam pertarungan yang akan kau lakukan 3 hari lagi, paling tidak kau harus menghancurkan kultivasi yang dimilikinya, karena dia merupakan pemuda yang suka menghancurkan hati para wanita," ucap Wang tianyang.
Nien Chu pernah berhubungan dengan adikku Hyun Zi, setelah terlibat masalah dengan sekte Surgawi dia lantas meninggalkan Hyun Zi, sehingga adikku itu dihukum di pengasingan sampai hari ini.
Nien Chu dan adikku masih terikat hubungan asmara, tapi dia malah menggoda Putri Zeng Yi sehingga putri Zeng Yi jatuh hati padanya.
Jika kau tak menghancurkannya di atas arena pertarungan, maka jangan salahkan jika sampai tunanganmu jatuh hati padanya," timpa Hyun Micha.
Wucian terprovokasi dengan apa yang dikatakan oleh kedua senior dari Akademi bulan suci itu, dia tak ingin jika putri Annchi yang dia cintai menyukai Nien Chu, dan jika di dalam pertarungannya nanti dirinya dapat menghabisi Nien Chu, maka kekhawatirannya selama ini dengan hubungan asmara Nien Chu dan putri Annchi akan sirna, sehingga membuat Wucian menjadi bersemangat untuk menghabisi Nien Chu diatas arena pertarungan.
"Trimakasih atas informasi yang kalian berikan kepadaku, 3 hari lagi aku akan menghabisi Nien Chu diatas arena pertarungan," di ucap Wucian.
Setelah puas dengan jawaban dari kedua utusan kekaisaran dataran langit, maka kedua senior dari Akademi bulan suci itu kembali pulang dengan senyum yang merekah di bibir mereka berdua.
__ADS_1
*****
Dalam dua hari Nien Chu terus berlatih dalam menghadapi pertarungan yang akan di laksanakan esok hari. Zhurui selalu berada di dekat Nien Chu untuk memberikan semangat pada sahabatnya itu.
Tiba tiba saja Nien Chu menghentikan latihannya, karena di dalam ruangan latihannya telah berdiri seorang wanita cantik memakai cadar.
"Dewi giok, mengapa di berada di sini?" batin Nien Chu.
Nien Chu melangkahkan kakinya kearah Dewi giok sambil berkata. "Apakah ada yang bisa saya bantu senior?" tanya Nien Chu.
"Aku ingin kau tak usah bertarung dengan utusan dari kekaisaran dataran langit, karena jika kau kalah maka hal itu akan mempermalukan akademi bulan suci," ucap Dewi giok.
"Kau datang kesini hanya untuk berkata seperti itu padaku Dewi?, aku tak selemah seperti yang kau perkirakan jadi aku tak bisa memenuhi keinginanmu itu," jawab Nien Chu sambil berbalik meninggalkan Dewi giok.
"Yang kulakukan ini demi kebaikan mu Nien Chu, Wucian telah berada di ranah Dewa jika kau bertarung dengannya maka sama saja kau mengantarkan nyawamu," ucap Dewi Giok kembali.
"Terimakasih atas perhatianmu Dewi, aku tetap akan melakukan pertarungan itu," ucap Nien Chu kemudian pergi dari tempat itu, di susul Zhurui di belakangnya.
*****
Tengah malam para murid baru yang berburu di dalam hutan larangan, satu persatu berdatangan dengan luka-luka di tubuh mereka.
Sementara itu Liu kang dan Jin Si Tae juga telah kembali dari perburuan dengan sebuah batu inti binatang roh yang ada padanya.
Tetua Tao Bao begitu sangat marah mengetahui jika Liu kang telah kembali tanpa luka luka di tubuhnya, sementara anggota di dalam kelompoknya rata rata mengalami luka luka yang sangat serius, dari pertarungannya melawan binatang roh di dalam hutan larangan.
"Aku akan meminta pertanggung jawabanmu atas kelompok yang kau dirikan ini, setelah pertarungan Nien Chu esok hari," ucap tetua Tao Bao kemudian pergi dari tempat tu.
"Tetua Zi Zhi menyuruh para murid yang tak terluka untuk kembali ketempat peristirahatannya, sementara murid yang terluka di bawa menuju Baai pengobatan akademi.
__ADS_1
"Bagai mana mungkin Nien Chu telah kembali ke akademi ini dengan tak terluka sama sekali, aku ingin tau batu inti energi level berapa yang dia dapatkan, mana mungkin dia bisa mengalahkan batu energi level 5 yang telah aku dapatkan ini," batin Liu Kang.
Bersambung.