
Thien Yu melompat kesana kesini sambil membawa tubuh putri Langyun bersamanya, karena terbebani dengan tingkah putri Langyun yang terus tertawa, akhirnya Thien Yu melepaskan dua jarum perak yang menancap di tubuh putri Langyun hingga diapun berhenti tertawa.
Putri Langyun tak memberikan penolakan saat Thien Yu membawa tubuhnya meloncat kesana kesini dalam menghindari terjangan cacing neraka ke arah mereka berdua, karena putri langyun tau jika cacing itu adalah binatang kuat yang mempunyai pelapis kulit dari intan, sehingga senjata kuat apa pun akan sulit untuk menembus tubuhnya.
Thien Yu sebenarnya ingin menghadapi binatang roh kuat dari alam bawah itu seorang diri, akan tetapi karena adanya putri Langyun bersamanya membuat Thien Yu tak mau mengambil resiko, dia lebih memilih untuk menghindari pertarungan dengan cacing neraka tersebut.
Sambil menghindari cacing neraka yang terus mengejarnya, Thien Yu menggunakan mata langitnya untuk melihat situasi yang berada di depannya.
Saat melihat mata ketiga Thien Yu, putri Langyun sangat terkejut dan dia merasa jika Thien Yu bukanlah pemuda sembarangan, melainkan seorang kultivator kuat yang selama ini menyembunyikan tingkat kekuatannya.
Putri Langyun baru menyadari mengapa kakaknya begitu hormat kepada Thien Yu, karena sang kakak telah mengetahui lebih dulu kualitas dan kemampuan Thien Yu sesungguhnya.
Saat berada di dalam gendongan Thien Yu putri Langyun memilih diam walaupun dia sangat risih dengan keadaan yang ada, karena selama hidup baru kali ini sang putri berada di dalam gendongan seorang laki laki.
Sebenarnya sang putri tak ingin Thien Yu menggendongnya, akan tetapi saat melihat kemampuan tehnik meringankan tubuh yang di miliki Thien Yu yang melebihi tehnik meringankan tubuh yang di milikinya, terpaksa putri Langyun mengikuti keadaan yang ada karena dia tak mau mati konyol di makan cacing neraka yang terkenal sangat buas dan gesit.
Sementara itu Thien Yu yang terus berlari akhirnya dapat bernapas dengan lega, karena mata langit yang ada padanya dapat melihat anggota dari rombongan daratan awan berada jauh di hadapannya.
"Ini adalah kesempatan bagus, aku akan membawa cacing neraka kearah mereka semua, agar para Org dan binatang ras murni yang telah menjadi manusia, yang nantinya akan menghadapi keganasan cacing neraka hitung hitung dapat mengurangi jumlah rombongan mereka karena tingkat kekuatan cacing neraka tak bisa dianggap sebelah mata, apa lagi ditambah kulit intan yang sangat keras ditubuhnya dapat melindungi cacing neraka tersebut dari serangan para ras murni, dan aku akan melihat bagaimana perjuangan para anggota rombongan daratan awan untuk tetap hidup dari amukan binatang roh kuat yang masih mengejar ku ini," batin Thien Yu.
Saat mendekati rombongan dari dataran awan, Thien Yu segera menggunakan tehnik boneka dimana replika tubuh Thien Yu terus berlari menuju ke arah rombongan dari dataran awan, dan tubuh aslinya menjauh dari kejaran cacing neraka.
Di sebuah pohon raksasa yang menjulang tinggi Thien Yu meletakkan putri Langyun disana.
"Jika kau ingin marah padaku karena menggendongmu maka marahlah, karena semua yang kulakukan ini demi kebaikanmu," ucap Thien Yu.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari putri Langyun, dia hanya diam dan larut dalam pikirannya sendiri.
"Aku telah merencanakan hal baik demi keselamatan rombongan kita, dengan sikapmu yang ke kanak kanakan hal itu membuat rencanaku gagal yang mengakibatkan rombongan kita banyak yang mati.
Untuk saat ini aku ingin kau mengikuti rencanaku dan aku tak ingin kau berulah lagi, karena aku adalah ketua dari rombongan dataran langit.
Dalam mencari mata air Dewi Zhao Quin kita tak sendiri, banyak kelompok lain yang juga ingin mendapatkannya, sedari itu kita harus mempunyai strategi karena wilayah ini sama sekali kita tak mengenali seluk beluknya.
Coba kau lihat strategi yang ku terapkan pada kelompok dari dataran awan," ucap Thien Yu sambil menunjuk kearah rombongan dataran awan yang masih terlihat dari tempat mereka berada.
"Bukan kah itu bayangan Thien Yu yang dikejar oleh cacing neraka, dan jangan jangan bayangan Thien Yu membawa cacing neraka kearah mereka," batin putri Langyun.
"Aku tak menyangka selain kuat Thien Yu juga sangat cerdas, pantas saja kakakku pangeran langtian mempercayakan dirinya sebagai ketua kelompok dari dataran langit," batin putri Langyun kembali.
"Kalian semua, waspadalah karena kita kedatangan sesuatu yang sangat kuat yang menuju ketempat ini," ucap Saigo yang merupakan binatang ras murni yang menjadi pimpinan kelompok tersebut.
Mendengar ucapan Saigo, seluruh anggota kelompok langsung mencabut senjata mereka masing masing. Dan apa yang di katakan ketua kelompok mereka tersebut benar benar terjadi, seekor cacing raksasa tiba tiba saja menyerang mereka semua.
Dari serangan ganas cacing neraka membuat beberapa Org mati di telan cacing neraka, saat terjangannya menuju kearah rombongan tersebut.
Para ras murni seketika membentuk formasi untuk membunuh cacing neraka yang akan keluar kembali dari dalam tanah.
Saat melihat adanya pergerakan dari dalam tanah, para ras murni langsung bersiaga untuk membunuh cacing tersebut dengan menggunakan formasi yang telah di persiapkannya.
Cacing raksasa tiba tiba tak melakukan pergerakan di dalam tanah, hingga membuat beberapa manusia ras murni bertanya tanya mengapa cacing neraka tiba tiba saja menghilang.
__ADS_1
"Kalian jangan terkecoh, cacing neraka merupakan binatang kuat dari alam bawah, dia dapat merasakan tingkat kekuatan kita sehingga dia mencari akal dalam menyerang kita kembali," ucap Saigo.
Dan benar saja, tiba tiba dari dalam tanah cacing raksasa melompat keudara dan menerjang beberapa Org yang berada di dekatnya, hingga para Org tersebut kembali dimakan oleh cacing neraka tersebut.
Melihat hal itu ketua Saigo langsung berteriak lantang, "Cepat gunakan formasi petir langit," teriaknya.
Kesepuluh ras murni seketika membentuk formasi petir langit, mereka semua berdiri di tempat tempat yang sudah di tentukan yaitu mengelilingi keberadaan cacing neraka. Tak lama kemudian dari tangan mereka semua seketika itu mengeluarkan petir yang saling berhubungan, hingga membentuk sebuah jaring yang terbuat dari petir.
Jaring petir itu langsung membungkus tubuh cacing neraka hingga membuat cacing itu meronta ronta sambil mengeluarkan suara yang sangat menyeramkan. Cacing neraka terus berontak untuk membebaskan dirinya dari lilitan jaring petir yang kini membungkus seluruh tubuhnya.
"Ketua tubuh cacing ini sangat kuat, jaring petir kita tak bisa melukainya dan kita harus menggunakan cara lain dalam membunuhnya," ucap seorang ras murni yang tengah melakukan formasi.
"Kau benar, pertahankan formasi petir langit aku akan mencoba menyerangnya dengan tombak ku," ucap ketua Saigo.
"Baik ketua," ucap mereka semua serempak.
Ketua Saigo keluar dari dalam formasi dan mempersiapkan tombak yang kini berada di dalam genggaman tangan kanannya. Sesaat ketua Saigo memutar tombak tersebut kemudian meloncat keudara.
Kedua tangan ketua Saigo yang memegang tombak, langsung mengarahkan mata tombaknya kearah cacing neraka.
Tiba tiba saja keajaiban terjadi, tombak yang berada di dalam genggaman tangan Saigo, seketika itu membentuk bayangan tombak yang sama dengan aslinya, yang lebih besar berkali kali lipat dari tubuh cacing neraka.
Saigo terus melesat kearah cacing neraka, kemudian menghantamkan tombaknya tersebut kearah cacing yang telah terperangkap di dalam formasi jaring petir.
Bersambung
__ADS_1