Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Berita hangat


__ADS_3

Seharian itu raja kota tak mendatangi Thien Yu, hal itu di lakukannya agar sang pangeran bisa beristirahat sepuasnya, karena raja kota tau saat ini kekuatan Thien Yu telah tersegel, dan dirinya saat ini sama seperti orang biasa pada umumnya.


Di ruangan kamar Thien Yu, Gonggo menyamarkan dirinya hingga tak terlihat oleh siapapun yang akan masuk ke dalam ruangan kamar, seperti hal nya seorang pelayan yang tak mengetahui keberadaan Gonggo saat membersihkan ruangan kamar Thien Yu.


Hal itu sengaja dilakukan Gonggo agar dia dapat mengawasi dan menjaga Thien Yu dari apapun yang mencoba untuk melukainya.


Gonggo begitu sangat iba kepada tuan mudanya, karena pemuda yang dikenalnya memiliki kekuatan yang tak terbatas, sekarang ini tak mempunyai kekuatan apa-apa seperti layaknya orang biasa pada umumnya.


"Beristirahatlah tuan muda, Aku akan terus menjagamu dan aku berjanji tak akan ada satupun orang yang akan melukaimu," ucap Gonggo saat melihat Thien Yu tertidur lelap.


Sementara itu nun jauh di sana, tepatnya di kekaisaran Glory. Kabar mengenai hilangnya kekuatan yang dimiliki oleh Thien Yu akibat segel yang dilakukan jendral Ling feng, membuat kaisar Huang Xu merasa senang.


"Jendral Ling Feng, bawa pasukan assassin ikut bersamamu, karena aku ingin Thien Yu mati seperti halnya putraku yang telah dia bunuh oleh nya.


Jendral berhati hatilah terhadap petinggi istana pheonix, terlebih lagi ratu Yan Ling, karena ratu Yan Ling mempunyai kekuatan yang tak bisa dianggap remeh," ucap kaisar Huang Xu.


"Jangan khawatir yang mulia, aku pasti akan membawa kepala Thien Yu ke hadapanmu," jawab jendral Ling Feng.


Jendral Ling Feng mengingat kembali saat kekalahannya di tangan Thien Yu yang berlangsung di dalam alam inti vioni, dan bagaimana Thien Yu mempermalukannya di hadapan Kaisar langit dan para dewa dan Dewi nirwana, saat Thien Yu memotong lidahnya.


"Kau memang kuat dan hebat Thien Yu, tapi saat ini kau telah tersegel olehku dan tak ada satupun manusia yang mampu untuk melepaskan segel itu kecuali para dewa yang mempunyai tingkat kekuatan tinggi seperti Dewa agung dan Dewa suci.


Dengan keadaan mu yang tersegel, kau tak akan mampu untuk memanggil kedua Dewa tersebut karena sekarang ini kau hanyalah manusia biasa.


Saat ini adalah saat terbaik untuk membunuhmu, dan kupastikan dendamku ini akan terbalaskan," batin jendral Ling Feng.

__ADS_1


Setelah memberi hormat, jendral Ling Feng pun mohon diri. Dengan puluhan prajurit assassin, yaitu prajurit yang mempunyai tingkat kekuatan di atas rata-rata, jendral Ling Feng segera pergi menuju ke istana pheonix dalam rangka mengakhiri hidup Thien Yu.


Sementara di istana pheonix, Ratu Yan Ling dan para petinggi istana melakukan rapat tertutup. Di dalam rapat itu Ratu Yan Ling menginginkan untuk mencari pengganti Thien Yu dalam menjadi pangeran pheonix, semua itu dilakukan sang ratu agar putranya dapat aman berada di kerajaan gerbang naga, tanpa diketahui oleh orang-orang yang ada di kekaisaran Glory yang tentunya akan mencoba untuk membunuhnya, setelah kematian pangeran Huang Qin di tangan Thien Yu.


"Aku sependapat dengan mu ratu, jika kita tak melakukan penyamaran bagi pangeran Thien Yu di istana ini, hal itu bisa berakibat buruk bagi pangeran Thien Yu di istana gerbang naga, pastinya para pasukan kekaisaran Glory akan melakukan pengajaran ke kerajaan gerbang naga, karena kaisar Huang Xu pasti tak akan tinggal diam melihat putranya telah mati mengenaskan di tangan Thien Yu," ucap penasehat istana.


"Siapakah yang sanggup menggantikan putraku untuk menjadi pangeran di istana ini untuk sementara waktu, hingga putraku kembali datang ke istana ini," ucap sang ratu.


"Aku rasa yang mampu untuk mengemban tugas menjadi pangeran pura-pura di istana ini adalah Feng Yu, selain dia merupakan kakak angkat pangeran Thien Yu, dia juga mempunyai kemampuan dan kekuatan yang di atas rata-rata kultivator seusianya," ucap jendral Jatayu.


"Aku rasa pendapat Jenderal Jatayu benar adanya, Feng Yu merupakan orang yang paling tepat untuk menggantikan pangeran Thien Yu, aku serahkan pada mu jendral Jatayu untuk menyamarkan wajah Feng Yu agar dapat terlihat menyerupai wajah putraku pangeran Thien Yu," ucap ratu Yan Ling.


"Aku akan melakukan seperti apa yang kau inginkan Ratu, kebetulan aku mengenal seorang kultivator di kekaisaran ini yang mempunyai teknik penyamaran," jawab jendral jatayu.


"Untuk para petinggi istana ini aku perintahkan agar dapat lebih meningkatkan kewaspadaan, jangan sampai orang-orang dari kekaisaran Glory masuk ke dalam istana ini, dan untuk mu jendral Jatayu dan jendral Gonglang aku memberikan tugas khusus padamu, yaitu jaga dan lindungi Feng Yu selama dia menjadi pangeran sementara di istana ini," perintah sang ratu.


*****


Di kerajaan gerbang naga, Thien Yu terbangun di pagi hari. Dia melihat sekeliling ruangan kamarnya dan mendapati Raja gorila emas tengah melakukan meditasi disudut ruangan.


"Gonggo terima kasih kau telah menjagaku, aku ingin kau kembali ke alam batinku biar aku yang akan mengurus masalah di kerajaan ini sendiri, jika ada masalah yang membahayakanku aku pasti akan memanggilmu kembali," ucap Thien Yu.


Perlahan Gonggo membuka matanya dan menatap ke arah Thien Yu.


"Tuan muda, aku akan kembali ke dalam alam batin tuan muda, dan aku ingin Jika ada masalah yang tentunya menyangkut keselamatan tuan muda maka jangan ragu untuk memanggilku," jawab Gonggo yang tak berani menentang perintah Tuan mudanya.

__ADS_1


"Aku pasti akan memanggilmu kembali karena aku masih sangat membutuhkanmu. Keadaan tubuhku yang tak mempunyai kekuatan layaknya manusia biasa, tentunya akan membuat orang orang yang tak suka padaku di kerajaan ini akan dengan mudah membunuhku," jawab Thien Yu.


"Baik tuan muda, jika kalau begitu aku pergi dulu," ucap Gonggo dengan menggenggam tinju memberi hormat.


Thien Yu menganggukkan kepalanya sebagai isyarat mengiyakan perkataan Gonggo.


Tak lama kemudian Gonggo pun menghilang masuk ke dalam alam batin Thien Yu.


Selepas kepergian Gonggo, tiba tiba pintu diketuk dari luar. Setelah Thien Yu membuka pintu maka terlihat sesosok wanita muda nan cantik, dialah putri Emilia putri bungsu dari Raja kota gerbang naga.


"Apakah kau sudah siap kak Thien Yu?" tanya sang putri.


"Maafkan putri, aku belum membersihkan diri karena aku baru saja bangun, aku minta putri menungguku di dalam kamar ini agar aku dapat membersihkan diri terlebih dahulu," jawab Thien Yu.


"Pergilah, aku akan menunggumu disini," jawab sang putri.


Tak lama kemudian Thien Yu pergi membersihkan diri, kebetulan di dalam kamar yang ditempatinya terdapat kamar mandi.


Dari luar kamar, putri Estia Die melihat jika adiknya berada di dalam kamar Thien Yu, dengan segera dia pun menyebar kan berita jika adiknya semalam berada di dalam kamar Thien Yu lewat para prajurit dan pelayan yang telah disuruh untuk menyebarkan berita itu.


Berita mengenai Putri Emilia yang berada di kamar Thien Yu tersebar dan menjadi berita hangat di pagi itu, hingga pada akhirnya berita itu pun sampai ke telinga Raja kota kerajaan gerbang naga.


"Thien Yu mengapa kau lakukan hal ini padaku, aku telah menjodohkan mu dengan anak tertuaku tapi mengapa kau malah melakukan hal buruk kepada putri bungsu ku, jika hal ini benar-benar terjadi maka kau akan mendapatkan hukuman dariku," batin raja kota.


Tak lama kemudian raja kota pergi mencari Thien Yu, untuk mendengarkan penjelasan dari putra mahkota ke kaisaran phoenix, mengenai berita yang telah tersebar luas itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2