
Tak ada yang mengetahui jika Feng Yu telah memiliki dantian baru, yang memiliki kekuatan Dewa binatang buas.
Feng Yu terus melatih diri di dalam alam batinnya hingga menembus batasannya, dan kali ini senjata yang menjadi andalannya adalah tongkat emas, yaitu senjata artefak langit yang terbuat dari emas yang merupakan senjata andalan gonggo sewaktu masih hidup.
Dengan menggunakan tongkat sebagai senjatanya, Feng Yu lebih menikmati setiap tehnik yang di latih di dalam alam batinnya, dengan mengikuti semua tehnik beladiri yang secara tiba tiba keluar dari dalam alam pikirannya.
"Akhirnya aku telah menguasai kekuatan yang sangat luar biasa ini, yaitu kekuatan dari Dewa binatang buas, dan sebentar lagi aku akan membalaskan semua yang pernah di lakukan oleh orang orang kekaisaran glory padaku, dan tunggulah saat di mana perang besar itu terjadi, maka aku akan ada di situ menghancurkan mu istana Glory," batin Feng Yu.
Feng Yu kembali ke dunia nyata dan diapun perlahan lahan membuka matanya, saat membuka matanya Feng Yu di kejutkan dengan keberadaan sang adik yang telah berdiri di hadapannya dengan menatapnya tajam dan langsung memberondongnya dengan pertanyaan. "Bagaimana latihanmu?" tanya Thien Yu.
"Aku telah menguasai tehnik dari kekuatan dewa binatang buas yang ada di kepalaku, dan kurasa sudah cukup bagiku untuk berlatih untuk saat ini, karena kedepannya aku bisa melatih diriku sendiri di setiap saat di dalam alam batinku," jawab Feng Yu.
"Apakah ada kendala dalam pelatihan itu?" tanya Thien Yu kembali.
"Dalam pelatihan yang telah kulakukan, tak ada kendala yang ku alami," jawab Feng Yu.
"Kakak kau telah berlatih di dalam alam batinmu selama dua Minggu, dan sudah saatnya kau menunjukkan pada semua orang jika kau pemuda yang tak bisa diremehkan dan lebih kuat dari kekuatanmu sebelumnya.
Aku telah mengadakan kompetisi bagi para kultivator di kekaisaran pheonix, dan hadiah utama dari kompetisi beladiri itu begitu sangat menggiurkan, hingga tak ada satu pun kultivator kuat yang akan menolaknya," ucap Thien Yu.
"Hadiah apa gerangan yang membuat para kultivator kuat di kekaisaran ini ingin ikut kompetisi Itu?" tanya Feng Yu.
__ADS_1
"Hadiahnya, selain harta berharga dan juga sumberdaya seperti pil obat berkualitas tinggi, berbagai macam batu energi, batu inti binatang roh berbagai tingkatan, ada hadiah istimewa yang menarik yang akan ku berikan untuk juara kompetisi tersebut, yaitu sebuah batu inti binatang roh tingkat legenda yang pastinya langsung dilirik oleh seluruh kultivator kuat di negeri ini.
Aku juga akan memberikan hadiah utama yaitu kedudukan jendral pendamping kaisar, yang nantinya bertugas untuk menjagaku dengan memimpin pasukan khusus yang merupakan pasukan pilihan dari semua pasukan yang ada di istana pheonix.
Jendral pendamping yang menjadi hadiah utama akan sama kedudukannya atau setara dengan 3 jendral agung istana pheonix, yaitu Jenderal Jatayu yang agung, Jenderal gonglang yang agung serta jenderal Yan Luo yang agung," jawab Thien Yu.
"Adik, aku tau kau mengadakan turnamen beladiri hanya untuk memperlihatkan kepada putri Yan Chi, betapa kuatnya aku sekarang, bukannya begitu?" tanya Feng Yu.
"Kita telah tumbuh bersama dalam satu ikatan saudara, dan aku tak ingin ada yang menyakitimu. Apa yang di lakukan putri Yan Chi adalah suatu kesalahan besar baginya, untung saja putri Yan Chi merupakan keponakan dari Ibu Ratu, jika tidak aku pasti akan memberikan pelajaran yang setimpal padanya.
Aku memang telah merencanakan hal ini, biar semua penghuni kekaisaran pheonix tau jika kau pemuda perkasa yang kelak akan mendampingiku dengan menjadi jenderal pendamping setelah kau memenangkan pertarungan, dan saat itu aku ingin melihat bagaimana raut wajah putri Yan Chi setelah kau menjadi jenderal besar yang setara dengan ketiga Jenderal Agung di kekaisaran ini," jawab Thien Yu.
Feng Yu tak bisa berkata apa-apa, karena dia tahu jika adiknya telah memutuskan sesuatu maka dia akan melakukannya.
*****
Kompetisi besar telah diumumkan di semua penjuru negeri, arena pertarungan pun dibuat semegah mungkin dengan kekokohan yang sangat luar biasa.
Semua putra dan putri para petinggi istana pheonix, juga ikut mendaftarkan diri untuk menguji keterampilan mereka dalam seni bela diri, dan tentunya yang membuat mereka semua ingin ikut kompetisi itu adalah hadiah besar yang tersaji.
Batu inti binatang roh tingkat legenda dan kedudukan jenderal Agung, menjadi bahan pembicaraan di kalangan kultivator yang mendaftar dalam mengikuti kompetisi tersebut.
__ADS_1
Di dalam ruangan khusus sang pangeran, tampak ibu ratu menanyakan mengenai kompetisi yang akan di adakan oleh putranya itu.
"Putraku mengapa kau mengadakan kompetisi terburu-buru seperti ini setelah kedatanganmu?, dan hadiah yang kau tawarkan kepada pemenang kompetisi begitu sangat luar biasa besar, batu inti roh ranah tingkat legenda yang kau tawarkan itu mampu untuk memancing para kultivator kuat di kekaisaran ini untuk ikut berpartisipasi dalam kompetisi yang kau adakan itu, siapapun kultivator itu pasti akan menginginkan hadiah itu.
Dan satu hal lagi, aku tak setuju dengan hadiah utama yang kau tawarkan, berupa jabatan sebagai jendral agung ke 4 setelah 3 jendral agung yang telah ada di kekaisaran pheonix.
Putraku untuk menjadi seorang jenderal agung memerlukan waktu dan usaha yang keras untuk mendapatkannya, Selain itu seorang jenderal Agung harus mempunyai jasa besar bagi kekaisaran, dan juga mempunyai kemampuan bela diri yang sangat tinggi.
Mereka juga harus mengetahui strategi perang, teknik berperang dan mengatur pasukan, karena di dalam sebuah pertempuran besar Jenderal Agung sangat berperan penting bagi kemenangan kekaisaran pheonix, dan jika hanya memenangkan sebuah kompetisi beladiri, ku rasa belum cukup bagiku untuk menjadikannya seorang jenderal Agung," ucap ratu Yan Ling.
"Ibu, segala sesuatunya telah aku pertimbangkan masak masak, jika para perwira, panglima, dan para jendral di bawah naungan Jenderal Agung ingin ikut berpartisipasi dalam kompetisi yang aku adakan, maka aku tak akan menolaknya, mereka semua bisa ikut dalam mendapatkan hadiah utama yang telah ku janjikan," jawab Thien Yu dengan keseriusan di wajahnya.
Ratu Yan Ling terdiam, keinginan keras putranya pasti ada tujuannya. Walaupun kedudukannya sebagai Ratu mempunyai hak membatalkan sebuah kompetisi yang diadakan sang pangeran, akan tetapi hal itu tak dilakukannya karena dia tahu putranya pasti memiliki misi tersendiri hingga dia begitu kokoh pada pendiriannya.
"Bagaimana dengan keempat wanita mu, apakah dia akan ikut dalam kompetisi yang kau adakan ini?" tanya sang ratu tiba tiba.
"Ibu, walaupun keempat Putri yang bersamaku terlihat anggun dan tak mempunyai kemampuan apa-apa, namun mereka mempunyai kekuatan yang belum tentu jendral sekelas jendral Jatayu, mampu untuk mengalahkannya dengan mudah dalam pertandingan satu lawan satu.
Aku tak mengizinkan mereka berempat ikut dalam kompetisi itu, karena mereka pasti akan menghancurkan lawan tarung yang akan bertarung dengannya dalam kompetisi yang akan aku adakan," jawab Thien Yu.
"Baiklah putraku, ibu akan merestui apa yang akan menjadi keinginan mu itu, dan ibu sendiri yang akan meresmikan kompetisi Akbar yang kau adakan," ucap ratu Yan Ling.
__ADS_1
"Trimakasih ibu ratu," ucap Thien Yu dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
bersambung