
Pangeran Yun dai begitu sangat terkejut saat melihat jendral Yun Shan yang merupakan adiknya sendiri, melakukan penyerangan terhadap Dayu haitang dengan panah artefak langit miliknya.
Pangeran Yun dai tak menyangka jika jendral Yun Shan terpancing emosi, dan tidak memikirkan efek yang akan terjadi akibat penyerangan yang dilakukan nya itu.
Benar saja, baru saja pangeran Yun dai memikirkan dampak yang akan terjadi dari penyerangan yang dilakukan sang adik, tiba tiba saja kobaran api begitu besar seketika itu menyelimuti tubuh Dewi Yun Shi hingga membuat sang dewi berteriak kesakitan.
"Cepat kerahkan kekuatan formasi 7 bintang untuk menyelamatkan Dewi Yun Shi," teriak pangeran Yun dai.
Dengan mengarahkan formasi langit 7 bintang ke arah Dewi Yun Shi, dengan perlahan Dewi Yun Shi dapat tenang walaupun kobaran api inti neraka masih menyelimuti tubuhnya.
"Untung saja adikku memakai baju pemberian ibu, jika tidak aku yakin dia pasti sudah mati dan harus menjadi debu," batin pangeran Yun dai.
Sementara itu jendral Yun Shan yang melihat efek dari perbuatannya memanah Dayu haitang menjadi sangat bersalah, karena keegoisannya itu membuat Dewi Yun Shi kini dalam bahaya.
Dengan rasa bersalahnya itu, jendral Yun shan segera keluar dari dalam formasi dan melesat pergi untuk melakukan pengejaran terhadap Dayu haitang.
Dalam pikiran jendral Yun Shan saat ini, bagai mana dia harus mendapatkan Dayu haitang untuk membebaskan Dewi Yun Shi dari kobaran api inti neraka yang kini menggerogoti tubuhnya.
Setelah jauh mencari, Jendral Yun Shan tetap belum menemukan keberadaan Dayu haitang yang tengah terluka akibat terkena anak panah darinya.
*****
Dayu haitang yang terluka berupaya untuk tetap bertahan hidup dari luka yang di deritanya. Dengan mengunakan kekuatan api inti neraka, Dayu haitang menerobos dimensi mengikuti api inti neraka membawanya pergi.
Dan pada akhirnya api inti neraka membawa Dayu haitang kedalam alam dunia, tepatnya di perbatasan antara dua kekaisaran yang tengah bertikai.
Dayu haitang tak sadarkan diri akibat luka berat yang dideritanya, dan pada akhirnya beberapa prajurit dari kekaisaran Glory menemukannya tergeletak di tanah.
__ADS_1
"Jangan jangan dia merupakan mata-mata kaisaran Phoenix yang tengah terluka akibat bertarung dengan para petinggi kekaisaran Glory, lebih baik kita membawanya menghadap ke pada komandan pasukan," ucap seorang prajurit.
"Kau benar, lebih baik kita membawa pemuda ini ke komandan pasukan, jangan sampai pemuda ini merupakan buronan yang dicari oleh istana maupun mata-mata yang selama ini memberikan informasi kepada kekaisaran pheonix," jawab prajurit yang lainnya.
Setelah melakukan pertimbangan maka prajurit itu membawa Dayu haitang, menuju ke tempat pemimpin pasukan penjaga perbatasan kekaisaran Glory berada.
2 orang prajurit datang menemui pemimpin pasukan perbatasan. "Lapor komandan kami menemukan seorang pemuda yang tengah terluka, dan kami mencurigai Jika dia merupakan mata-mata dari kekaisaran Phoenix," ucap prajurit itu.
"Bawa dia ke hadapanku sekarang, karena jika dia memang merupakan mata-mata dari kekaisaran pheonix, selayaknya dia di hukum seberat-beratnya hingga dia menyadari jika apa yang telah dilakukannya begitu sangat merugikan kekaisaran Glory, dan layak disiksa sampai mati," ucap sang komandan.
Mendengar perintah dari sang komandan, kedua prajurit itu langsung beranjak pergi dan datang kembali dengan membawa Dayu haitang yang masih tak sadarkan diri.
"Pemuda inilah yang kami temukan di perbatasan," ucap prajurit yang membawa Dayu haitang di hadapan sang komandan pasukan.
Sesaat sang komandan memperhatikan pakaian serta wajah sang pemuda, namun tak sedikitpun dia melihat jika pemuda itu berasal dari kekaisaran Phoenix, yang membuat sang komandan pasukan menyuruh kedua prajuritnya membawa pemuda yang masih tak sadarkan diri ke dalam penjara.
Dayu haitang segera bangkit berdiri namun kedua prajurit seketika itu menangkapnya, akan tetapi sesuatu yang sangat tak terduga terjadi karena tiba-tiba saja kedua prajurit itu menjerit histeris dengan tubuh yang terbakar api, dan hanya sekejap tubuh kedua prajurit itu pun hangus terbakar menjadi debu.
Komandan prajurit sangat terkejut menyaksikan hal itu, dia tak menyangka jika pemuda yang tengah menatapnya itu merupakan kultivator kuat, karena tanpa melakukan pergerakan sedikit pun kedua prajuritnya bisa terbakar dan haus menjadi debu.
Dari luar kediaman sang komandan yang berupa tenda besar di antara tenda-tenda yang lain, ratusan prajurit bersenjata lengkap mengurung keberadaan tenda sang komandan, karena mereka semua mendengar adanya keributan berupa teriakan dua prajurit yang merasa kesakitan akibat terbakar api.
"Kau saat ini berada di wilayah kekaisaran Glory, dan kedua prajurit yang telah kau bunuh yang membawa kau ke tempatku ini.
Karena kau telah membunuh prajuritku di depan mataku sendiri, maka itu merupakan pelanggaran berat dan harus dihukum seberat-beratnya, aku ingin bertanya kepadamu Kau berasal dari negeri mana?" tanya sang komandan.
"Mengapa kau ingin tahu dari mana aku berasal?" tanya balik Dayu haitang.
__ADS_1
"Aku adalah pemimpin pasukan perbatasan kekaisaran Glory, dan aku ingin kau menjelaskan kepadaku dari mana Kau berasal, atau jangan salahkan aku jika hari ini merupakan hari dimana kau dapat menghembuskan nafas terakhirmu," ancam sang komandan.
Sesaat dayu haitang terdiam, dia tak mungkin bertarung dengan keadaannya yang terluka saat ini, apa lagi bertarung menghadapi seorang pemimpin pasukan perbatasan, yang tentunya memiliki prajurit yang sangat banyak, sehingga membuat Dayu haitang berpikir dua kali untuk melakukan pertarungan dengan laki-laki paruh baya yang ada di hadapannya.
"Namaku Dayu haitang, aku berasal dari alam lain, selain alam dunia ini.
Saat ini aku tengah terluka dan aku minta kau memberikan tempat bagiku untuk memulihkan diri, dan untuk bantuanmu itu aku akan memberikanmu banyak benda berharga yang dibutuhkan bagimu yang seorang manusia," ucap Dayu haitang kemudian mengibaskan tangannya maka setengah dari ruangan itu telah dipenuhi bermacam-macam benda berharga, yang tentunya membuat sang komandan terbelalak kaget melihat hal itu.
"Tak kusangka pemuda ini begitu sangat kaya raya, dan aku yakin jika di alamnya dia merupakan seorang bangsawan hingga mempunyai benda berharga sebanyak ini.
Benda berharga sebanyak ini bisa untuk membiayai peperangan dalam waktu yang lama, dan kejadian ini akan kuberitahukan kepada raja iblis azuma, jika ada seorang anak muda yang mempunyai kekayaan yang sangat luar biasa," batin komandan prajurit.
"Karena kau telah memberikan harta berharga sebanyak ini, maka aku akan menyambutmu di perbatasan kekaisaran Glory dengan baik.
Aku akan memberikan tempat bagimu untuk berkultivasi agar kau dapat memulihkan diri disana," ucap komandan prajurit kemudian menyuruh Dayu haitang untuk mengikutinya.
Dayu haitang mengikuti komandan prajurit hingga sampai di sebuah ruangan.
"Kau bisa berkultivasi di tempat ini, dan tak akan ada yang mengganggumu dalam memulihkan diri.
Setelah kau selesai memulihkan diri maka aku akan menemuimu kembali untuk membicarakan hal penting, yang tentunya tak akan merugikanmu," ucap komandan prajurit.
"Trimakasih komandan atas tempat yang kau berikan padaku ini, dan aku takkan melupakan pertolongan yang kau berikan padaku hari ini," jawab Dayu haitang kemudian mulai duduk dan melakukan kultivasi di tempat itu.
Melihat Dayu haitang melakukan kultivasi, komandan perbatasan kekaisaran Glory segera berlalu dari tempat itu.
Bersambung
__ADS_1