
Hari beranjak sore, Nien Chu perlahan membuka matanya setelah berkultivasi seharian.
"Persiapkanlah diri kalian karena hari ini kita akan melakukan perburuan binatang roh," ucap Nien Chu kepada lima orang murid baru yang bersamanya.
"Apakah kau sungguh-sungguh ingin melakukan perburuan terhadap binatang roh level 7 di hutan ini?" tanya Si Sue.
"Apakah kau melihat aku tak serius dengan perkataanku?" jawab Nien Chu dan balik bertanya.
Kelima murid baru terdiam dengan perkataan Nien Chu, bagi mereka perkataan Nien Chu bagaikan sesuatu yang sangat menakutkan dalam perburuan binatang roh di dalam hutan larangan.
"Ikut aku!" ucap Nien Chu kemudian melesat pergi dari dalam goa.
Kelima murid baru seketika itu saling berpandangan satu dengan yang lainnya, walaupun dengan berat hati mereka pun menyusul Nien Chu.
"Kalian lihat disana, itu adalah kawanan beruang langit yang mencari makan dan berburu di malam hari, kita akan mengambil inti energi di tubuhnya," ucap Nien Chu.
"Nien Chu, apakah kau sudah gila!!, beruang itu adalah binatang roh level 8, mana mungkin kita sanggup untuk mengalahkannya apalagi mengambil batu inti roh di tubuhnya," ucap Yu Fang yang merupakan salah seorang pemuda di kelompok itu.
"Nien Chu kau bilang akan mencari binatang roh level ke 7, tapi kenapa kau berubah pikiran dan melirik ke arah binatang level ke 8 itu!" timpal pemuda yang lainnya.
" Jika kalian takut dan tak ingin bertarung dengan binatang roh beruang langit itu, biar aku saja yang akan menghadapinya," ucap Nien Chu kemudian melesat pergi menuju ke arah sekawanan beruang langit yang ada di tempat itu.
Melihat adanya seorang manusia yang mengusik kawanannya, membuat para beruang langit segera menyerang ke arah Nien Chu, hingga pertarungan pun terjadi di diantara mereka.
Melihat Nien Chu bertarung seorang diri melawan beruang langit, membuat kelima murid baru menjadi bimbang apakah ingin bertarung melawan beruang langit, atau pergi meninggalkan pertarungan itu karena mereka yakin tak akan sanggup menghadapi binatang roh level ke 8 itu.
Tiba tiba seorang murid baru yang selama ini sulit diajak berbicara, dan hanya mengikuti apa yang menjadi keinginan kelompok akhirnya mengutarakan pendapatnya.
__ADS_1
"Aku bukan lah pengecut yang hanya bisa menonton dari sini. Apa yang di lakukan Nien Chu semua itu untuk kebaikan kita, agar kita semua bisa mendapatkan inti energi binatang kuat yang ada di hutan ini, jika kalian tak ingin bertarung dengan beruang itu, ada baiknya kalian semua pergi dari sini dari pada menjadi benalu yang memalukan bagi kelompok," ucap Zhurui.
Apa yang di katakan Zhurui bukanlah isapan jempol belaka, diapun seketika itu melesat ke arah pertarungan yang terjadi, dan langsung menyerang kearah binatang roh beruang langit.
Melihat Zhurui membantu Nien Chu dalam menghadapi kawanan beruang langit, membuat Si Sue tak tinggal diam.
"Apakah kalian ingin menjadi penonton saja di tempat ini, dengan melihat mereka berdua bertarung untuk mendapatkan batu inti energi binatang roh beruang langit?, jika itu yang kalian inginkan maka tetaplah berada disini dan jadilah pengecut di dalam kelompok ini," ucap Si Sue kemudian melesat ke arah pertarungan yang terjadi.
"Apa yang kalian tunggu, ayo kita bertarung bersama Ketua demi mendapatkan batu inti energi beruang langit itu," ucap Yu Fang dengan melesat pergi menyusul Si Sue.
Ke tiga murid baru yang tadinya hanya menonton jalannya pertarungan, kini ikut melesat ke arah pertarungan dan ikut membantu Nien Chu dalam menghadapi binatang roh beruang langit.
"Aku tau kalian ragu untuk menghadapi binatang roh level ke 8 ini, karena memang binatang roh ini lebih kuat dari kalian semua, dengan adanya kesetia kawanan ini aku sangat menghargainya, sedari itu aku akan menaklukan beruang langit ini," ucap Nien Chu.
Nien Chu lantas mengeluarkan pedang penguasa malam hingga membuat udara di tempat itu berubah menjadi dingin menusuk tulang, dan tiba tiba berubah menjadi sangat panas seperti terkena sengatan matahari.
Dan bertambah terkejut lagi setelah Nien Chu dapat menghabisi kawanan beruang langit dalam sekejap, dan tanpa memberikan kesempatan untuk mereka kabur dari pertarungan itu.
"Kumpulkan semua batu inti energi binatang roh itu agar kita bisa segera pulang ke akademi, karena tugas kita mengumpulkan batu inti energi binatang roh kuat di dalam hutan larangan ini telah terlaksana," ucap Nien Chu.
Ke empat murid baru segera mengikuti perintah Nien Chu, dengan mengeluarkan batu inti energi binatang roh beruang langit yang ada di tempat itu, sementara Zhurui datang menghampiri Nien Chu.
"Kau sangat tangguh Nien Chu, dan aku tahu jika kekuatanmu yang sebenarnya belum kau keluarkan untuk menghadapi beruang itu," ucap Zhurui kemudian duduk di dekat Nien Chu.
"Apa maksud perkataanmu itu?" tanya Nien Chu.
"Sedari kecil aku memiliki kekuatan yang dapat melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain, termasuk kekuatan ranah suci puncak yang kau miliki sekarang ini. Nien Chu aku juga mengetahui jika kau pun mempunyai binatang roh terkuat yang ada di tubuhmu, dan dua inti api kuno yang juga berada di tubuhmu," jawab Zhurui.
__ADS_1
Nien Chu begitu sangat terkejut dengan perkataan Zhurui, dia tak menyangka jika ada seorang manusia yang dapat melihat tingkat kekuatan serta ketiga kekuatan besar yang ada di tubuhnya, sehingga Nien Chu mempertanyakan asal dari pemuda yang duduk sampingnya itu.
"Dari mana Kau berasal?" tanya Nien Chu.
"Aku berasal dari desa di pinggir kota kekaisaran ini, sedari kecil aku telah diberkahi para dewa sebuah penglihatan yang mampu melihat apapun yang tak dapat di lihat orang lain, termasuk kekuatan besar yang ada pada diri mu, sehingga masa kecilku terbuang dan diasingkan karena penglihatan ku itu sangat meresahkan orang-orang desa.
Masa kecilku hanya berada di pengasingan tanpa memiliki seorang teman, hingga ada seseorang kultivator beladiri yang menurunkan teknik dan ilmu bela dirinya, sehingga aku bisa sedikit menjadi kuat dan berada di akademi bulan suci menjadi murid baru di sana," jawab Zhurui.
Nien Chu melihat kejujuran di wajah Zhurui dengan perkataannya itu, sehingga membuat Nien Chu berkata.
"Masa kecilmu tak jauh beda denganku yang dianggap sampah oleh keluarga besar ku, sehingga aku harus menjadi lebih kuat agar orang-orang yang telah menganggap ku sampah keluarga, bisa memandangku tak sebelah mata lagi, dengan semua masa kelam yang ku lalui maka aku berjanji pada diriku sendiri jika aku telah menjadi kuat, maka aku akan melindungi mereka yang tertindas oleh ketidakadilan, dan juga akan melindungi orang-orang yang kusayangi.
Zhurui, maukah kau menjadi temanku?" tanya Nien Chu.
"Aku begitu sangat tersanjung dengan perkataan ini, tentu aku ingin menjadi temanmu saat ini dan di masa depan," jawab Zhurui.
Nien Chu tersenyum karena telah mendapatkan seorang teman satu perjuangan, yang mengharuskan mereka berdua menjadi kuat dan menghilangkan masa-masa bermain sewaktu kecil.
Nien Chu mengulurkan tangannya ke arah Zhurui, dan disambut hangat dengan jabatan tangan dari Zhurui.
"Ayo kita kembali ke akademi, dan kurasa mereka telah mengumpulkan batu energi binatang roh beruang langit Itu," ucap Nien Chu.
Zhurui menganggukkan kepalanya, mengiyakan perkataan Nien Chu.
Setelah para murid yang berada di dalam kelompok Nien Chu mengumpulkan semua batu energi binatang roh beruang langit, maka mereka semua segera menghancurkan kristal biru yang ada di genggaman tangan, hingga mereka semua hilang dari tempat itu dan kembali ke Akademi bulan suci.
Bersambung.
__ADS_1