
Matahari siang itu semakin meninggi menghangatkan alam sekitar, seperti halnya suasana di tribun penonton.
Walaupun mereka tak begitu menyukai Feng Yu yang tak mempunyai kultivasi, tapi kecurangan sang panglima yang tak mengakui kekalahannya membuat para penonton yang ada menjadi geram.
Putri Yan Chi berdiri dari duduknya saat melihat kecurangan panglima istana pheonix, karena kembali menyerang Feng Yu dengan kekuatan terkuatnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa panitia pertandingan tak turun tangan untuk menghentikan pertarungan, sementara kak Feng Yu secara aturan pertandingan telah memenangkannya?" batin putri Yan Chi dengan menahan amarah di dadanya.
Dengan cepat sang putri melesat ke arena pertarungan untuk menghentikannya, namun buru buru Chu Tian menghadang langkahnya.
"Untuk apa kau ikut campur dalam pertarungan itu, ingat Yan Chi kau sekarang adalah tunangan ku dan jika kau ke arena untuk menyelamatkan Feng Yu, maka dengan sendirinya kau telah mencoreng arang di mukaku," ucap Chu Tian.
"Aku hanya ingin ke arena untuk menghentikan pertarungan itu, kak Feng Yu seharusnya sudah menang tapi mengapa panglima itu masih terus menyerangnya, bukankah seharusnya panitia menghentikan pertarungan itu," jawab putri Yan Chi.
Aku ingin kau kembali ke kursi mu, pertarungan yang terjadi sudah ada yang mengurusnya dan aku tak ingin kau menjadi sok pahlawan sehingga membuat Feng Yu berhutang jasa padamu," ucap Chu Tian.
Putri Yan Chi bingung untuk menyelamatkan Feng Yu karena halangan Chu Tian, agar tak terjadi keributan antara dirinya dan Chu Tian putri Yan Chi memilih duduk kembali di kursinya.
Di arena pertarungan panglima perang istana langit seketika itu menerjang Feng Yu dengan kekuatan di tinju tangan kanannya, hingga cahaya biru ke hijauan terpancar dari serangan tinju yang kini di arahkan kearah Feng Yu.
Melihat akan hal itu Feng Yu langsung memasang kuda kudanya, dan menyambut serangan sang panglima dengan telapak tangannya yang mengarah kearah tinju sang panglima.
Ledakan kuat terjadi yang menggetarkan podium utama dan seluruh area sekitar tempat itu. Dari benturan energi yang terjadi membuat sang panglima terhempas jauh kebelakang.
"Mengapa Feng Yu sekuat ini, setahuku dia saat ini tak mempunyai Dantian, tapi mengapa dia bisa membuatku tak berdaya seperti ini," batin sang panglima.
Panglima istana pheonix bangkit berdiri, dia menatap tajam kearah Feng Yu yang masih berdiri kokoh di tempatnya, dan belum sempat sang panglima itu kembali mempersiapkan diri bertarung dengan Feng Yu, tiba tiba saja sebuah bayangan menghantam telak tubuhnya, dan untuk kedua kalinya sang panglima keluar dari dalam arena pertarungan.
Seluruh penonton yang ada menjadi bingung, bagaimana bisa sang panglima sampai terpental keluar dari arena pertarungan, sementara Feng Yu masih berdiri di tempatnya tanpa melakukan pergerakan sedikitpun.
Beda halnya dengan para peserta dan seluruh kultivator kuat yang ada di atas podium utama, mereka semua melihat adanya bayangan Feng Yu yang menyerang ke arah sang panglima, hingga membuat panglima istana pheonix terpental keluar dari arena pertarungan.
Jendral Gonglang turun dari atas podium menuju ke atas arena, dan menyatakan jika Feng Yu yang memenangkan pertarungan karena lawan tarungnya sudah tak dapat bangkit berdiri.
__ADS_1
Seorang peserta tiba tiba menanyakan tentang mengapa aturan pertarungan bisa dilanggar, dan tak ada satupun dari panitia penyelenggara kompetisi yang melerai pertarungan kembali terjadi.
Jendral Gonglang menjawab pertanyaan itu dengan kenyataan yang ada. "Pertarungan yang terjadi hingga berlanjut dan melanggar aturan pertandingan, semua itu keinginan yang mulia pangeran Thien Yu.
Sang pangeran ingin melihat kekuatan Feng Yu yang merupakan kakak angkat nya, setelah Feng Yu mendapatkan dantian baru di tubuhnya.
Hanya yang Mulia pangeran Thien Yu yang dapat menghentikan serta melanjutkan pertarungan, dan panitia kompetisi yang ada tak bisa mencegahnya," jawab jendral Gonglang.
Semua penonton seketika itu mengeluk elukan nama pangeran Thien Yu dan Feng Yu, hal itu membuat Feng Yu merasakan kehidupan barunya di kekaisaran pheonix telah tiba.
Kata sampah yang tak mempunyai kultivasi apa-apa, kini berubah menjadi penghargaan yang sangat luar biasa dari seluruh penonton yang ada.
"Adik terimakasih karena kau telah mengembalikan kehormatanku di kekaisaran ini," batin Feng Yu sambil menatap kearah Thien Yu yang duduk di atas podium utama.
Setelah pertandingan Feng Yu dengan panglima kekaisaran Phoenix selesai, tak ada lagi yang bertarung karena pertarungan akan dilanjutkan esok hari.
Thien Yu memberikan ucapan selamat pada sang kakak, karena telah berhasil lanjut ke babak berikutnya.
"Semua ini tak lepas dari peran penting mu adik, Jika saja kau tak membentuk dantianku yang baru maka aku tak bisa selega ini, kata sampah yang selama ini hadir dari cibiran orang-orang kini berubah menjadi rasa hormat, yang tentunya mengangkat derajatku lebih baik dari sekarang.
Kak Feng Yu Lebih baik kau beristirahat karena besok adalah hari pertandingan mu kembali, paling tidak kondisi tubuhmu esok saat bertanding bisa segar kembali," ucap Thien Yu.
Feng Yu menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan sang adik, dia pun kemudian pergi meninggalkan ruang pribadi sang pangeran.
Feng Yu tak langsung pergi ke kamarnya, dia lebih memilih pergi ke sebuah taman yang biasa dia datangi.
Dan betapa terkejutnya Feng Yu saat melihat seorang wanita telah berada di tempat itu.
"Putri Yan Chi, bagaimana dia bisa berada di sini?" batin Feng Yu.
Feng Yu lebih memilih pergi dari tempat itu, dan tanpa diduga-duga olehnya putri Yan Chi tiba tiba saja menghadang jalannya.
"Kak Feng Yu tunggu, aku ingin berbicara padamu," ucap putri Yan Chi.
__ADS_1
Feng Yu tetap diam dan tak ada sedikitpun kata yang keluar dari mulutnya, hingga membuat sang putri bingung harus berbuat apa dengan sikap dingin pemuda yang ada di hadapannya.
"Kak Feng Yu kau dulu begitu hangat padaku, tak pernah sedikitpun kau tak menjawab jika aku tanya, tapi mengapa kau sekarang begitu sangat dingin padaku disaat kita telah tak bersama lagi," ucap sang putri kembali.
"Kaulah yang telah merubahku, hingga waktu dengan perlahan menghapus namamu di hatiku," jawab Feng Yu.
"Jika kau telah melupakanku, mengapa kau selalu ada di taman ini tempat biasa kita berdua memadu kasih?, dan aku rasa kau telah berbohong dengan berkata melupakanku!!" ucap putri Yan Chi.
"Aku memang tak bisa melupakan kenangan sosok wanita yang ku cintai di taman ini, sosok wanita yang selalu ada dan menghibur di dalam keterpurukan ku, sosok wanita yang telah meninggalkan kenangan manis yang tak akan kulupakan, semua kenangan bersamanya akan kusimpan di dalam sanubari ku yang terdalam, bukan sosok wanita yang telah tega meninggalkanku dan memberi luka dan kehancuran hati, serta melenyapkan impian masa depan yang sangat ku impi impikan bersamanya," ucap Feng Yu.
Putri Yan Chi tak kuasa menahan air matanya mendengar perkataan Feng Yu, lantas diapun berkata.
"Kak Feng Yu maafkan aku karena telah menyakitimu, aku hanya ingin kau maafkan ku atas tak kuasanya diriku untuk menolak permintaan kedua orang tuaku yang telah membesarkan dan melahirkan ku.
Ayah dan ibuku tak setuju aku terus bersamamu setelah mereka mengetahui jika tak ada harapan lagi bagimu untuk dapat berkultivasi kembali.
Dengan alasan itu ayah dan ibuku meminta padaku untuk memutuskan ikatan pertunangan kita, dan menjodohkanku dengan putra sahabatnya.
Ayah ibuku menjodohkanku dengan Chu Tian pemuda yang ada bersamaku waktu itu. Kau harus tau kak Feng Yu, selama aku menjalani hubungan dengannya aku tak pernah sedikitpun menaruh rasa cinta kepada Chu Tian, aku menjalani hubungan dengannya semua itu karena rasa baktiku kepada kedua orang tuaku.
Kak Feng Yu sedari kecil aku sudah diajarkan untuk berbakti kepada orang tua, karena rasa bakti ku itu akhirnya aku memutuskan hubungan dengan mu dan menjalani hubungan dengan orang yang sama sekali tak kucintai.
Aku juga sakit seperti apa yang kau rasakan setelah memutuskan hubungan kita, dan aku menyiksa diriku sendiri untuk menghilangkan rasa kepedihan di hatiku karena kehilanganmu," ucap putri Yan Chi dengan isaknya yang semakin keras terdengar.
Putri Yan Chi melepaskan pakaian atasnya, dan tampak bekas luka yang begitu banyak di tubuhnya.
Feng Yu tak kuasa melihat pemandangan yang begitu menyesakkan dadanya, penjelasan putri Yan Chi membuatnya merasa jika keadaan yang telah mempermainkan rasa cinta mereka berdua, Feng Yu tak menyangka jika selama ini putri Yan Chi juga tersiksa oleh kemauan orang tuanya, akan tetapi saat ini Feng Yu tak bisa berbuat apa apa untuk memperbaiki hubungannya dengan Putri Yan Chi, semua itu karena Feng Yu telah berjanji kepada Thien Yu sang adik untuk melupakan putri Yan Chi, hal itu membuat Feng Yu terdiam seribu bahasa dan tak bisa memandang wajah wanita cantik yang berada di hadapannya.
Melihat diamnya Feng Yu, membuat putri Yan Chi kembali memperbaiki pakaiannya lantas diapun berkata.
"Aku tak berharap banyak kau mau kembali ke sisiku seperti dulu, aku hanya berharap kau mau memaafkanku agar aku bisa tenang atas semua kesalahan yang telah ku lakukan padamu," ucap putri Yan Chi.
Setelah berkata seperti itu, putri Yan Chi pada akhirnya pergi dengan membawa rasa perih di hatinya.
__ADS_1
Feng Yu memandangi kepergian putri Yan Chi hingga hilang di balik bangunan besar istana. "Aku telah memaafkanmu Chi'er" bisik Feng Yu lirih.
Bersambung