
Satu Minggu telah berlalu, kehidupan di nirwana kini telah membaik setelah Thien Yu menjadi kaisar langit.
Banyak yang di dalam melakukan perubahan di istana langit, dan kedua putra mahkota yang dulunya membenci Thien kini berubah derastis menjadi menghormatinya.
Kedua putra mahkota itu sekarang telah mempunyai jabatan sendiri. Pangeran Yun Shan kini menjabat sebagai jendral yang menjaga istana langit dari apapun bahaya yang mengancam, yang membawahi pasukannya sendiri.
Sementara pangeran Yun dai kini menjabat sebagai wakil kaisar langit, yang akan menggantikan kedudukan Thien yu sementara jika dia tak berada di istana, seperti saat Thien Yu yang sebentar lagi akan pergi ke alam zeiya untuk berlatih di sana.
Pangeran Yun dai juga dijadikan sebagai tokoh penting di dalam istana, selain seorang Dewa muda yang jenius, dari segi kekuatan diapun tak bisa dianggap remeh, karena sedari kecil pangeran Yun dai telah dilatih oleh Dewa suci dan Dewa agung di dalam kuil suci.
Kini tiba saatnya Thien Yu akan berlatih di alam Zaiya, dimana alam zeiya sendiri merupakan alam yang penuh misteri, tempat dimana kaisar langit pertama kali berlatih mengendalikan kekuatan semesta, sehingga dia mampu untuk mengalahkan Dewa iblis kuno di zamannya.
Thien Yu mendapat restu dari seluruh ibu tirinya yang ada di nirwana, dan juga mendapatkan dukungan dari kelima Putri yang kelak akan mendampinginya sebagai istri setelah semua keadaan dapat terkendali.
Moci yang merupakan inti api neraka, dibiarkan bersama Dewi Yun Shi untuk menghilangkan rasa sepi saat ditinggalkan oleh Thien Yu menuju alam Zaiya, selain lucu dan imut, moci juga mampu untuk menjaga sang Dewi dari apapun yang mencoba untuk mengusik nya.
Seluruh orang orang terdekat Thien yu kini berada di dekatnya, untuk mengantarkan Thien Yu menuju alam Zaiya.
"Thien Yu teteskan darahmu di altar batu itu, agar alam Zaiya mengakuimu sebagai kaisar langit, yang sekarang ini kau telah kau sandang," ucap Dewa suci.
Tanpa ragu, Thien Yu segera berjalan ke tengah tengah altar, dan menyayat tangannya sendiri dengan menggunakan sebilah pisau yang memang sudah berada disana, sehingga membuat batu hitam pekat yang ada di hadapan Thien Yu, kini terkena tetesan darahnya.
Batu hitam pekat itu tiba tiba saja memancarkan cahaya emas, dan apapun yang berada di dalam ruangan itu, kini berubah menjadi emas yang berkilauan.
Tiba tiba tubuh Thien Yu berselimutkan cahaya emas, yang menandakan jika alam Zaiya telah menerimanya sebagai kaisar langit, yang tentunya Thien yu berhak berlatih di dalam alam Zaiya yang penuh dengan misteri, tempat dimana kaisar langit pertama dahulunya berlatih disana.
Thien Yu sesaat memandangi seluruh orang-orang terdekatnya, dan tak lama kemudian dia pun menghilang entah ke mana.
"Akhirnya nirwana menemukan kaisar langit yang akan melindunginya dari kehancuran, setelah kedatangannya kembali ke nirwana aku sangat yakin jika Thien Yu mampu membuat perubahannya sendiri," batin Dewa suci.
__ADS_1
Setelah kepergian Thien yu, para dewa dan dewi yang mengantarkannya, akhirnya kembali pulang ke tempat masing-masing dengan meninggalkan ruangan yang terdapat altar batu hitam di dalamnya.
Sementara itu, Thien Yu terus menembus dimensi hingga dia terdampar di sebuah tempat yang sangat asing baginya, tempat yang dipenuhi dengan hamparan salju yang tak berujung.
Rasa dingin seketika itu menusuk-nusuk tubuh Thien Yu hingga sampai ke tulang, walaupun Thien Yu telah menggunakan kekuatan teratai Nirwana untuk menghangatkan tubuhnya dari rasa dingin, akan tetapi rasa dingin itu malah semakin menjadi hingga membuatnya menggigil kedinginan.
"Mengapa kekuatan teratai Nirwana yang ada padaku tak mampu untuk meredam rasa dingin ini, dan jika terus seperti ini aku akan membeku kedinginan," batin Thien Yu.
Thien Yu mencoba menelusuri hamparan salju yang terbentang luas di hadapannya, berharap dia menemukan sebuah tempat untuk menghangatkan diri dari rasa dingin yang terus-menerus menerpa tubuhnya.
Telah jauh Thien Yu melangkah untuk mencari tempat tersebut, akan tetapi tak juga dia menemukan apa yang dicarinya, hingga Thien Yu pun kelelahan dan jatuh bergulingan di hamparan salju tersebut.
Di saat terpuruk bagi dirinya, Thien Yu merasakan sebuah tangan hangat yang menggapainya, dengan mata yang sudah terasa sayu, Thien Yu masih dapat memandangi wajah orang yang telah menolongnya.
Dan betapa terkejutnya Thien Yu saat melihat penampakan wajah orang tersebut, yang rupa dan pakaian yang dikenakannya sama persis dengan dirinya sendiri.
Karena rasa lelah dan kehabisan energi, Thien Yu pun tak sadarkan diri, dia tergeletak di atas salju.
Thien Yu segera bangkit dari tidurnya dan memandangi area tempatnya berada, dan tampak sesosok pemuda yang persis dengan wajahnya tengah memandang ke arah lautan lepas yang berada jauh dari tempat itu.
Thien Yu seketika itu mengingat-ingat kembali bagaimana dia bisa sampai di tempatnya berada sekarang, padahal sebelumnya dia berada di hamparan salju yang tak terbatas.
"Bagaimana bisa seperti ini, bukannya aku tadi berada di hamparan salju dan sekarang aku berada di perbukitan yang hijau dengan udara sejuk dan hangat.
Dan bukankah itu pantai?, bagaimana bisa lautan berada di kaki bukit seperti ini, jangan-jangan bukit ini dikelilingi oleh lautan," batin Thien Yu dengan berbagai tanda tanya di dalam hatinya.
"Siapa pemuda itu, bagaimana bisa wajah serta pakaian yang dikenakan olehnya sama persis dengan pakaian yang kukenalkan saat ini?, aku akan bertanya kepadanya," batin Thien Yu kembali.
Sebelum Thien Yu bertanya kepada pemuda yang persis dengan dirinya, pemuda itu lebih dulu berbicara kepadanya.
__ADS_1
"Kau sudah sadar anak muda?" tanyanya.
"Aku sudah sadar, dan siapakah Anda ini, mengapa wujud dan rupa Anda sama seperti dengan ku?" ucap Thien Yu balik bertanya.
"Kau tak perlu tau siapa aku, aku hanya tak menyangka jika Kaisar langit yang memimpin nirwana sangatlah lemah dan tak punya kekuatan apa-apa, bagaimana mungkin kau bisa melindungi Nirwana sebagai puncak alam tertinggi dari semua alam yang ada?, tak seharusnya kau menjadi Kaisar langit dengan mengandalkan kekuatan pemberian dari orang lain seperti kekuatan yang ada padamu sekarang," ucap laki laki yang ada di hadapan Thien Yu.
Anak muda bagaimana mungkin Dewa suci dan Dewa Agung dapat menjadikanmu Kaisar langit, entah apa yang ada di dalam pikiran mereka sehingga manusia yang lahir dari dewa dan manusia sepertimu bisa menjadi Kaisar di istana langit," jawab laki laki itu kembali.
Darah Thien Yu seketika itu mendidih mendengar perkataan pemuda yang ada di hadapannya, pemuda itu benar-benar merendahkan harga dirinya hingga sampai kepada titik yang terendah.
Dengan amarah di dadanya, Thien Yu lantas berkata.
"Aku tak menginginkan tahta kekaisaran langit, semua itu merupakan permintaan dari para Dewa dan Dewi yang begitu menginginkanku untuk menjadi Kaisar langit, dengan maksud agar aku dapat melindungi Nirwana dari apapun yang mencoba untuk menghancurkannya.
Karena aku menginginkan kedamaian dari orang orang terdekatku di masa depan setelah bangkitnya Dewa iblis kuno, maka aku pun menerima tahta Kaisar langit, apakah aku salah mengambil sikap seperti itu?" tanya Thien Yu.
"Kau tak salah mengambil sikap seperti itu, tapi dengan kekuatan yang ada padamu sekarang, kau belum mampu untuk melindungi orang-orang terdekatmu apalagi melindungi alam nirwana dan menata keseimbangan seluruh alam, karena itu merupakan tugas seorang Kaisar langit.
Aku ingin bertanya kepadamu satu hal, setelah Kau mempunyai kekuatan yang tak terbatas dan melampau salam pikiranmu, apa yang akan kau lakukan, coba jelaskan kepadaku saat ini," jawab laki laki yang ada di hadapan Thien Yu.
"Aku akan melindung Nirwana dan menjaga keseimbangan alam di semesta, hingga tercipta perdamaian di seluruh alam," jawab Thien Yu singkat.
"Dan sanggupkah kau kehilangan seluruh kekuatanmu saat ini, dan menjadi orang biasa yang tak mempunyai sedikitpun kekuatan sebagai seorang kultivator sejati?" tanya laki laki tersebut.
"Aku tak mungkin melepas kekuatanku untuk menjadi orang biasa, bagaimana aku bisa melindungi orang-orang yang kusayangi jika aku tak memiliki kemampuan apa-apa," jawab Thien Yu dengan penekanan di perkataannya.
"Ha..ha .ha..., sekarang ini kekuatan yang ada padamu yang kau banggakan itu hanyalah sampah di mataku, jika Kau mempunyai kekuatan maka aku ingin kau mendapatkan satu ekor hewan buruan satu yang banyak terdapat di tempat ini, dan jika kau berhasil untuk mendapatkannya maka aku layak menyebut kekuatan yang ada padamu itu sebagai kekuatan yang layak diperhitungkan oleh ku," ucap laki-laki itu kembali.
Setelah berkata seperti itu laki-laki itu pun menghilang dari hadapan Thien Yu.
__ADS_1
Bersambung