
Pelayan wanita langsung menghadap saudagar kaya, dia menceritakan semua yang di lihatnya dengan kondisi putri meyling yang terbaring kepanasan diatas pembaringannya.
Mendengar cerita dari pelayannya, sang saudagar merasa senang karena di dalam pikirannya saat ini, sang saudagar bisa bersenang senang dalam menghabiskan malam bersama putri Meyling.
Atas kabar menggembirakan itu, sang saudagar memberikan sekantong koin emas kepada pelayannya, dan pelayannya itu menerima koin emas dari sang saudagar dengan gembira. Setelah mendapatkan koin emas, pelayan itu pun pergi meninggalkan saudagar kaya yang masih dengan raut muka ceria.
Saudagar kaya berjalan menuju ke arah lemari, dan mengambil sebuah pil yang berada di dalam wadah khusus.
"Dengan pil ini aku akan menjadi perkasa di hadapanmu, dan aku sudah tak sabar lagi untuk menghabiskan malam bersamamu Meyling," ucap sang saudagar sambil menelan pil yang ada di dalam genggaman tangannya.
Di dalam kamarnya, putri Meyling mendengar adanya langkah kaki yang menuju ke arah kamarnya. Dengan cepat diapun berakting seperti wanita yang sangat terangsang hebat, dan tak lupa dia menyelipkan sebuah belati di bawah bantalnya.
Benar saja, sang saudagar masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk pintu, diapun memandangi putri Meyling dengan gairah yang membara.
Sang saudagar melepas pakaiannya dan melangkah kearah putri Meyling. Sampai pada saat sang saudagar ingin menyentuhnya tiba tiba saja putri Meyling melakukan pergerakan hingga sebuah belati kini berada di leher sang saudagar.
"Aku bukan lah wanita murahan yang bisa seenaknya kau perlakukan untuk memuaskan hasrat mu, saat ini nyawamu berada di tanganku dan akupun tak akan melepaskan nyawamu setelah apa yang kau ingin lakukan padaku," ucap putri Meyling.
"Am..ampun nona, kita bisa bicarakan hal ini baik baik, aku ingin kau tak membunuhku apapun yang kau minta akan aku lakukan," ucap sang saudagar dengan wajah yang pucat pasi akibat rasa takut yang teramat sangat.
Putri Meyling menendang tubuh sang saudagar hingga jatuh terjerembab, kemudian sang putri mengeluarkan aura ranah tingkat emperor puncak gelombang energi kearah sang saudagar, hingga sang saudagar kesulitan untuk bernapas.
Sang saudagar semakin bertambah takut, karena wanita yang dianggapnya lemah ternyata seorang kultivator kuat di ranah tingkat emperor. Akhirnya sang saudagar hanya pasrah menerima kenyataan yang ada, jika malam itu dia akan menerima kesulitan besar dari wanita yang ingin di tidurinya itu.
Putri Meyling menarik kembali aura tingkat emperor yang di lepaskan nya, diapun berjalan kearah sang saudagar.
__ADS_1
"Aku akan melepaskan dan mengampunimu asalkan kau membantuku untuk mempertemukan aku dengan raja kerajaan buluh surgawi, karena aku akan melakukan kerjasama dengannya," ucap putri Meyling.
"Nona muda, aku akan mempertemukan mu dengan raja Liushan, penguasa kerajaan buluh surgawi, kebetulan raja Liushan memerlukan bantuan ku dalam memulihkan perekonomian kerajaan yang tengah terpuruk," jawab sang saudagar.
"Bagus, aku ingin kau segera mempertemukan ku dengannya, tapi ingat jika kau mengingkari untuk membantuku, maka kau dan seluruh orang yang berada di kediamanmu ini akan aku musnahkan tanpa tersisa," ancam putri Meyling.
"Baik nona muda, aku akan menepati janjiku," ucap sang saudagar.
Setelah melakukan kesepakatan, putri Meyling menyuruh sang saudagar untuk meninggalkan kamarnya, dan tanpa pikir panjang sang saudagar itupun segera meninggalkan tempat itu.
Di dalam kamarnya, sang saudagar begitu marah, dia menghancurkan apapun yang ada di dekatnya. "Kurang ajar wanita itu telah berani mengancam ku, tapi aku tak bisa berbuat apa apa kepadanya karena dia seorang kultivator ranah tingkat alam emperor, yang pastinya akan sangat mudah baginya untuk membinasakan ku dan seluruh penghuni kediamanku ini.
Lebih baik aku secepatnya membawanya menemui raja Liushan, jika tidak wanita ini pasti akan merepotkan ku," batin sang saudagar.
Pagi pagi sekali sang saudagar telah mengajak putri Meyling untuk menemui raja kota kerajaan buluh surgawi, guna bertemu dengan penguasa nomor satu di kota itu. Mereka berdua menaiki sebuah kereta kuda menuju ke kerajaan.
Di sana sudah menunggu pangeran Liushen yang memang di tugaskan untuk menjemput saudagar Bow Whei.
Sang pangeran begitu menghormati saudagar Bow Whei, karena dia merupakan salah satu orang terkaya di wilayah kerajaan buluh surgawi, diapun mempersilahkan saudagar Bow Whei untuk mengikutinya masuk kedalam istana.
Saat putri Meyling turun dari kereta, pangeran Liushen langsung terpana akan kecantikan sang putri, dari pengalaman nya tinggal di kerajaan buluh surgawi, tak ada satupun wanita cantik yang pernah di lihatnya, yang mampu menandingi paras dan tubuh wanita cantik yang baru saja turun dari dalam kereta kuda milik saudagar Bow Whei.
Karena penasaran sang pangeran membisikkan sesuatu di telinga saudagar Bow Whei.
"Siapakah wanita itu paman?" tanya pangeran Liushen.
__ADS_1
"Dia adalah keponakan ku," jawab saudagar Bow Whei berbohong.
Saudagar Bow Whei melihat jika pangeran yang ada di hadapannya itu telah jatuh hati pada putri Meyling, sama halnya saat dia baru pertama kali melihat sang putri.
"Kau jangan melihat hanya dengan kecantikannya pangeran, jika kau mengetahui tingkat kultivasinya yang telah mencapai ranah tingkat alam emperor, maka kau pasti akan mengundurkan diri untuk mendekatinya," batin saudagar Bow Whei.
Akhirnya mereka semua menuju ke balai pertemuan, di sana telah menunggu raja Liushan yang telah telah mempersiapkan jamuan makan bagi kehadiran saudagar Bow Whei.
"Silahkan duduk saudara Bow Whei," ucap sang raja.
"Trimakasih yang mulia," jawab saudagar Bow Whei.
Sesaat perbincangan ringan terjadi disana, hingga sang raja mulai masuk kedalam inti pembicaraan.
"Saudara bow Whei, karena adanya gejolak di pinggiran kota yang tak dapat di atasi oleh kerajaan selama bertahun tahun, membuat perekonomian di kerajaan buluh surgawi terpuruk.
Kami semua tak bisa menaikkan pajak yang tinggi untuk membantu mengembalikan perekonomian kerajaan, karena keadaan perekonomian rakyatku juga dalam kondisi memprihatinkan, saat ini aku ingin meminta bantuan darimu untuk membantu perekonomian kerajaanku dalam menghadapi polemik perekonomian kerajaan buluh surgawi," ucap raja Liushan.
"Aku rasa masalah perekonomian kerajaanmu akan secepatnya aku pulihkan, tapi dengan perjanjian yaitu kerajaan buluh surgawi harus membantuku dalam berperang melawan klan ular danau hitam, jika kau menyetujuinya maka dalam waktu dekat perekonomian kerajaan ini akan aku pulihkan," timpal putri Meyling tiba tiba.
Sang raja menatap tajam kearah putri Meyling, dia sangat meragukan jika wanita yang ada di hadapannya mampu memberikan solusi bagi perekonomian kerajaannya.
Melihat sang raja ragu padanya, putri Meyling segera mengibaskan tangannya, maka muncul 20 peti besar yang berisi berbagai macam batu permata dan benda berharga lainnya di hadapan sang raja, yang membuat sang raja terkejut dan mengakui keberadaan Putri Meyling.
Nona muda, aku akan mempertimbangkan kembali mengenai pemintaanmu itu, karena ini menyangkut sebuah peperangan, maka aku akan mendiskusikannya dulu dengan para petinggi kerajaanku. Ada baiknya anda tinggal di kerajaanku sampai aku dan seluruh jajaran petinggi kerajaan selesai mengadakan pertemuan untuk membahas masalah ini," ucap raja Liushan.
__ADS_1
"Baik yang mulia, aku akan bersabar menunggu jawaban dari anda, dan aku bersedia untuk tinggal sementara di kerajaan anda ini," jawab putri Meyling.