
Hari keberangkatan Thien Yu menuju ke kerajaan cahaya nirwana pun tiba, diapun berpamitan kepada seluruh petinggi istana pheonix termasuk Syin Yin dan sang ratu.
"Ibu aku titipkan Syin Yin di sini, setelah aku memenangkan kompetisi walau tak membela kekaisaran pheonix, aku akan kembali untuk bertarung dengan pangeran Huang Qin di kekaisaran ini," ucap Thien Yu.
"Berangkatlah putraku, aku akan menunggumu untuk menjadi kaisar di negeri ini," jawab ratu Yan Ling.
Tak lama kemudian Thien Yu berjalan kearah putri Syin Yin. "Hai..., aku pamit, setelah aku kembali dan menjadi kaisar pheonix, aku akan segera menikahimu," ucap Thien Yu.
"Jaga dirimu baik baik kak Thien, aku akan menunggu mu kembali di sini," jawab putri Syin Yin dengan mata berkaca kaca.
Setelah berpamitan, Thien Yu jendral Jatayu, dan Biyao segera berangkat menuju ke kerajaan cahaya nirwana, sengaja sang ratu mengikut sertakan Biyao karena sang ratu begitu mengkhwatirkan keadaan putranya, biar bagaimana pun para kultivator kuat dari kekaisaran Glory tak akan tinggal diam mengetahui jika 2 jendralnya mati di tangan Thien Yu.
Jatayu yang telah berubah menjadi seekor burung surgawi, terus melesat pergi menembus awan menuju kerajaan cahaya nirwana.
Saat melewati perbatasan wilayah kekaisaran pheonix tepatnya telah berada di lautan, mereka di kejutkan dengan melesatnya ribuan anak panah dari arah depan, yang membuat Jatayu memutar arah kembali kebelakang untuk menjauhi anak panah yang melesat kearahnya, akan tetapi dari belakang juga melesat ribuan anak panah yang mengarah ke arah mereka bertiga.
"Ternyata pasukan tempur udara yang dimiliki ke kaisaran Glory, telah menunggu kehadiran kita di sini," ucap Jatayu.
"Kau tak usah panik Jatayu, selama aku berada di sini tak akan ada satupun orang yang dapat melukai pangeran Thien Yu," ucap biyao.
Dengan segera biyao menggunakan tehnik segel pelindung yang langsung membungkus mereka bertiga.
Alhasil tak ada satu pun anak panah yang mampu menembus segel pelindung yang di buat oleh biyao, hingga Jatayu dengan cepat menerobos para pasukan terbang kekaisaran glory yang ada di hadapan mereka bertiga.
Tiba tiba saja Jatayu menghentikan terbangnya, diapun mengambang di udara saat melihat seorang pemuda dengan seluruh tubuhnya di penuhi sisik naga berwarna hijau.
"Mengapa pangeran kerajaan lautan Buana Biru menghadang langkah kita? apakah kerajaan laut itu telah bekerjasama dengan kekaisaran Glory?" tanya Jatayu.
__ADS_1
"Jatayu aku akan menanyakan hal itu padanya," ucap biyao.
Tiba tiba biyao menghilang dan tau tau sudah berada di hadapan pemuda yang menghadang perjalanan mereka bertiga.
"Pangeran Atlas, kami tak pernah mengganggu bahkan mengusik kerjaan mu, tapi mengapa pangeran menghentikan perjalanan kami?" tanya biyao.
"Kerajaanku dan kekaisaran Glory telah lama berkualisi, ayahku dan kaisar Huang Xu juga telah lama bersahabat, begitupun aku dan putranya Huang Qin. Aku ingin kalian menyerahkan pangeran Thien Yu atau kalian semua akan mati di sini, karena sekarang ini kalian berada di wilayah kerajaan laut Buana Biru," ucap pangeran Atlas.
"Pangeran ini bisa musyawarahkan lagi, ada baiknya kita pergi ke darat untuk melakukan perundingan," ucap Biyao.
"Ha..ha..ha.., aku tak sebodoh itu pak tua, jika kita ke darat maka dengan mudah kalian semua akan melarikan diri, tapi jika si sini tak akan ada yang mampu untuk menyelamatkan kalian semua dari tanganku," ucap pangeran Atlas.
"Pangeran kau jangan meremehkan kami bertiga, kau belum tentu dapat menangkap kami," ucap Biyao kemudian menghilang dari pandangan pangeran Atlas dan tiba kembali di punggung jendral Jatayu.
"Bagai mana biyao?" tanya jendral Jatayu.
Jika begitu ayo kita berperang, kita tunjukkan jika kekaisaran pheonix tak bisa diremehkan," timpal Thien Yu.
"Baik pangeran," ucap Biyao dan Jatayu serempak.
Merekapun segera berpencar, Thien Yu mengeluarkan sayap pheonix yang ada di punggungnya, dan melesat cepat kearah para prajurit terbang kekaisaran Glory yang mencoba menyerangnya.
Pekik kematian terus menggema saat belati merah darah dan pedang penguasa malam terus membunuh mereka satu persatu, hingga Thien Yu harus berhadapan dengan 3 orang perwira dari kerajaan Buana biru yang sedikit memperlambat pergerakannya.
Di tempat lain, biyao segera menggunakan segel kegelapan yang di milikinya, tak tanggung tanggung dia membuka sepuluh segel sekaligus yang menyebabkan ribuan prajurit tengkorak putih berhamburan keluar dari dalam segel yang di lepaskan biyao.
Jerit kematian terus-menerus membahana di tempat itu, saat tubuh pasukan terbang ke kaisaran Glory meledak tertabrak para prajurit tengkorak putih yang berterbangan mencari sasarannya.
__ADS_1
Dalam waktu sekejap prajurit kekaisaran Glory mulai terpuruk.
Hampir setengah dari pasukan itu mati secara mengenaskan oleh serangan para prajurit tengkorak putih.
Apa yang dilihatnya membuat pangeran Atlas murka, Diapun merubah bentuk wujudnya menjadi seekor naga air, dan menghancurkan 5 buah segel kegelapan sekaligus yang dibuat oleh biyao.
Jendral Jatayu tak tinggal diam, dia pun merubah dirinya menjadi seekor burung surgawi yang langsung menyerang ke arah naga air jelmaan pangeran Atlas. pertarungan epik antara dua binatang surgawi pun tersaji di atas udara.
Pangeran Atlas begitu sangat terkejut mengetahui salah satu orang yang di cegat nya merupakan binatang surgawi, dan tingkat kekuatannya begitu jauh di atasnya, tak ada pilihan lain bagi Pangeran Atlas dia pun menghubungi sang ayah lewat kontak batinnya.
Thien Yu yang telah berhasil membunuh tiga perwira tinggi kerajaan buana biru, dikejutkan dengan aura yang sangat kuat dari bawah lautan, aura itu benar-benar membuat air laut bergemuruh dengan sangat dahsyatnya.
Biyao seketika itu mendekati sang pangeran Karena dia mengetahui jika ada kekuatan besar yang akan keluar dari bawah lautan.
"Pangeran berhati-hatilah sepertinya raja kerajaan Buana Biru dan pasukannya tengah menuju ke tempat ini," ucap Biyao.
"Aku tau paman, jika mereka semua menginginkan peperangan dengan ku, maka aku akan mewujudkan nya," jawab Thien Yu.
Jendral Jatayu yang telah membuat Pangeran atlas terpuruk, akhirnya menghentikan penyerangannya dan menuju ke arah pangeran Thien Yu, Dia sangat mengkhawatirkan keselamatan sang pangeran dengan adannya kekuatan yang sangat kuat yang berasal dari dalam lautan biru.
"Ha..ha..ha..., karena kalian tak ingin menyerah maka kalian semua akan mendapatkan murka dari ayahku, bersiaplah untuk menerima kehancuran kalian semua," ucap pangeran Atlas.
"Pangeran Atlas, sebelumnya kita tak saling kenal maka aku akan memperkenalkan diriku, namaku Thien Yu yang merupakan putra mahkota ke kaisaran pheonix.
Jika kau ingin kehancuran bagi kerajaan mu maka kau jangan salahkan aku jika kerajaan yang kau bangga banggakan di dasar laut akan segera ku bumi hanguskan, ingat pangeran Atlas, di atas langit masih ada langit, dan kupastikan apa yang ada di pikiranmu tentang kami bertiga akan segera berubah sebentar lagi," ucap Thien membalas perkataan pangeran Atlas.
Bersambung
__ADS_1
Terimakasih buat sahabat Adi 1 Hartadi yang kembali memberikan banyak koin, semoga dilimpahkan rezeki dari yang maha kuasa, Amin 🙏🙏