Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kembali ke dataran langit


__ADS_3

Jendral Ling Feng menatap kepergian Thien Yu dengan dendam yang membara. Apa yang di lakukan Thien Yu merupakan penghinaan besar baginya, apalagi kekalahannya dalam pertarungan itu di saksikan oleh Kaisar langit dan Dewa tertinggi Nirwana.


Jendral Feng Yu tak kuasa menahan malu, diapun memutuskan untuk meninggalkan Nirwana dan akan pergi menuju ke alam dunia demi untuk membalaskan dendam atas ke kalahannya hari ini, tapi sebelumnya jendral Ling Feng akan terus berlatih untuk menyempurnakan kekuatan yang dimilikinya sebelum menantang Thien Yu kembali. Tak lama setelah itu jendral Ling Feng pun menghilang dari tempat itu.


Seluruh Dewa dan Dewi merasa kagum atas pencapaian Thien Yu dalam pertarungan yang terjadi, hingga kaisar langit meminta Dewa suci dan Dewa agung untuk membimbing Thien Yu agar kelak bisa menjadi jenderal tertinggi langit di masa depan.


"Kami berdua akan membimbing Thien Yu agar bisa menjadi jenderal tertinggi di masa depan," jawab Dewa suci.


Tak lama setelah itu, kaisar langit dan Dewa agung menghilang dari tempat itu untuk kembali ke Nirwana, sementara Dewa suci tetap tinggal untuk membicarakan beberapa hal kepada dua orang Dewi yang ada di hadapannya.


"Aku ingin kalian berdua tak menemui Thien Yu lagi, semua itu agar Thien Yu bisa melatih diri lebih kuat lagi tanpa adanya bantuan dari kalian berdua.


"Dewi Bilqis suatu hari nanti Thien Yu akan mencarimu di kediaman yang kau tempati sekarang ini, karena Thien Yu menginginkan suatu benda di mana benda itu sangat berarti bagimu," ucap Dewa suci.


"Benda apakah itu Dewa suci?" tanya Dewi Bilqis.


"Aku tak bisa menyebutkannya, biar dia yang akan meminta darimu sendiri," jawab Dewa suci.


Setelah berkata seperti itu Dewa suci akhirnya menghilang dari tempat itu. Setelah tak ada pembahasan lagi, pada akhirnya kedua Dewi itupun menghilang dari tempat itu.


Setelah mengalahkan jendral Ling Feng, Thien Yu terus berjalan mencari keberadaan rombongan dari dataran langit.


Sementara itu Gonggo yang bertarung dengan perwira tinggi langit akhirnya kembali kehadapan Thien Yu, setelah lawan tarungnya pergi meninggalkan pertarungan yang terjadi, setelah kekalahan jendral Ling Feng.


"Tuan muda," ucap Gonggo memberi hormat.


Melihat kehadiran Gonggo thien Yu pun berkata. " Aku ingin kembali ke alam batinku untuk memulihkan diri, dan terimakasih atas semua bantuanmu padaku," ucap Thien Yu.

__ADS_1


"Baik tuan muda," jawab Gonggo singkat.


Setelah berkata seperti itu gonggo merubah dirinya menjadi sebuah cahaya, tak lama kemudian cahaya itu pun merasuk ke dalam tubuh Thien Yu hingga menghilang tanpa jejak.


Thien Yu kembali melanjutkan perjalanannya dan pada akhirnya dia menemukan rombongannya yang tengah terkapar tak sadarkan diri di tanah, dan Thien Yu baru menyadari jika mereka semua terkena efek dari pertarungannya dengan jendral Ling Feng.


Thien Yu segera memberikan mereka masing-masing pil obat pemulih stamina ke dalam mulutnya, kemudian Thien Yu menyalurkan energi murni kesemua rombongan dataran langit.


Tak lama kemudian mereka semua pun mulai tersadar, tetua Sanghao yang tersadar terlebih dahulu sangat terkejut melihat kondisi tubuhnya yang telah pulih seperti sediakala, dia pun menatap heran kepada Thien Yu.


"Apakah kau yang telah memulihkan kami semua?" tanya tetua Sanghao.


"Untuk apa aku menjawabnya tetua, sementara tetua sendiri telah mengetahui jawabannya, lebih baik kita segera pergi kembali ke dataran langit karena apa yang kita cari telah kudapatkan," ucap Thien Yu.


"Baik lah Thien Yu, dan terimakasih karena kau telah menyelamatkan kami semua," ucap tetua Sanghao.


Setelah itu Thien Yu menghadirkan batu bara giok di tempat itu, dan menyuruh semua rombongan untuk naik ke atasnya.


Sementara itu putri Langyun yang tersadar dengan segera memeluk Thien Yu dari belakang, yang membuat Thien Yu terkejut dengan apa yang di lakukan oleh sang putri.


"Putri, lepaskan aku!!, apa kau tak malu dengan semua orang yang tengah memandangi kita berdua?" tanya Thien Yu.


"Aku tak perduli dengan mereka semua, aku hanya ingin kau menggendongku naik keatas batu bara Giok," jawab putri Langyun.


"Thien Yu tak punya pilihan, sekarang ini dia ingin secepatnya menuju ke dataran awan guna menghidupkan pohon Orgy yang telah membantunya dalam menembus kekuatan ranah tingkat penempaan tubuh surgawi, setelah itu dia akan ke dataran awan tepatnya ke kastil iblis darah guna melepaskan putri Sora ri yang telah lama disekap.


Dengan tanpa pikir panjang Thien melesat keatas batu bara giok dengan menggendong putri dari bangsa elf itu.

__ADS_1


*****


Perjalan menuju ke dataran langit menempuh waktu yang lumayan panjang, Thien Yu menghabiskan waktu itu dengan bermeditasi.


Apa yang di lakukan Thien Yu membuat putri langyun merasa kesal, karena pemuda yang di cintainya itu memilih bermeditasi dari pada menemaninya.


Tetua Sanghao yang tanggap akan kegelisahan putri Langyun, dengan segera datang menghampiri sang putri, biar bagaimana pun putri langyun merupakan anak asuhnya sewaktu masih kecil.


"Yun'er kemarilah," ucap tetua Sanghao.


"Ada apa paman?" tanya sang putri setelah dekat dengan tetua Sanghao.


"Paman ingin mengetahui hubunganmu dengan Thien Yu, apakah kau sekarang ini tengah menjalin suatu hubungan asmara dengannya?" ucap tetua Sanghao balik bertanya.


"Entahlah paman, Thien Yu susah di tebak dan dia selalu berusaha menghindari ku. Paman apakah aku kurang menarik sebagai seorang wanita dari bangsa peri?" jawab sang putri.


Kali ini tetua Sanghao baru menyadari jika cinta putri Langyun tengah bertepuk sebelah tangan terhadap Thien Yu, dan tetua Sanghao sangat takut jika anak asuhnya itu akan patah hati yang menyebabkan keceriaan di wajahnya akan kembali memudar seperti dulu setelah kedua orang tuanya mati.


Buru buru tetua Sanghao menjawab pertanyaan sang putri. "Dari seluruh ras, wanita bangsa peri merupakan wanita tercantik dan tak ada tandingannya di semua alam kecuali dengan wanita dari alam nirwana, yang berstatus seorang Dewi yang mampu imbang dalam hal lekuk tubuh dan kecantikan. Aku rasa ada sesuatu beban yang di alami Thien Yu sehingga dia tak ingin orang orang terdekatnya terluka dengan masalahnya itu," jawab putri Langyun.


"Paman aku tak pernah menyukai laki laki sebelum ini, tapi dengan thien Yu aku begitu mencintainya dan berharap dia akan menjadi pendamping hidupku di masa depan," ucap putri Langyun.


"Bersabarlah Yun'er, karena aku yakin jika suatu hari nanti Thien Yu akan mempunyai perasaan yang sama seperti perasaan mu saat ini dengannya," ucap tetua Sanghao.


Mendengar perkataan tetua Sanghao, sang putri pun akhirnya menganggukkan kepalanya.


Sementara itu di dalam meditasinya Thien bertemu dengan dua orang yang sama sekali tak di kenalnya, yang mengherankan bagi Thien Yu, mengapa kedua orang itu bisa menembus alam meditasinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2