Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertempuran di gurun pasir


__ADS_3

Dengan menaiki rubah putih ekor 3, Nien Chu melesat cepat menembus lebatnya hutan belantara yang menuju ke arah desa gurun pasir.


"Jika melihat peta ini, sebentar lagi aku akan berada di wilayah Desa gurun pasir yang sebagian besar wilayahnya tertutup hamparan pasir. Aku harus secepatnya membawa An ji Ang kembali kelembah salju, sebelum waktu pernikahan putri Annchi selesai dilaksanakan," gumam Nien Chu.


"Yi eng..., berputar ke arah Utara, karena kita akan mengambil sisi utara untuk memasuki desa gurun pasir," perintah Nien Chu.


Mendapatkan perintah dari tuan mudanya, Yi eng melesat memutar arah menuju ke arah utara, sesuai dengan ke inginan Nien Chu.


Sementara itu, An Yue yang telah lama mencari keberadaan Nien Chu di dalam desa, begitu sangat heran melihat jika pemuda yang telah terkena racun kalajengking gurun pasir, tak dapat ditemukannya di dalam desa.


"Aku tak melihat keberadaan Nien Chu dan rubah putih ekor 3 yang selalu bersamanya, sepertinya telah terjadi sesuatu hal sehingga aku tak boleh di libatkan dalam masalah itu."


"Aku akan mencari tahu keberadaan serigala roh iblis kuno yang berada di luar desa, jika kawanan serigala itu masih ada berarti Nien Chu juga masih ada di dalam desa, akan tetapi jika sebaliknya maka Nien Chu telah pergi dari Desa lembah salju," batin An Yue.


An Yue kemudian melesat pergi meninggalkan tempat itu menuju ke luar gerbang desa, dan setibanya di sana An Yue sama sekali tidak melihat keberadaan serigala roh iblis kuno yang tadinya mengurung desa.


"Benar Nien Chu pasti sudah pergi dari Desa ini," batin An Yue.


An Yue segera menuju ke kediaman Sang guru untuk mencari tahu hilangnya Nien Chu.


Di kediaman sang guru, An Yue mendapatkan jawaban yang tak masuk akal oleh ketua You You, dengan berkata jika Nien Chu telah pergi dari desa, untuk mencari alkemis kuat di kekaisaran kota agar dapat mengeluarkan racun yang bersemayam di dalam tubuhnya saat ini.


An Yue sama sekali tak percaya dengan jawaban dari sangguru, dia pun bergegas pergi dari kediaman sang guru guna mencari tahu ke mana sebenarnya Nien Chu pergi.


"Jika Nien Chu pergi dari desa ini, maka para elf yang berada di gerbang desa tentu akan mengetahui keberadaannya.


"Aku akan menanyakan kepada mereka yang berada di gerbang Desa, ke mana Nien Chu pergi," batin An Yue.


"An Yue pada akhirnya memutuskan untuk pergi ke gerbang Desa, guna menanyakan tentang arah kepergian Nien Chu.


"Aku ingin kalian semua menunjukkan kepadaku ke mana arah Nien Chu pergi?" tanya An Yue.


"Nona muda, kami tak bisa mengatakan kepada anda mengenai kepergian Nien Chu, karena ketua You You telah melarang kami untuk mengatakan hal itu kepada Nona muda," ucap salah seorang penjaga gerbang.


"Aku tau sekarang, kemana Nien Chu pergi. Sepertinya aku harus menyusul Nien Chu untuk mencari penawar bagi racun di dalam tubuhnya," batin An Yue.


Dengan diam diam, An Yue segera pergi dari lembah salju menuju ke desa gurun pasir.


Di desa gurun pasir kehebohan seketika itu terjadi, Nien Chu yang menunggangi rubah raksasa ekor 3, meminta para penjaga untuk mempertemukannya dengan ketua desa.


Melihat Nien Chu datang sebagai seorang pemuda arogan, membuat seluruh penjaga gerbang langsung menyerang ke arah Nien Chu.


"Yi eng bersiaplah untuk melakukan pertempuran dengan desa gurun pasir, kita akan membuat desa gurun pasir menyerahkan An ji Ang pada ku," ucap Nien Chu.


Melihat para penyerang semakin mendekat, rubah putih ekor 3 seketika itu melakukan pergerakan yang sangat cepat, dan dengan menggunakan ketiga ekornya sang rubah putih berhasil melumpuhkan seluruh penjaga gerbang.


Nien Chu yang masih menunggangi Rubah putih ekor 3, dengan cepat menerobos gerbang dan kini mereka berdua telah berada di tengah-tengah desa.


"Cepat serahkan An ji Ang padaku, jika tidak maka jangan salahkan aku jika desa ini akan kululuh lantak kan," teriak Nien Chu dengan disertai pengerahan tenaga dalam di perkataannya, sehingga seluruh penduduk yang berada di desa gurun pasir dapat mendengar jelas suara Nien Chu.

__ADS_1


Ketua desa dan seluruh petinggi desa gurun pasir datang ke hadapan Nien Chu.


"Sungguh sangat besar nyalimu anak muda, hingga kau berani datang seorang diri dan menantang kami semua. Jika memang kau menginginkan An ji Ang maka aku tak akan memberikannya," jawab kepala desa.


Mendengar jawaban dari kepala desa membuat Nien Chu sangat geram, dia pun lantas mengeluarkan pedang penguasa malam dan menyerang ke arah kepala desa.


Pertarungan pun terjadi, Nien Chu yang diserang oleh 6 petinggi desa gurun pasir, dapat mengimbangi setiap serangan yang menuju ke arahnya, sementara itu Yi eng saat ini tengah menghadapi para murid senior yang menginginkan kematiannya.


Melihat Yi eng di keroyok sedemikian rupa oleh kultivator kuat yang di miliki desa gurun pasir, membuat Nien Chu segera membuka portal maka muncullah raja serigala iblis kuno dari dalamnya, dan langsung membantu Yi eng dalam menghadapi pengeroyoknya.


Tak butuh waktu lama, kedua binatang roh kuat yang menjadi pengikut Nien Chu, dapat dengan mudah memporak-porandakan barisan penyerang, yang semakin lama semakin banyak berdatangan ke kamar Nien chu


"Kalian berenam bantu mereka semua membentuk formasi Naga pasir, untuk menghabisi kedua binatang roh itu!!" perintah sang ketua desa.


Mendengar perintah dari ketua desa, para petinggi desa segera melesat menuju kearah rubah putih ekor 3 dan serigala iblis kuno.


Ke enam nya langsung membuat formasi naga pasir, dengan menyatukan kekuatan dari seluruh energi penduduk desa yang berada di tempat itu, sehingga naga pasir raksasa pun tercipta dengan sambaran-sambaran petir besar di dalam tubuh sang naga.


Sementara itu An Yue yang sayup sayup mendengar suara pertarungan dari kejauhan, sangat mengetahui dengan pasti jika sumber suara itu berasal dari desa gurun pasir yang ingin di tujunya, sehingga An Yue semakin yakin jika pertarungan itu terjadi karena Nien Chu berada di sana.


An Yue segera mempercepat langkahnya menuju desa, dan pada akhirnya diapun sampai ke desa gurun pasir.


Benar saja apa yang ada di dalam pikiran nya, terlihat Nien Chu tengah bertarung dengan Ketua desa, yang membuat An Yue segera melesat untuk membantu Nien Chu.


An ji Ang yang sedari tadi memantau jalannya pertarungan antara Nien Chu dengan ketua desa, sangat terkejut melihat An Yue berada di desa gurun pasir, dan saat ini tengah melesat cepat menuju ke arah pertarungan antara Nien Chu dan ketua desa.


Tak ingin jika An Yue membantu Nien Chu menghadapi ketua desa, membuat An ji Ang seketika itu menghadang langkah An Yue.


An ji Ang..., aku sendiri yang akan membawamu kembali ke desa lembah salju untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang telah kau lakukan itu," ucap An Yue.


"Ha..ha..ha.., An Yue seharusnya kau mengetahui jika ketua You You selalu tak berlaku adil padaku, hingga membuatku menjadi yang kedua setelah kau, sebenarnya aku tak mempermasalahkan hal itu karena biar bagaimanapun aku hanya kalah kepada satu yang sangat kucintai yaitu kau ..., Akan tetapi ketua You You selalu saja merendahkanku dengan mengatakan jika aku tak layak untuk mendapatkan cintamu, karena aku selalu kalah dalam segi apapun dirimu, sehingga di masa depan ketua You You akan memberikan puncak pimpinan Desa kepadamu dan aku begitu sangat kecewa akan hal itu."


"An Yue di sini aku diperlakukan dengan sangat baik, dan ketua desa menjadikanju murid utama nya, sehingga aku tak akan pernah menyesali telah berhianat kepada desa lembah salju," ucap An ji Ang.


"Dasar penghianat ..!!, lebih baik aku yang membunuhmu di tempat ini...!!" pekik An Yue kemudian menyerang An ji Ang dengan pedangnya.


Akhirnya pertarungan antara keduanya berlangsung sengit, An ji Ang yang juga telah berada di tingkat ranah Dewa, mampu mengimbangi kecepatan serang An Yue sehingga jual beli serangan pun terjadi di antara kedua petarung.


Sementara itu, pertarungan antara Nien Chu dan ketua desa kini mulai memperlihatkan jika Nien Chu lebih unggul dalam teknik kekuatan, walaupun saat ini sang ketua desa telah berada pada ranah tingkat dewa tak terbatas.


"Anak muda ini begitu sangat tangguh, aku hampir saja tak bisa membendung serangan-serangan pedang yang dilakukannya," batin ketua desa.


Ketua desa langsung menelan sebuah pil berwarna merah yang dikeluarkan dari dalam cincin penyimpanan nya, seluruh tubuh ketua Desa seketika itu juga mengeluarkan aura berwarna merah yang sangat menindas dari dalam tubuhnya.


Nien Chu menyadari jika sang ketua desa saat ini telah menelan sebuah pil untuk meningkatkan kekuatan yang dimilikinya, hingga dia dapat bertarung habis habisan dengan Nien Chu.


Ketua desa mulai melakukan serangan kearah Nien Chu, kali ini Nien Chu merasa jika kecepatan serang lawan tarungnya bisa berkali-kali lipat lebih cepat dari sebelumnya, sehingga mau tak mau Nien Chu harus mengeluarkan tehnik langkah bayangan untuk mengimbangi kecepatan serang sang ketua desa.


Tiba tiba ketua desa melakukan gerakan-gerakan segel di tangannya, dan tak lama diapun berteriak dengan lantang... "Segel kurungan naga pasir".

__ADS_1


Pasir pasir yang berada di dalam desa berterbangan di udara, kemudian berkumpul membentuk bola raksasa yang dikelilingi energi kuat berwarna merah.


Tak lama kemudian bola pasir raksasa yang membentuk sebuah kurungan, tiba tiba saja menghilang dan muncul kembali dengan Nien Chu yang sudah berada di dalam kurungan bola raksasa tersebut.


Nien Chu kini terkurung di dalam sebuah segel bentuk bola raksasa, seketika itu langsung menghantamkan pedang penguasa ke salah satu dinding segel, akan tetapi dinding segel teramat sangat kuat sehingga dapat meredam serangan pedang penguasa malam.


Nien Chu tiba-tiba saja menghentikan serangannya kearah dinding segel, karena merasa jika semakin besar dia mengeluarkan energi dari tubuh nya maka semakin kuat dinding dinding segel itu menghisap energi yang di keluarkannya, sehingga membuat Nien Chu saat ini mulai kelelahan.


An Yue yang melihat Nien Chu dalam bahaya, segera mengeluarkan tehnik cermin abadi yang dimilikinya, untuk membantu Nien Chu terbebas dari segel yang tercipta.


Seketika itu cermin raksasa pun tercipta yang mengeluarkan kurungan bola raksasa, persis dengan kurungan yang membelenggu Nien Chu.


Kurungan yang keluar dari dalam cermin raksasa, melesat cepat kearah kurungan segel yang membelenggu Nien Chu, sehingga kedua segel kurungan tersebut saling berbenturan di udara.


Ledakan keras pun terjadi seiring dengan hancurnya kedua segel. Melihat An Yue telah menyelamatkannya dari segel yang mengurung dirinya, membuat Nien Chu langsung menelan sebuah pil untuk membantunya pulih seperti sedia kala, dan tak lama kemudian dia pun menggabungkan ketiga kekuatan api yang dimilikinya, untuk membentuk serangan amukan api misterius kearah ketua desa.


Teratai api pun tercipta, dan dengan sangat cepat langsung menuju ke arah ketua desa.


Ketua desa yang sebelumnya telah mengetahui keganasan teratai api milik Nien Chu, tak ingin mengambil resiko dengan membiarkan teratai api itu mengenai tubuhnya, diapun langsung membentuk sebuah perisai yang terbuat dari pasir yang teramat sangat keras, hingga ledakan energi pun kembali terjadi tempat itu.


Ketua desa terseret beberapa meter ke belakang, dengan nafas yang terengah-engah. "Serangan anak muda ini begitu sangat kuat, dan jika saja serangan itu mengena telak ke tubuhku, makan bisa pastikan aku pasti akan terluka dalam," batin ketua desa.


"Tak kusangka kau harus memaksa aku menggunakan kekuatan Dewa pasir kuno untuk menghancurkan mu Nien Chu .." batin ketua desa.


Ketua desa langsung mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam cincin ruangnya, setelah botol kecil itu berada di genggaman tangan kirinya, ketua desa segera menggigit jari telunjuk tangan kanannya, hingga membuat jari telunjuknya terluka dan mengeluarkan darah segar.


Botol kecil yang berisikan pasir, dengan sengaja di teteskan darah di jari tangan kanan sang ketua desa, sehingga pasir pasir itupun menjadi hidup.


Tanpa ragu ketua desa langsung menumpahkan pasir-pasi tersebut ke atas kepalanya, hingga pasir pasir itupun hilang terserap oleh tubuh sang ketua desa.


Nien Chu yang kembali telah menyiapkan teratai api, langsung melesat cepat menggunakan teknik langkah bayangan menuju kearah ketua desa, hingga serangan amukan api misterius nya kini telak menghantam sang ketua desa.


Tubuh ketua desa berhamburan ke udara menjadi serpihan serpihan kecil, akan tetapi keanehan pun tercipta di mana serpihan serpihan tubuh sang ketua desa tiba-tiba saja berubah menjadi pasir, dan tak lama kemudian fase-fase itu pun kembali membentuk tubuh ketua desa.


"Nien Chu kau tak akan sanggup membunuhku, selama pasir dewa kuno telah menyatu dengan tubuhku," ucap ketua desa.


Kini ketua desa menyerang kearah Nien Chu, diapun mengarahkan tangan kananya kearah Nien Chu maka berton ton pasir seketika itu berkumpul menjadi satu dan membentuk tangan raksasa .


Tangan dari kumpulan pasir itu itu segera melesat kearah Nien Chu.


Melihat tangan pasir yang mengarah cepat kepadanya, membuat Nien Chu menebaskan pedang penguasa malam kearahnya sambil berteriak lantang...."Tebasan semesta"


Gelombang energi pun tercipta, yang membuat tebasan pedang penguasa malam langsung membentuk bayangan pedang raksasa, dan menghantam dengan telak serangan tangan raksasa menuju ke arahnya.


Apa yang terjadi di luar nalar Nien Chu, tebasan pedangnya mampu menembus tangan raksasa tersebut tanpa bisa menghancurkannya, sehingga tangan raksasa itu dapat meraih tubuh Nien Chu ke dalamnya.


Melihat Nien Chu telah berada di dalam kekuasaan tangan raksasa, membuat ketua desa langsung mengaktifkan tangan kanannya, hingga tangan raksasa itu itupun langsung menutup dengan Nien Chu yang berada di dalamnya.


Bersambung.

__ADS_1


2 episode di jadikan 1 🙏


__ADS_2