
Aura segel darah surgawi yang tercipta begitu sangat kuat, sehingga Nien Chu dapat merasakan adanya kekuatan besar di dalam segel darah itu.
Nien Chu tak tinggal diam melihat hal itu, dia tak ingin menjadi bulan-bulanan serangan berkekuatan besar yang diciptakan oleh Li Yu She, dengan mengeluarkan kekuatan penuh di tangan kiri dan kanannya, Nien Chu langsung menggabungkan ketiga api sekaligus, untuk membentuk serangan berkekuatan besar yang bernama amukan api misterius.
Api putih dari inti api surgawi di tangan kanan, dan api hijau dari inti api hidup di tangan kiri mengeluarkan aura yang sangat kuat. Kedua kekuatan besar itu di satukan sehingga tercipta sebuah teratai api yang memancarkan aura yang dapat menggetarkan segel pelindung yang membatasi arena pertarungan.
Setelah Nien chu menggabungkan kedua inti api di hadapannya hingga menjadi teratai api, tak lama kemudian Nien Chu meniupkan api ilahi dari dalam mulutnya dan menggabungkannya dengan teratai api yang telah tercipta, sehingga kobar api berwarna biru semakin bertambah besar menyelimuti permukaan teratai api.
"Zhurui..., Anchu..., lindungi diri kalian karena sebentar lagi benturan energi besar akan terjadi, Aku tak ingin kalian terluka akibat efek dari benturan energi itu," ucap Nien Chu dalam batinnya.
Suara Nien Chu begitu jelas terdengar di telinga kedua sahabatnya yang tak bisa di dengar oleh orang lain, sehingga mereka berdua langsung membentuk perisai pelindung dan mengabaikan pertarungannya dengan Li Shen Dong.
Nien Chu yang telah membentuk teratai api berwarna biru, dengan cepat meloncat ke udara dan berteriak lantang...
"Amukan api misterius...!!" teriak Nien Chu saat melemparkan teratai api ke arah segel darah yang mengeluarkan telapak tangan emas raksasa dari dalam segel.
Telapak tangan raksasa berwarna emas yang keluar dari dalam segel darah surgawi, saling berbenturan dengan teratai api berwarna biru milik Nien Chu yang mengakibatkan buas energi api yang tercipta dari kekuatan api misterius, dapat menghancurkan apapun yang berada di sekitar tempat itu, termasuk arena pertarungan dan segel pelindung yang melindungi arena pertarungan.
Zhurui dan Anchu terpental jauh keluar dari arena pertarungan, akibat efek dari benturan energi besar yang terjadi. Walaupun mereka berdua terpelanting keras kepermukaan tanah, tapi dengan pelindung energi yang telah di pasang sebelumnya, mereka berdua hanya menderita luka dalam ringan.
Beda dengan Li Shen Dong yang hanya memikirkan pertarungannya melawan Zhurui dan Anchu, tak menduga akan adanya benturan energi berkekuatan besar yang terjadi, sehingga diapun terhempas menabrak segel pelindung dan jatuh ke tanah dengan keras.
Tampak darah segar mengalir di sudut bibirnya, yang menandakan jika dirinya tengah terluka parah.
Di podium utama, kaisar Annzhor yang melihat adanya ledakan energi besar yang mampu menghancurkan segel pelindung arena, segera turun tangan untuk menyelamatkan para penonton yang menyaksikan jalannya pertarungan, dengan mengeluarkan kekuatan peri kuno surgawi yang dimilikinya, untuk membentuk segel pelindung baru agar efek ledakan energi yang terjadi di arena pertarungan, tak mengenai para penonton yang saat ini masih menyaksikan jalannya pertarungan.
__ADS_1
Diatas arena yang telah hancur, tampak teratai api telah dapat menghancurkan segel darah surgawi yang tercipta, dan kini teratai api itu melesat cepat menuju kearah Li Yu She.
Melihat murid jeniusnya dalam bahaya besar, ketua Oyang Hong segera melesat dari podium para ketua, menuju ke arah Li Yu She berada.
Kembali ledakan energi terjadi untuk kedua kalinya, saat ketua Oyang Hong berhasil menepis serangan teratai api yang menuju kearah muridnya, hingga benturan energi besar itu membuat Nien Chu terseret beberapa meter ke belakang sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.
ketua Oyang Hong berhasil menyelamatkan muridnya dari serangan amukan api misterius yang dilakukan oleh Nien Chu, walaupun tubuhnya terasa sakit tapi dia merasa lega karena melihat keadaan muridnya yang baik-baik saja.
Ketua Oyang Hong langsung menyalurkan energi murninya ke tubuh Li Yu She, agar kondisi tubuh muridnya dapat lebih baik dari sekarang.
Debu tebal yang menyelimuti arena pertarungan kini telah menipis, dan tampak Nien Chu masih berdiri kokoh walaupun energi tubuhnya telah terkuras habis.
Di tempat lain, Li Yu She yang mendapatkan energi murni dari gurunya, merasakan tubuhnya telah pulih 70% dan dengan sekuat tenaga diapun melesat cepat kearah Nien Chu dengan melakukan serangan mematikan.
Tapi sayang serangan yang di lakukan Li Yu She telah lebih dulu mengenai tubuh Nien Chu sebelum sang ketua desa sempat mencegahnya.
"Sudah ku katakan aku pasti akan menghancurkan kultivasimu....!!" teriak Li Yu She.
Tiba tiba saja ledakan energi kembali terjadi saat telapak tangan Li Yu She mengenai tubuh Nien Chu, yang membuat Li Yu She terhempas jauh ke belakang dan tak bangkit lagi.
Ketua Oyang Hong begitu sangat terkejut saat melihat murid kesayangannya itu terhempas akibat benturan energi yang terjadi, dia pun langsung menyongsongnya dan melihat keadaan muridnya itu.
Ketua Oyang Hong begitu sangat murka setelah mengetahui jika kultivasi yang dimiliki Li Yu She telah musnah, akibat Dantian yang ada di dalam tubuhnya telah hancur, sang ketua pun bangkit berdiri dan berniat ingin menyerang kearah Nien Chu, agar Nien Chu dapat merasakan luka seperti yang dirasakan muridnya saat ini.
Ketua desa tak tinggal diam, diapun langsung menghalang halangi niat ketua Oyang Hong yang ingin melukai Nien Chu, akibatnya hampir saja pertarungan di antara kedua ketua terjadi di tempat itu, jika tidak dihalangi oleh penasehat istana yang datang ke tengah-tengah mereka.
__ADS_1
"Apa yang kalian berdua lakukan, ini merupakan pertarungan antara para pemuda dan bukan pertarungan antar para ketua."
"Aku ingin kalian memandang yang mulia Kaisar, dengan tidak melakukan hal bodoh seperti ini," ucap penasehat istana.
Kedua ketua itupun akhirnya menghentikan perdebatan yang terjadi, ketua Oyang Hong kemudian pergi ke arah Li Yu She dan menggendongnya pergi dari tempat itu.
Ketua desa pun ikut melakukan hal yang sama dengan pergi ke arah Nien Chu.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya ketua desa.
"Keadaanku kurang baik ketua, aku saat ini mengalami luka dalam," ucap Nien Chu.
Tak lama kemudian para alkemis dari istana datang kearah Nien Chu, untuk membawa Nien Chu ke balai pengobatan istana untuk mendapatkan perawatan di sana.
Flash back
Nien Chu yang melihat adanya serangan cepat dari Li Yu She kearahnya, hanya bisa pasrah dengan keadaan yang ada, karena energi di dalam tubuhnya telah terkuras habis, sehingga dia tak mampu lagi menghindar maupun
menangkis serangan yang tertuju ke arahnya.
Di dalam keterpurukannya itu tiba-tiba saja rubah ekor tiga yang ada di dalam tubuh Nien Chu bereaksi, diapun lantas membentuk perisai di tubuh Nien Chu, dan melakukan serangan balik yang sangat kuat yang tak bisa dilihat oleh siapapun juga.
Akibat serangan dari sang rubah, Li Yu She akhirnya terhempas jauh ke belakang dengan kondisi tubuh yang terluka dalam sangat parah.
Bersambung.
__ADS_1