Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Kedatangan kaisar Huang Xu


__ADS_3

Thien Yu benar benar terpuruk, banyaknya wanita yang dekat dengannya membuat Thien Yu pusing, di tambah lagi dengan adanya putri dari raja kota gerbang naga yang ingin di jodohkan dengannya, membuat Thien Yu semakin pusing.


"Aku tak tau apa yang harus kulakukan, pikiranku belum tertuju kepada mereka semua karena saat ini aku tengah fokus dalam pertarungan 3 tahun yang sebentar lagi akan terlaksana.


Biar lah urusan dengan mereka semua ku tutup saat ini, dan kubuka lagi setelah pertarungan antara aku dan pangeran Huang Qin berakhir," batin Thien Yu.


Baru saja Thien Yu ingin merebahkan tubuhnya, tiba tiba saja suara ketukan pintu terdengar dari luar kamarnya.


Dengan bermarkas malasan, Thien Yu pada akhirnya berjalan untuk membuka pintu kamarnya.


Tampak di depan pintu jendral Jatayu dan Feng Yu tengah berdiri didepan pintu kamarnya.


"Kakak, akhirnya kau sampai di istana pheonix," ucap Thien Yu dan langsung memeluk Feng Yu dengan hangat.


Melihat keakraban yang terjadi, membuat jendral Jatayu memilih pergi dari tempat itu.


"Pangeran jika tak ada lagi yang harus ku lakukan, aku mohon diri," ucap jendral Jatayu sambil menggenggam tinju memberi hormat.


"Trimakasih atas semua bantuanmu paman hingga kakakku Feng Yu bisa berada di istana Phoenix, beristirahatlah...," jawab Thien Yu.


Setelah kepergian jendral Jatayu, Thien Yu mengajak Feng Yu keatas bangunan istana, sambil membawa seguci kecil anggur.


"Kak Feng Yu aku ingin kau membantuku di kekaisaran ini, karena aku tak ingin kau jauh dariku setelah lama kita berpisah.


Walaupun kau bukan saudara kandungku, tapi didalam hatiku kau adalah seorang kakak yang telah ku anggap sebagai saudara kandungku sendiri, karena sedari kecil kita telah tumbuh bersama hingga sampai saat ini," ucap Thien Yu.


"Adik, selama ini aku tak tau jika kau merupakan pewaris tahta kekaisaran pheonix, dan tentunya aku akan berada di kekaisaran ini untuk membantumu mengurus istana," jawab Feng Yu.


"Kak Feng Yu, jika aku telah menjadi seorang kaisar pheonix aku ingin kau tetap memanggilku adik, hanya di depan umum kau boleh memanggilku kaisar," ucap Thien Yu.


"Tentu saja, saat kita berdua seperti ini aku juga boleh memukulmu seperti ini," ucap Feng Yu sambil mukul Thien Yu dengan telapak tangannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, tawa mereka berdua menggema dia atas atap bangunan istana.


Dengan hadirnya Feng Yu membuat Thien Yu lupa sejenak akan masalah yang di alaminya.


Sementara itu para prajurit penjaga yang mendengar keributan diatas atap bangunan istana, segera bertindak dengan menarik busur panah yang berada di genggaman tangan mereka, namun setelah mengetahui jika diatas atap bangunan adalah Thien Yu, mereka semua diam dan tak melakukan tindakan yang membuat kesenangan pangerannya terganggu.


Malam itu Thien Yu menghabiskan malam bersama Feng Yu, kerinduan terhadap sang kakak kini sirna, mereka berdua bercerita tentang kenangan masa kecil yang telah di lalui di desa batu, yang membuat mereka berdua rindu akan kenangan masa kecil mereka berdua.


*****


Kehadiran Feng Yu di istana pheonix di sambut dengan baik oleh ratu Yan Ling, dan sang ratu sangat menyetujui jika Feng Yu bersanding dengan putri Yan Chi, yang merupakan keponakannya.


Melihat bakat dalam strategi perang yang di miliki Feng Yu, membuat sang ratu takjub dan berkeinginan untuk mengangkat Feng Yu menjadi salah satu jendral perang di kekaisaran pheonix, setelah Thien Yu kelak diangkat menjadi kaisar menggantikan posisi ayahnya yang telah tiada.


Saat ini di kekaisaran pheonix semakin ramai dengan adanya rencana pertarungan tiga tahun antara dua pangeran, para tamu dari berbagai kalangan pun ikut menyemarakkan pertarungan yang akan terjadi.


Mahaguru pagoda 9 yang merupakan tamu kehormatan, ikut hadir dan kini berada di istana pheonix untuk melihat jalannya pertarungan esok hari.


Saat melihat pangeran Huang Qin dari kejauhan, Thien Yu sangat di kejutkan dengan adanya Dewa perang langit di sisi pangeran Huang Qin.


"Bukankah yang tengah bersama pangeran Huang Qin merupakan jenderal Ling Feng yang dahulu pernah bertarung denganku di dalam alam inti vioni," batin Thien Yu.


Dewa Ling Feng dan Zhiolu selalu berada di dekat pangeran Huang Qin, yang membuat Thien Yu segera memanggil jendral Jatayu dan Jendra Gonglang untuk mewaspadai kehadiran Dewa perang langit tersebut.


"Paman, yang bersama pangeran Huang Qin adalah Dewa perang langit, aku ingin paman mengawasinya agar tak melakukan kerusakan di kawasan ke kaisaran," ucap Thien Yu.


"Baik pangeran, kami akan mengawasinya," jawab kedua jendral itu serempak.


Setelah berkata seperti itu, kedua jendral itupun pergi untuk melaksanakan tugas yang di berikan Thien Yu.


*****

__ADS_1


Perhelatan Akbar yang ditunggu telah tiba, kaisar Huang Xu dan ratu Yun er juga telah tiba di kekaisaran pheonix, mereka berdua ingin melihat langsung pertarungan putra semata wayangnya yang akan di gelar hari ini.


Kedua petinggi kekaisaran Glory datang menghampiri ratu Yan Ling yang juga di dampingi oleh sang ayah dan kakaknya, yaitu penasehat Yan Lou dan jendral Yan Luo.


Kedua petinggi kekaisaran Glory langsung menggenggam tinju memberi hormat pada sang ratu. "Semoga ratu panjang umur," ucap kaisar Huang Xu.


Sebagai tuan rumah yang baik, ratu Yan Ling pun memberi hormat kepada kaisar Huang Xu, yang di ikuti oleh penasehat dan jendral yang ada di belakangnya.


"Semoga kaisar Huang Xu juga di berikan umur panjang," jawab ratu Yan Ling.


Sang ratu kemudian mempersilahkan sang kaisar dan permaisuri kekaisaran Glory, untuk duduk di dalam ruangan utama kekaisaran.


"Suatu kehormatan bagi kami dengan kedatangan Kaisar besar seperti anda ke istana pheonix," ucap ratu Yan Ling berbasa basi, sambil melirik ke arah ratu Yun er yang dulu pernah dekat dengannya sewaktu ratu Yun er masih menjadi istri Yan lan suaminya.


Di tatap sedemikian rupa membuat ratu Yun er tersenyum sinis kepada ratu Yan Ling.


"Ternyata dengan berjalannya waktu membuat Yun er berubah, syukur waktu itu Kak Yan Lan meninggalkannya jika tidak dia pasti akan menjadi duri di kekaisaran Phoenix," batin ratu Yan Ling.


"Ratu dalam pertarungan yang telah disepakati 3 tahun yang lalu antara kedua pangeran, yang bersepakat untuk melakukan pertarungan hidup dan mati dalam pertarungannya hari ini, kurasa perjanjian itu hari ini harus bisa dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan mereka.


Apakah Pangeran negeri pheonix sudah siap dengan perjanjian yang telah mereka sepakati bersama dalam pertarungan hidup dan mati?.


Jika pangeran negeri pheonix ragu dalam melakukan pertarungan hari ini, sebaiknya Pangeran mundur sebelum hal buruk terjadi padanya, dan kuingin ratu sendiri yang mengumumkan pada seluruh pemimpin negeri yang hadir dalam pergolakan Akbar ini, jika pangeran Thien Yu mengakui kekalahannya," ucap kaisar Huang Xu dengan senyum yang meremehkan.


Mendengar perkataan dari kaisar Huang Xu, membuat darah di tubuh ratu Yan Ling mendidih, amarah nya seketika meledak semua itu terlihat dari aura yang keluar dari tubuhnya yang begitu sangat menindas, hingga membuat penasehat dan Jenderal istana pheonix sangat kesulitan untuk bernafas.


Begitupun dengan ratu Yun er, dia pun merasa kesulitan untuk bernafas seperti tertindih oleh beban yang sangat berat, tapi tak seperti Kaisar Huang Xu, dia tak merasakan sedikitpun efek aura yang dilepaskan ratu Yan Ling.


Dengan perlahan sang Kaisar Glory memegang bahu sang istri, dan menyalurkan energi murninya hingga sang ratu istana Glory dapat kembali bernapas dengan lega.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2