
"Jendral jatayu menghadap pangeran," ucap sang jendral di hadapan Thien Yu.
Jendral aku ingin ke benua semesta biru hari ini juga, dan aku ingin sampai kesana dengan cepat dapatkah kau pikirkan cara menuju kesana?" tanya Thien Yu.
"Pangeran, aku akan mengantarmu kesana dan besok pagi kau akan berada di benua permata hijau," jawab jendral Jatayu.
Sesaat Thien Yu mengernyitkan dahinya, dia tak menyangka jika jendral Jatayu dapat membawanya menuju ke benua permata hijau dalam waktu singkat.
Tapi di dalam hati kecil Thien Yu merasakan keyakinan dan percaya dengan perkataan jendral Jatayu, hingga diapun berkata.
"Jendral dapatkah kau mencari cara biar kami berdua dapat keluar dari rombongan ini? sehingga kami berdua dapat menuju ke benua semesta biru tanpa suatu kecurigaan?" tanya Thien Yu.
"Pangeran aku akan memberikan 2 pil ini dan kalian bisa menelannya masing masing satu, sisanya biar aku yang urus. Tapi sebelumnya aku ingin tuan muda menghentikan raja gorila raksasa dan asasin bayangan (Julukan lu ying di mata jendral Jatayu), agar menghentikan pertarungannya," ucap jendral Jatayu.
"Baik jendral, aku akan menghentikan mereka," ucap Thien Yu.
Tak lama kemudian Lu ying dan raja gorila raksasa muncul di hadapan Thien Yu sambil menggenggam tinju memberi hormat.
Syin Yin yang melihat hal itu langsung bersembunyi di belakang Thien Yu.
Melihat ketakutan di wajah Syin Yin, Thien Yu berusaha menenangkannya.
"Kau jangan takut, mereka berdua adalah sahabatku," ucap Thien Yu.
Mendengar perkataan Thien Yu membuat Syin Yin menjadi lega, tapi jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, dia tak menyangka jika sosok pemuda yang di cintainya itu adalah seorang pangeran dari kekaisaran pheonix, yang mampu menjadikan 2 kultivator kuat yang ada di hadapannya itu menjadi bawahannya.
"Aku ingin mendengar penjelasanmu nanti Thien Yu," batin Syin Yin dalam hati.
Setelah kedua pengikut Thien Yu pergi, Syin Yin dan Thien Yu menelan pil pemberian dari jendral Jatayu hingga mereka tak sadarkan diri seperti seorang kultivator yang terluka parah.
__ADS_1
Jendral jatayu mengeluarkan tenaga dalamnya untuk berteriak meminta tolong pada rombongannya. Mendengar teriakan jendral jatayu membuat ketua Zheng long melesat cepat kearah sumber suara, yang di ikuti para ketua yang lainnya serta seluruh murid terpilih yang ada.
Betapa terkejutnya raja Zheng long dan ketua dari 5 kerajaan besar saat melihat tiga orang murid terpilihnya sudah tergeletak di tanah.
Ketua Huangshan seakan tak percaya melihat Shang mu telah mati dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.
"Celaka!! bagaimana aku mempertanggung jawabkan ini semua pada kaisar Huang Xu dan jendral Shang Yang?, pasti jendral Shang yang akan murka padaku karena tak menjaga putra dengan baik, sehingga dia tewas di tempat ini," batin ketua Huangshan.
"Siapa sebenarnya yang membunuh Shang mu dan melukai Syin Yin hingga dia terluka parah seperti ini?, apakah sosok kultivator bayangan yang bertarung dengan ku yang melakukannya?, tapi jika memang dia bagaimana caranya dia bisa melakukannya sementara kultivator bayangan itu tengah bertarung dengan ku?" batin ketua Huangshan kembali.
Kali ini ketua Huangshan menduga jika kultivator bayangan yang telah melakukan itu semua, karena dengan tingkat kekuatannya yang sangat mumpuni bukan mustahil baginya untuk melakukan semua ini.
Ketua Huangshan berkeyakinan jika raja gorila emas telah bersekongkol dengan kultivator bayangan, untuk membunuh Shang mu dan melukai para murid terpilih yang ada di dalam rombongan itu.
Sementara itu Feng Yu yang melihat kondisi Thien Yu, yang tergeletak tak sadarkan diri di tanah berteriak histeris. "Tolong selamatkan abdiku, aku mohon ketua Zheng long," pintanya.
Ketua Zheng long segera memeriksa keadaan Thien Yu dan Syin Yin, dan tak lama kemudian diapun menggelengkan kepalanya.
Jendral jatayu yang berada di tempat itu angkat bicara. "Sebelumnya aku telah memeriksa keadaan mereka berdua, dan hanya ratu Yan Ling dari kekaisaran pheonix yang dapat menyembuhkannya," ucap jendral Jatayu.
Feng Yu segera bersujud di hadapan jendral Jatayu dan memohon agar adiknya dapat di bawa ke istana pheonix, untuk dihadapkan kepada ratu Yan Ling.
"Jendral aku mohon dengan sangat bawalah adikku dan Syin Yin ke istana pheonix, agar dapat pengobatan di sana," ucap Feng Yu.
"Feng Yu aku tak bisa membawanya kesana tanpa seijin ketua Huangshan, tetua Yun Leng dan ketua Zheng long, karena mereka bertiga yang bertanggung jawab pada murid terpilih disini.
Syin Yin adalah murid terpilih dari kekaisaran Glory di bawa naungan ketua Huangshan, Thien Yu adalah murid terpilih dari kerajaan buluh surgawi dibawah naungan tetua Yun Leng, dan ketua Zheng long yang bertanggung jawab sebagai ketua rombongan ini.
Aku tidak bisa memutuskan permintaanmu kecuali mereka bertiga yang memutuskannya," jawab jendral Jatayu.
__ADS_1
Mendengar perkataan jendral Jatayu membuat ketiga ketua penting dalam rombongan saling berpandangan.
"Aku ingin keselamatan Thien Yu, dan aku minta kepada mu jendral Jatayu untuk menolongnya," ucap tetua Yun Leng.
"Aku juga menginginkan keselamatan Syin Yin karena aku yang bertanggung jawab dengan keselamatan murid terpilih dari ke kaisaran Glory, selama mereka berada di benua semesta biru ini.
Aku tak ingin apa yang menimpa Shang mu ikut menimpa Syin Yin, dan aku minta padamu jendral Jatayu agar membawa Syin Yin ke istana pheonix," ucap ketua Huangshan.
"Karena tetua Yun Leng dan ketua Huangshan telah menyetujuinya maka aku pun menyetujui agar Thien Yu dan Syin Yin di bawa ke istana pheonix. Saudara Jatayu aku minta padamu untuk membawa kedua murid ini ke istana pheonix," pinta ketua Zheng long.
"Baik ketua, aku akan membawa mereka berdua ke benua permata hijau malam ini juga, agar mereka cepat mendapat penanganan dari ratu Yan Ling," jawab jendral Jatayu.
Setelah berkata seperti itu jendral Jatayu membawa Thien Yu dan Syin Yin pergi dari tempat itu.
Setelah merasa rasa cukup jauh dari rombongan, jendral Jatayu memberikan pil penawar kepada mereka berdua hingga keduanya pun tersadar.
"Dimana kami jendral?" tanya Thien Yu sambil mengingat ingat apa yang telah terjadi padanya.
"Kita sudah menjauh dari rombongan pangeran, dan saatnya kita semua pergi ke benua permata hijau," ucap jendral Jatayu.
"Bagaimana cara kesana sementara kita tak mempunyai alat menuju ke benua permata hijau dengan cepat," tanya Thien Yu kembali.
"Pangeran aku adalah raja burung surgawi, untuk menuju ke benua semesta biru adalah hal mudah bagiku," ucap Jatayu.
Tak lama kemudian jendral Jatayu berjalan menjauhi Syin Yin dan Thien Yu, dan merubah dirinya menjadi raja burung surgawi.
"Pangeran waktu kita terbatas jangan sampai roh Shang mu mendahului kita sampai ke istana Glory," ucap Jatayu.
Mendengar perkataan Jatayu, Thien Yu segera melompat ke punggung burung raksasa tersebut yang di ikuti Syin Yin di belakangnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian burung surgawi itupun mengudara dan terbang dengan cepat menuju ke benua permata hijau.
Bersambung.