
Setelah kepergian ratu Ruby, Thien Yu kemudian membubarkan pertemuan itu, dan diapun kembali keruangan pribadinya.
Belum lama dia berada di dalam ruang pribadinya sambil membuka buku strategi berperang, yang dahulu diambilnya dari perpustakaan Nirwana, tiba tiba saja seorang prajurit penjaga datang menghadap dan mengatakan jika putri Zhao Chi ingin bertemu dengan nya.
"Apa yang ingin bibi Zhao Chi bicarakan hingga dia ingin menemuiku?" batin Thien Yu.
"Prajurit, suruh dia masuk" ucap Thien Yu
"Baik pangeran" jawab prajurit penjaga kemudian memberi hormat dan berlalu pergi dari tempat itu.
Putri Zhao Chi datang ke hadapan Thien Yu sambil memberi hormat.
"Zhao Chi datang menghadap yang mulia pangeran," ucapnya.
"Bibi Zhao jangan sungkan begitu karena di sini hanya kita berdua, tak usahlah bibi berlaku seperti itu dengan memberikan hormat padaku.
Dari silsilah keluarga kerajaan Bibi merupakan istri dari paman Yan luo, yang merupakan kakak kandung dari ibu ratu Yan ling.
Sementara ibuku Zhao Quin merupakan kakak kandung dari bibi sendiri, dan tak pantas bagiku menerima hormat dari Bibi jika keadaan kita hanya berdua," ucap Thien yu.
"Silahkan duduk bibi Zhao..." ucap Thien Yu mempersilahkan putri Zhao Chi duduk.
Setelah duduk Thien Yu mempertanyakan kedatangan putri Zhao Chi ke kediamannya.
"Thien'er selama kejadian perpisahan antara putriku dan jenderal Feng Yu, hingga membuatnya pergi menuju ke pagoda 9 untuk berlatih teknik alkemis di sana, sampai saat ini tak ada kabar dari putri ku hingga membuatku merasa sangat khawatir.
Jika berkenan, aku ingin pangeran membawanya kembali ke istana pheonix, karena saat ini pikiran Bibi benar-benar kacau apalagi ditambah dengan perang yang akan terjadi, hal itu membuat Bibi semakin sangat khawatir dengan keselamatan ku," ucap putri Zhao Chi.
"Bibi, memang keadaan sekarang ini begitu sangat genting apalagi Dewa iblis kuno telah bangkit dan kita tak tahu kapan perang itu akan terjadi.
Mengenai putri Yan Chi aku akan mencari cara untuk membawanya kembali ke istana pheonix, jadi bibi jangan terlalu khawatir tentang hal itu karena aku telah memikirkannya," jawab Thien Yu.
__ADS_1
"Trimakasih pangeran, perkataan darimu membuat Bibi sekarang ini merasa tenang," ucap putri Zhao Chi.
Setelah terjadi pembicaraan singkat di dalam ruangan pangeran pribadi pangeran Thien Yu, pada akhirnya Putri Zhao Chi pergi meninggalkan ruangan pribadi sang pangeran.
Selepas kepergian putri zhao Chi, Thien Yu berfikir keras untuk mencari solusi agar dia dapat pergi ke dalam pagoda 9 tanpa sepengetahuan Dewa iblis kuno saat dia berada di wilayah kekaisaran Glory.
"Jika hanya raja iblis azuma dan pengikut Dewa iblis kuno lainnya, aku bisa mengatasi dengan leluasa pergi ke dalam pagoda 9, akan tetapi yang kuhadapi sat ini adalah dewa Ibis kuno yang mempunyai kekuatan setara dengan ku, pastinya mustahil bagiku untuk menggunakan kekuatanku dalam menembus dimensi agar sampai dengan cepat ke dalam pagoda 9, jika Aku mengeluarkan kekuatan menembus dimensi ruang dan waktu di area kekaisaran Glory, maka dengan sendirinya Dewa iblis kuno akan mengetahui keberadaanku, dan hal itu akan membuat keselamatan putri Yan Chi terancam.
Aku harus berpikir matang-matang untuk pergi ke sana karena hal ini menyangkut keselamatan putri Yan Chi. Saat ini yang menjadi masalah di istana adalah ibu ratu, jika ibu Yan Ling mengetahui jika aku akan pergi menuju pagoda 9, tentunya Aku tak akan mendapat izin darinya karena akan sangat beresiko jika sampai keberadaanku diketahui oleh Dewa iblis kuno," batin Thien Yu.
Thien yu merebahkan tubuhnya di pembaringan untuk mencari cara agar dapat menuju ke dalam wilayah pagoda 9 dengan cepat dan tanpa diketahui oleh Dewa iblis kuno.
Setelah berpikir sesaat pada akhirnya Thien yu mendapat ide untuk pergi ke sana.
"Mengapa aku melupakan batubara giok yang mampu meredam energi tubuh jika kita berada di atasnya, sepertinya hari ini aku bisa menuju ke pagoda 9 untuk menjemput putri Yan Chi," batin Thien Yu.
Thien Yu segera menemui ratu Yan Ling, sekedar meminta izin untuk melakukan meditasi di dalam ruangan latihan ayahnya tanpa diganggu oleh siapapun, semua itu untuk mengelabui sang ibu agar dia dapat dengan leluasa pergi ke pagoda 9 tanpa dicari olehnya.
Saat melihat sang ibu tersenyum kearahnya, membuat Thien yu langsung berlari memeluknya, untuk melepaskan rasa rindu setelah sekian lama tak bertemu.
Thien yu begitu menyayangi sang ratu yang telah dianggap sebagai ibu kandungnya sendiri, sehingga dia merasa sedih jika terlalu lama pergi meninggalkan sang ratu.
"Putraku kau akan menghadapi peperangan melawan kekaisaran Glory, dan belum tentu kita akan memenangkan peperangan itu
Saat ini yang ada di dalam pikiran ibu bagaimana suatu hari kelak kau akan menduduki tahta Kekaisaran pheonix sebelum ibu tua dan mati.
Dan aku tak ingin harapan ibu itu sirna karena adanya peperangan yang terjadi, yang tentunya akan memakan korban jiwa dan hancurnya salah satu kekaisaran," ucap ratu Yan Ling.
"Ibu tak usah khawatir akan hal itu, aku yakin kitalah yang akan memenangkan peperangan besar ini, dan harapan ibu untuk melihatku menjadi Kaisar pheonix takkan pernah terjadi, karena saat ini aku telah menjadi Kaisar seluruh alam yaitu menjadi seorang Kaisar istana langit
Kedepannya aku akan membawa ibu ke nirwana, agar tinggal di istana langit bersamaku dan menjadi Dewi di sana.
__ADS_1
Ibu, saat ini aku telah mempunyai istri selain kelima Putri yang kubawa menuju Nirwana, dia adalah Dewi Yun Shi yang merupakan putri dari Kaisar langit terdahulu," jawab Thien Yu.
Ratu Yan Ling seperti tak percaya dengan perkataan putranya, karena untuk menjadi kaisar langit itu tidaklah mudah mereka haruslah seorang keturunan Dewa murni dan juga mempunyai silsilah dan keluarga dari kaisaran langit terdahulu.
Thien Yu tahu jika Ratu Yan Ling ragu padanya, sehingga membuat Thien mempertegas perkataannya.
"Jika ibu ingin menemui ke 6 istriku yang ada di nirwana, maka aku akan membawa Ibu ke sana sebelum terjadi perang antara kekaisaran Glory dan kekaisaran pheonix," ucapnya.
Mendengar perkataan putranya, hal itu langsung membuat sang ratu ingin membuktikan sendiri perkataan putranya yang telah menjadi kaisar langit.
"Tentu aku mau, putraku bawa aku menemui Dewi Yun Shi istrimu," ucap ratu Yan Ling.
"Baik ibu, aku akan membawamu kesana," jawab Thien yu.
Dengan menggunakan kekuatan batin nya, Thien yu memanggil Zaiya untuk segera menemuinya di ruangan pribadi sang ratu.
Tak menunggu lama, Zaiya datang ketempat itu.
"Mengapa ayah memanggilku sementara aku tengah bermain dengan ikan-ikan yang berada di kolam," ucap Zaiya dengan polosnya.
"Aku ingin kau membawa ayah bersama nenek pergi ke nirwana sekarang juga," ucap Thien Yu.
"Baik kita akan ke nirwana, tapi setelah di nirwana Aku ingin bermain bersama nenek di sana," jawab Zaiya.
"Tentu saja," jawab Thien yu singkat.
Ratu Yan Ling yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka berdua menjadi sangat bingung, dan tak tahu apa yang telah mereka berdua bicarakan, hingga membuat ratu Yan Ling memilih diam.
Tak lama kemudian Thien yu membawa sang ratu kesebuah taman yang berada di dalam area kediaman ratu Yan Ling, dan secara tiba tiba Zaiya melompat kedepan dan merubah diri menjadi burung merak langit panca warna.
"Ibu naiklah ke punggung Zaiya, dia yang akan membawa kita menuju ke alam nirwana," ucap Thien Yu.
__ADS_1
Bersambung