Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Bertemu putri Annchi


__ADS_3

Nien Chu yang berada di dalam kamarnya tengah melatih kekuatan semesta yang di rasakan nya di dalam darah murni sang ayah, yang kini mengalir di dalam pusat Dantian yang ada di dalam tubuhnya, sehingga Nien Chu dapat melepas raganya.


Nien Chu ingin segera mengumpulkan pemilik simbol Dewa, yang kelak akan membantu menghadapi raja iblis.


"Kekuatan semesta yang kumiliki saat ini belum sanggup untuk mendeteksi jauh keberadaan pemilik simbol Dewa, lebih baik aku mencari keberadaan putri Annchi yang merupakan salah satu pemilik simbol Dewa yang berada di wilayah kekaisaran Pheonix," batin Nien Chu.


Nien Chu menaruh diagram di hadapannya, kemudian duduk bersila dan memejamkan matanya.


Sesaat kemudian tubuh halusnya pun keluar dari tubuh kasarnya, untuk mendeteksi keberadaan simbol dewa yang ada pada tubuh Annchi.


Tubuh halus Nien Chu terus mengikuti keberadaan aura yang keluar dari simbol Dewa, dan pada akhirnya Nien Chu berada di sebuah gerbang yang merupakan sekte besar di kekaisaran pheonix.


Setelah mengetahui tempat keberadaan putri Annchi, tubuh halus Nien Chu kembali pada tubuh kasarnya.


Nien Chu kemudian membuka matanya, dan menyimpan kembali diagram yang berada di hadapannya.


Dengan menggunakan tehnik menembus dimensi, Nien Chu kini berada di depan gerbang sekte yang telah di datanginya sebelum ini.


Kehadiran Nien Chu di depan gerbang di tengah malam, membuat para penjaga gerbang menjadi curiga, merekapun langsung mengepung Nien Chu.


"Siapa kau..!! dan mengapa kau berada di depan gerbang Sekte Bulan Merah malam malam seperti ini!" hardik pemimpin penjaga gerbang.


"Aku ingin menemui ketua sekte, dan ku harap kalian bisa mengantarkan ku kesana," jawab Nien Chu.


"Ketua sekte tengah beristirahat, dan ku harap kau segera pergi dari tempat ini," ucap pemimpin penjaga.


"Aku tak akan pulang, aku akan berada di sini hingga besok pagi agar aku dapat bertemu dengan ketua sekte," jawab Nien Chu.

__ADS_1


Nien Chu kemudian melangkah kearah sebua pohon yang berjarak tak jauh darinya, namun tiba tiba saja serangan pedang dari pemimpin penjaga gerbang secepat kilat menebas kearahnya.


Dengan memiringkan badannya ke samping maka serangan pedang itu luput dari tubuhnya. Tak sampai disitu, serangan pedang kembali menebas ke arahnya dan kali ini bilah pedang dari pemimpin penjaga gerbang telah di aliri energi murni, sehingga kecepatan serang pedang itu semakin bertambah cepat dan sangat mematikan.


Nien Chu sama sekali tak bergeming dari tempatnya, saat sedang itu berada dekat dengan tubuhnya, Nien Chu segera mengibaskan tangan kirinya, sehingga gelombang kejut yang tercipta mampu menghempaskan pedang yang berada di genggaman tangan pemimpin penjaga gerbang.


Semua anggota penjaga gerbang seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, pemimpin penjaga gerbang yang merupakan kultivator di ranah suci, dapat menghempaskan pedangnya dengan sekali kibasan tangan pemuda itu.


"Aku tak ingin mencari masalah, jika kalian tak ingin mempertemukanku dengan Ketua sekte malam ini, maka aku akan menunggunya sampai besok pagi."


"Dan jika ada dari kalian yang ingin mencoba menyerangku kembali, maka jangan salahkan aku jika hari ini merupakan hari terakhir kalian bernapas di muka bumi ini," ucap Nien Chu dingin kemudian berjalan membelakangi mereka semua.


Seluruh penjaga gerbang terdiam mendengar perkataan dari pemuda itu, keberanian mereka yang tadinya ada kini jatuh ke titik yang terendah setelah pemuda itu mampu menjatuhkan pedang pemimpin penjaga gerbang dengan sekali serangan.


Pemimpin gerbang yang tak ingin merasa malu kepada seluruh anggotanya, kembali menyerang Nien Chu dengan tinjunya yang dialiri kekuatan ranah suci, sehingga terdengar sayatan angin saat tinju itu menuju kearah Nien Chu.


Nien Chu yang mengetahui adanya serangan mendadak di belakangnya, segera mengeluarkan aura kuat di tubuhnya, sehingga pemimpin penjaga gerbang terpental ke belakang sebelum tinjunya sampai ke tubuh Nien Chu.


Seorang penjaga gerbang segera berlari ke kediaman ketua sekte, untuk melaporkan keadaan yang ada.


Ketua sekte sangat muka mendengar laporan dari penjaga gerbang, karena selama ini tak ada yang berani untuk mengusik sekte bulan merah yang dipimpinnya.


Ketua sekte yang saat ini tengah berbincang dengan seorang wanita cantik yang merupakan tunangannya, begitu sangat terganggu dengan laporan penjaga gerbang, yang membuatnya segera melesat pergi untuk menemui pemuda yang telah mengusik ketenangan sektenya.


Nien Chu menatap dingin ke arah ketua sekte yang datang kepadanya.


"Ketua sekte ini terlihat sangat muda, tapi dia tak bisa mengelabui mata batinku yang dapat melihat perawakannya yang sangat tua, sungguh kemampuan yang sangat luar biasa," batin Nien Chu.

__ADS_1


"Sekteku tak pernah mengusikmu, tapi mengapa kau membuat keributan dengan melukai pemimpin penjaga gerbang?" tanya ketua sekte.


"Aku tak akan melukainya jika dia tak menyerangku. Aku datang ke sini untuk mencari seorang wanita yang akan kubawa pergi dari sini," ucap Nien Chu dengan wajah tanpa ekspresi.


Wanita cantik bersama beberapa petinggi sekte tiba di tempat itu.


Tatapan Nien Chu langsung tertuju kepada seorang wanita cantik, yang bersama beberapa petinggi sekte.


Tubuh wanita cantik itu bergetar saat melihat Nien Chu, dia seakan tak percaya jika pemuda yang dicarinya selama ini kini berada di hadapannya.


"Kak Nien Chu...!!"


Hanya itu kata yang keluar dari mulut wanita cantik itu yang tak lain adalah putri Annchi.


Nien Chu yang telah melihat putri Annchi di tempat itu, tanpa ragu melangkah ke arahnya kemudian memegang tangan wanita cantik itu, dan membawanya pergi.


"Hentikan...!!"


"Berani sekali kau memegang tangan tunanganku..!!" teriak ketua sekte kemudian menyerang ke arah Nien Chu dengan telapak tangan yang dialiri tenaga dalam tingkat tinggi.


Nien Chu tanpa melihat ke arah ketua sekte, segera menahan serangan ketua sekte dengan menapakan tangan kanan ke samping, sehingga dua kekuatan energi besar saling berbenturan di udara saat kedua telapak tangan keduanya saling beradu.


Gelombang energi yang pecah di udara membuat angin menderu deru di tempat itu, sehingga membuat beberapa ketua yang ada merasakan daya dorong yang sangat kuat dari ledakan energi yang tercipta.


Ketua sekte yang terseret beberapa meter ke belakang merasakan tangannya seperti mati rasa, dan cahaya keemasan yang berada di telapak tangannya seketika itu menjalar ke seluruh tubuhnya, sehingga membuat ketua sekte berteriak menahan panas di sekujur tubuhnya.


Dalam sekejap wajah dan seluruh tubuh ketua sekte berubah, tubuhnya kini terlihat tua dengan kulit keriput yang menghiasi tubuhnya.

__ADS_1


Putri Annchi sangat terkejut dengan perubahan ketua sekte, yang selama ini dia lihat merupakan pemuda tampan dengan kharisma besar yang terpancar di wajahnya.


Bersambung


__ADS_2