Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Amarah zaiya


__ADS_3

Penasehat istana mengumumkan jika acara penghormatan bagi langit dan bumi akan segera di laksanakan. Nien Chu yang mendengar hal itu segera naik ke pelaminan, yang membuat para undangan kehormatan menatap tajam kearah Nien Chu.


Wucian yang melihat kehadiran Nien Chu diatas pelaminan, begitu sangat terkejut dan tentunya sangat geram, karena kehadiran Nien Chu bisa saja untuk mengacaukan pernikahannya.


"Kurang ajar...!!, ternyata Nien Chu belum mati dan masih bisa lolos dari orang orang suruhan ku," batin Wucian.


Sementara itu putri Annchi begitu sangat senang melihat kehadiran Nien Chu, dan dia berkeyakinan jika Nien Chu akan menggagalkan pernikahannya yang tengah berlangsung.


Apa yang ada di dalam pikiran sang putri seketika itu berubah, dan keceriaannya pun sirna saat Nien Chu berjalan kearahnya dan berkata.


"Selamat atas pernikahan mu, semoga apa yang telah menjadi pilihanmu hari ini akan membuatmu bahagia. Annchi jika kau merasa hari ini kebahagiaan itu tak Kau dapatkan, maka kau bisa kembali padaku."


"Aku mempunyai banyak kenangan bersamamu, dan semua kenangan itu akan segera sirna jika kau telah melakukan upacara sakral yang menandakan jika kau telah menjadi istri sah Wucian," ucap Nien Chu.


Sesaat Nien Chu melirik kearah Wucian, kemudian membalikkan tubuhnya dan segera meninggalkan pelaminan.


Putri Annchi begitu sangat kecewa dengan perkataan Nien Chu, yang hanya memberikan selamat atas pernikahannya dengan Wucian, dan membuatnya sebagai wanita yang mengejar-ngejar Nien chu jika dirinya yang membatalkan pernikahan itu.


"Aku telah mengorbankan kultivasiku demi menyelamatkanmu, dan aku tak ingin berkorban dua kali jika memang hari ini bukan kau sendiri yang membatalkan pernikahanku dengan Wucian," batin putri Annchi dan terus memandangi kepergian Nien Chu.


Sebenarnya putri Annchi ingin sekali berlari dan memeluk Nien Chu, akan tetapi rasa malu dan gengsi yang merasuk di dalam pikirannya, membuat sang putri memilih tak melakukan apa apa.


Sementara itu Nien Chu yang terus berjalan keluar dari tempat keberadaan Sang Putri, dikejutkan dengan bisik bisik para hadirin yang ada dan sangat jelas terdengar di telinga Nien Chu, jika mereka mencemooh dan menganggap Nien Chu pecundang yang tak berani melakukan tindakan kesatria untuk merebut putri Annchi dari Wucian sebelum upacara sakral terjadi, karena semua orang mengetahui jika putri Annchi begitu mencintai Nien Chu, dan rela menyelamatkan nyawa Nien Chu dengan mengorbankan nyawanya sendiri saat berlangsungnya turnamen beladiri, sehingga sampai saat ini Putri Annchi harus merelakan kultivasinya yang tak dapat digunakan lagi akibat peristiwa itu.


Nien Chu berjalan gontai mendengar semua bisik bisik hadirin yang ada, dan sangat berharap jika putri Annchi akan memanggil dan berlari kearahnya.


Namun sayang harapannya itu sia sia karena putri Annchi tetap diam membisu dan sama sekali tak menghiraukan perkataannya saat di pelaminan, sehingga Nien Chu berpikiran jika pernikahan yang terjadi merupakan keinginan Putri Annchi sendiri.

__ADS_1


"Penghormatan kepada langit dan bumi," terdengar penasehat istana mengumandangkan untuk melakukan upacara sakral suami, istri.


Nien Chu dapat melihat bagaimana putri Annchi dan Wucian tengah berjalan menuju kesebuah altar, untuk melakukan penghormatan kepada langit dan bumi.


Nien Chu tak kuasa melihat hal itu, diapun lantas meninggalkan tempat acara pernikahan menuju ke hutan yang berada di belakang istana.


Di hutan itu Nien Chu melampiaskan kekesalannya dengan berteriak sekuat kuatnya.


"Apa yang telah aku lakukan..., mengapa aku sebodoh ini dengan mempermalukan diriku sendiri di hadapan para elf dataran langit...., Aku salah menilainya selama ini, ternyata Annchi sama sekali tak mencintaiku...., dan aku terlalu banyak berharap sehingga membuatku menjadi sangat bodoh seperti ini....," teriak Nien Chu dengan meremas rambutnya sendiri.


Sesaat Nien Chu terdiam, dan beberapa kali menarik napas panjang untuk menenangkan diri. "Untuk apa aku berlarut larut dengan luka hatiku ini, lebih baik aku mempelajari kekuatan pasir hidup agar dapat meningkatkan kekuatanku..., iya..., lebih baik aku memfokuskan diri untuk berlatih teknik bela diri di alam batin ku," ucap Nien Chu.


Nien Chu kemudian memasang segel pelindung berbentuk gelembung di sekitar tubuhnya berada, agar tak ada yang mengganggunya saat mempelajari kekuatan pasir hidup di dalam alam batinnya.


Di dalam alam batinnya, dengan bimbingan inti api surgawi, Nien Chu mulai melakukan pelatihannya.


Sementara itu di acara pernikahan putri Annchi dan Wucian, tiba tiba seorang pemuda dengan bola mata hijau tiba tiba melesat kearah pelaminan, yang membuat seluruh prajurit seketika itu langsung berlari dan mengurungnya.


"Putri Annchi.., apakah kau yakin dengan pernikahan mu ini?, ingat putri..., pernikahan akan datang sekali dengan orang yang kita cintai, tapi jika kau menikah tanpa adanya ketulusan di hatimu maka sama saja kau menghancurkan masa depanmu sendiri."


"Nien Chu adalah saudara ku dan dia sangat mencintaimu..., sangat di sayangkan jika kau harus melepaskan Nien Chu begitu saja, ingat..., penyesalan pasti akan datang terlambat," ucap pangeran Zaiya.


"Tangkap dia ...!!" teriak Wucian dengan amarah di dadanya saat melihat putri Annchi mulai terpengaruh oleh perkataan pemuda yang ada di hadapan Putri Annchi.


Seluruh pasukan yang mengepung Zaiya seketika itu langsung bergerak untuk menangkapnya, akan tetapi keanehan seketika itu terjadi yang mana Zaiya tiba tiba saja menghilang dan tiba diatas meja sang kaisar.


Apa yang di lakukan Zaiya membuat murka sang kaisar, karena baru kali ini ada yang begitu lancang berdiri dihadapannya tanpa memberi hormat.

__ADS_1


"Kaisar Annshor.., kau sebagai seorang penguasa no 1 di dataran langit, tak memiliki sifat seperti leluhurmu Langtian yang sangat bijaksana semasa dia hidup, karena aku pernah berjuang dengannya untuk membasmi para iblis di muka bumi."


"Aku hari ini tak menyangka akan melihat keturunannya berbuat bodoh dengan mempertaruhkan masa depan putrinya sendiri, untuk menikah dengan pemuda yang tak pernah di cintainya."


"Ingat.., hidup putrimu tak akan pernah bahagia selama dia tak bersama dengan pemuda yang di cintainya," ucap Pangeran Zaiya.


"Berani sekali kau berkata seperti itu padaku, akan kuremukkan tulang tulang tubuhmu...!!" bentak kaisar Annshor dengan penuh amarah.


Karena amarahnya sudah tak terbendung lagi, kaisar Annshor langsung mengeluarkan ranah dewa surgawi yang dimilikinya, hingga seluruh hadirin yang ada di pernikahan itu berlarian keluar untuk menghindari efek aura kuat yang dilepaskan Kaisar Annshor.


Kini yang tersisa dari tamu undangan hanyalah ke 4 ketua desa, dan 2 orang sahabat Nien Chu serta beberapa petinggi istana Orgy yang tetap berada di dalam tempat acara pernikahan tersebut.


Kaisar Annshor seketika itu menyerang kearah pangeran Zaiya dengan kekuatan terkuatnya, sehingga membuat udara di sekitar tempat itu menjadi panas menyengat, semua itu karena munculnya kekuatan Pheonix surgawi yang dilepaskannya lewat tinju di tangan kanannya.


Zaiya sama sekali tak bergeming dari tempatnya berada, hingga tinju tangan kanan sang kaisar mendarat telak ditubuh pangeran Zaiya.


Ledakan pun terjadi yang membuat Kaisar Annshor terhempas jauh ke belakang akibat serangannya yang kembali berbalik kepada dirinya sendiri.


Pangeran Zaiya berjalan mendekati kaisar Annshor dan berkata.


"Kaisar Annshor..., leluhurmu semasa hidup begitu menghormatiku sebagai putra kaisar langit, dengan kemampuanmu yang seujung kuku ini kau ingin menyerangku?, itu bukanlah keputusan yang tepat bagi dirimu."


"Saat ini aku akan mengampuni sikap lancang mu kepadaku, mengingat kau dan Nien Chu telah mengangkat diri sebagai saudara, sehingga aku masih berbalas kasih kepadamu," ucap Zaiya kemudian melangkah pergi ke tempat putri Annchi berada.


"Hari ini aku melihat jika kau masih memiliki keraguan pada adikku Nien Chu, maka hari ini merupakan hari dimana Nien Chu akan pergi menjauh dari mu untuk selamanya, dan jika kau ingin Nien Chu kembali kepadamu maka kau harus memperjuangkan cinta mu itu," ucap pangeran Zaiya kemudian menghilang dari tempat itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2