
Seharian mencari binatang buruan, tak satupun yang dapat ditemukan oleh Nien Chu di dalam hutan itu, sehingga membuat Nien Chu sangat kesal sendiri.
"Mengapa hewan buruan tak satupun yang bisa kutemukan di dalam hutan ini. Ah...., Aku sudah sangat lapar tapi tak ada yang bisa kumakan," batin Nien Chu.
Nien Chu melirik ke arah Yi eng yang tengah duduk di hadapannya, ada keinginan Nien Chu untuk mengerjai binatang roh rubah putih itu, untuk sekedar menghibur dirinya yang tengah kesal.
"Yi eng, aku sudah sangat lapar, sepertinya daging mu enak untuk di makan," canda Nien Chu.
Perkataan Nien Chu sontak saja membuat rumah putih itu menjadi sangat terkejut, hingga diapun berlari kencang saat Nien Chu mulai mengejarnya.
Rasa lapar seketika itu berganti dengan keceriaan, yang membuat suasana hutan menjadi semarak oleh gelak tawa Nien Chu.
"Yi eng, sepertinya ada manusia datang ke tempat iini," bisik Nien Chu.
Yi eng yang tadinya berlari, kini menghentikan larinya dan mengendap-endap seperti apa yang dilakukan oleh Nien Chu.
"Kak Nien Chu....! kak Nien Chu....!" teriak suara seorang wanita yang memanggil nama Nien Chu.
"Putri Zeng Yi bagaimana mungkin dia berada di sini," tanya Nien Chu dalam hati.
Dengan cepat Nien Chu mendatangi Putri Zeng Yi yang masih kebingungan mencarinya.
"Putri, bagaimana kau bisa datang ke tempat ini?" tanya Nien Chu.
"Kak Nien Chu akhirnya aku menemukan mu, jika tidak aku pasti akan mati ketakutan di dalam hutan yang lebat ini," ucap putri Zeng Yi kemudian berlari memeluk Nien Chu.
"Aku rindu padamu kak," bisiknya lirih.
Putri Zeng Yi kini tak malu malu lagi dengan pemuda tampan yang ada di hadapannya, karena rasa cintanya yang besar membuat putri Zeng Yi nekad menerobos ketempat hutan pengasingan Nien Chu.
Setelah puas memeluk Nien Chu, putri Zeng Yi kembali berkata.
"Aku menerobos penjagaan ketempat ini, dengan membakar asap tidur sehingga para penjaga yang menjaga tempat ini tertidur lelap. Kak Nien Chu kau pasti lapar, aku telah membuat banyak masakan untukmu," ucap sang putri sambil mengibaskan tangannya, maka makanan makanan itu keluar dari dalam cincin penyimpanannya hingga memenuhi tempat itu.
"Bagaimana mungkin putri Zeng Yi senekat ini hanya untuk membawakan ku makanan makanan ini, apakah seperti ini jika seorang wanita telah mencintai seorang pria, akan mengorbankan apa pun untuknya walau dia tau jika perbuatannya ini akan mendapatkan hukuman berat dari kedisiplinan akademi bulan suci," batin Nien Chu.
"Kak Nien Chu, kok kakak melamun?" tanya putri Zeng Yi.
__ADS_1
"Putri apakah kau tak menyadari jika perbuatanmu ini akan mendapatkan hukuman dari kedisiplinan akademi bulan suci?" jawab nien Chu balik, kemudian balik bertanya.
"Itu tak usah kau pikirkan kak, yang terpenting sekarang aku dapat bertemu dan dapat berdua denganmu seperti ini, sudah membuatku merasa senang," jawab putri Zeng Yi dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Nien Chu menarik napas dalam dalam, melihat tingkah wanita cantik yang ada di hadapannya itu.
"Apakah kau yang telah memasak semua makanan ini?" tanya Nien Chu.
"Ia kak, mulai pagi aku memasaknya, dan sekarang aku tak ingin kau menyia-nyiakan jerih payahku dengan tidak memakannya, walaupun masakan-masakan ini nggak seperti dengan rasakan para koki yang berasal dari istana kekaisaran," jawab putri Zeng Yi kemudian memberikan semangkuk sup kepada Nien Chu.
Nien Chu yang memang sudah sangat lapar, langsung memakan sub itu sampai habis tak tersisa, walaupun rasanya masih terasa hambar baginya.
Di saat kebersamaan mereka berdua, tiba tiba saja Yi eng begitu gelisah dan dia pun melompat ke arah depan.
Nien Chu mengetahui mengapa rubah putih itu begitu gelisah, dan diapun berkata kepada Yi eng dengan kekuatan batinnya, jika sang rubah putih tak boleh menyakiti siapapun yang datang ke tempat ini.
Sebelum para anggota kedisiplinan istana Akademi bulan suci datang ketempatnya berada, Nien Chu segera memberikan sebuah cincin ruang kepada Zeng Yi, dan berkata.
"Dalam 6 bulan ini aku ingin kau menjadi kuat dan aku tak ingin kau bermalas-malasan. Di dalam cincin ruang ini terdapat sebuah benda yang dapat membantu mu untuk menjadi kuat, sehingga dalam 6 bulan kebebasanku saat kita bertemu nanti, kamu telah menjadi kuat dan tak mengecewakanku," ucap Nien Chu.
"Aku akan menjadi kuat seperti yang kau inginkan kak, trimakasih atas pemberianmu ini," jawab putri Zeng Yi.
"Putri Zeng Yi kau telah melanggar aturan Akademi bulan suci, dan untuk itu kau akan disidang untuk mendapatkan hukuman yang pantas bagimu, karena kau telah melakukan kesalahan dengan melanggar aturan akademi," ucap seorang tetua.
"Maafkan atas kesalahanku ini tetua, dan untuk itu aku akan menerima sanksi hukuman yang dijatuhkan kepadaku," jawab putri Zeng Yi.
Setelah berpamitan dengan Nien Chu, putri Zeng Yi akhirnya pergi bersama dengan para anggota kedisiplinan bulan suci, menuju ke Akademi.
"Yi eng, ayo kita habiskan makanan ini," ucap Nien Chu kemudian memakan semua makanan yang ada bersama sang rubah putih sahabatnya.
Di dalam sidang kedisiplinan, karena mempertimbangkan jika Zeng Yi merupakan seorang putri sebuah kekaisaran besar, dan kesalahannya termasuk kesalahan yang ringan, maka Putri Zeng Yi diberikan hukuman berupa membersihkan ruang perpustakaan selama 3 bulan ke depan, termasuk menata buku-buku dan mengepel lantai perpustakaan.
Kepala akademi begitu salut dengan Sang Putri, karena dia mampu menjalankan hukumannya dengan baik, tak seperti beberapa Putri yang pernah berada di akademi, mereka semua memilih pergi karena tak tahan dengan segala hukuman yang berlaku di akademi bulan suci.
Di dalam kamarnya kamarnya, putri Zeng Yi mengeluarkan isi di dalam cincin ruang yang di berikan Nien Chu kepadanya, dan betapa terkejutnya Sang Putri saat mengetahui jika isi di dalam cincin ruang tersebut merupakan busur panah Surgawi, yang merupakan artefak kuno yang dahulunya dimiliki oleh Ratu Jing er semasa hidupnya. Selain itu di dalam cincin ruang pemberian Nien Chu, juga terdapat kitab kuno yang merupakan teknik menggunakan busur panah surgawi tersebut.
"Trimakasih kak Nien Chu, aku pasti akan menguasai teknik di dalam kitab kuno ini, dan aku berjanji akan menjadi kuat seperti keinginanmu, aku juga akan terus mengembangkan diri untuk belajar memasak dan apapun itu, agar dapat melayanimu kelak jika aku telah resmi menjadi istri mu," batin putri Zeng Yi sambil memeluk busur panah artefak langit yang ada padanya.
__ADS_1
*****
Di dalam hutan itu Nien Chu terus melatih diri, dan juga telah menyembuhkan luka dalam yang dideritanya selama ini.
Karena rasa bosan setelah 1 bulan berada di dalam hutan itu, Nien Chu pada akhirnya ingin pergi ke tempat di mana banyak terdapat binatang roh berbagai tingkat, yang sebelumnya dikatakan ketua kedisiplinan akademi kepadanya.
"Aku tak perduli jika hutan itu dipenuhi dengan berbagai macam binatang roh, jika aku berhasil bertarung dengan mereka hal itu akan membuat wawasan bela diriku semakin meningkat," gumam Nien Chu.
Tanpa ragu Nien Chu memasuki hutan larangan baginya, dan setelah berada di hutan itu Nien Chu merasa sangat heran karena di dalam hutan itu tak terdapat sama sekali binatang roh, seperti apa yang dikatakan oleh tetua kedisiplinan Akademi bulan suci sebelum dia diasingkan.
Di saat kebingungannya itu inti api surgawi segera keluar dari dalam tubuh Nien Chu, yang berwujud laki-laki paruh baya berjubah putih.
"Nien Chu, kau tak akan pernah bisa untuk bertemu dengan binatang roh di tempat ini, selama Yi eng kau biarkan berkeliaran di dalam hutan ini," ucap inti api surgawi.
"Maksud guru?" tanya Nien Chu.
"Yi eng adalah binatang roh kuno, yang dahulunya berasal dari mutiara hidup binatang legenda surgawi yang hidup di masa 10.000 tahun yang lalu, yang berwujud raja gorila emas surgawi.
Semasa hidupnya dia sangat setia kepada ksatria yang dahulu pernah ku ceritakan kepadamu, yang kini telah menjadi dewa di nirwana.
Setelah binatang roh itu mati akibat bertarung dan membela ksatria yang menjadi tuannya, mutiara hidup binatang roh tersebut lalu dimasukkan ke tubuh Kaisar ketiga istana pheonix, karena ksatria itu tak ingin jika mutiara hidup Sang gorila emas surgawi yang sangat setia baginya, lenyap begitu saja.
Setelah Kaisar 3 di kekaisaran pheonix itu mati karena umur yang semakin tua, mutiara hidup binatang roh tersebut lalu keluar dari tubuh sang kaisar ketiga menuju ke hutan yang lebat sampai ditemukan oleh kaisar Xiaoyu.
Dengan kekuatan besar yang dimiliki kaisar Xiaoyu, pada akhirnya dia berhasil menghidupkan kembali mutiara hidup binatang roh tersebut, walaupun dalam bentuk yang berbeda yaitu berwujud rubah putih ekor 3.
Saat ini aura yang keluar dari dalam tubuh Yi eng menimbulkan rasa ketakutan bagi binatang roh yang ada di sekitarnya, sehingga kau tak akan pernah berjumpa dengan binatang roh di sini walupun binatang roh itu telah memiliki level tingkat 10.
Walaupun mempunyai level yang sama, akan tetapi kualitas yang ada pada Yi eng dapat menindas binatang roh tersebut, sehingga binatang roh level ke 10 lebih memilih untuk menghindar dari pada bertarung dengan binatang roh kuno," jawab inti api surgawi menjelaskan.
Nien Chu manggut manggut mengerti penjelasan dari inti api surgawi, mengapa seluruh binatang roh yang ada di hutan bisa tak terlihat olehnya sama sekali di dalam hutan ini.
Inti api surgawi hanya tersenyum melihat tingkah Nien Chu, dan diapun berkata dalam hati. "Seandainya kau tau tuan muda, jika kesatria itu merupakan ayahmu dan kami semua yang di sini, termasuk pedang penguasa malam, Yi eng dan tehnik jari matahari yang bersamamu merupakan barang barang peninggalan dan pengikut ayahmu dimasa lampau, kau pasti akan semakin bertanya tanya mengenai kesatria itu.
Mungkin ada baiknya aku tetap diam, biar kau sendiri yang menemukan jati dirimu, siapa kau sebenarnya, dan siapa sebenarnya kedua orang tuamu itu.
Yi eng sebenarnya sangat sulit untuk menyukai seseorang, apalagi seseorang itu adalah manusia yang tingkat kekuatannya jauh di bawahnya, akan tetapi karena kau memiliki darah keturunan dari ayahmu maka Yi eng langsung mengenalimu sebagai tuan mudanya sehingga dia pun sangat patuh kepadamu," batin inti api surgawi.
__ADS_1
Bersambung