Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
kembali ke wilayah kekaisaran cahaya naga


__ADS_3

"Apakah yang kau katakan itu benar adanya?" tanya Nien Chu.


"Benar tuan muda aku bisa membawamu pergi dari sini, kemanakah tujuan tuan muda sekarang?" ucap inti api hidup balik bertanya.


"Aku akan pergi ke kehutan binatang iblis di kekaisaran cahaya naga, karena aku ingin meningkatkan kekuatanku di sana," jawab Nien Chu.


"Aku bisa membawamu pergi ke wilayah kekaisaran cahaya naga, tepatnya di dalam kota kekaisaran," ucap inti api hidup.


"Bagus!! bawa aku segera kesana," jawab Nien Chu dengan rasa gembira.


Inti api hidup keluar dari dalam tubuh Nien Chu, kemudian menyelimuti tubuhnya hingga tubuh Nien Chu berselimutkan api berwarna hijau.


Tak berselang lama, cahaya hijau seketika itu mengisi ruangan di dasar lubang, dan boom...!, ledakan kecil terdengar yang membuat Nien Chu menghilang dari tempat itu.


Nien Chu tiba di lumbung gandum yang sudah tak terpakai lagi yang berada di wilayah pinggir kota kekaisaran cahaya naga, Nien Chu menghirup udara segar dan sejuk di pagi itu, dengan kenikmatan yang lama tak pernah di rasakan nya selama di alam pengasingan.


"Aku sangat gerah sekali, lebih baik aku mencari tempat untuk membersihkan diri," batin Nien Chu.


Nien Chu lantas mencari tempat untuk membersihkan diri, dan pada akhirnya dia menemukan sebuah sumur untuk sekedar mandi dan membersihkan diri.


Nien Chu menuju kota dengan pakaian yang telah rapi, tujuannya kali ini adalah sebuah rumah makan, karena hampir di dalam alam pengasingan Nien Chu tak merasakan makanan enak sama sekali.


Karena telah lama tinggal di kota kekaisaran, Nien Chu sedikit tahu di mana tempat rumah makan yang ramai dan murah, dia pun langsung menuju ke sana.


"Mengapa kota ini begitu ramai, dan hampir semua tempat di dalam rumah makan dan penginapan terisi penuh oleh para tamu, apa yang sebenarnya telah terjadi?" batin Nien Chu.


Setelah mendapatkan tempat walaupun di meja itu di tak sendiri, Nien Chu pada akhirnya dapat memesan makanan yang diinginkannya.


Nien Chu sedikit mencari dengar perbincangan orang-orang di meja makan itu.


"Ternyata di kota ini tengah terjadi turnamen beladiri yang diselenggarakan oleh kaisar Zeng Gong, untuk mencari bakat-bakat muda dari setiap wilayah yang ada di kekaisarannya, pantas saja kota ini terasa ramai tak seperti hari biasanya, dan 4 keluarga besar ikut andil dengan menyertakan perwakilan dari empat keluarga besar yang ada, lebih baik aku menonton pertandingan ini karena aku ingin melihat sampai di mana kemajuan bela diri dari keluarga Nien," batin Nien Chu.

__ADS_1


Setelah makan, Nien Chu pergi ke pusat kota di mana terdapat arena pertarungan.


Nien Chu menatap kearah papan pengumuman, dan di sana terdapat 8 nama yang telah lolos dan masuk 8 besar dalam kompetisi beladiri itu, salah satunya adalah Nien Ci yang merupakan jenius keluarga Nien yang juga merupakan putri dari wakil kepala keluarga besar Nien.


Dalam pertarungan yang terjadi siang itu Fang Lang dari keluarga Fang, mampu mengalahkan Tao sio dari keluarga Tao dan lolos ke semifinal, seorang wanita cantik yang bernama Yihan secara tak terduga mampu melaju dan dapat mengalahkan Fang yie, sementara Nien Ci dapat mengalahkan Tang Hao yang merupakan salah seorang yang di unggulkan dari kompetisi itu, Tang Hao sendiri merupakan kultivator muda berbakat yang dimiliki Saudagar Tang, sementara perwakilan sekte Jingnan yang merupakan sekte satu satunya yang berada di kekaisaran cahaya naga, mampu mampu melaju kebabak semi final setelah mengalahkan perwakilan dari keluarga Si, dia adalah Yanxio yang kini telah berada di ranah emperor, dan merupakan pemuda yang digadang-gadang akan menjadi juara dalam kompetisi ini.


Ada 4 nama yang telah masuk semi final dalam kompetisi yang diadakan Kaisar Zeng Gong yaitu Fang Lan, Yihan, Nien Ci dan Yanxio, yang akan melakukan pertarungannya 3 hari, dan 4 peserta yang lolos tersebut diperkenankan untuk beristirahat dan memulihkan diri.


Nien Chu ingin sekali bertemu dengan adik sepupunya yang bernama Nien Ci, karena hanya dia satu-satunya keluarga Nien yang selama ini baik kepadanya sewaktu Nien Chu masih tinggal di keluarga besar Nien.


Dengan sembunyi sembunyi Nien Chu menyelinap masuk kedalam kamar Nien Ci, tapi sial baginya Nien Fu telah terlebih dahulu berada di kamar Nien Ci dan mengetahui kedatangannya.


"Wow pemuda sampah yang terbuang pada akhirnya kau menapakkan dirimu di sini, jangan jangan kau ingin melakukan hal buruk pada Nien Ci!" ucap Nien Fu dengan penekanan di perkataannya.


"Nien Ci sudah ku anggap sebagai adikku sendiri, aku datang ke tempat ini untuk memberikan semangat dan selamat kepadanya karena telah masuk ke babak semi final, dan kurasa sampah sepertiku masih berharga di matanya sehingga dia lebih memilihku berada di kamarnya, ketimbang manusia tak bermoral sepertimu," jawab Nien Chu.


"Kau....!, berani sekali kau berkata seperti itu padaku!!" bentak Nien Fu dengan amarah di wajahnya.


"Kak Nien Fu, lebih baik kau pergi dari tempat ini karena ada hal penting yang ingin ku bicarakan dengan kak Nien Chu," ucap Nien Ci menengahi perseteruan yang terjadi.


"Masalah kita belum selesai Nien Chu, aku akan secepatnya membuat perhitungan denganmu," ucap Nien Fu kemudian pergi dari tempat itu dengan membanting pintu kamar Nien Ci hingga hancur berantakan.


"Biarkan saja dia kak Nien Chu, dia seperti itu karena cemburu padamu, sudah berkali-kali dia menyatakan cintanya kepadaku akan tetapi aku tak pernah menanggapinya, wataknya yang keras dan tempramen membuat aku takut untuk berhubungan dengannya," ucap Nien Ci.


"Oh ya kak, bagai mana kabarmu dan maaf aku tak bisa hadir dalam pemakaman paman," ucap Nien Ci.


"Sudahlah, itu sudah lama berlalu dan aku tak ingin mengungkit nya lagi, saat ini keadaanku baik baik saja," jawab Nien Chu.


"Aku ingin ke makam paman, apakah kau bersedia mengantarku?" tanya Nien Ci.


"Jika kau ingin kesana, maka aku akan membawamu kesana, kebetulan aku juga ingin melihat makam Ayah" jawab Nien Chu.

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, Nien Chu dan Nien Ci pergi menuju ke tempat di mana keberadaan makam Nien bao berada.


Tanpa sepengetahuan mereka, Nien Fu dan kepala keluarga Nien beserta beberapa anggota keluarga lainnya, mengikuti mereka berdua dari belakang hingga pada akhirnya Nien Chu sampai di makam ayahnya.


Nien Ci langsung melakukan penghormatan pada makam Nien boo dan berkata. "Paman maaf karena baru kali ini aku datang menjengukmu," ucapnya.


Tiba tiba Nien Chu di kejutkan dengan suara Nien Fu yang kini berada belakang mereka berdua.


"Ternyata di sini sampah itu di kebumikan, dan kurasa hari ini aku juka akan memakamkan dirimu mu di sini Nien Chu bersama sampah Nien bao ayahmu!!" hardik Nien Fu yang di iringi gelak tawa anggota keluarga Nien.


"Kak Nien Fu, kau sangat keterlaluan, tak sepantasnya kau berkata seperti itu pada paman Bao dan kak Nien Chu, biar bagaimana pun dia masih anggota keluarga besar Nien," ucap Nien Ci.


"Siapa bilang mereka anggota keluarga kita, mereka bukan lagi anggota keluarga kita," bentak kepala keluarga Nien Ma.


"Jika aku bukan anggota keluarga Nien lagi, terus kalian mau apa?" tantang Nien Chu.


"Kau adalah aib bagi keluarga kami, maka kau harus dilenyapkan!!" jawab ketua Nien Ma.


"Ha..ha..ha.., kalian ingin melenyapkanku?, tak semudah itu kalian semua melenyapkanku, malah aku takut kalian semua akan kecewa karena gagal untuk melenyapkanku," jawab Nien Chu seperti menantang mereka semua.


"Nien Ci menyingkirlah, aku ingin melihat bagaimana keluarga Nien dapat melenyapkan ku," ucap Nien Chu.


"Tapi kak!"


"Aku ingin kau mendengarkan ku," ucap Nien Chu.


Nien Chu tiba tiba saja menghilang dari pandangan mata Nien Ci, hingga teriakan keras keluar dari mulut ketua Nien Ma.


"Nien Fu awas...!!" teriaknya dengan melesat cepat dan menghantamkan tinjunya kearah depan.


Nien Chu yang telah mengeluarkan tinju naga giok yang di pelajarinya dari inti api hidup, berbenturan dengan tinju petaka es milik ketua Nien Ma, hingga menimbulkan ledakan dan gelombang kejut yang sangat kuat, yang membuat para anggota keluarga Nien terhempas termasuk Nien Fu.

__ADS_1


Nien Ma dan Nien Chu sama-sama terseret ke belakang, dan kali ini pedang penguasa malam yang berselimutkan inti api hidup telah berada di genggaman tangan Nien Chu.


Bersambung


__ADS_2