
Thien Yu mengetahui dengan pasti jika mahluk air yang memakai mahkota menaruh hati pada putri Langyun, diapun secara diam diam pergi menuju ke dalam cincin penyimpanannya.
"Peri Lilia sahabatku, apakah di dalam cincin penyimpanan ayahku ini terdapat pakaian pelindung untuk melindungi tubuh wanita?" tanya Thien Yu.
"Mengapa anda menanyakan itu tuan muda, apakah ada seorang wanita yang ingin anda lindungi?" tanya peri Lilia.
"Memang benar ada seorang wanita yang ingin ku lindungi, sekarang ini dia bersamaku dan aku sangat mengkhwatirkan nya," jawab Thien Yu.
"Di dalam cincin ini memang ada pakaian pelindung bagi wanita yang merupakan artefak langit, pakaian pelindung itu merupakan milik istri dari ayahmu yaitu Dewi Limudza, sewaktu telah bersama ayahmu Dewi limudza tak membutuhkan pakaian pelindung itu, hingga akhirnya dia menyuruh ayahmu untuk menyimpannya.
Tuan muda sayang sekali Jika pakaian yang mempunyai kwalitas tingkat tinggi itu, harus kau berikan pada wanita yang bukan siapa-siapa mu, dan kuharap tuan muda mempertimbangkannya kembali untuk memberikan pakaian itu kepada putri Langyun," ucap peri Lilia.
"Maafkan aku peri sahabatku, aku tak punya pilihan lain karena firasatku mengatakan jika putri Langyun akan dalam bahaya," jawab Thien Yu.
"Jika tuan muda telah memutuskan hal itu, maka aku akan memberikan pakaian itu kepada anda tuan muda," ucap peri Lilia kemudian memberikan pakaian pelindung itu kepada Thien Yu.
Thien Yu mengambil pakaian pelindung itu, setelah berpamitan kepada peri Lilia Thien Yu kembali kedalam tubuh kasarnya.
Putri Langyun yang sedari tadi panik setelah tak ada respon dari Thien Yu saat sang putri memanggil namanya, akhirnya dapat bernapas dengan lega saat melihat Thien Yu dapat menjawab perkataannya.
"Kau membuatku takut guru, sedari tadi aku memanggilmu tapi tak ada jawaban dari mu, kau hanya tetap diam membisu seperti tak ada hawa kehidupan dari tubuh mu," ucap putri Langyun.
"Kau tak usah khawatir lagi karena aku sudah berada di sini, sekarang yang aku inginkan kau memakai pakaian transparan yang kuberikan ini.
"Apakah aku wajib memakainya guru?" tanya putri Langtian.
"Kau harus memakainya karena ini perintah dariku, jika kau tak ingin memakai pakaian ini maka kau jangan memanggilku guru lagi," jawab Thien Yu.
__ADS_1
"Bagaimana aku harus memakai pakaian ini sementara kau berada di sini, aku pasti akan malu, apalagi laki-laki itu terus menatapku tanpa berkedip dari luar gelembung ini," ucap putri Langyun.
"Aku akan memburamkan gelembung ini dan secepatnya kau melepaskan pakaianmu, dan pakai pakaian yang ku berikan padamu ini," perintah Thien Yu.
Tak lama kemudian gelembung yang terus meluncur ke dasar danau, tiba-tiba saja menghitam dan tak terlihat lagi siapa yang berada di dalamnya.
Melihat Thien Yu yang sudah membelakanginya, Putri Langyun walaupun merasa malu terhadap Thien Yu, pada akhirnya diapun melepaskan pakaiannya dan memakai pakaian yang diberikan Thien Yu padanya, setelah itu dia kembali memakai pakaian yang sudah dilepaskannya.
Namun tiba tiba gelembung yang ditempatinya berada bergetar hebat, yang menandakan jika makhluk air dari alam bawah telah melakukan penyerangan.
Segel pelindung yang mengelilingi gelembung begitu sangat membantu dalam menahan gempuran dari para mahluk air yang menyerang.
Saat gelembung itu kembali cerah, terlihat pemuda yang tadi berada jauh kini berada dekat dengan gelembung dan tampak terlihat oleh putri Langyun wajah pemuda itu begitu sangat menyeramkan.
"Yun'er, aku akan keluar dari gelembung ini untuk menghadapi mereka semua, walau apapun yang terjadi kau jangan sampai keluar dari gelembung ini, agar kau bisa aman dan aku bisa tenang dalam menghadapi mereka semua.
"Baik guru" ucap putri Langyun singkat.
"Trimakasih guru," ucap putri Langyun kemudian memakai cincin mutiara lautan pemberian dari Thien Yu.
Setelah mendengar kesanggupan Sang Putri agar tak keluar dari dalam gelembung, hal itu membuat Thien Yu merasa tenang, diapun keluar dari dalam gelembung dan mengaktifkan 4 segel kegelapan di tempat itu.
4 segel berbentuk tabung seketika bermunculan di tempat itu, tak lama kemudian segel-segel itu mengeluarkan tengkorak-tengkorak putih dari dalam sana.
Tengkorak tengkorak putih itu mengejar seluruh makhluk air yang berbentuk gurita, hingga ledakan terjadi di mana-mana saat tengkorak putih itu mengenai tubuh makhluk air yang terdapat di dalam danau tersebut.
Sosok pemuda yang memakai mahkota, kini semakin dekat ke arah gelembung yang terdapat putri Langyun di dalamnya.
__ADS_1
Diapun menggunakan tehnik ilusi dalam mengelabui pandangan mata sang putri. Didalam ilusi itu terlihat Thien Yu tengah di keroyok oleh mahluk air berbentuk gurita, dan kini tengah terluka parah.
Darah Thien Yu berhamburan dari tubuhnya, yang membuat para mahluk air berebutan untuk mendapatkannya.
Putri Langyun seketika itu mengeluarkan pedangnya, dia tak sanggup melihat pemuda yang di cintainya itu dalam bahaya.
"Jika aku harus mati di tempat ini, maka aku akan mati bersamamu," batin putri Langyun kemudian keluar dari dalam gelembung.
Putri Langyun yang sudah terkena ilusi tak bisa berbuat apa apa saat sesuatu yang sangat lengket melilit tubuhnya. Terlihat pemuda yang memakai mahkota tengah melilit tubuh putri Langyun dengan tangan gurita yang keluar dari dalam tubuhnya.
Pemuda itu lantas membawa putri Langyun meninggalkan tempat itu, dan menghilang di kedalaman danau.
Thien Yu sangat terkejut melihat seluruh mahluk air tiba tiba saja pergi dan menghilang dari tempat itu, Thien Yu merasa kan ada sesuatu yang sangat ganjil saat melihat mahluk mahluk air itu pergi.
Dan diapun teringat akan putri Langyun yang di tinggalkannya di dalam gelembung, dengan cepat Thien Yu menuju kearah gelembung tempat keberadaan putri Langyun berada.
"Kemana perginya Yun'er, mengapa dia tak mendengarkan perkataanku agar tak keluar dari dalam gelembung?, semoga saja tak terjadi apa apa padanya," gumam Thien Yu.
Dengan cepat Thien Yu mencari putri langyun di sekeliling tempat itu, dan tak mendapatkan keberadaan sang putri di sana. Setelah lama mencari dan tak menemukan hasil, Thien Yu memutuskan untuk mencari sang putri ke dasar danau.
Di dasar danau Thien Yu tak menemukan keberadaan putri Langyun, malah dia menemukan sebuah bunga teratai dengan sebuah air yang membeku diatas kelopak teratai tersebut.
"Jangan jangan itu adalah mata air Dewi Zhao Quin, energi yang terpancar dari setetes air yang membeku itu begitu sangat kuat," batin Thien Yu.
Thien Yu pergi menuju kearah bunga teratai, untuk memastikan dari dekat setetes air yang berada di atas teratai tersebut.
"Memang benar ini merupakan mata air Dewi Zhao Quin," batin Thien Yu.
__ADS_1
Pada saat Thien Yu ingin meraih teratai tersebut, tiba tiba cahaya terang muncul di hadapannya. Tampak terlihat sosok wanita cantik yang kini berdiri di dekat teratai tersebut.
Bersambung.