Pendekar Naga Giok

Pendekar Naga Giok
Pertemuan


__ADS_3

Pagi hari setelah 5 hari lamanya Nien Chu melakukan pembentukan meredian baru bagi Anchen, dengan menggunakan teknik jari matahari yang dimilikinya, pada akhirnya Nien Chu berhasil membuat tubuh Anchen mempunyai Merindian baru.


Nien Chu menghentikan semua kegiatannya dalam menyembuhkan Anchen, karena sudah cukup baginya membentuk Meridian baru di tubuh Anchen.


Nien Chu lalu mencabut kembali ke 12 jarum emas yang tertancap di tubuh Anchen, dan menyimpannya ke dalam cincin penyimpanannya.


"Aku biarkan saja dulu Anchen untuk dapat melakukan kultivasi menggunakan Meridian baru di tubuhnya, agar tubuhnya sesegera mungkin dapat beradaptasi dengan meredian baru itu, guna meningkatkan kekuatan yang dimilikinya saat ini," batin Nien Chu.


Sementara itu Yi eng yang telah melihat Nien Chu selesai melakukan kultivasinya dalam menyembuhkan Anchen, maka rubah rubah putih yang tadinya menjaga tempat itu kembali berubah wujud menjadi rubah putih berbulu lebat dan imut.


Rubah putih itu segera datang menghampiri Nien Chu, dan mengherankan bagi Nien Chu karena tiba-tiba saja rubah putih berekor 3 seperti ingin membawanya ke sebuah tempat. Dengan rasa penasarannya, Nien Chu pada akhirnya mengikuti Yi eng untuk masuk ke dalam hutan lebih dalam lagi.


Sebelum pergi Nien Chu memasang segel pelindung untuk melindungi kedua sahabatnya yang tengah berkultivasi, agar terhindar dari serangan binatang buas yang banyak terdapat di dalam hutan.


Nien Chu melesat cepat mengikuti Yi eng dari belakang, hingga dia menemukan sebuah hamparan tanah lapang yang dipenuhi dengan bunga-bunga berbagai macam yang mulai bermekaran di sana sini.


Aroma wangi bunga langsung menusuk hidung Nien Chu, yang membuatnya merasakan kesegaran alami harum bunga di tempat itu.


"Sangat indah sekali tempat ini, dan tentunya para wanita yang melihat tempat ini pasti akan sangat senang sekali berada di sini," batin Nien Chu.


"Yi eng apakah karena hamparan bunga ini kau membawaku ke tempat ini?" tanya Nien Chu.


Yi eng seperti tak menggubris perkataan Nien Chu, dan dia pun terus melangkah masuk ke tengah-tengah hamparan bunga yang berbengkaran.


Nien Chu terus berjalan mengikuti Yi eng dari belakang, hingga tiba-tiba saja Nien Chu menghentikan langkahnya karena dia melihat sesosok wanita yang begitu sangat dikenalnya berada di tempat itu.


"Putri Annchi....?, mengapa dia bisa berada di tempat seperti ini, jauh dari pengawal-pengawal yang selama ini menjaganya?" batin Nien Chu bertanya-tanya.

__ADS_1


Sementara itu putri Annchi yang melihat kehadiran Nien Chu dalam rupa ras elf di tempat itu, seketika itu langsung menyerang Nien Chu dengan pedang yang berada di tangannya.


Dengan cepat Nien Chu menghindari setiap gerakan pedang yang dilakukan oleh putri Annchi, hingga pada satu kesempatan Nien Chu bertanya.


"Mengapa kau menyerang ku, sementara aku tak pernah menyinggungmu?" tanya Nien Chu.


"Dengan keberadaanmu di sini kau dengan sendirinya telah menyinggung ku, tempat ini adalah milikku dan kau telah memasukinya tanpa meminta izin kepada ku terlebih dahulu, sedari itu aku akan memberikan hukuman bagi mu," jawab putri Annchi.


"Hukuman?, nona muda aku tahu kau merupakan seorang bangsawan dari kekaisaran dataran langit, akan tetapi saat ini kau tengah berada di tengah-tengah hutan lebat, yang memiliki hamparan tanah lapang luas yang dipenuhi bunga-bunga, dan kurasa tak ada satupun yang menguasai tempat ini karena jangkauan tempat ini terlalu jauh dari istana kekaisaran dataran langit.


Nona muda kau hanya mengakui tempat yang bukanlah hak mu ini, karena tempat ini merupakan hak bagi siapapun yang ingin bermain di tempat ini," jawab Nien Chu.


"Kau...!!, berani sekali kau berkata seperti itu kepadaku, aku akan membuatmu mengerti bagaimana berbicara sopan santun terhadap seorang wanita," ucap putri Annchi.


Tak lama kemudian pertarungan pun terjadi di antara mereka berdua, hingga membuat area yang tadinya tenang kini berubah menjadi gaduh dengan suara-suara pertarungan yang terjadi.


Setelah mendapatkan cadar sang putri, Nien Chu segera meninggalkan tempat itu menggunakan teknik langkah bayangan yang dimilikinya.


Putri Annchi yang melihat pemuda yang bertarung dengannya telah melarikan diri dari tempat itu, membuat sang putri merasa geram dan kesal kepadanya.


Tiba tiba putri Annchi mendengar suara pemuda yang tadi bertarung dengannya dari kejauhan, dan suara itu begitu sangat jelas di telinganya.


"Hari ini aku dapat melihatmu merupakan satu keberuntunganku, karena aku dapat melihat sosok wanita tercantik di alam ini yang tak pernah kulihat sebelumnya.


Tapi sayang seribu sayang kau masih terlihat sedikit gendut, sehingga mengurangi sekian persen dari kecantikanmu itu.


Aku akan membawa cadarmu ini bersamaku sehingga aku dapat selalu mengingat pertemuan kita ini, karena pertemuan hari ini mungkin hanya bisa terjadi satu kali seumur hidupku.

__ADS_1


Dan jika keberuntungan terjadi kembali ke padaku dan para dewa mempertemukan kita kembali, maka aku ingin pertemuan kita itu tak seburuk ini," ucap Nien Chu dari kejauhan.


"Lancang sekali kau...!!, jika kita bertemu kembali aku akan memberi perhitungan padamu yang telah membuat suasana hatiku kesal, apalagi kau begitu sangat berani mencuri cadar yang kupakai, dan mengatai ku gendut!!" teriak putri Annchi melepaskan amarahnya.


"Tak kenal maka tak sayang, itulah yang terjadi diantara kita. Nona gendut jika dalam 3 hari kau masih mengingat pertemuan kita ini, maka Dewa pasti akan mempertemukan kita kembali. Dan kuharap saat itu kau mau mentraktir ku minum dan aku akan mengembalikan cadar yang telah ku ambil darimu," ucap Nien Chu.


Terlihat putri Annchi begitu sangat kesal pada pemuda yang baru dikenalnya itu, sehingga dia pun meremas tinjunya sendiri untuk melampiaskan kekesalan yang ada.


Tiba tiba saja beberapa wanita yang merupakan kultivator kuat dari istana kota kekaisaran, yang juga merupakan penjaga sang Putri berdatangan dari rimbunnya pepohonan hutan.


"Apa yang telah terjadi Putri, mengapa di sini terdapat bekas-bekas pertarungan?" tanya pemimpin penjaga tersebut.


"Arau..., tak terjadi apa-apa di sini, tadi aku tengah berlatih hingga meninggalkan bekas seperti ini," jawab Putri Annchi.


"Lebih baik kita kembali pulang ke istana, karena aku tak ingin ayahku mencemaskan ku kembali karena terlalu lama meninggalkan istana," perintah putri Annchi.


"Baik putrilah jika itu keinginanmu putri," ucap Arau singkat.


Setelah bertemu kembali dengan putri Annchi, membuat Nien Chu teringat kembali akan pertemuannya pertama kali dengan Sang Putri, dan dia pun terus memandangi cadar sang putri yang berada di genggaman tangannya saat ini.


"Mengapa aku selalu memikirkannya sementara dia telah membuatku sakit hati dengan mengingkari janji 3 tahun yang lalu, malahan dia sengaja mendatangkan satu kereta kuda koin emas sebagai pengganti dirinya yang tak datang ke akademi bulan suci," batin Nien Chu.


Nien Chu menghembuskan napasnya dengan keras menahan kekesalan di dalam hatinya. "Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku dan di saat kau telah jatuh cinta padaku maka di saat itu aku akan pergi meninggalkan mu, agar kau bisa merasakan seperti apa yang kurasakan saat ini, perasaan cintaku yang tulus kepadamu kau samakan dengan 1 kereta kuda koin emas," batin Nien Chu kemudian meremas cadar yang berada di genggaman tangannya.


*****


Putri Annchi sudah 3 hari selalu termenung memikirkan pemuda yang ditemuinya di dalam hutan, dia sangat penasaran pada pemuda yang berani mengatakan dirinya gendut.

__ADS_1


"Dari mana asal pemuda itu, dari bola matanya aku rasa dia berasal dari kota kekaisaran," gumam putri Annchi.


__ADS_2