
Turnamen beladiri telah di mulai, Dewi Vioquin yang pertama kali naik kearena pertarungan untuk bertarung.
Sorak Sorai penonton langsung menggema saat Dewi Vioquin telah berada diatas arena pertarungan.
Tak berapa lama pertarungan pun di mulai, Dewi Vioquin langsung melakukan gebrakan dengan serangan cepatnya.
Alhasil jual serangan pun tersaji diatas arena pertarungan.
Dengan segenap kekuatannya Dewi Vioquin berhasil membuat lawan tarungnya terpuruk dan mengaku kalah.
Pertarungan pun usai yang dimenangkan oleh Dewi Vioquin, kemenangan itu membawa Dewi Vioquin melaju ke babak selanjutnya.
Thien Yu yang melihat kemenangan sang adik, begitu bangga padanya. "Ternyata kekuatan Dewi Vioquin begitu sangat mengagumkan, dia berhasil memenangkan pertarungannya dengan sangat cepat, dan kurasa dengan kemampuan yang di milikinya saat ini Dewi Vioquin dapat melaju ke 8 besar," batin Thien Yu.
Pertandingan di atas arena pertarungan pun terus terjadi, Dewi Vioquin, Dewi Qin Chi, Dewi Nieer dan Shao Yan terus melaju ketahap selanjutnya, setelah mereka berempat dapat mengalahkan lawan tarungnya.
Kali ini, Dayu haitang hadir ketengah tengah pertarungan, dia akan bertarung melawan Shao Yan yang juga merupakan murid utama di Akademi nirwana.
"Dayu haitang aku akan mengalahkanmu untuk membalas kekalahan ku di kompetisi tahun lalu," ucap Shao Yan.
"Kau jangan pernah bermimpi, sampai kapanpun kau tak akan pernah dapat mengalahkanku," jawab Dayu haitang.
Dalam pikiran Dayu haitang saat ini, dia berkeinginan untuk membalas Thien Yu dengan melukai Shao Yan di dalam arena pertarungan.
Setelah seorang laki laki paruh baya yang merupakan juri pertandingan keluar dari dalam arena pertarungan, maka pertandingan itu pun dimulai.
Dayu haitang terlebih dahulu melakukan serangan cepat kearah Shao Yan, dengan kekuatan unsur Dewa api yang di milikinya.
__ADS_1
Dengan cepat Shao Yan menghindari serangan cepat tersebut, kemudian memberikan serangan balik yang tak kalah cepatnya, sehingga jual beli serangan terjadi di dalam pertarungan tersebut.
Shao Yan tak mau kekalahannya 3 tahun lalu terulang kembali, di mana saat itu Dayu haitang dapat mengalahkannya di babak final turnamen pemilihan murid inti akademi nirwana.
Dalam pertarungan itu Shao Yan mengalami luka yang cukup parah, hingga keempat Raja binatang Dewa membantu untuk menyembuhkan luka dalam yang dideritanya.
Shao Yan merentangkan kedua tangannya maka terciptalah bayangan burung pheonix di belakangnya, saat ini Shao Yan tengah mengeluarkan kekuatan dari raja Dewa pheonix yang di milikinya.
Melihat jika Shao Yan telah menggunakan salah satu kekuatan dari raja binatang Dewa, Dayu haitang segera menggunakan kekuatan dari kitab dewa api kuno yang baru saja di pelajarinya.
Alam seketika bergejolak hebat saat Dayu haitang menggunakan kekuatannya, hingga Thien Yu merasakan jika ada kekuatan yang maha dasyat yang keluar dari dalam tubuh Dayu haitang.
"Kekuatan ini begitu sangat besar, jika berbenturan dengan kekuatan yang di miliki Shao Yan maka hal buruk akan terjadi pada adikku itu.
Apa yang harus kulakukan sekarang sementara Kaisar langit dan para petinggi istana langit ikut menonton jalannya pertarungan ini, jika aku menampakkan diriku maka kasar langit akan mengetahui jika saat ini aku berada di Nirwana, dan jika Kaisar langit mengetahui hal itu maka dia pasti akan menyuruhku tinggal di Nirwana untuk menjadi jenderal tertinggi langit menggantikan Jenderal terdahulu.
Saat ini Aku bimbang dalam mengambil keputusan, langkah apa yang harus kulakukan untuk menyikapi ini semua," batin Thien Yu.
Kegelisahan Thien Yu dapat terlihat jelas di mata kedua wanita yang bersamanya, sehingga membuat Putri Langyun menanyakan kepada Thien Yu tentang kegelisahannya itu.
"Apa yang terjadi kak Thien Yu sehingga kau merasa gelisah seperti ini?" tanya sang putri.
"Yun'er, sekarang ini adikku dalam bahaya karena Dayu haitang tengah mengeluarkan kekuatan Dewa kuno, hal itu dapat terlihat dari aura yang keluar dari dalam tubuhnya, hanya menghentikan pertarungan ini yang dapat membuat Shao Yan selamat," jawab Thien Yu.
"Tenanglah kak Thien, aku yakin para dewa di sini akan menghentikan pertarungan jika keselamatan Shao Yan dalam bahaya," timpal putri Sorari.
"Mudah mudahan saja apa yang kau katakan itu benar adanya. Aku sangat berharap ada seorang Dewa yang akan menggantikan pertarungan ini," ucap Thien Yu.
__ADS_1
Pertarungan itu pun terus berlanjut, apa yang dinanti nantikan oleh Thien Yu tak kunjung datang, hal itu membuat Thien Yu semakin khawatir akan keselamatan Shao Yan. Apa lagi saat ini mereka sama-sama telah mengeluarkan kekuatan besar yang ada pada mereka masing-masing.
Dari atas podium utama, Kaisar langit yang menonton pertarungan begitu sangat kagum dengan kekuatan besar yang dimiliki Dayu haitang, dan sang Kaisar yakin jika di masa depan Dayu haitang akan menjadi dewa yang ternama dan kuat, yang dapat membantunya dalam melindungi istana langit dari serangan musuh musuhnya, terlebih dari serangan musuh utamanya yang berjuluk Dewa mulia di alam semesta.
Disisi lain Dewa Api yang telah yakin jika putranya telah berlatih kekuatan di dalam kitab Dewa api kuno yang telah disembunyikannya, membuat hatinya pun menjadi gelisah.
"Jangan jangan putraku telah mencuri kitab kuno tersebut, jika itu dilakukannya maka akan ada hal buruk yang akan terjadi di Nirwana mengingat aura yang keluar dari tubuh putraku begitu sangat gelap dan penuh dengan kegelapan, hal itu menandakan jika kitab kuno yang dipelajarinya akan membuat putraku menjadi seorang yang berhati jahat," batin Dewa api.
Dewa api saat ini tak bisa melakukan apa-apa, katena selain Kaisar langit menyukai potensi yang ada pada diri putranya, sang Kaisar juga berharap jika putrinya akan berjodoh dengan Dayu haitang di masa depan.
"Saat ini aku hanya dapat diam, biar bagaimanapun Dayu haitang adalah putra sekaligus generasi penerus ku, tak mungkin aku melukainya di sini demi untuk keamanan nirwana, lebih baik aku melihat perkembangan yang ada setelah itu aku baru mengambil keputusan," batin Dewa api.
Di arena pertarungan, tak ada satu pun Dewa yang mau menghentikan jalannya pertarungan, begitupun halnya dengan panitia turnamen yang ada, mereka semua memilih diam karena melihat Kaisar langit yang begitu menyukai pertarungan yang terjadi.
Dan pada akhirnya ledakan energi pun terjadi di arena pertarungan, Shao Yan terpental kebelakang dan menabrak dinding pembatas arena pertarungan, hingga membuat segel pembatas itu pun retak.
Shao Yan tergeletak di tanah dan merasakan tubuhnya seperti terpanggang di atas bara api akibat benturan energi yang terjadi. Baju bagian atas yang dikenakannya pun kini hancur menjadi debu.
Sesaat Shao Yan menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya kemudian dia pun bangkit berdiri.
"Tak kusangka dalam beberapa tahun ini kau telah menjadi kuat tapi aku tetap takkan kalah darimu, ayo kita bertarung lagi untuk menentukan siapa yang terkuat di antara kita," ucap Shao Yan.
Buktikanlah padaku Shao Yan, apakah kau mampu untuk mengalahkanku atau kau hanya membuat untuk menghilangkan rasa takutmu padaku,'' jawab Dayu haitang.
Mendengar perkataan Dayu haitang yang begitu sangat merendahkannya membuat Shao Yan mengeluarkan semua kemampuan yang dimilikinya, yaitu kekuatan ular Dewa Pelangi yang merupakan warisan dari ibunya Dewi Limudza.
Bersambung
__ADS_1